"Jangan Dekati Aku."

"Jangan Dekati Aku."
BAB 10


__ADS_3

🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


"Tanpa kamu minta pun,Aku akan membunuhmu...!!!"


Bu Sumi menyeret Dara dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah.


Bibir Bu Sumi terlihat komat-kamit membacakan sebuah mantra.Tiba-tiba angin bertiup dengan kencang.Dedaunan beterbangan.Dara pun menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Datanglah...Aku sudah membawa persembahan yang kau inginkan..."


Terlihat gumpalan asap hitam kini ada dihadapan mereka.Asap itu menjelma menjadi seorang lelaki berbadan tinggi dan kekar dan berwajah tampan.Tampilannya berjubah hitam.


"Apa itu wujud aslimu...?"tanya Bu Sumi yang heran melihat lelaki yang ada dihadapannya.


"Apapun wujudku dan bagaimanapun rupaku,itu bukan urusanmu...!"


Bu Sumi tak berkedip dan terus saja menatap makhluk yang selama ini ia sembah.Baru kali ini ia melihat wujud lain dari makhluk jahat itu.


"Kerjamu bagus sekali Sumi,dan Aku akan mengabulkan keinginanmu.Kecantikan yang abadi..."


"Lebih baik bunuh Dara terlebih dulu.Sebelum dia kabur ataupun ditolong oleh teman gaibnya.Aku pun ingin melihat Dara meregang nyawa di hadapanku."


"Kamu tak usah mencampuri urusanku soal Dara.Kapan matinya wanita ini itu urusanku...!"


Bu Sumi mendelik kesal namun dalam hati ia bahagia,karena bisa mendapat yang ia inginkan.


"Baiklah,mana imbalan untukku ?"


"Pergilah dulu ke gubuk tempat biasa kita melakukan ritual.Nanti Aku akan menyusulmu."


Bu Sumi menuruti perintah makhluk itu.Ia pergi menuju gubuk tempat ritualnya.


"Tunggu apa lagi ? Bunuh saya sekarang...!!!" ucap Dara dengan emosi.


Lelaki itu menatap tajam ke arah Dara.Ia pun mendekati calon tumbalnya itu.


"Secepatnya Aku akan membunuhmu dan menikmati darah segarmu..."


"Saya tak peduli...!!!"


"Baiklah,kita pergi dari sini.Aku tak ingin menikmati darahmu di tempat terbuka seperti ini."


Lelaki itu pun menggendong Dara dan menghilang begitu saja dari tempat itu.Dalam hitungan detik Dara dan lelaki itu tiba di sebuah rumah tua yang tak terawat.Lelaki itu menurunkan Dara tepat di sebuah kursi rotan.


"Dimana ini ?"


"Di rumah."


"IYA INI RUMAH SIAPA...?!?"


Lelaki itu menutup kedua telinganya karena kaget mendengar teriakan Dara.


"Biasa saja kalau bicara Nona.Telinga saya masih normal.Lagian juga saya tak akan membunuhmu.Karena saya bukan makhluk yang Sumi sembah."


Dara diam dan menatap tajam ke arah lelaki itu.


"Lalu kamu siapa ?!?"


"Ehem...kenalkan nama saya Aksa Abimanyu.Panggil saja Aksa.Saya berasal dari dari suatu tempat yang jauh dari bumi."


"Alien ?!?"

__ADS_1


"Saya manusia,namun saya mempunyai kekuatan yang manusia lain tak memilikinya."


"Saya kira kamu sejenis dedemit atau hantu seperti Putri Dewi."


Tiba-tiba Dara kaget dengan ucapannya sendiri.Ia baru ingat jika Putri Dewi di ambil oleh makhluk jahat itu.


"Putri Dewi...!!!"


Aksa mendekati Dara dan mencoba menenangkannya.


"Tenanglah...hantu berkebaya hitam itu selamat dan dia sekarang berada di sini."


"Dimana dia ?!?"


Aksa menunjukkan pada Dara sebuah kamar yang ada di hadapannya.


"Dia ada di sana,lihatlah..."


Dara berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar itu.Aksa yang tak tega akhirnya membantu Dara untuk berjalan.


"Tak usah,saya bisa berjalan sendiri."


"Saya tipe lelaki yang tak tega melihat seorang wanita yang sedang kesakitan harus berjalan dengan susah payah.Apa harus saya gendong lagi ?"


