
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Cukup lama Sumi menunggu kepulangan Marwan.Jam dinding telah menunjukkan pukul 12 malam.Walau pun Marwan sudah menjelaskan perihal kesibukannya,namun Sumi tetap merasa khawatir.
Tak berselang lama,terdengar suara yang mengetuk pintu rumahnya.Sumi pun bergegas berjalan menuju pintu itu dan membukanya.Terlihat Marwan yang berada di hadapannya.Namun raut wajahnya tak ceria.Ada gurat kekesalan.
"Malam sekali Kang pulangnya."
"Iya,pekerjaan Akang banyak sekali hari ini.Ya sudah Akang mau ke kamar,mau istirahat."
"Iya Kang..."
Sumi berpikir mungkin suaminya kelelahan karena kesibukannya di tempat kerja.Sumi mengikuti Marwan menuju ke kamar mereka.Marwan tak bicara sepatah kata pun.Ia hanya diam dan diamnya itu membuat Sumi merasa penasaran.
"Kang,kenapa dari tadi diam terus ?Ada masalah di tempat kerja ?"
Marwan menghela nafas panjang.Ia menoleh ke arah Sumi dengan tatapan yang serius.
"Sumi..."
"Iya Kang,kenapa ?"
"Maafkan Akang..."
Sumi heran dengan sikap suaminya.Ia tiba-tiba meminta maaf padanya.Sumi semakin penasaran saja pada tingkah suaminya itu.
"Maaf kenapa Kang ? Emang Akang buat salah apa ?"
"Akang...harus menikahi Maryam karena...karena Akang sudah menghamilinya."
Bagai di sambar petir,seketika raut wajah Sumi berubah.Ia terkejut atas pengakuan suami tercintanya itu.
"A...apa maksud kamu Kang ? Kamu...kamu tega sama Aku ? Apa itu karena Aku yang belum bisa memberimu keturunan Kang ? Jawab Kang...?!?"
"Bukan Sumi...bukan karena itu.Ini semua karena memang Akang terlanjur cinta pada Maryam.Tapi Akang juga tak mau kehilangan kamu Sumi.Akang mau kita bisa hidup bersama..."
"Maksud kamu Aku harus berbagi suami dengan wanita murahan itu ?!? Dimana hati nurani kamu Kang ?!? Coba bayangkan kalau Akang ada di posisi Aku...!!!"
"Maafkan Akang,tapi Akang tetap harus menikahi Maryam..."
Marwan berbicara dengan suara yang bergetar.Raut wajah penyesalan terlukis diwajahnya.
"Harus kamu tahu Kang,Aku selama ini berjuang agar bisa memberimu keturunan.Aku berusaha dengan banyak cara agar bisa membuatmu menjadi seorang lelaki seutuhnya.Memiliki buah hati seperti teman-temanmu Kang.Bisa memberi ibumu seorang cucu.Tapi...tapi inikah balasanmu untuk semua perjuanganku...?!?"
Sumi terduduk lesu di pinggir ranjangnya.Air matanya mengalir tiada henti.Hatinya teramat pedih.Marwan yang begitu ia kasihi kini mengkhianatinya.Mahligai rumah tangga yang ia bina dengan cinta,kasih sayang dan kepercayaan,kini hancur karena wanita lain.
"Nikahi wanita itu Kang,tapi ceraikan Aku dulu.Aku tak mau hidup bersama denganmu dan wanita itu."
Marwan terkejut mendengar perkataan istrinya itu.Ia pun melangkah mendekati Sumi yang tengah menangis.
__ADS_1
"Akang tak akan menceraikanmu Sumi.Aku sudah berjanji pada Ibumu untuk tetap menjagamu sampai kapanpun.Dan Akang masih cinta dan sayang padamu Sumi."
"Cinta...? Sayang...? Apa menghamili wanita itu adalah caramu menyayangiku ?!? Apa menikahi wanita itu adalah caramu mencintaiku Kang ?!?"
"Sumi..."
"Aku mengizinkanmu menikahi wanita itu Kang...tapi ceraikan Aku...!Dan anak yang dikandung wanita itu harus jadi milikku...!!!"
Satu tahun kemudian...
Dengan sangat terpaksa,Marwan menuruti keinginan Sumi.Ia menceraikan Sumi yang telah menemaninya di saat suka dan duka.Marwan pun memberikan bayi yang telah dilahirkan Maryam pada Sumi.
"Jaga baik-baik putriku..."ucap Maryam menangis tersedu-sedu.
