•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[20]•Oh ternyata...


__ADS_3

Di sebuah taman yang terletak di belakang rumah sakit dengan cahaya yang tidak begitu terang terdapat dua orang sedang duduk dengan begitu tenang.


"ina itu sepupu lo"tanya aji sekali lagi.


"iyalah, lo kira gue siapanya, pacarnya"


"iyalah, orang waktu itu hembodi ngomong kalo dia suka sama cowok waktu smp, gue kira lo, lo kan satu sekolah sama gue sama si ina juga"ucap aji tanpa niat menatap lawan bicaranya.


"emng siapa namanya"


"nggak tau, tapi kata dia cowok itu sekolah di luar negri dan baru-baru ini dia balik ke indo"ucap aji ketus.


"apa itu gue? Masa sih ina suka sama sepupu sendiri"gumam bintang.


"menurut gue sih itu emang gue, soalnya dia bilang kalo dulu ngefens sama gue, besar kemungkinan kan kalo ina naro rasa suka ke gue, secara gue ganteng, baik lagi"ucap bintang tersenyum bangga.


"dih, bodoh banget si hembodi ngeidolain elo yang bentukannya kaya gini"


"gantengan juga gue kali, lo mah nggak ada apa-apanya"


"dih, lo nantangin gue"


"apa hah, berani-berani aja gue mah"ucap bintang songong.


"lah ayok berantem di sini pumpung sepi"


"ayok, siapa takut"


"Ha....."


Drrrrtttttt drrrttttt drrttttt


"bentar, gue angkat telpon dulu"ucap aji santai.


"halo ta, kenapa"


^^^"kakak nya udah bangun kak, cepet ke sini"^^^


"oke-oke otw"


Tut tutttt


"ina udah siuman"ucap aji senang.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


"gimana na, ada yang sakit nggak, mana yang sakit sini bilang sama gue"ucap bintang khawatir.


"ish, gue nggak papa bintang, lo lebay banget deh"ucap ina tersenyum.


"beneran?"


"iyah, takut gue mati yah lo"ucap ina tersenyum jail.


"kalo ngomong tuh di filter dulu"ucap bintang seraya memukul pelan lengan ina.


"sakit bego"


"eh sorry-sorry, gue sengaja"ucap bintang cengengesan tak jelas.


"eum hembodi"ucap aji tiba-tiba.


Bahkan ina baru sadar jika aji berada di sini bersama leta, hatinya sangat perih melihat mereka berdua di sini.


"eh leta, aji, kok kalian di sini"ucap ina berusaha untuk tersenyum.


"yah jelas lah, gue yang buat lo sampe masuk rumah sakit begini, makasih yah udah nolongin gue"ucap aji tersenyum canggung.


"oh iyah, santai aja kali"ucap ina melirik leta sedikit penasaran.

__ADS_1


"ta, kenalan gih, sok malu lo biasa malu-malu in"ucap aji menyenggol pelan bahu leta.


"ish, apaan sih kak, nyebelin deh"ucap leta memasang muka cemberut.


"pipi lo jangan di giniin, tangan gue gemes kan pengen nguyel-nguyel pipi lo, gue cincang juga nih"ucap aji seraya mencubit gemas pipi leta.


Hal itu tak luput dari pandangan ina, dengan cepat ia membuang mukanya, berharap air matanya tak menetes lagi.


"buruan"perintah aji.


"iyah bawel"ucap leta berjalan mendekati ranjang ina.


Ina yang menyadari itu menolehkan kepalanya menatap leta seraya tersenyum tulus.


"kenalin kak, nama aku leta, aku sepupunya kak aji"ucap leta tersenyum sopan.


Dalam hitungan detik mata ina membulat sempurna, menatap tak percaya cewek di depannya.


"sepupu?"tanya ina sekali lagi.


"iyah kak, kakak kira aku adiknya kak aji yah, ih, ogah banget punya abang kaya dia"ucap leta melirik tajam aji yang juga sedang menatapnya.


"ahahahaha iyah, kakak kira kalian malah pacaran"ucap ina tersenyum.


Memdengar ucapan yang keluar dari mulut ina sukses membuat leta dan aji mendelik kaget.