Muka Dara berubah merah.Ia menjadi salah tingkah karena harus dipapah oleh Aksa.


"Cukup seperti ini saja.Kamu tak harus menggendongku."


"Baiklah."


Mereka berdua pergi ke kamar itu.Saat masuk terlihat Putri Dewi yang tergeletak tak berdaya di atas ranjang.


"Putri..."


"Maaf,saya tak mampu menolongmu."


"Tak usah khawatir,hantu itu sebentar lagi akan bangun."


"Benarkah ?"


"Iya,apa kamu melihat ada raut kebohongan di wajah tampan saya ?"


Dara menatap lekat wajah Aksa.Ya,memang wajahnya itu begitu tampan.Lebih tampan dari sahabatnya Hari.


"Tak usah memandangku seperti itu Ra.Saya tahu,saya memang tampan.Tampan sedari lahir dan ketampanan ini diakui oleh Ibu dan Ayahku juga oleh Nenek dan Kakekku dan..."


Tiba-tiba Dara memotong kalimat Aksa yang tak jelas itu.


"Dan oleh tetanggamu." ucap Dara mendelik kesal.


Aksa pun tertawa mendengar ucapan Dara yang baginya terasa lucu.


🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀


Keesokan harinya...


Dara terlihat masih terlelap di samping Putri Dewi.Sedangkan Aksa masih terjaga di kamar itu.


"Nasibmu malang sekali Ra.Seharusnya wanita itu tak melakukan ini padamu.Lalu apa hubungannya Hari denganmu ? Apa jangan-jangan Hari itu kekasihmu ?"


Aksa sibuk dengan pikirannya sendiri.Hingga ia tak sadar jika Putri Dewi telah bangun dan kini berada di sampingnya.

__ADS_1


"Apa kamu menyukai Dara ?"


Aksa terkesiap dan baru tersadar saat Putri Dewi bicara tepat di telinganya.


"Apa urusannya denganmu ?!?"


"Karena Hari juga menyukainya."


"Saya tak menyukainya."


Namun Putri Dewi tak percaya begitu saja pada ucapan Aksa.


"Iya kah ? Memang Dara itu tak cantik seperti saya tapi hatinya baik dan lembut.Siapapun akan menyukai perilakunya yang baik."


"Kamu ? Cantik ? tolong pergi lah ke kamar sebelah dan di sana kamu akan menemukan cermin yang besar."


"Lalu ?"


"Lalu, bercermin lah..!"


Aksa beranjak dari duduknya dan pergi keluar meninggalkan Putri Dewi yang mematutkan wajahnya.


"Sombong sekali, mentang-mentang dia tampan."


Putri Dewi beranjak mendekati Dara yang masih terlelap.Ia mencoba membangunkan Dara.


"Ra,bangun..."


Dara menggeliat pelan.Ia meringis merasakan sakit di tubuhnya.


"Ada yang sakit Ra ?"


"Iya,semuanya terasa sakit."


"Tak apa Ra,rasa sakit itu akan segera hilang asalkan kamu meminum ramuan yang Aksa buatkan untukmu."


Putri Dewi memberikan gelas berisi ramuan obat yang Aksa buat.Selain bisa melawan makhluk gaib yang jahat,Aksa juga mempunyai kemampuan dalam meracik tanaman herbal untuk di jadikan obat berbagai penyakit.


"Pahit."


"Namanya juga obat Ra,yang manis itu rasa cintaku padamu."ucap Aksa yang tiba-tiba muncul.


"Jangan dengarkan gombalan manusia macam dia Ra...!"


"Hey,hantu konde...! Kamu iri ya ?"


"Buat apa saya iri pada Dara ? Saya lebih cantik darinya dan banyak lelaki dari kaum bangsawan yang ingin menikahi saya."


"Sombong sekali hantu konde ini.Jika tak ada Dara,sudah saya buang kamu ke tempat pembuangan jin...!"


Dara hanya bisa diam dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Aksa dan Putri Dewi.


"Sudah-sudah jangan ribut.Lebih baik sekarang jelaskan bagaimana kamu bisa tahu keberadaan saya ? Dan juga kenapa kamu mau menolong saya Sa ?" tanya Dara pada Aksa.


Aksa pun duduk di samping Dara.Ia menghela nafas panjang dan bersiap akan bercerita.


"Semua itu berawal dari..."


🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


Bersambung....

__ADS_1


😁😁😂


__ADS_2