
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Bu Sumi meninggalkan delman dan mayat pemuda itu.Ia berjalan memasuki hutan yang begitu gelap.Pohon-pohon besar dan suara-suara bintang liar membuat hutan itu begitu menyeramkan.
Bu Sumi berjalan mengikuti jalan setapak.Ia terlihat biasa saja seolah sudah sering memasuki hutan itu.Tak berselang lama,Bu Sumi tiba di sebuah gubuk bambu.
Ia pun memasuki gubuk itu.Di dalam terlihat kosong dan berlantaikan tanah.Di lantai gubuk itu terlihat banyak sesajen.Dari buah-buahan,daging hewan,kopi hitam hingga bunga 7 rupa diletakkan di sebuah tampah.
Bu Sumi mendekati sesajen itu dan menyalakan sebuah dupa serta meletakkan sebuah kendi berisi darah si kusir delman di dalam tampah.Seketika wangi dupa menyeruak di dalam gubuk itu.
"Saya datang guru dengan membawa persembahan untukmu."
Tiba-tiba sosok hitam besar muncul di hadapan Bu Sumi.
"Aku ingin darah wanita itu."
"Saya sedang berusaha,tunggu lah beberapa hari lagi."
"Jika kau tak menepati janjimu,nyawamu akan berakhir di tanganku...!"
Bu Sumi hanya bisa diam.Di lubuk hatinya ada rasa penyesalan.Namun karena dendam dan rasa sakit hatinya,ia rela melakukan itu semua.
Makhluk itu mendekati tempat sesajen dan mengambil kendi pemberian Bu Sumi.Ia pun menghabiskan isi kendi itu.
"Terima kasih untuk persembahanmu kali ini Sumi.Sebagai imbalannya Aku akan membuatmu bertambah cantik dan awet muda,seperti keinginanmu..."
Tiba-tiba tubuh Bu Sumi bercahaya.Cahaya itu begitu menyilaukan.Perlahan cahaya itu meredup dan wajah Bu Sumi terlihat semakin cantik.Kulitnya berubah seperti kulit gadis belia.Bu Sumi terlihat begitu senang.
"Terima kasih...saya jadi semakin cantik.Saya bisa mendapatkan lelaki manapun."
"Namun jangan lupa dengan janjimu Sumi."
"Saya tak akan lupa,secepat mungkin saya akan mendapatkan darah wanita itu."
"Baiklah,sekarang pergi lah dari sini.Jangan sampai ada yang melihat keberadaanmu di tempat ini."
Bu Sumi menuruti perkataan makhluk itu.Ia pun pergi keluar dari gubuk dan meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan Bu Sumi terus saja tersenyum.Ia melihat kedua tangannya dan menyentuh wajahnya.
"Saya harus segera mendapatkan darah Dara agar kecantikan ini abadi selamanya."
Perlahan tubuh Bu Sumi menghilang seperti hologram.Ia melakukan teleportasi.Dalam hitungan detik,Bu Sumi tiba di sebuah rumah yang dikelilingi kebun teh dan pohon beringin besar.
Rumah itu terlihat sudah tua.Bagian rumah pun sebagian telah lapuk dimakan usia.Bu Sumi memasuki rumah itu.
"Ibu kira kamu tak akan pulang Sumi."ucap seorang wanita tua yang tengah duduk di atas kursi goyang.
Bu Sumi tak menghiraukan wanita tua itu.Ia kini berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
"Masih kah kamu berurusan dengan iblis itu ?"
"Itu bukan urusanmu Bu."
"Sudah berapa banyak lelaki yang kau tumbalkan ?!?"bentak wanita tua itu.
Bu Sumi hanya diam.Ia pun tak menatap wajah Ibunya itu.Wanita tua bernama Mak Hasni itu beranjak dari kursi goyangnya dan mendekati Bu Sumi.
"Tinggalkan iblis itu Sumi...! Kembalilah ke jalan yang benar...!!!"
"Ini sudah keputusan saya Bu.Saya tak akan berhenti untuk menjadi pengikutnya."
__ADS_1
"Istigfar Sumi...!!! Apa yang kamu dapatkan dari iblis itu ?!?"
Bu Sumi menatap Mak Hasni dengan tatapan penuh amarah.
"Apa mata Ibu buta ?!? Lihatlah putrimu ini semakin cantik dan muda kembali seperti 30 tahun yang lalu.Dengan ini saya bisa mendekati lelaki mana pun yang saya suka.Bujangan ataupun lelaki beristri.Dan tentu saja lelaki yang kaya raya."
Air mata mengalir membasahi pipi Mak Hasni.Ia tak menyangka putri semata wayangnya akan berubah 180 derajat.Dulu Bu Sumi adalah wanita yang taat beribadah.Wanita yang bisa menjaga diri dari hal yang dilarang oleh Tuhan.Namun kini semua berubah karena hatinya yang pernah tersakiti.
"Hentikan semua ini Sumi,sebelum semuanya terlambat..."
"Berhenti ??? Sedikit lagi saya akan dapatkan yang saya mau Bu.Kecantikan yang abadi...!"
"Di dunia ini tak ada yang abadi kecuali Allah Nak...!!!"
Bu Sumi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya di lantai atas.Meninggalkan Mak Hasni yang tengah menangis.
