"Jangan Dekati Aku."

"Jangan Dekati Aku."
BAB 5


__ADS_3

🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


Karena kejadian menyeramkan tadi siang,Dara kini jadi lebih banyak diam.Dia pun tak terlihat ceria seperti sebelumnya.


"Kamu kenapa Ra ?Sakit ?" tanya Bu Sumi.


"Aku tak apa Bu."


"Terus kenapa kamu dari tadi cuma diam saja ?"


Dara mencoba mencari alasan agar sang Ibu tak curiga padanya.


"Hm,Aku lagi sariawan Bu."jawabnya dengan tersenyum kaku.


"Kalau begitu beli obat di apotek Ra.Jangan dibiarkan ! Nanti penyakitnya tambah parah."


"Iya Bu,besok pagi-pagi sekali Aku akan pergi ke apotek sekalian ke pasar,belanja bahan kue."


Dara merasa lega,karena alasannya diterima oleh Bu Sumi.Ia begitu ragu untuk menceritakan kejadian menakutkan itu.Ia takut jika Bu Sumi tak percaya dengan kata-katanya.


"Ra,besok Ibu mau pergi ke desa tempat tinggal kita yang dulu.Ibu akan menginap selama 3 hari di sana."


"Mau apa Bu ? sampai harus menginap segala."


"Hm,Ibu mau mengurus surat kepindahan kita.Pak RT kemarin meminta surat pindah Ra.Jadinya,Ibu harus pergi ke sana.Sewaktu kita pindah ke sini,Ibu belum sempat meminta surat pindah pada Pak Bahar."


"Oh,besok Ibu berangkat jam berapa ?"


"Setelah sholat subuh Ra,lumayan perjalanan ke sana butuh waktu lama.Jadi Ibu harus pagi sekali berangkat dari sini."


"Apa Aku boleh ikut ?"


"Tak usah lah Ra,yang ada nanti kamu di caci maki lagi oleh mereka.Apa kamu sudah lupa dengan kejadian itu ?"


"Iya Bu,Aku masih ingat."


Bu Sumi menghampiri Dara dan mengelus pelan kepala putrinya itu.


"Lebih baik kamu di rumah saja.Biar Ibu pergi sendiri.Ibu tidak mau kamu jadi sasaran caci maki mereka Ra.Sudah cukup penderitaan yang kamu alami."


Dara mengangguk dan memeluk Bu Sumi.Dari balik pintu kamar Dara,Putri Dewi sengaja menguping pembicaraan Ibu dan anak itu.Ia berjongkok sembari menempelkan telinga sebelah kanannya ke pintu itu.


"Penderitaan ? Memangnya dulu Dara kenapa ?"gumamnya.


Sedang asyiknya menguping tiba-tiba pintu itu terbuka dan membuat Putri Dewi jatuh tersungkur.


"Aduh,sakit..." keluh Putri Dewi.


"Putri kenapa ? Kok bisa jatuh seperti itu ?"


"Sa...saya lagi nangkap tokek yang nempel di pintu."


Dara pun panik dan melihat ke sekelilingnya.Menatap ke arah pintu kamarnya.Namun ia tak melihat hewan reptil itu.


"Mana tokeknya ?!?"


"Sudah pergi waktu kamu masuk ke sini Ra."


"Syukurlah kalau tokeknya sudah pergi.Kalau belum,mau saya pukul pakai sapu lidi."


Dara pun keluar dari kamarnya,diikuti Putri Dewi.


"Tokek itu saya Ra...hihihi..."


Dara pergi menuju kamar mandi dengan tergesa-gesa.


Tepat di belakang kamar mandi itu ada sebuah pohon alpukat besar.Di siang atau malam hari,pohon itu terlihat menyeramkan.Daunnya yang rimbun dan pohonnya yang tinggi seolah menjadi tempat nyaman bagi mereka,makhluk tak kasat mata.


Banyak orang bilang,jika pohon alpukat selalu jadi tempat bagi makhluk sejenis kuntilanak.Biasanya mereka duduk di dahan pohon itu.Namun bagi Dara,pohon itu hanya pohon biasa.Ia menganggap buah alpukat adalah penghuni asli pohon itu.


"Dara..."

__ADS_1


Terdengar suara wanita yang memanggil nama Dara.Namun Dara mencoba untuk tak menghiraukannya.Ia fokus meyelesaikan hajatnya.Namun suara itu pun kembali terdengar.


"Dara..."


