
"na, shut, woy, bangun"ucap aji.
Tangannya bergerak menggoyang-goyangkan tubuh ina, berharap cewek itu segera bangun.
"eunngghhh, dah pagi?"gumam ina seraya mengucek-ngucek matanya.
"enggak udah sore"jawab aji santai.
"what, demi apa, gue belom mandi, belom ganti baju, kok lo nggak bangunin gue sih micin"ucap ina panik sendiri.
Sedangkan aji yang sejak tadi terdiam kini asik tertawa karna puas melihat muka panik yang di tunjukkan ina padanya.
"ngapa lu haha hihi, sawan lu?"ucap ina kesal.
"ayok ah"ucap ina.
Tubuhnya dengan cepat mengambil posisi berdiri, ia bahkan lupa jika kakinya masih tak bertenaga.
"aww aww"ucap ina.
Dirinya oleng dan berakhir jatuh menindih aji lagi dan lagi, tatapan mereka saling bertemu dengan waktu yang cukup lama.
Hingga tiba-tiba saja aji meniup mata ina, membuat yang punya lngsung tersadar dan menjauh dari aji.
"mata lo ada beleknya noh"ucap aji dengan santainya.
"hah, masa sih, anjir ah malu-maluin banget nih belek"gumam ina panik sendiri, tangannya mencari belek yang biasa nongol di pojokan mata.
Namun dia tidak mendapatkannya juga, matanya melirik garang ke arah aji, menatapnya dengan tatapan membunuh.
"lo ngibulin gue anjir, mana udah malu lagi, ngeselin lo ah"ucap ina memukul pelan pundak aji.
Namun yang di pukul malah tertawa lepas, seraya menatap ina.
"lucu lo ah"ucap aji.
Ucapan itu sukses membuat ina membeku kaget, menatap aji tak percaya.
"lo bilang apa tadi"tanya ina sekali lagi.
"enggak, ayok buruan balik ke kemahan"ucap aji.
Dirinya segera bangkit dari duduknya, menatap sekilas cewek di depannya.
"lo bisa berdiri kan"
"Hm"
Mendengar jawab ina, aji langsung saja membungkukkan badannya, memberi aba-aba supaya ina naik ke punggungnya.
"ayok"ucap aji.
"gue masih bisa jalan kok ji, nggak usah di gendong segala"tolak ina, dia sadar diri jika berat badannya tidak seenteng balita.
"yeee, tadi aja lo jatoh, udah nggak usah sok kasian ama gue, gue kuat kok"ucap aji meyakinkan ina.
"lo yakin?"
"iya hembodi"
"dih, ngeselin lo ah"ucap ina.
Di tempat perkemahan terlihat ale sedang menangis di pelukan dafa karna guru tak kunjung menemukan ina dan aji, dia takut jika temannya itu di gondol serigala, mana belum ketemu sama jodohnya lagi.
__ADS_1
"udah by, nggak usah nangis, mereka nggak kenapa-napa kok, kan ada aji, dia pasti jagain ina"ucap dafa berusaha menenangkan pacarnya.
"tapi by, ina sama aji itu musuh setia banget, aku takut kalo mereka misah-misah, kamu kan tau gimana mereka, sifatnya nggak mau ngalah semua"ucap ale di iringi dengan isakan.
"aji tau situasi kok by, dia bakal ngejagain ina, percaya sama aku"
"gimana bu, ina sama aji udah ketemu"ucap ale ketika bu siti menghampirinya.
"belum nak, ibu yakin, mereka pasti baik-baik aja"ucap bu siti nerusaha kuat, terlebih ini merupakan tanggung jawabnya.
"eh itu aji sama ina"teriak edo begitu antusias membuat ale dengan riangnya mencari dimana datangnya ina.
"itu by, di gendong sama aji"ucap dafa ketika pacarnya itu tak kunjung melihat ina.
"Hembodi ku, marina uv white astaga, gue kira lo di gondol serigala"ucap ale ketika aji menurunkan ina dengan sangat hati-hati.
"kaki lo kenapa?"tanya ale panik tangan bergerak ingin menyentuh kaki kiri ina.
"jangam di sentuh, dia keseleo"ucap aji cepat.
"lo keseleo na"tanya ale yang masih tak percaya.
