
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
"Aksa...?!?"
Hari mengenali sosok yang ada di hadapannya itu,namun sayang sosok itu menghilang begitu saja.
"Ri,kamu lihat apa ?"
"Tidak Ra,mungkin itu hanya halusinasi ku saja."
Hari kembali melajukan sepeda motornya.Dalam hatinya ia masih merasa penasaran dengan sosok lelaki yang baru saja ia lihat.
"Sudah bertahun-tahun lamanya,kenapa dia muncul lagi ?"
Setelah menempuh perjalanan cukup lama,akhirnya Hari dan Dara sampai ke rumah.
"Ri,terima kasih sudah mau mengantar kami."ucap Dara.
"Sama-sama Ra.Ya sudah saya pulang dulu ya.Kalau ada apa-apa panggil saya 3 kali."
Dara tersenyum mendengar lelucon sahabatnya itu.
"Memangnya kamu jin botol ?"
"Iya dia itu jin botol,botol kecap.Ketika Hari keluar dari botol warnanya hitam tapi ketika dipandang terlihat manis."ucap Putri Dewi yang tiba-tiba muncul.
"Kamu ini asal bicara saja,tak lucu."
Putri Dewi pun tersenyum kaku.
Hari pun berlalu,Dara dan Putri Dewi masuk ke rumah.Dara mengambil kunci rumah yang ia simpan di tas selempangnya.Setelah menemukan kunci itu Dara pun membuka pintu itu.
Saat melangkah masuk ke rumahnya,Dara dan Putri Dewi begitu terkejut saat melihat Bu Sumi tengah duduk lesehan di sebuah tikar.
"Ibu...?!?"
Bu Sumi mendongak menatap wajah Dara.Ia pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Dara.Bu Sumi tersenyum dan ia mencoba memeluk Dara.Namun Putri Dewi segera menarik Dara agar Bu Sumi tak memeluknya.
"PERGI...!!!"hardik Putri Dewi.
"Putri kenapa ?"tanya Dara heran pada sikap Putri Dewi.
"Jangan...! Jangan dekati dia Ra...! Dia...dia bukan ibumu...!"
Dara kaget dan tak percaya atas ucapan Putri Dewi.Namun,apa yang Putri Dewi katakan adalah kebenaran.Sosok Bu Sumi berubah wujud menjadi makhluk hitam yang selalu mengganggu Dara.
Makhluk itu kini terlihat lebih menakutkan.Matanya yang merah menatap tajam ke arah Dara dan Putri Dewi.
"SERAHKAN DARA PADAKU...!!!"
Makhluk itu mengamuk dan tiba-tiba suasana rumah itu berubah gelap.Semilir angin bisa Dara rasakan.Wangi pinus tercium olehnya.
"Wangi..."
Suasana gelap itu kini sedikit demi sedikit menjadi lebih terang.Dara bisa melihat rimbunnya pohon pinus di sekitarnya.Sepi sunyi yang kini Dara rasakan.
"Dara..."
Dara pun menoleh ke arah sumber suara itu.Ia melihat Bu Sumi tengah tersenyum dan penampilannya berbeda.Ia memakai baju kebaya berwarna merah tua dengan rok dari kain batik berwarna coklat.Namun rambutnya yang panjang ia biarkan terurai.
"Ibu...?"
"Dara,apa kamu menyayangi Ibu ?"
"Tentu saja Bu,Aku anakmu.Mana mungkin Aku tak menyayangimu ?"
__ADS_1
"Kalau begitu,berikan nyawamu untukku..."
Dara terkejut saat mendengar permintaan Bu Sumi.
"Ma...maksud Ibu apa ?"
"Berikanlah nyawamu untukku Ra, itu adalah cara terbaik untuk berbakti padaku.Selama ini Aku merawatmu seperti anakku sendiri."
"Maksud Ibu apa ?!? jelaskan semuanya padaku Bu...!!!"
Bu Sumi tertawa dan berjalan mendekati Dara.
"Dengarkan baik-baik apa yang Aku katakan...! Kamu Andara Utari Gita bukanlah anak kandungku...!!!"
Untuk kesekian kalinya Dara terkejut,bahkan amat sangat terkejut.Ia merasa kedua kakinya lemas tak bertenaga.Ia pun terduduk lesu.
"A...Aku bukan anak Ibu ?Pasti Ibu bohong...IBU BOHONG...!!!"
Dara histeris,tangisnya terdengar begitu pilu.
"Kamu bukan anakku...,BUKAN ANAKKU...!!! Kamu adalah penghancur rumah tanggaku.Menghancurkan keluarga yang sudah ku bina bertahun-tahun...!!!"
Dara terus saja menangis.Semua yang Bu Sumi katakan tak dapat ia mengerti sedikit pun.
"Maksud Ibu apa ? Salah Aku apa Bu...?!?"
"Semua ini karena Ibumu.Ibumu telah merebut suamiku...!!! Ibumu telah mengambil kebahagiaan dariku...!!! IBUMU WANITA MURAHAN...!!!"