Dara merasa suara itu semakin jelas.Bulu kuduknya pun merinding.


"Suara siapa itu ?"gumamnya.


Setelah selesai,Dara pun keluar dari kamar mandi.Suara itu terus saja terdengar oleh Dara.Dara pun penasaran dan mendekati asal suara itu.


"Ada apa Ra ?"ucap Putri Dewi yang tiba-tiba menepuk pundak Dara.Membuat gadis itu sedikit terkejut.


"Saya mendengar suara seorang wanita yang memanggil saya terus Putri.Kira-kira dia siapa ya ? Apa kamu bisa melihatnya ?"


Baru saja Putri Dewi ingin bicara,terdengar suara pintu belakang rumah Dara terbuka.


Kriieett...


"I...itu siapa Putri ?"Dara begitu ketakutan,tangan dan kakinya gemetar seperti orang yang sedang merasakan panas dingin.


"Ayo kita lihat siapa dia dan tetaplah berada didekat saya Ra."


Putri Dewi dan Dara berjalan mengendap-ngendap menuju pintu yang setengah terbuka itu.Putri Dewi mencoba mengintip ke luar.Namun tak ada sosok apapun di balik pintu itu.


"Tidak ada apa-apa Ra.Apa itu hanya angin ?Tapi saya merasakan ada energi yang masuk ke sini."


"Tapi tadi saya dengar ada suara dari situ Putri.Suara wanita."


Putri Dewi kembali menutup pintu itu.Mereka pun memutuskan kembali ke kamar Dara.Namun betapa terkejutnya mereka saat berbalik, terlihat sosok wanita berambut panjang dan berbaju putih sudah berada di hadapan mereka.


Wajahnya pucat,kedua matanya merah menyala.Senyumnya menyeringai.Darah menetes dari mulutnya,membasahi baju lusuhnya.


"Mau apa kau mengganggu Dara ?!?"


Hantu itu pun tertawa dengan tawa khasnya.


"Jauhi ibumu...jauhi dia...jika tidak,kau akan MATI...!"


🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀🥀🍀


Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi.Namun Dara tak bisa memejamkan matanya.Ia mencoba berkali-kali namun tetap tak bisa tidur.Putri Dewi merasa iba karena hidup Dara kini tak tenang.Ia mendapat begitu banyak gangguan dari makhluk tak kasat mata.


"Putri,kenapa mereka selalu menampakkan wujudnya dihadapan saya ? Saya benar-benar terganggu karena hal itu."


"Sepertinya mereka ingin menyampaikan sesuatu Ra.Tapi mereka tak bicara dengan jelas.Jadinya kita hanya bisa menebak-nebak saja."


"Sebenarnya ada apa ? Apa ada sesuatu yang tidak saya ketahui ? Apa jangan-jangan ini berhubungan dengan pesugihan yang pernah Hari ceritakan ?"


"Entahlah,saya tak bisa menyimpulkannya Ra.Saya hantu tapi saya tiba bisa tahu lebih dalam karakter hantu yang lain.Lebih tepatnya saya tak mau tahu.Tapi saya bisa merasakan energi mereka.Energi negatif atau positif."


"Oh,begitu."


"Ra,sebenarnya tadi saya menguping obrolanmu dengan Bu Sumi.Saya kira kamu sudah lama tinggal di sini."


"Saya belum lama tinggal di kampung ini Putri Dewi.Mungkin baru sekitar 2 bulan.Kepindahan kami pun karena terpaksa."


"Terpaksa ?"


"Iya Putri,itu berawal dari kejadian 4 tahun yang lalu."


FLASHBACK ON


Januari,1991


- Desa Batu Mega -


Hari ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu oleh Dara.Hari dimana ia akan melepas masa lajangnya dengan sang kekasih bernama Danu.Suara musik degung sunda terdengar begitu syahdu.Musik yang selalu di putar di acara pernikahan.


"Cantik sekali kamu Ra,semoga pernikahanmu lancar."ucap Bu Ambar sang perias pengantin.


"Iya Bu terima kasih atas do'anya."ucap Dara tersenyum bahagia.

__ADS_1


Bu Ambar begitu senang bisa merias Dara.Ia tahu tumbuh kembang Dara dari kecil hingga ia dewasa.Ia telah berjanji pada Dara,jika ia kelak menikah,Bu Ambar yang akan meriasnya.Dan hari ini janji itu bisa Bu Ambar tepati.


