"Jangan Dekati Aku."

"Jangan Dekati Aku."
BAB 4


__ADS_3

🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


Putri Dewi masih saja memandangi pedang itu.Hal itu membuat Hari menaruh curiga padanya.


"Putri,kenapa dilihat terus ?Kamu tahu tentang pedang itu ?"tanya Hari sembari menepuk pundak Putri Dewi.


"Ah,tidak Ri.Saya hanya kagum saja.Itu pedang yang sering saya lihat di zaman saya hidup."


Hari mengangguk dan beranjak menuju ke belakang rumahnya.Ia meninggalkan Putri Dewi yang masih melihat-lihat isi lemari kaca besar itu.Putri Dewi penasaran pada sosok Hari yang sebenarnya.Apa dia benar keturunan dari raja jahat itu.


"Apa dia adalah keturunan manusia biadab itu ?Tapi pedang itu hanya ada satu dan raja itu lah yang memilikinya."


Putri Dewi berkutat dengan pikirannya.Ia kembali ingat dengan kejadian menyakitkan itu.


FLASHBACK ON


- Kerajaan Panyawangan -


Abad ke-8 Masehi.


🍃🖤🖤🖤🖤🖤🍃


"JANGAN...JANGAN LAKUKAN ITU RAJA...!!!"


Putri Dewi histeris saat Raja Arumanegara menghunuskan pedangnya tepat ke perut sang Ibunda.Tanpa belas kasihan sedikit pun raja itu membunuh orang tuanya dengan sadis.


"Ini adalah kesalahanmu Putri,karena kau tak menerima pinangan ku...!!!"


"MANUSIA BIADAB...!!! KAU JUGA HARUS MATI...!!!"


Putri Dewi mengambil pedang sang Ayah dan mencoba menyerang raja Arumanegara.Namun semua itu sia-sia karena tubuh Putri Dewi yang kecil dengan mudahnya ditendang oleh raja kejam itu.Tubuhnya terpelanting jauh dan membuatnya begitu kesakitan.


Raja Arumanegara menghampiri Putri Dewi yang tertelungkup di tanah.


"Berani juga kau melawanku Putri Dewi."


Putri Dewi berusaha bangkit dan mendongak menatap wajah raja Arumanegara.


"Dasar manusia biadab."


"Terserah kau mau mengatakan apapun.Yang harus kau tahu,hidupmu akan berakhir sekarang juga."


Raja Arumanegara tanpa berpikir panjang,langsung mengarahkan pedangnya ke jantung Putri Dewi.Seketika darah segar mengalir dari luka itu.


Raja Arumanegara tertawa,melihat Putri Dewi yang telah menemui ajalnya.


Raja Arumanegara segera memerintahkan para prajuritnya untuk membuang tubuh sang putri dan kedua orang tuanya ke jurang yang tak jauh dari tempat mereka berada.


Para prajurit itu pun membawa jasad Putri Dewi dan orang tuanya.Jasad mereka satu persatu dilempar ke dalam jurang.Tubuh orang tua Putri Dewi jatuh tepat di aliran sungai yang deras dan air itu menghanyutkannya.


Sedangkan jasad Putri Dewi tersangkut di pepohonan.Tiba-tiba roh Putri Dewi muncul di dekat jasadnya.Ia pun menangis,menangisi kehidupanya yang kini telah berakhir di tangan raja Arumanegara.


Putri Dewi tak pernah menyangka jika keputusannya menolak lamaran raja Arumanegara akan berakibat buruk pada dirinya dan keluarganya.Bukan tanpa alasan,ia menolak sang raja karena sifatnya yang buruk dan sebagai raja ia terlalu kejam.


Namun nasi telah menjadi bubur.Putri Dewi hanya bisa menerima takdirnya dengan ikhlas.


Beberapa hari setelah kematiannya,roh Putri Dewi tak bisa pergi dengan sempurna.Ia masih berkelana di dunia.Kadang ia pun menakut-nakuti manusia yang ia jumpai.Dan karena itu Putri Dewi banyak diperbincangkan oleh banyak orang.


Dan kabar itu sampai pada seorang kakek bernama Ki Arang.Pria tua berusia 98 tahun yang mempunyai kekuatan supranatural.Ia bisa mengusir makhluk tak kasat mata.Ki Arang pun memutuskan untuk mencari roh Putri Dewi.Ia memasuki hutan yang terkenal dengan keangkerannya.


