•Ajinamoto•

•Ajinamoto•
[3]•Mogok


__ADS_3

Langkah ina melambat ketika kelasnya sudah berada tak jauh dari pandangannya.


Di depannya berjalan sosok cowok, yap siapa lagi jika bukan ajinamoto merek micin.


Tok tok tok


Di lihatnya aji tengah mengetuk pintu kelas, membuat ina tak usah repot-repot mengetuk pintu, lagi.


"dari mana kalian"


"dari perpus bu, di suruh bk tadi buat bersihin perpus"ucap aji santai.


"di suruh atau di hukum"


"dua-duanya sih bu"jawab aji tanpa minat melirik cewek yang berdiri di sampingnya.


"yasudah, masuk"ucap bu wiji berbaik hati.


Dengan cepat ina melangkahkan kakinya menuju bangku paling pojok, dimana terlihat sang sahabat sudah mangap-mangap ingin cerita sesuatu.


"na"


"hm"


"ehehe, sorry tadi gue tinggal, dafa nyamperin gue tadi"


"hm"


"dih, bisu lu"


"hm"


"au ah terang"


"Baik anak-anak, sampai mana tadi"


"PEMBAGIAN KELOMPOK BUUUU"ucap seluruh siswa serempak.


"oke"jawab bu wiji seraya menuju papan tulis, sepertinya ingin menulis anggota kelompok yang membuat seluruh siswa deg deg ser tak karuan.


Ketika nama ina di tulis, matanya langsung fokus, bagai di slow mode, matanya tampak was-was melihat huruf pertama anggota kelompoknya.


"edo, tolong isikan spidol ibu nak"ucap bu wiji ketika spidolnya tidak nyala saat menulis huruf A.


"baik bu"ucap edo bangkit dari duduknya, mengambil spidol yang di pegang oleh bu wiji, berjalan menuju keluar kelas.


"ada yang bawa spidol?"tanya bu wiji.


"ini bu"ucap tera bangkit dari duduknya, berjalan mendekati bu wiji.


"ardi?"gumam ina penasaran.


"aji udah fiks, tau gue"saut ale yang tak sengaja mendengar gumaman temannya.


"protes gue"ucap ina melirik ale.


Dan yap, mata ina membulat ketika melihat tulisan di papan tulis, di liriknya ale yang sedang asik tertawa tanpa suara.


"memang anda berdua itu jodoh"ucap ale mengejek ina.

__ADS_1


"bu"ucap ina dan aji bersamaan, membuat seluruh siswa tertawa.


"acieeeee"


"jodoh uhuyyy"celetuk levin teman sebangkunya aji.


"shutttt diam, ada apa ina, aji?"ucap bu wiji dengan wajah ramahnya.


"aji dulu bu/ina dulu bu"ucap mereka bersamaan lagi.


"dah fiks ini mah, jodohhh"ucap cowok bernama adit.


"nikahnya abis lulus nih"ucap cewek bernama salsa.


"benci jadi cinta nieeeee, uhuyyy"ucap cowok bernama arif.


"diam-diam, ina, kamu silahkan bicara dulu"


"bu, saya nggak mau bu satu kelompok sama mi...eh aji bu, sama ale kek bu, sumpah bu, si aji kalo di ajak kerja kelompok sukanya ngegame bu"ucap ina melirik  aji yang juga tengah meliriknya tajam.


"bu, saya nggak mau satu kelompok sama hem..eh ina bu, tau nggak sih bu, si ina tuh paling males banget kalo di suruh ngetik"


"heh, lo jan ngadi-ngadi yah, gini-gini gue rajin nulis, nggak kek lo, kerjaannya epep, pubg mulu, booyah sono booyah, ciken ciken"


"heh, gue ngegame juga masih inget waktu yah, lo kira gue nggak bisa ngerjain tugas hah, bisa gue, tanpa bantuan lo juga gue bisa"


"yaudah kerjain sendiri aja"


"DIAM"ucap bu wiji tegas, sukses ngebuat mereka menunduk takut.


"keputusan ibu udah bulat, semuanya nggak ada yang bisa di rubah paham"ucap bu wiji.


...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


"yuhuuu, gue sekelompok dong sama indah"pamer ale seraya membenarkan tas gendongnya yang hampir melorot.


"bodo amat"ucap ina ketus.


"kalian berdua itu cocok tau nggak sih, sama-sama jago"ucap ale.


