•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[8]•Baju couple


__ADS_3

Pagi ini ina memutuskan untuk joging di komplek rumah, niatnya sih ingin ke taman dekat komplek, nggak deket sih, rada jauh, tapi bentar lagi sampe sih.


Haedset yang menggantung di kedua telinga ina seolah memberitahu semua orang bahwa ina sedang asik dengan dunianya sendiri.


"🎶Denganmuuuu.....


Ku mengerti arti cinta....


Arti cinta sesungguhnya....


Tumbuh di setiap saat....


Dan mengerti makna cinta...


Makna cinta yang abadi...


Kan ku jaga, cinta ini..."lantunan lagu yang keluar dari mulut ina terdengar sangat merdu, merusak dunia maksutnya.


Bahkan ada beberapa orang yang menatapnya heran, yah inilah ina, di lebih suka malu-maluin dari pada malunya.


"bang, pocari sweat nya satu"ucap ina ketika ada penjual yang dagang di dekat taman tujuannya.


"enam ribu neng"ucap abang-abang itu.


Tangan ina merogoh saku celana olahraganya, menyerahkan uang sepuluh ribu kepada abang-abang itu.


"kembaliannya buat nanti kalo saya beli lagi"ucap ina sukses membuat abangnya mendengus kesal.


"napa bang"ucap ina heran.


"enggak"jawab abang itu ketus.


"idih abangnya ngambek, kembaliannya ambil ajah bang, bercanda tadi"ucap ina tersenyum.


Melanjutkan kegiatan lari paginya menuju kursi panjang yang tersedia di taman itu.


"hah, akhirnya sampe taman juga, jauh juga yah kalo jalan kaki"ucap ina seraya mengelap keringetnya menggunakan handuk kecil yang menggantung di lehernya.


"mba, boleh pindah nggak, saya mau duduk sama istri anak saya di sini"ucap seorang cowok membuatnya menatap kesal.


Untung dia masih ingat sopan santun, jadi dia langsung tersenyum.


"iyah mas, silahkan duduk"ucap ina sok tersenyum.


"makasii mba"ucap istrinya tersenyum ramah.


"iyah"jawab ina ramah.


Kakinya berjalan menjauhi bangku tadi.


"enak banget yah, mbi, bilih pindih nggik, siyi mii didik, lah dia kira gue mau apa di situ, merayap? Mentang-mentang punya anak"ucap ina seraya mengedarkan pandangannya mencari bangku kosong untuknya beristirahat.


"awas aja nanti kalo gue punya anak, gue bakal beli taman ini biar tuh orang-orang nggak bisa lari-lari, haha hihi di sini"ucap ina, orang yang tak sengaja melewatinya hanya memandangnya heran.


Di dudukinya bangku panjang berwarna putih yang masih kosong, awas aja kalo ada yang mengusirnya lagi, dia nggak akan berbaik hati memberika kursi ini lagi.

__ADS_1


"ahhh seger"gumam ina ketika minuman bervitamin itu memasuki tubuhnya, membuatnya menjadi segar lagi.


Ketika dirinya sedang sibuk meminum pocari sweat, kursinya bergerak tanda jika ada yang duduk di sebelahnya.


Matanya menoleh penasaran, menatap sosok di sampingnya dengan seksama.


Kek kenal. Batin ina.


Matanya masih saja mengamati orang di samping, hingga dengan tak tau malu ina menatapnya dari depan.


"paan sih"


"astagfir, lo lagi"ucap ina kaget, hampir saja dirinya terjengkang.


"gue curiga lo tuh bukan manusia"ucap ina menatap orang di sampingnya.


Ucapan ina membuat orang itu menoleh, menatap ina sekilas lalu menatap ke depan lagi.


"kalo lo punya otak, lo pasti bisa bedain mana setan mana orang"


Mata ina dengan cepat turun ke kakinya, dan taraaa, kakinya napa tanah, berarti dia manusia.


"perasaan kemaren lo di tanggerang deh, kok sekarang dah di sini lagi, curiga gue lo ngumpetin doraemon yah"ucap ina menunjuk-nunjuk orang di sampingnya.


"lo juga kemaren di tanggerang, kenapa sekarang sini, curiga gue lo melihara sebangsa setan"


"dih ngeselin lo ajinamoto"ucap ina kembali menatap ke depan, hari ini dirinya sedang malas bertengkar dengan orang di sampingnya.


"misi dek"ucap seorang bapak-bapak membuat ina dan aji mendongak penasaran.