"iyah"
"yaudah aji, kamu bawa ina ke uks darurat"ucap bu siti cepat.
Mendengar perintah bu siti, aji segera membungkukan badannya lagi membuat ina dan ale kebingungan.
"ngapain?"tanya ina.
"liatin semut kemping, yah ngegendong lo lah"
"gue bisa jalan kali, nggak usah lebay deh"ucap ina tertawa pelan.
"ayok buruan, lama lu ah"
Tiba-tiba saja aji menggendongnya ala brydal style membuat para siswi yang menyaksikan kejadian itu menjerit tertahan.
"yak, turunin nggak lo, ajinamoto"ucap ina malu sendiri.
"kaki lo nanti tambah bengkak, acara ghibahnya lanjut nanti aja"ucap aji.
"malu bego"
"malu? Perasaan lo biasa malu-maluin dah, ngapain malu"
"setan"umpat ina kesal, namun aji malah tertawa pelan melihat muka kesal yang di tunjukkan ina padanya.
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
"kok kalian tadi akur na, dah jadian yah lo berdua"ucap ale duduk di samping ina yang sedang tiduran karna kakinya di perban.
"paan sih lo, ngaco"ucap ina senyum-senyum sendiri.
"dih dih, senyum-senyum, naksir yah lo sama aji, semalan lo kiss kiss yah"ucap ale tersenyum jail.
Pletakkkk
"kis kis pala lo, otak lo ngeres banget yah le, bisa-bisanya dafa mau sama lo"ucap ina.
Pletakkkk
"mampus, satu sama, yah si dafa mau lah, orang gue cantik, baik hati, dan tidak sombong"ucap ale berbangga ria.
__ADS_1
"kok lo bisa suka sama dafa"ucap ina penasaran.
"karna waktu dulu dia sering bantuin gue ngerjain tugas di perpus waktu di hukum, demi apa dia baik banget sumpah, makannya gue suka sama dia"ucap ale membangga-banggakan pacarnya.
"eh, semalem lo gimana, pasti gelap yah, kalian pelukan gitu"ucap ale.
"enggak gelap sih, tuh micin bawa korek jadi bisa nyalain api unggun kecil-kecilan"
"aww soswit, gue juga pengen gitu sama dafa"ucap ale senyum-senyum sendiri.
"nape lo senyum-senyum, mulai gila lo"
"sembarangan lo kalo ngomong, huh"ucap ale, tangannya bergerak memukul kaki kiri ina.
"sakit anying, lo mah ah"
"ehehehe, maap"
"ale"panggil bu siti.
"iyah bu, kenapa"
"tolong kmu bantuin tera nyari kayu buat api unggun nanti malam"
"baik bu, na, gue pergi dulu yah"ucap ale di angguki oleh ina.
"udah mendingan ina"ucap bi siti tersenyum ramah.
"udah bu"
"oh bagus kalo gitu, ibu pergi dulu yah"ucap bu siti halus, membuat senyum ina mengembang dengan ikhlas.
"hhhhh, bosen"gumam ina, matanya menatap ke atas, mengamati atap tenda uks ini.
"gimana? Masih sakit"ucap seseorang membuatnya sedikit kaget.
"eh lo, udah enggak kok"
"eh ada game apa lagi"ucap ina antusias.
"napa lo, mau ikut?"ucap aji.
"ck, gue pengen ikut sumpah, jarang-jarang main game bareng temen sekolah"ucap ina sedikit kecewa.
"tarik tambang noh, lo yang jadi tukang nulis angka menangnya aja"
"dih, sama aja boong anjir"
"emang lo bisa maen tarik tambang, badan lo kek sapu ijuk begitu, jadi pajangan doang lu mah cocoknya"
"mulut lo kek tetangga komplek yah, alus banget ngehinanya sumpah"
"gue kan anaknya satu dari ibu-ibu komplek itu"
"bibit unggul berarti, anak ketua geng perghibahan yah lo"ucap ina.
"ih kok lo betul sih, anak indihoy yah lo"
"bukan sih, lebih tepatnya anak indomie, seleraku"
"yeee, laper nggak lo?"
"laper sih, emangnya ada makanan yah"
__ADS_1
"ada, gue masakin mie yah, gue tinggal bentar"ucap aji meninggalkan ina yang sedang senyum-senyum seperti orang gila.