Suasana di rumah Dara pun begitu ramai.Para kerabat dan tetangga membantu Bu Sumi.Ada yang menyiapkan kursi,menata meja prasmanan hingga ada pula yang hanya membantu melihat saja.


Di tengah keramaian itu, tiba-tiba datang seorang lelaki dengan memakai motor bebek.Ia pun parkir di bawah pohon nangka milik Bu Sumi.Ia turun dan masuk ke rumah Dara.


"Assalamualaikum,maaf saya mau bertemu dengan Bu Sumi dan Andara."ucapnya pada salah satu kerabat Dara.


"Wa'alaikumsalam,silahkan tunggu sebentar.Saya akan panggilkan Bu Sumi dan Dara."


Wanita paruh baya itu menuju kamar Dara,dan kebetulan Bu Sumi berada di sana.


"Sumi,Dara... di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan kalian."


"Siapa Mak ?"


"Emak juga tidak tahu."


Bu Sumi pun beranjak dan pergi ke menemui lelaki itu tanpa Dara.Sesampainya di depan,Bu Sumi melihat seorang lelaki tinggi dengan wajah yang begitu cemas.Ia sedang duduk dan terlihat memainkan jemarinya.Seperti ada sesuatu yang begitu penting ingin ia sampaikan.


"Maaf,apa anda mencari saya Kang ?"


"Iya Bu."


"Tapi maaf anda ini siapa?"


"Saya kerabat dekatnya Danu."


Bu Sumi melihat ke sekelilingnya,namun tak melihat calon menantu dan calon besannya.


"Tapi kenapa hanya datang sendiri Kang ?Kemana Danu dan orangtuanya ?"


"Sebenarnya,saya datang sendiri dan kedatangan saya kemari ingin menyampaikan bahwa Danu calon suami Dara tadi subuh meninggal dunia Bu Sumi."


Bu Sumi dan kerabatnya yang mendengar penjelasan lelaki itu pun terkejut seperti di sambar petir di siang bolong.Ia tak percaya dengan semua perkataan lelaki itu.Namun lelaki itu bersikeras menyakinkan Bu Sumi,bahwa apa yang dia ucapkan bukan sebuah kebohongan.


"Danu sudah meninggal Bu,kami juga tidak tahu penyebab kematiannya.Padahal kemarin malam Danu tak apa-apa."ucap lelaki itu sambil menangis.


Tiba-tiba dari arah kamar Dara,terdengar tangisan histeris Dara.Ia menangis sejadi-jadinya saat tahu jika calon suaminya telah meninggal.Riasan diwajahnya kini telah terhapus oleh air matanya.


Bu Ambar berusaha menenangkan Dara.


"Sabar Ra,kuatkan hatimu.Ini sudah kehendak Tuhan Ra..."


"Mas Danu..."


Bu Sumi bisa merasakan bagaimana perasaan putrinya itu.Di hari yang harusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi hari yang kelam baginya.


"Yang sabar anakku..."


Setelah 1 tahun berlalu,Dara kembali menjalin kasih dengan seorang lelaki bernama Ahmad.Dia berasal dari desa sebelah.Namun kejadian buruk itu terulang kembali.Kali ini bukan di hari pernikahannya,tapi di hari lamarannya.Ahmad meninggal tepat satu hari sebelum hari yang sangat penting baginya dan Dara.


Kejadian itu pun terus berulang.Setiap kali Dara merajut kasih, pasti lelaki yang dekat dengannya akan bernasib sama dengan Danu dan Ahmad.Semua orang pun berspekulasi jika Dara adalah penyebab kematian para lelaki itu.Mereka mengira jika Dara menganut ajaran ilmu hitam.


Warga pun akhirnya mengusir Dara dan Bu Sumi dari kampung mereka.


"Pergi kalian...!!! Jangan tinggal di kampung ini lagi.Kalian pembawa sial...!!!"


"Iya betul,Dara pasti menganut ilmu hitam...!!!"


"Calon suaminya ia jadikan sebagai tumbal...!!!"


Pak RT dan para sesepuh mencoba menengahi masalah antara warga dan Dara,namun hasilnya warga tetap tak ingin Dara dan Bu Sumi tinggal di kampung mereka.


Dara dan Bu Sumi akhirnya terpaksa pindah ke kampung lain.Mana mungkin mereka bisa bertahan dengan semua fitnah yang dilontarkan oleh warga.


Mereka berdua membereskan semua barang mereka.Dan pergi menuju kampung Panyawangan,kampung tempat tinggal Dara sekarang.


FLASHBACK OFF


🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2