
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Hari telah pagi, matahari telah terbit dari ufuk timur.Kehadirannya di sambut kicauan burung-burung liar.Tak ketinggalan si ayam jago yang berkokok membangunkan manusia yang masih terlelap dalam tidurnya.
Cahaya pagi menyelusup masuk ke dalam kamar Dara lewat celah-celah jendela.Namun Dara masih terlelap karena semalam ia tak dapat tidur.Sedangkan Putri Dewi berada di samping Dara.Ia tak tidur sekejap pun.Cerita Dara semalam masih ia ingat dengan jelas.
Ia tak menyangka dibalik sikap ceria Dara ada cerita yang begitu menyakitkan.Dan itu menjadi alasan kenapa Dara sampai saat ini masih sendiri.
"Ra,saya berjanji akan membantumu keluar dari lingkaran penderitaan yang selama ini membelenggumu.Saya ingin melihatmu bahagia.Melihatmu bertemu dengan belahan jiwamu.Melihatmu memiliki buah hati yang cantik dan tampan."
Putri Dewi tak dapat membendung air matanya.Ia begitu iba pada nasib Dara.Ia tak habis pikir mengapa ada orang yang begitu jahat pada Dara.Menghancurkan rencana indah yang Dara rajut dengan susah payah.
Tiba-tiba Dara terbangun dari tidurnya.Ia kaget melihat Putri Dewi yang sedang menangis sesenggukan.
"Putri Dewi,kamu kenapa ?!?"
Dara terlihat begitu panik dan mencoba menenangkan hantu itu.
"Sa...sa...saya lapar Ra..."
Wajah panik Dara seketika berubah menjadi kesal.
"Saya kira kamu sakit ternyata kelaparan."ketus Dara.
"Saya mau makan bunga Ra.Bunga sedap malam."
"Di sini tak ada yang menanam bunga itu.Kalau mau kita bisa beli di pasar."ucap Dara sambil tersenyum.
Raut wajah Putri Dewi berubah senang.Ia begitu antusias saat Dara mengajaknya pergi membeli bunga kesukaannya.
"Kamu akan membelikan bunga itu untuk saya Ra ?"
"Iya,anggap saja itu tanda terima kasih saya untukmu.Karena kamu sudah mau menjadi teman curhatku dan juga pelindungku."
Putri Dewi begitu terharu mendengar ucapan Dara.Ia pun memeluk Dara begitu erat.
"Terima kasih Ra..."
"Iya sama-sama Putri."
Dara beranjak pergi menuju kamar mandi.Sedangkan Putri Dewi tetap berada di kamar Dara.
"Saya harus mencari tahu tentang Bu Sumi.Kuntilanak itu bisa saja berbohong atas apa yang dia ucapkan."
Dia pun beranjak memasuki kamar Bu Sumi.Putri Dewi menembus pintu kamar itu.Dilihatnya setiap sudut kamar Bu Sumi,namun tak ada hal yang mencurigakan.
Ia berjalan menuju sebuah meja rias.Cerminnya terlihat retak.Putri Dewi memperhatikan setiap benda yang ada di meja itu.Tapi, lagi-lagi tak ada yang membuatnya curiga.
Saking penasarannya,ia membuka setiap laci meja itu.Lemari baju Bu Sumi pun tak luput dari pemeriksaannya.
__ADS_1
"Tak ada yang aneh.Apa jangan-jangan kuntilanak sialan itu menipu saya dan Dara ?"
Putri Dewi memutuskan untuk keluar kamar namun ia mengurungkan niatnya.Ia malah beranjak mendekati lemari Bu Sumi.Namun Putri malah berjongkok dan melihat bagian kolong lemari itu.
Namun raut wajahnya berubah kesal karena tak ada apapun ia temukan di dalam sana.
Putri Dewi pun keluar dari kamar itu.Dilihatnya di luar rumah ada Hari yang sedang duduk di teras rumah.Putri Dewi pun menghampiri lelaki itu.
"Hari,lagi apa kamu di situ ?"
"Eh,Putri...Dara kemana ?"
"Dia lagi mandi Ri."
Putri Dewi duduk di sebelah Hari.
"Kenapa wajah kamu kusut seperti itu ?"
"Saya lagi kesal Ri,sama hantu kuntilanak penunggu pohon belakang rumah."
"Memangnya dia kenapa ?"
"Jadi tadi malam dia muncul di depan Dara dan dia bilang buat menjauh dari Bu Sumi.Katanya Dara akan mati di tangan Ibunya.Ya,saya tak percaya begitu saja dengan ucapannya.Terus barusan saya pergi ke kamar Bu Sumi buat cari bukti.Tapi saya tidak melihat ada yang mencurigakan di sana."
