•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[4]•Tumpangan


__ADS_3

Sudah berapa meter ina berjalan seraya menuntun motornya, menyesal dirinya karna telah menolak bantuan aji, hpnya juga mati, mana uangnya ikutan abis pula, sesampainya lah.


Langit sudah mulai mendung, hingga rintik hujan mulai turun membuat ina segera menepikan motornya, menuju toko yang sudah tutup.


Suasana di sekitarnya begitu sepi, tak ada satu orang pun yang ikut menemaninya berteduh.


Seiring menetesnya air hujan, air yang sejak tadi terbendung di pelupuk mata ina kini tumpah begitu saja, apa seperti ini anak-anak jalanan jika hujan tiba, mengapa dirinya kurang bersyukur.


"mamah"gumam ina seraya mengambil posisi lesehan, menutupi tangisnya menggunakan kedua tangan.


"nggak usah nangis"ucap seseorang membuatnya sukses mendongak, menatap tak percaya sosok di depannya.


Ajinamoto?. Batinnya tak percaya.


"ayok, pake jas hujannya, gue anterin lo pulang"ucap aji.


"motor gue?"ucap ina takut jika motornya nanti di curi oleh maling.


"di kunci stang lah hembodi, lo kalo oon jangan kebangetan napa"ucap aji kesal sendiri.


Rasa kagum yang sempat hadir di hati ina kini pupus begitu saja, sekali nyebelin yah tetep nyebelin, di tatapnya tajam sosok yang berdiri di sampingnya.


"mau gue anterin nggak?"tawar aji.


Tak ada balasan dari ina, dirinya terlalu gengsi dan kesal dengan cowok di sampingnya itu.


"nggak mau yaudah sih, katanya di sini ada mba ngesot gitu kalo malem"ucap aji menakut-nakuti ina.


"gue nggak ada bilang nggak mau"dan yap, ina berhasil luluh, dan menurunkan egonya.


"yah terus, mau nggak"


"hm"jawab ina.


"yaudah pake jas lo, motor gue di sebrang"ucap aji.


Dengan cepat ina memakai jas hujan berwarna biru yang di berikan aji untuknya, ralat, di pinjamkan maksutnya.


"udah"ucap ina.


"udah apa?"tanya aji.


"yah udah selesai make jas ujannya"ucap ina mulai gondok sendiri.


"yah terus"


"lo ngeselin banget sih, gue toyor pala lu nih"


"iyah-iyah, emosian lu, awas cepet tua, ayok"ucap aji seraya menarik tangan ina.


Hal itu tak luput dari pandangan ina, demi apapun ina baru sadar jika tangan aji seputih itu.


"ayok naik"ucap aji melepaskan genggamannya.


"lo udah kunci stang motor lo?"tanya aji sekali lagi.


"eh iyah, lupa"ucap ina cengengesan.

__ADS_1


"yeee, dah capek-capek gue tarik tangan lo anjir, dah sono balik sendiri ke sana"ucap aji.


"lo nggak ada niatan nemenin gitu, gelap loh di sana"ucap ina takut.


"iyah-iyah, ayok, oon lo natural banget yah"ucap aji di hadiahi tatapan menusuk dari ina.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


"lo nggak mau mampir dulu?"tanya ina sekedar basa-basi gitu kan yak.


"nggak usah makasi, kayanya juga mau ujan lagi"ucap aji.


"oh yaudah"ucap ina seraya berjalan menuju halaman rumahnya.


"eh"


"paan"jawab ina memutar tubuhnya lagi.


"ini nggak gratis yah, besok lo harus traktir gue bakso sama siomay, plus es teh manis"ucap aji.


Di tatapnya malas wajah ajinamoto, ia kira makhluk satu itu ikhlas menolongnya, ternyata, sebuah kesalahan besar jika menganggap aji adalah sosok yang baik hati.


"hm"jawab ina seadanya.


"eh"panggil aji lagi.


"paan lagi"


"nanti jas hujannya balikin yah, punya temen gue soalnya"


"hm"jawab ina.


"paan lagi ajinamoto, lo kalo ada perlu sekalian napa, nggak usah satu-satu"ucap ina kesal sendiri.


"motor lo nanti biar urusan gue, lo tinggal bayar"ucap aji.


"heem"


"eh"


"paan lagi sih nyet, lo dari tadi ah eh ah eh kek orang sawan, paan"ucap ina sudah menahan emosinya.


"cuma manggil"ucap aji cengengesan.


"gue timpuk lu yak"ucap ina bersiap untuk memukul aji, namun cowok itu buru-buru menjalankan motornya.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


Di tatapnya atap kamar berwarna putih polos, entah kenapa dia sedang memikirnya cinta pertamanya yang di pindahkan ke luar negri, dia begitu mennyukainya, namun ada rasa menyesal karna ina belum sempat mengatakan perasaan yang sejujurnya, dia....sosok cowok yang sangat ramah kepada semua orang, sudah tiga tahun ini dia tak melihat wajah cowok bernama bintang.


Bahkan dulu waktu smp dia banyak di sukai oleh siswi-siswi, itu yang membuatnya lebih baik memendam perasaannya, ck, andai saja bintang kembali lagi ke indo, ina pasti akan mengakatakan perasaannya.


Drrrttttt  drrrrrtttt


Getaran pada hpnya, membuat ina menghentikan lamunan yang ia buat, mengambil hp yang ia letakkan asal di atas kasurnya.


"halo marina uv white, membantu mencerahkan kulit dari dalam"

__ADS_1


"selamat anda mendapatkan hadiah 2 juta rupiah, pajak di tanggung pemenang"ucap ina ikut-ikutan ngaco.


"yee, soalnya aja belum di bacain anjir"


"pertanyaannya, minuman apa yang berwarna merah, A. Bandulan, B.teh kotak"


"bandulan ama teh kotak warnanya coklat anjir, nggak ada yang betul"


"anda kurang beruntung, hadiah 2 juta tidak jatuh ke tangan kamu"


"serius nih gue"


"dari tadi gue juga dah serius"


"lo kan satu kelompok ama aji, nah, gimana kalo kerja kelompoknya besok sama gue sama indah"


"mana bisa ogeb, lo oonnya kebangetan banget anjir"


"bisa lah, kita di beri kemampuan berbohong oleh allah, jadi kenapa nggak kita gunain aja"


"astagfirullah, kamu ini berdosa banget"


"kamu jangan solimi"


"solimi solimi, SOLEHAH"


"jigong lu sampe sini anjir ah"


"lebay lu ah"


"eh na"


"hm"


"kata si edo, lo sama si aji tadi boncengan yah"


"hm"jawab ina seadanya, siap-siap jauhin hp dari telinganya.


"OH MAY GAT, DEMI APA NA LO BONCENGAN SAMA AJI, UJAN-UJANAN GITU? GUE SAMA DAFA AJA BELOM ANJIR AH, POKOKNYA BESOK LO CERITA TITIK NGGAK PAKE DOT KOM"


"mulut lo kek toa yah le, kuping gue bergeter loh sumpah, padahal lewat hp doang"


"ehehehe, udah dulu yah, dafa nelfon"


"hm"


Tuttttt tutttttt


Tok tok tok


"sayang, makan dulu yuk"ucap vani, ibu yang merawatnya dari kecil.


"iyah mah, aku nyusul"jawab ina sedikit berteriak.


"jangan lama-lama yah"


"oke doki mah"

__ADS_1


__ADS_2