"Jangan Dekati Aku."

"Jangan Dekati Aku."
BAB 12


__ADS_3

🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


Satu persatu para kawanan kuntilanak pergi meninggalkan gedung itu.Tentu saja mereka pergi mencari Sumi,dengan berbekal informasi dari Aksa.Sebelum kuntilanak merah pergi,Aksa memperlihatkan foto Bu Sumi sewaktu muda.Dan itu menjadi petunjuk utama untuk mencari keberadaan Bu Sumi.


Malam itu kuntilanak merah pun pergi ke kampung Panyawangan.Tempat itu cukup jauh dari sarangnya.


"Hanya untuk mendapatkan Aksa,Aku melakukan ini.Menyusahkan sekali..."


Sepanjang perjalanan kuntilanak itu terus saja menggerutu.Melayang ke sana,kemari sembari mencari energi dari tubuh Bu Sumi.Hingga tiba lah ia di sebuah rumah sederhana.


Tepat di belakang rumah itu ada sebuah pohon alpukat yang begitu besar.Kuntilanak itu pun memutuskan untuk rehat sebentar di sana.


"Lelah sekali ternyata,padahal Aku ini tak berjalan kaki."


Dia pun duduk di salah satu cabang pohon.Hantu itu mengamati sekitar.Hingga ia merasakan ada energi dari makhluk lain yang begitu kuat.Energi itu begitu besar dan berasal dari rumah yang tepat ada di depan pohon itu.


"Energi apa ini ? Membuat tubuhku jadi panas seperti ini.Sepertinya Aku harus masuk ke rumah itu."


Kuntilanak itu pun melayang dan pergi ke rumah itu.Setibanya di dalam rumah kuntilanak itu bergerak ke arah kamar Bu Sumi.Ia mengikuti energi negatif itu.


"Energi besar itu berasal dari sini.Apa yang ada didalam kamar ini ?"


Baru saja ia akan memasuki kamar itu,tiba-tiba dari dalam muncul sosok hitam besar dan membuatnya terkejut.Ia pun segera menghilang dan bersembunyi.


Keluarnya makhluk itu berbarengan dengan keluarnya Bu Sumi dari kamar.


Si kuntilanak merah mengintip dari balik pintu dapur yang tak jauh dari kamar Bu Sumi.


"Ingatlah,jangan lupa dengan permintaanku.Ya,itu pun demi keinginanmu juga..."


"Tenang saja,saya akan memenuhi permintaanmu.Dara akan jadi tumbal terakhirku untukmu."


Hantu itu menguping pembicaraan mereka dan ia pun tahu jika wanita yang ada di rumah itu adalah Sumi yang ia cari.


"Beruntung sekali,Aku bisa langsung menemukan wanita yang Aksa cari.Rezeki kuntilanak yang baik hati...hihihi"


Sosok hitam menyeramkan itu pun pergi meninggalkan Bu Sumi.Itu menjadi kesempatan bagi kuntilanak merah untuk menghampiri Bu Sumi.Namun saat ia akan menghampiri Bu Sumi,Dara keluar dari kamarnya.Disusul oleh wanita berkonde.


"Apa itu Dara ?"


Kuntilanak merah itu beranjak ke luar rumah dan menunggu waktu yang tepat untuk menemui Dara.Terlihat Dara memasuki kamar mandi dan si hantu berkonde menunggunya diluar.


Kuntilanak merah itu sengaja menakut-nakuti Dara.Dan apa yang ia lakukan pun berhasil.Dara begitu ketakutan saat ia memanggil namanya.


"Dara...

__ADS_1


Dara...


Dara..."


Tak cukup itu saja,hantu itu menggerakkan pintu belakang rumah Dara.Hingga menghasilkan suara berderit yang membuat Dara terkesiap.Kuntilanak itu cukup penasaran pada sosok wanita berkonde itu.


"Siapa dia ? Apa wanita itu berteman dengan hantu ?"


Kuntilanak itu pun menghampiri Dara yang telah keluar dari kamar mandi dan mengatakan apa yang ia dengar saat Bu Sumi bicara dengan makhluk hitam itu.


Kedatangannya mengagetkan Dara,ia begitu ketakutan saat melihat sosok menakutkan kuntilanak merah itu.Begitu juga dengan suara khas tawanya yang membuat bulu kuduk Dara berdiri.Dara pun bersembunyi di balik tubuh Putri Dewi.