"iyah pak"jawab ina dan aji bersamaan.


"bapak mau duduk di sini?"tanya ina.


"bukan dek, itu, catnya belum kering"ucap bapak itu.


Dengan cepat ina dan aji langsung berdiri, mengecek baju belakangnya, dan benar saja baju mereka sudah seperti baju tahanan penjara.


"demi apa, baju gue"ucap ina kaget.


"maaf yah dek, saya yang lupa ngasih tulisan di sini"ucap bapak itu merasa bersalah.


"nggak papa pak, lupa itu hal yang wajar"ucap aji tersenyum sopan.


"mari pak"ucap aji berjalan meninggalkan ina yang sedang bingung sendiri.


Setelah tersenyum ramah, ina segera berjalan mengikuti aji yang berada tak jauh darinya.


"ngapain lo ngikutin gue"ucap aji yang sadar jika ina berada di belakangnya.


"dih, pede lu, gue emang mau kesana yah, awas gue dulu aja"ucap ina berjalan mendahului aji.


Lebih baik dia membeli baju agar tidak malu-maluin banget, lagipula di depan sana ada satu toko baju yang sepertinya sudah buka.


Setelah ina sampai di toko itu, dia langsung saja masuk ke toko itu tanpa pikir panjang.

__ADS_1


"selamat datang di toko baju sella, anda mau membeli baju?"ucap pelayang yang sudah berdiri di depannya.


Yah beli baju lah, masa beli semen. Batin ina tak habis fikir dengan pelayan itu.


"mau beli baju couple yang seperti apa mba"ucap pelayan itu sukses membuatnya terkejut.


"saya mau belu baju biasa aja mba, bukan yang couple"ucap ina tersenyum canggung.


"toko ini menjual baju khusus couple mba"ucap pelayan itu.


"mau beli baju couple apa mas"ucap pelayan itu.


Ina yang penasaran langsung saja memutar tubuhnya, mendapati aji sedang berdiri di depan pintu  yang juga sedang menatapnya.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


Di sinilah ina dan aji sekarang, duduk dengan pikiran masing-masing, ina yang sibuk memakan roti, sedangkan aji sibuk bermain game.


"by, mau baju couple kaya gitu"ucap seorang wanita yang tak sengaja berjalan melewati aji dan ina yang sedang duduk berdua.


"iyah, nanti beli"ucap pasangannya itu.


Tatapan ina langsung tertuju ke orang di sampingnya, yang ternyata si micin juga sedang melihatnya, ralat, melihat baju dan celananya.


Dengan cepat ina dan aji membuang muka, menatap ke arah yang berlawanan.


"haaaa, bisa-bisanya baju gue kembaran sama lo"ucap ina kesal.


"dih, gue juga nggak mau kembaran sama lo kalo aja baju gue nggak kena cat"ucap aji tak kalah nyolot.


"kok lo selalu nongol di mana-mana sih, fiks lo tuh setan bukan manusia"ucap ina.


"lo juga selalu nongol di mana-mana yah hembodi, curiga gue lo sejenis jin yang menjelma jadi manusia"ucap aji.


Tatapan ina langsung tertuju ke aji, seolah ingin menusuk tubuh si ajinamoto melalui tatapannya.


"apa hah"ucap aji menantang ina.


"lo kek setan"ucap ina seraya mendorong keras tubuh aji.


Dan yap, tubuh aji terjatuh ke belakang dengan sangat mengenaskan karna kursi taman tak ada pinggirannya.


"bwahahahahaha, mampus, sukurin"ucap ina tertawa puas melihat musuhnya terjatuh seperti itu.


Brukkkk


Dengan tiba-tiba aji langsung mendorongnya, membuat dirinya yang tidak siap langsung terjatuh ke belakang, untung bawahnya rerumputan, jadi aman-ama saja.


"bwahahahahaha, mampus, sukurin"ucap aji tak ingin kalah.


"kok lo tega banget sih ngedorong cewek"ucap ina seraya membersihkan bajunya yang di tempeli rumput.


"emang kalo cewek nggak bisa di gituin balik, cewek sama cowok itu sama, sama-sama makan nasi"ucap aji tak ada rasa bersalahnya.


"lo tuh yah"ucap ina geram sendiri.

__ADS_1


Kakinya berjalan mendekat ingin menjambak aji, namun si micin langsung berlari kencang meninggalkan ina.


Hal itu membuat ina kesal sendiri, memilih untuk pulang saja karna hari mulai siang.


__ADS_2