FLASHBACK ON
- Kampung Batu Mega -
Maret,1962
Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam.Cuaca malam itu hujan deras.Sumi terlihat belum tidur.Ia tengah duduk di sebuah kursi yang terbuat dari rotan.Ia begitu gelisah menunggu kepulangan sang suami.
Sumi terus saja melihat jam dinding itu.Hingga ia pun terlelap di kursi itu.
Tak berselang lama,terdengar suara ketukan dari luar rumah Sumi.
Tok...tok...tok...
"Sumi..."
Sumi yang tengah tertidur pun bangun dan beranjak dari kursi rotan itu.Ia setengah berlari menuju pintu rumahnya.Sumi membuka pintu itu dan dilihatnya Marwan yang sudah basah kuyup.
"Akang kira kamu sudah tidur."
"Belum Kang,Aku kan nunggu Akang pulang."
"Maaf Sumi,Akang lagi banyak kerjaan."
"Tak apa Kang,ya sudah sekarang Akang ke kamar langsung ganti baju.Nanti masuk angin Kang."
Marwan pun pergi dengan tergesa menuju ke kamarnya.Sumi mengunci kembali pintu itu dan menyusul suaminya ke kamar.
Setibanya di kamar,Sumi melihat Marwan yang tengah berganti pakaian.Namun Sumi tak sengaja melihat ada sesuatu yang aneh di bagian dada suaminya.
"Kenapa di dadanya ada tanda merah seperti itu ?"
Sumi pun merasa curiga namun ia tak menanyakannya pada Marwan.
"Sumi,besok ada wanita bernama Maryam yang akan datang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah kita."
"Maryam ?"
"Iya,dia kerabatnya Pak Bayu.Kebetulan dia sudah lama menganggur.Ya sudah Aku menawarinya bekerja di sini dan ternyata dia mau."
__ADS_1
"Hm,baiklah.Semoga saja dia betah bekerja di sini dan perilakunya baik."
"Semoga saja."
Bukan tanpa alasan Marwan merekrut Maryam untuk bekerja di rumahnya.Selama ini Sumi kewalahan dengan pekerjaan rumahnya.Dengan ekonomi yang cukup baik,Marwan bisa memberi Sumi rumah yang besar dan bagus.Namun Sumi tak sanggup mengerjakan tugas rumahnya sendiri.Hingga akhirnya Marwan mencarikan asisten untuk istrinya itu.
🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀
Keesokan harinya...
Setelah menunaikan sholat subuh,Sumi segera ke dapur untuk menyiapkan makanan bagi suaminya Marwan.Beberapa masakan ia sajikan untuk suami tercintanya.Tak berselang lama Marwan pun keluar dari kamarnya.Ia sudah terlihat rapi dengan memakai baju kerjanya.
"Kang,makan dulu.Aku udah siapkan masakan kesukaanmu."
"Terima kasih Sumi."
"Pulangnya jangan malam-malam Kang.Aku khawatir akang kenapa-napa."
"Ya mau bagaimana lagi,itu tuntutan pekerjaanku Sumi.Kamu harus lebih sabar dan mengerti."
Sumi tak melanjutkan perbincangannya dengan Marwan.Sumi tak ingin pagi yang cerah itu di hiasi dengan perdebatan.Sumi merasa Marwan tak lagi perhatian padanya.Berangkat pagi dan pulang larut malam.Tak ada kesempatan baginya untuk bisa berduaan dengan Marwan.
Setelah sarapan Marwan pun pergi ke kantornya.Sumi kini sendirian di rumahnya.
"Sepi..."
Baru saja Sumi akan pergi ke kamarnya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."
Sumi pun membuka pintu dan menjawab salam dari seseorang yang berada di balik pintu itu.
"Wa'alaikumsalam..."
Dilihatnya seorang wanita dengan penampilan sederhana.Ia memakai atasan kemeja lengan panjang berwarna krem dan bawahan rok panjang berwarna hitam.Rambutnya yang panjang ia kuncir kuda.
"Maaf Bu,saya Maryam yang akan bekerja di rumah Ibu."
"Oh,kamu yang namanya Maryam.Masuklah,saya sudah tau dari suami saya."
"Terima kasih Bu."
Maryam pun masuk ke dalam rumah dan hari itu menjadi hari pertamanya bekerja di rumah Sumi.
Satu minggu berlalu,Maryam bekerja dengan baik di rumah Sumi.Ia pun berperilaku baik selama bekerja di sana.Sumi begitu menyukai kinerja yang di tunjukkan oleh Maryam.
"Bu,saya sudah selesai membuat makan malam.Apa saya boleh istirahat sekarang ?"
"Tentu saja Mar,istirahatlah.Terima kasih ya..."
"Iya Bu..."
Maryam pun pergi menuju ke kamar belakang.Sedangkan Sumi menunggu kepulangan suaminya.
Maryam masuk ke kamarnya dan melangkah menuju tempat tidurnya.Ia merebahkan tubuhnya yang begitu lelah.
"Apa tujuannya Kang Marwan menyuruhku bekerja di sini ? Di sini Aku tak leluasa untuk berduaan dengan Kang Marwan."batin Maryam.
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Bersambung...
Terima kasih untuk like dan komennya 🤗🤗
Maaf baru bisa up...😀👻👻
__ADS_1