"Mau apa kau mengganggu Dara ?!?" ucap Putri Dewi mencoba melindungi Dara.


Hantu itu pun tertawa dengan tawa khasnya.


"Jauhi ibumu...jauhi dia...jika tidak,kau akan MATI...!"


"Mati ?!?"ucap Dara tak percaya.


Kuntilanak merah itu pun pergi begitu saja setelah bicara seperti itu pada Dara.Ia segera pulang untuk menemui Aksa.


"Tapi hari sudah larut malam.Apa Aksa belum tidur ?"


Kuntilanak itu terbang melayang,dengan bajunya yang merah menjuntai.Siapapun yang melihatnya akan lari ketakutan.Tak butuh waktu lama,hantu itu pun sampai di rumah Aksa.Ia masuk ke kamar lelaki itu.Dilihatnya Aksa yang belum tidur.Ia terlihat sedang membaca sebuah buku.


Aksa yang tengah fokus membaca pun menoleh dan terkesiap melihat kuntilanak itu.


"Astagfirullah...!!!"


Hantu itu pun tertawa dan duduk di sebelah Aksa.Tiba-tiba hantu itu merubah wujudnya menjadi lebih baik.Luka-luka di wajahnya menghilang.Rupa hantu itu berubah lebih cantik walaupun terlihat sangat pucat.


"Sudah puluhan kali kamu melihatku tapi kenapa kamu masih saja kaget seperti itu ?"


"Tentu saja saya kaget.Kamu datang dengan penampilan terburukmu.Lalu mau apa kamu datang malam-malam ke rumah lajang yang tampan ini, Lela ?"


Hantu kuntilanak bernama Lela itu pun tertawa.


"Tampan ? Kamu ini terlalu percaya diri.Saya kemari ingin memberitahumu tentang wanita bernama Sumi."


Aksa dengan sigap menyimpan buku yang tengah ia baca dan menatap wajah Lela dengan serius.


"Apa kamu sudah menemukannya ?"


"Tentu saja saya sudah menemukannya.Ternyata benar dia memang melakukan pesugihan.Dia sudah membuat perjanjian dengan sosok genderuwo.Namun saya tak tahu,wanita itu melakukan perjanjian tentang apa dengan makhluk itu."

__ADS_1


"Jadi apa yang Pak Marwan katakan ternyata benar.Lalu kamu bertemu dengan Dara ?"


"Iya,malah saya menakut-nakutinya.Hihihi..."


"Apa dia cantik ?"


Raut wajah Lela berubah tak suka saat Aksa menanyakan hal itu.


"Dia cantik karena dia wanita."


"Kenapa sikapmu berubah seperti itu ? Cemburu ?"


Aksa mencoba menggoda Lela yang terlihat cemberut.Namun Lela tak menggubrisnya.


"Baiklah,terima kasih untuk bantuanmu Lela.Kamu memang bisa diandalkan."


"Iya,tapi saya minta imbalannya.Karena semua kawanan ku ikut mencari.Kasihan mereka..."


"Imbalannya,ambillah bunga melati di belakang rumah saya.Belajarlah menjadi hantu vegetarian agar kalian bisa lebih sehat."


"AKSA....!!!"


Keesokan harinya Aksa pergi menuju kampung tempat tinggal Bu Sumi.Ia kesana menggunakan motor bebek kesayangannya.


"Apa benar kamu akan pergi sendiri saja ?" tanya Lela.


"Tentu saja,lagi pula saya akan tinggal di sana selama beberapa hari."


"Hm,lalu kenapa penampilan mu seperti bapak-bapak ? Jelek sekali."


"Ini penyamaran,karena disana ada seseorang yang mengenali saya.Saya tak mau jika dia mencurigai kedatangan saya ke sana."


"Oh,begitu.Ya sudah hati-hati dijalan."


"Terima kasih Lela.Saya titip rumah ya.Jangan lupa kasih makan ayam dan kambing saya.Makanlah bunga melati secukupnya.Jangan dimakan dengan pohonnya.Paham ?"


"Paham suamiku."


Aksa hanya geleng-geleng kepala dan meninggalkan Lela yang berada di depan pintu rumahnya.


"JANGAN LUPA OLEH-OLEHNYA YA SAYANG...!!!"teriak Lela.


"Hantu gila." gumam Aksa.


🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2