Hening beberapa detik, membuat ale kesal sendiri.


"lo nggak tanya"


"tanya paan"


"tanya jago apa gitu, nggak seru lo ah"


"jago apa"ucap ina malas.


"sama-sama jago bacot bwahahahahaha"


"hahahahaha, bacot"ucap ina melirik sengit temannya itu.


"keknya kalian itu jodoh deh sumpah"ucap ale sukses membuat temannya itu melirik tajam.


"bisa-bisanya dari tk selalu satu sekolah, satu kelas pula, padahal kalian berdua kan bukan tetanggaan, nggak ada kemungkinan ortu kalian ngerencanain itu, kenal aja enggak"ucap ale yang emang benar adanya.


"ya ya ya, dah sono, dafa dah nungguin noh"ucap ina yang tadi tak sengaja menatap dafa bersama motornya.

__ADS_1


"wah iyah, gue tinggal yah, bay bay"ucap ale berlari meninggalkan ina seorang diri.


Oh iyah, ina biasa berangkat ke sekolah menggunakan motor scoopy kesayangannya, itu hadiah dari ayahnya karna dulu waktu smp dirinya berhasil mendapatkan nilai seratus di pelajaran matematika waktu UN, hebat kan.


"ck, motor si micin nape di samping gue sih"gumam ina kesal, mana mepet pula, gimana cara ngeluarinnya.


"tuh curut mana sih, nggak nongol-nongol"ucap ina kesal sendiri, karna parkiran sudah lumayan sepi, hanya beberapa motor yang masih berbaris di parkiran.


"nih motor sama orangnya sama- sama ngeselin anjir ah, mana moge lagi, mana kuat gue mindahinnya"gumam ina bosan sendiri.


Yang di tunggu-tunggu akhirnya nongol juga, di lihatnya si micin sedang berjalan sok cool seraya menenteng jaket kebanggaannya yang berwarna levis, dengan perpaduan warna oren di lehernya.


"nih motor lu, nafsu banget ngelendotin scoopy gue"ucap ina seraya menendang moge berwarna hitam itu.


Melihat hal itu, sontak mata aji melotot kaget, dirinya dengan cepat menghampiri motornya berada.


Mengecek apakah ada yang lecet atau tidak.


"huft, masih bagus"gumam aji.


"lo kira scoopy gue ada goyang-goyang gitu ampe motor lu lecet"ucap ina yang mendengar samar-sama ucapan aji tadi.


Di lihatnya aji memundurkan motornya dengan sangat hati-hati, menghiraukan ina yang sedang misuh-misuh karna di kacangin.


"dah tuh, bacot banget sih lo"ucap aji seraya turun dari motornya.


"bomat"ucap ina membuang muka.


Motornya ia mundurkan perlahan, menaikinya cepat, menghiraukan ajinamoto yang sedang memakai jaketnya.


"Kok? Kok nggak nyala, heh"ucap ina panik sendiri, di lihatnya si ajinamoto sedang tertawa pelan.


"ngapain lo ketawa kek orang gila"ucap ina kesal, dia peka kok kalo si ajinamoto sedang menertawainya.


"dih, suka-suka gue lah, yang ketawa gue kok lu yang sewot"ucap aji songong.


"lo ngetawain gue kan"tuduh ina.


"geer banget lo, minggirin motor lo, gue mau pulang"ucap aji yang sudah duduk manis di jok motornya.


Ina mencoba untuk kedua kalinya, ia menstater motornya berharap si scoopy nyala agar dirinya tak sendirian di sini.


"minggir hembodi"ucap aji terkekeh pelan ketika ina menatapnya dengan komuk ngenes.


"iyah bawel"ucap ina seraya menepikan motornya secara manual.


Brummm brummm


Ya allah, gimane ini.  Batin ina takut sendiri.


"mau gue bantuin nggak"tawar aji, membuatnya menatap micin dengan pandangan yang sulit di artikan.


"nggak usah"tolak ina ketus.


"yakin?"tanya aji, iyah ina tau kok kalo si ajinamoto itu sedang meledeknya.


"iya udah nggak usah, sono lu balik ah"ucap ina kesal sendiri.


"yaudah"ucap aji seraya menyalakan motornya, meninggalkan ina seorang diri.

__ADS_1


"anjemm ah, mana jauh lagi rumah gue"gumam ina bingung sendiri.


__ADS_2