"Mulai detik ini anakmu ini adalah anak saya.Dan kamu tak usah ikut campur dalam mengurus Dara karena mulai hari ini kamu dan Marwan harus angkat kaki dari rumah ini...!"
Marwan dan Maryam pun pergi meninggalkan rumah itu.Mereka ingin sekali membawa Dara bersama mereka.Namun Sumi bersikeras meminta Dara agar menjadi miliknya.
Sumi yang tengah menggendong Dara kecil pun tersenyum sambil menatap wajah bayi itu.
"Aku akan menjagamu dan merawatmu seperti anakku sendiri,tapi kelak setelah dewasa kamu harus membalas semua kebaikanku dengan cara apapun..."
FLASHBACK OFF
🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀
Di hutan pinus...
"Maaf...? Sekalipun kamu mengucapkan beribu-ribu kali kata maaf,Aku tak akan memaafkan mu dan Ibumu...!!!"
"Maaf,Aku tak tahu jika Ibu mengalami hal sepedih dan sesakit itu Bu.Dan...dan jika itu yang Ibu inginkan,Aku...Aku akan melakukannya untukmu Bu."
Bu Sumi berjongkok dan menatap wajah Dara.Ia tak menyangka jika Dara akan dengan sukarela menyanggupi permintaannya.
"Apa yang kamu ucapkan itu benar ?"
"Iya Bu,Aku akan membayar semua rasa sakitmu karena kesalahan orang tuaku."ucap Dara dengan begitu tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
Bu Sumi pun tersenyum dan mencoba menghapus air mata Dara yang membasahi kedua pipinya.
"Baiklah kalau begitu,ikutlah denganku anakku sayang..."
Bu Sumi menggenggam tangan Dara dan membantunya untuk berdiri.Dara pun menuruti perintah wanita itu.Namun tiba-tiba seseorang menghalau langkah mereka.
"Dasar wanita jahat...!!!" ucap wanita berkebaya hitam dengan sanggulnya yang sedikit berantakan.
"Putri Dewi ?!?"ucap Dara kaget tak menyangka jika Putri Dewi akan datang.
"Lepaskan Dara...!!! Dara tak bersalah,semua itu adalah kesalahan suamimu...!!!"
__ADS_1
"Dara adalah darah dagingnya jadi,Dara juga harus membayar semua pengkhianatan suamiku..."
"Dasar wanita tak waras...!!!"
Putri Dewi tiba-tiba menyerang Bu Sumi.Ia dengan secepat kilat memukul dada Bu Sumi.Wanita itu terjungkal dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Melihat Bu Sumi jatuh tersungkur, Putri Dewi dengan sigap membawa pergi Dara,namun langkah kakinya terhenti dan ia terjatuh.Kaki Putri Dewi terlilit akar pohon dan akar itu menarik tubuhnya.
"PUTRI...!!!"
Dara mencoba mengejar Putri Dewi yang di seret entah oleh siapa.Namun langkahnya terhenti saat ada makhluk hitam yang menghadang langkahnya.
"Mau kemana kamu Dara...?"
Makhluk itu menangkap Dara.Namun Dara melakukan perlawanan agar terlepas dari makhluk itu.
"PUTRI DEWI...!!!"
Usaha Dara untuk lepas dari jeratan makhluk itu sia-sia.Kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan makhluk jahat itu.
Putri Dewi mencoba menggunakan kekuatannya untuk melepas ikatan akar pohon itu.Namun ia gagal dan tubuhnya terus terseret entah akan di bawa ke mana.
"LEPASKAN PUTRI DEWI...!!!LEPASKAN...!!! JANGAN LUKAI DIA BU...!!!"
Dara menangis dan memohon kepada Bu Sumi agar tak melukai Putri Dewi.Namun ucapan Dara tak dihiraukan oleh Bu Sumi.
"LENYAPKAN DIA...!!!" ucap Bu Sumi dengan penuh amarah.
Dara semakin berontak mendengar ucapan Bu Sumi.Ia menendang dan memukul makhluk itu,namun usahanya tak berhasil.
"DASAR WANITA JAHAT...!!! JAHAT...!!!"
Bu Sumi berbalik ke arah Dara dan mendekatinya.Dan...
PLAK...
Bu Sumi menampar Dara begitu keras.Hingga bibir Dara sobek dan berdarah.
"Kamu bilang Aku jahat ?"
"IYA,KAMU JAHAT...!!!"
PLAK...
Tamparan keras kembali mendarat di pipi Dara.Namun Dara tak bergeming.Ia masih menatap benci pada wanita yang telah membesarkannya itu.
"Bunuh saja Aku...BUNUH AKU...!!!"
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
__ADS_1
Bersambung...