"Ibu harus bagaimana agar kamu kembali seperti dulu Sumi ?"
🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀
Di tempat lain...
"Ra,kapan-kapan belikan saya bunga sedap malam lagi.Rasanya enak sekali."ucap Putri Dewi sambil memakan bunga sedap malam pemberian Dara.
"Iya.Tapi jangan dimakan disini Putri..! Nanti ada yang lihat bunga itu melayang-layang."
Putri Dewi pun tersenyum kaku.
Dara,Putri Dewi dan Hari kini berada di pasar.Dara berjanji pada Putri Dewi untuk membelikan bunga kesukaannya.Mereka berangkat dari rumah menggunakan motor Hari.
Mereka bertiga mendatangi sebuah warung kecil dan duduk di bangku warung itu.
"Ra,kamu mau minum apa ?Biar saya yang beli buat kamu."tanya Hari.
"Ya sudah,tunggu sebentar ya."
Hari beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke dalam warung itu.
"Perhatian sekali lelaki itu padamu Ra."ucap Putri Dewi.
"Perhatiannya pada saya hanya sebatas teman."
"Tapi dalam hatinya ada rasa cinta untukmu Ra."
"Saya tak mau.Saya tak ingin Hari bernasib sama seperti Mas Danu."ucap Dara dengan raut muka yang sedih.
Putri Dewi merasa bersalah karena membuat Dara menjadi sedih.
"Saya yakin Hari tak akan jadi korban makhluk pesugihan itu Ra.Karena Hari punya kelebihan yang istimewa.Hari bisa menjaga dirinya dan kamu Ra."
"...jadi cobalah untuk membuka hatimu untuknya." ucap Putri Dewi meyakinkan Dara.
Tak berselang lama,Hari pun kembali dengan membawa 3 gelas es teh manis.
"Ini es teh manisnya,satu buat saya,satu buat Dara dan satu lagi buat Putri Dewi."
Putri Dewi pun merasa sangat senang.
"Terima kasih Aa Hari..."
"Sama-sama Putri..."
"Hm,tapi ini apa yang kotak-kotak ?Dingiiiinnn..."tanya Putri Dewi.
Dara dan Hari tersenyum melihat tingkah lucu Putri Dewi.
__ADS_1
"Itu namanya es batu."jelas Hari.
"Es batu ? Tapi kenapa warnanya bening ?Batu warnanya kan gelap ? Benda yang aneh,apa ini bisa dimakan ?"
"Tunggu sebentar saja,es batunya akan mencair kok."ucap Dara.
Putri Dewi begitu takjub melihat benda dingin itu.Matanya berbinar-binar seperti sedang melihat berlian saja.
"Wah,manusia di zaman kalian hebat-hebat ya.Bisa membuat benda yang tak ada di zaman saya."
Dara dan Hari hanya tersenyum mendengar celoteh hantu itu.
Setelah cukup lama berada di warung itu,mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Ayo kita pulang Ri,cuacanya terlihat mendung."
"Iya Ra,lebih baik kita cepat pulang."
"Putri masuklah..."
Putri Dewi pun masuk ke dalam liontin milik Dara.
Hari dan Dara beranjak dan pergi menuju ke tempat parkir untuk mengambil motor milik Hari.
Sesampainya di sana,Hari mengambil motor bebeknya dan membayar uang parkir pada seorang penjaga.
"Ayo naik Ra."
Dara mengangguk dan menaiki motor dengan posisi duduk menyamping.Hari pun melajukan motornya pelan agar Dara merasa nyaman.
Diperjalanan suasana cukup sepi.Hanya terlihat beberapa kendaraan yang lewat.
"Ra,kapan Ibu kamu pulang ?"
"Entahlah,ibu bilang mau menginap di sana 3 hari."
"Kamu tak apa tinggal sendiri eh maksud saya tinggal hanya berdua dengan Putri Dewi ?"
"Tak apa Ri,lagi pula kalau ada apa-apa saya bisa datang ke rumahmu."
Hari pun mengangguk.
Kini mereka melewati jalan yang disisi kanan kirinya terdapat banyak pohon bambu.Suasananya sepi senyap.Tiba-tiba angin datang menerpa pepohonan itu.Kalung Dara pun bergetar,seolah Putri Dewi memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tak beres.
"Ra,tetap fokus dan berdoa dalam hati.Jangan hiraukan gangguan dari mereka."ucap Hari.
"Iya Ri."
Hari merasakan banyak energi yang mengelilinginya dan Dara.Hari pun mempercepat laju motornya.Namun tiba-tiba muncul sosok lelaki berjubah hitam menghadang mereka.Wajahnya tertunduk hingga wajahnya tak bisa terlihat oleh Dara dan Hari.
"Minggir...!!"ucap Hari.
Lelaki itu pun mendongak menatap ke arah Hari.Lelaki itu tersenyum pada Hari.
"Aksa...?!?"
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Bersambung...
Info :
Rumah yang berada di foto adalah rumah peninggalan Belanda.Letaknya berada di tengah perkebunan Teh daerah Pangalengan,Bandung Selatan.Banyak warga yang mengaku pernah melihat sosok tak kasat mata di rumah itu.Bagi yang mau uji nyali cocok nih 😂😂😂
__ADS_1