
Aneh, sejak awal pelajaran aji tak ada basa-basi walau sekedar menyapa, kenapa otaknya terus saja memikiran cowok itu.
"na, kantin yok"ucap ale membuatnya tersadar dari lamunannya.
"oh iyah, lo duluan nanti gue nyusul"ucap ina tersenyum.
"oke"jawab ale kemudian berjalan keluar dari kelas.
Meninggalkan ina dan aji yang masih bertahan di kelas ini, namun ina buru-buru bangkit dari duduknya, berjalan menuju luar kelas.
Sesampai di depan meja aji, dia berhenti sebentar, lalu melirik aji dengan tatapan bingung.
"lo nggak ke kantin cin"tanya ina.
"gue nggak laper"jawab aji tanpa niat menatap ina.
"diet lo"tanta ina lagi.
"bukan urusan lo"ucap aji bangkit dari duduknya, berjalan meninggalkan ina yang sedang bingung sendiri.
"tuh anak kemasukan setan mana dah"gumam ina memutuskan untuk segera menyusul temannya yang pasti sudah menunggunya di kantin.
Kakinya melangkah melewati beberapa siswi yang sedang asik berghibah, entah apa faedahnya, tapi tetap saja mereka lakukan walau tau itu dosa, ina juga nyadar kok kalo dia sering ghibah.
"na, di sini"ucap ale melambaikan tangannya ketika ina memasuki kantin yang penuh dengan siswa siswi.
"lo pesen siomay sama es teh kan, nih udah gue pesenin"ucap ale tersenyum bangga.
"makasii ale-ale"ucap ina di hadiahi tatapan tajam oleh ale.
"eh na, lo tau nggak, tadi gue liat aji sama adek kelas tau, mesen siomay juga kaya gue, terus haha hihi gitu lah"ucap ale serius.
"masa sih, lo salah liat kali, tadi si micin bilang kok sama gue kalo dia males ke kantin"ucap ina mencoba positif thingking.
"nggak percaya yaudah sih, yang penting gue udah bilang yang sejujurnya"ucap ale menyeruput es teh manisnya.
Apa si ajinamoto lagi pedekate sama adek kelas?. Batin ina kepo sendiri.
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
"baik, segitu dulu materi yang dapat ibu sampaikan, sekarang kalian boleh pulang"ucap guru yang mengajar kelas XI mipa 5, semua siswa bersorak gembira membubarkan diri entah itu menuju gerbang ataupun tempat parkir.
"na, ayok pulang"ucap ale yang sudah berdiri.
"lo duluan ajah la"
"yaudah gue cabut dulu yah, dadah"ucap ale berjalan meninggalkan ruang kelasnya.
Tanpa pikir panjang ina segera bangkit dari duduknya, berjalan menuju meja depan dekat pintu, dirinya sudah sangat kepo kenapa si micin tiba-tiba jutek gitu.
"ajinamoto, ay..."
"kak aji, ayok pulang"ucap seorang cewek.
Ina dengan penasaran menoleh, mendapati gadis imut yang sepertinya masih kelas sepulus tersenyum menatapnya.
"ayok sel"ucap aji mengacuhkan ina yang jelas-jelas ada di depannya, apa ini.
"nanti malem jadi jalan kan kak"samar-samar ina dapat mendengar ucapan cewek itu.
"oh jadi itu alesan dia cuek ke gue, takut pacarnya cemburu, oke"ucap ina dengan emosi yang memburu.
Kakinya buru-buru berjalan meninggalkan kelas.
Drrrtt drrrtt
"apaan sih"
"halo"
^^^"lo lama amat sih na, gue lumutan nih nungguin lo di depan gerbang"^^^
"bagus lah, biar nggak di anggep lo di sana"
__ADS_1
^^^"dih, cepetan ah, bosen gue nungguin lo nongol dari gerbang, yang lainnya udah pada haha hihi sambil jalan keluar gerbang lah elo.."^^^
"iyah bawel, gue kesana"ucap ina segera mematikan telponnya, berjalan cepat menuju gerbang sekolah, takut sepupunya itu mengamuk.
Setelah berjalan dengan langkah terburu-buru, akhirnya ina sampai di depan gerbang, matanya menangkap cepat mobil milik bintang.
Tangan ina dengan cepat menarik kenop mobil, dan segera masuk ke dalam mobil sepupunya.
"ngepet dulu lo di kelas?"ucap bintang.
"mulung aqua dulu di tong sampah"jawab ina kesal.
Sifat bintang ternyata sama nyebelinnya dengan si ajinamoto, ck, kenapa juga ina mikirin tuh cowok.
"beneran lo"ucap bintang terkejut.
"iyah, nih dapet dua ribu tadi udah di tuker"ucap ina menunjukkan uang dua ribu kembalian di kantin tadi.
"gue aduin tante vani loh, tante, ini anaknya mulung"
"ih pea, bercanda anjir, otak lo di sekolahin di luar negri bukannya nambah pinter malah nambah oon"ucap ina.