"Jika memang Bu Sumi melakukan pesugihan,pasti ada sesajen yang harus dia siapkan sebagai persembahan.Apa mungkin di rumah Dara ada tempat rahasia ?"
"Mana mungkin di rumah sekecil ini dan terbuat dari bilik bambu ada ruang bawah tanahnya."
Mereka berdua pun terdiam.Memikirkan di mana Bu Sumi menyimpan sesajen untuk iblis itu.Hingga mereka tak menyadari jika Dara sudah berada di belakang mereka.
Putri Dewi dan Hari mendongak menatap wajah Dara.Mereka sedikit terkejut saat Dara menyapa.
"Kita sedang membahas misi penting."ucap Putri Dewi dengan wajah seriusnya.
"Misi ?"
"Iya,misi untuk menyelamatkanmu."ucap Hari.
Putri Dewi pun menceritakan pencariannya di kamar Bu Sumi.Dara menyimaknya dengan serius.
"Apa ada tempat rahasia di rumah ini Ra ?"tanya Hari.
"Entahlah,selama saya tinggal disini,saya tak pernah melihat ada tempat yang mencurigakan di rumah ini."jelas Dara.
Mereka bertiga terlihat bingung.Entah harus bagaimana mereka menguak misteri itu.
🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀
"Semuanya jadi berapa Mak ?"
"Semuanya jadi 5 ribu Sumi."
__ADS_1
Bu Sumi mengambil selembar uang dari dalam dompetnya.Ia memberikan uangnya pada penjual bunga itu.Ia pun pergi dengan membawa sekantong bunga 7 rupa.
Bu Sumi menghampiri sebuah delman yang tengah menunggu penumpang.
"Kang,antar saya ke kampung Batu Mega."
"Saya tak sanggup Bu.Jalan menuju kampung itu berbatu dan jaraknya pun cukup jauh dari sini."
"Jangan khawatir Kang,saya akan bayar berkali-kali lipat."
Pemuda itu pun tergiur dengan imbalan besar itu.Akhirnya ia menyanggupi permintaan Bu Sumi.
"Baik Bu,silahkan naik."
Bu Sumi pun menaiki delman itu dan delman itu pun melaju.Butuh waktu lama untuk sampai kampung Batu Mega.Delman pun harus berhenti sejenak beberapa kali untuk memberi istirahat kuda pembawa delman itu.
Jalan yang mereka tempuh pun berbatu,hingga delman pun harus melaju dengan pelan.Belum lagi jalan itu memasuki hutan yang menyeramkan.Jarang ada yang melewati jalan itu.
Kendaraan seperti motor dan mobil tak mau melewati jalan itu karena jika kendaraan itu mogok,tak ada satu pun bengkel yang ada di daerah itu.
Keheningan pun tercipta di antara mereka.Sang kusir delman pun mengajak Bu Sumi mengobrol.
"Bu mau ketemu siapa sampai jauh-jauh harus ke kampung Batu Mega ?"
Namun Bu Sumi hanya diam tak menjawab pertanyaan sang kusir.Pemuda itu pun heran dan ia pun menoleh ke arah belakang.
Pemuda itu menghentikan delmannya dan memperhatikan Bu Sumi yang diam dengan kepala yang tertunduk.
"Bu...Ibu tidur ?"
Tak ada jawaban apapun dari Bu Sumi.Akhirnya pemuda itu kembali melajukan delmannya.Namun tak berselang lama delman itu berhenti lagi.Pemuda itu merasa tangan Bu Sumi menyentuh pundaknya.
Namun saat pemuda itu menoleh betapa terkejutnya dia saat melihat penumpang yang ia bawa bukanlah Bu Sumi.Dilihatnya sosok menakutkan dengan wajah penuh luka dan darah.Kedua matanya merah menyala.Tubuhnya terlihat samar-samar tak terlihat jelas.
"Si...siapa kamu ?!?"
Pemuda itu mencoba untuk lari namun makhluk itu langsung menyergap sang kusir.Pemuda itu pun berteriak kesakitan.Sedikit demi sedikit tubuh pemuda itu berubah kurus kering.Kulitnya yang kencang pun menjadi keriput.Pemuda itu pun meregang nyawa ditangan makhluk itu.
Tiba-tiba Bu Sumi kembali muncul dan duduk di kursi belakang delman itu.
"Kau dengan mudahnya memangsa darah pemuda itu,tapi kenapa Dara tak bisa kau dapatkan ?!?"
"Ada yang menjaga putrimu..."
"Menjaga ? Siapa ?"
"Satu wanita dan satu pria.Mereka memiliki kekuatan yang cukup kuat."
Bu Sumi begitu kesal mendengar ucapan makhluk itu.
"Saya tak mau tahu,kau harus segera mendapatkan darahnya dan saya akan muda untuk selamanya..."
__ADS_1
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Bersambung...