"mana ada yang mau jadi pacarnya kak aji, mulutnya pedes banget ih, kakak jangan sampe deh pacaran sam dia"ucap leta, hal itu membuat aji dengan cepat mencubit lengan leta pelan.


"ih sakit tau kak"ucap leta ngambek.


"na, jadi..."ucap bintang menggantung.


Ina yang mengerti kemana arah ucapan sepupunya itu buru-buru memberi isyarat nerupa kedipan mata.


"curiga gue kalian berdua tuh pacaran"ucap aji menatap bintang tak suka.


"nape kalo gue sama ina beneran pacaran, lo cemburu?"ucap bintang mulai menunjukkan tampang songongnya.


"na, gue mau ke toilet dulu yah bentar"ucap bintang segera keluar dari ruangan ina, menyisakan leta, ina, dan aji.


"eh, leta mau cari makan dulu laper, kakak mau nitip apa"ucap leta pada ina.


"terserah leta aja"ucap ina tersenyum.


"oke"ucap leta segera keluar dari ruangan itu, menyisakan aji dan ina.


Membiarkan keheningan menyelimuti mereka berdua, dengan langkah ragu aji mendekat ke ranjang yang di tiduri ina, duduk di bangku yang tadi di dudukiboleh bintang.


"kok lo ngejauhin gue sih waktu itu"ucap ina dengan tampang sangarnya.


"gue kira bintang itu pacar lo, gue nggak mau ganggu hubungan orang lain"ucap aji.


"punya mulut tuh di pake buat nanya, jangan cuma nyimpulan dari pandamgan diri sendiri"omel ina menatap kesal cowok di sampingnya.


"oh gue tau, lo cemburu yah liat gue sama bintang, lo suka yah sama gue"ucap ina tersenyum jail.


"idih kepedean lo"ucap aji menoyor pelan dahi ina.


"awww awww, sakit bego"


"idih-idih alay, cuma noel doang dah kek di tonjok"


"ehehehe, fiks sih lo masih aja nyebelin, nggak berubah yah"


"eh micin, sumpah, waktu lo nyium kening leta terus ngegendong sepupu lo itu romantis banget sih, kek di novel-novel gitu, sampe gue ngira kalian itu pacaran"ucap ina tersenyum jail.


Kini hatinya adacrasa lega ketika memgetahui jika leta ada sepupu aji, astaga, dirinya sudah berburuk sangka dan nangis-nangis seperti orang gila, memalukan.


"kenapa, lo cemburu?"ucap aji.

__ADS_1


"idih, mustahil banget cemburu sama lo"


"masa"


"iyalah"


"ah palingan cemburu, tau gue mah"ucap aji berpede ria.


"otak lo kotak yah, kepedean banget gila"ucap ina menjitak keras kepala aji.


"udah, gue peka, lo cemburu dan lo pemgen di gituin sama gue kan, yang di perkemahan kurang?"ucap aji tersenyum jail.


Tangannya dengan nakal menoel-noel pipi ina.


"diem ah, ngeselin lo"ucap ina cemberut.


"yeee, ngambek nih anak"


"ekhem ekhem, serasa dunia milik berdua yah, yang lain babu"ucap bintang.


"iyah, lo jadi babunya yah kan"ucap ina tersenyum puas.


"pala lo"


"assalamualaikum"ucap leta ketika dirinya memasuki ruang itu.


"waalaikumussalam"


"liat, leta bawa bakso, tadi ada tukang bakso lewat, jadi leta beli empat deh, pada seneng kan"ucap leta.


Aji dan bintang dengan kompaknya menatap ina yang sedang menatap kantong plastik yang di pegang leta, tatapan mereka bertemu seolah mengerti maksut tersembunyi ina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"gue mau bakso, gue udah sehat"ucap ina dengan tangan yang ingin meraih kantong plastik itu.


"nggak boleh na, lo masih sakit"


"enggak, gue mau bakso pokoknya titik nggak pake dot kom, kalo nggak di kasih, gue bakal ngambek"ucap ina memalingkan mukanya.


"kasih aja"ucap aji memilih mengalah saja.

__ADS_1


"yaudah iyah, tapi jangan lupa obatnya di minum loh"ucap bintang nurut.


"siap pak bos"ucap ina seraya memberi hormat kepada bintang.


__ADS_2