"lucu banget sih, kalo gue bukan sepupu lo, dah gue pacarin lo"ucap bintang sukses membuat pipinya merona.
Inget na, dia sodara lo anjir, jan gamon deh ah. Batin ina merutuki dirinya yang kesenengan.
"gue nya yang ogah jadi pacar lo"
"yakin lo nggak mau pacaran gue gue"
"iyalah, ngeselin juga orangnya, bisa-bisanya dulu gue ngepens ama lo, ih nyesel dah gue sumpah"
"yeeee, mulut lo na"ucap bintang seraya menjitak kepala ina pelan.
"sakit anjir"
"yah maap, sengaja tadi"ucap bintang tersenyum tanpa dosa.
"eh astaga, maap, gue sengaja bin, bintaro, bintitan, ibin ubin bwahahaha, humor gue anjir"
"rese lo na, mimpi apa gue punya sepupu kek lo"
"dih, mimpi indah lah, liat nih, gue cantik kan? Kan kan kan"
"iyah sih, eh na nanti malem ke mall yuk, nonton bioskop sama nemenin gue beli baju, nggak bawa baju banyak gue dari luar negri"
"iye, lo yang bayar tapi"
"yeee, nggak modal banget nih anak"ucap bintang seraya mengelus pelan rambut ina.
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
Di sini ina dan bintang berada, di tempat makanan, karna di rumah mereka berdua belum sempat makan, jadi yah makan dulu sebelum nonton bioskop.
"lo mau nonton film apa"tanya bintang mode kalem.
"terserah sih, lo pengennya apa"
"mariposa gimana, lo suka kan"ucap bintang.
"eh iyah, gue belom nonton mariposa anjir"ucap ina sangat antusias.
"yaudah makan gih yang banyak biar gemukan dikit"
"ih gue tuh nggak sekurus itu tau, hobi banget sumpah ngehina gue, nggak mamah, nggak lo, nggak si micin"
"micin?"tanya bintang bingung.
"hah"
"acieeeee doi lo ye, ina lagi lope lope nih uhuyyyy"
"ih paan sih lo, nggak jelas, dah yuk nonton bioskop nanti kemaleman lagi"
__ADS_1
"oke, ayok"ucap bintang menggenggam tangan ina.
"ngapain lo megang tangan gue, gue bukan anak tk yah bin, tau jalan gue"
"biar kek pasangan-pasangan sih na"
"dih, kelamaan jomblo lu, bisa-bisanya cowok famous kek lo haus keuwuan"
"diem ah lo ah, ngeselin"
"lo juga ngeselin"ucap ina, tanpa di sadari mereka sudah berada di depan bioskop.
"gue pesen dulu bentar"ucap bintang melepaskan genggamannya.
Sementara itu, ina memilih untuk duduk di bangku tunggu dari pada berdiri kek orang ilang.
Menatap beberapa orang yang asik berlalu lalang dengan damainya.
"hhhh cewek itu siapa yah"gumam ina kembali mengingat adek kelas yang mengajak aji pulang.
"pacar? Huftt"
"ayok na"ucap bintang menarik tangan ina memasuki ruangan bioskop.
"permisi mas mba"ucap bintang sopan.
"kita di ma..."ucap ina terhenti ketika di depan sana duduk 2 orang yang ia kenal, ah ralat, satu orang saja yang di kenalnya.
"nah di sini"ucap bintang.
Ina masih sibuk melirik bangku sebelahnya, dimana aji dan adek kelas itu sudah duduk manis.
"ayok duduk"ucap bintang.
Mau tak mau ina harus duduk di samping aji, ah menyebalkan sekali menurut ina.
"nggak bisa pindah bin?"tanya ina sedikit berbisik.
"nggak bisa, soalnya gue mesen di nomor ini"
"oh yaudah"ucap ina pasrah.
"kak aji mau popcorn?"tanya adek kelas itu.
"oh iyah, mau-mau"
"sini leta suapin, aaa"ucap cewek bernama leta itu.
Di liriknya tajam orang yang duduk di bangku sebelah, dengan cepat ia langsung membuang mukanya kesal.
"nih kak minumnya"ucap leta.
"bin, gue mau popcorn"ucap ina tiba-tiba.
"nih nih, mau gue suapin nggak"ucap bintang membuat ina tersenyum.
"mau"rengek ina manja.
"aaaaa"
"gimana, enak nggak"tanya bintang.
"enak kok, minumnya bin"
"nih, masih laper lo?"
"enggak sih, cuman pengen ngemil doang"ucap ina seraya bersender di bahu bintang.
"udah mulai tuh, jangan senderan nanti nggak keliatan"
"nggak mau, pengen senderan"ucap ina manja, hal tersebut sukses membuat bintang kebingungan.
Nih anak kesambet setan mana dah. Batin bintang ngeri sendiri.
__ADS_1