Ki Arang harus melewati jalan setapak yang dipenuhi rumput-rumput liar.Entah sudah berapa lama Ki Arang berjalan,hingga sampailah ia di sebuah air terjun.Dilihatnya Putri Dewi yang tengah duduk di sebuah batu besar.Menghadap ke arah aliran air terjun.Ki Arang pun mendekatinya.


"Mengapa kau masih berada di dunia ini Putri ?"


Putri Dewi menoleh ke asal suara itu.Ia terkejut ada seseorang yang mampu melihat wujudnya.


"Siapa kamu Ki ?Kenapa bisa melihat saya ?"


"Kau tak perlu tahu siapa saya.Saya kemari untuk membantumu untuk pulang dan bisa berkumpul dengan ke dua orang tuamu di sana.Itu pun jika kau mau."


"Benarkah ?"

__ADS_1


"Tentu saja Putri,saya tak berbohong."


Putri Dewi begitu senang dan antusias mendengar perkataan Ki Arang.


"Bagaimana caranya Ki ?"


Ki Arang mengambil sesuatu dari sebuah kantung kain dan ia mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berwarna merah.Putri Dewi mengernyit heran saat melihat kalung itu.


"Kau bisa pulang dengan sempurna namun dengan satu syarat.Kau harus menolong seorang wanita.Ia akan menjadi tumbal untuk dipersembahkan pada iblis jahat.Iblis yang kembali setelah ratusan tahun terperangkap di sebuah tempat.Dan satu lagi."


"Apa ?"


Ki Arang pun tersenyum pada Putri Dewi.


"Kau akan saya jadikan penghuni liontin ini,Hingga bertemu dengan wanita yang harus kau tolong itu.Jika syarat itu telah kau penuhi,maka kau bisa pulang dengan sempurna."


"Saya tak mau.Aki saja yang masuk ke dalam liontin itu."


"Baiklah, sepertinya saya harus memakai cara kekerasan agar kau mau Putri."


Putri Dewi dengan berat hati menuruti perintah Ki Arang.Tapi ia melontarkan satu pertanyaan pada Ki Arang.


"Ki,sebenarnya siapa wanita yang harus saya tolong ?"


"Dia adalah wanita di masa depan.Dia bernama Andara Utari Gita."


FLASHBACK OFF


🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀


Putri Dewi masih berada di rumah Hari.Kini ia sedang memakan bunga melati yang Hari petik dari belakang rumahnya.


"Enak ?"tanya Hari yang melongo melihat Putri Dewi yang begitu lahap menyantap bunga itu.


"Enak sekali Ri.Apa saya boleh setiap hari ke sini untuk minta bunga-bunga milikmu ?"


"Tentu saja boleh,ambil sesuka hatimu."


Hari mengangguk dan mengantar Putri Dewi sampai ke depan pintu.


"Putri..."


"Apa ?"


"Berhati-hatilah,jaga dirimu dan Dara dari makhluk jahat itu."


Putri Dewi tak mengerti pada ucapan Hari.Namun ia baru ingat tentang kejadian tadi.Saat ia di serang oleh makhluk hitam yang menyeramkan.


"Apa tadi kamu yang menolong saya ?"


"Iya,jadi berhati-hatilah."


Putri Dewi pun kembali ke rumah Dara.Ia menembus pintu rumah itu.


"Sepi sekali,kemana Dara dan Bu Sumi ?"


Putri Dewi pun mencari keberadaan mereka berdua.Ia mencari ke arah dapur karena biasanya Bu Sumi selalu ada di sana.Namun Putri Dewi tak menemukan siapapun.Kini ia beranjak ke kamar Dara.Ia berharap Dara sedang ada di sana.


Putri Dewi kembali menembus bilik bambu itu.Dilihatnya Dara yang sedang tertidur di atas kasur lipatnya.


"Ra,apa kamu benar sedang tidur ?"


Namun tak ada jawaban dari wanita itu.Putri Dewi pun merebahkan tubuhnya di dekat Dara.Namun matanya tak terpejam.Ia menatap langit-langit kamar Dara.


Tiba-tiba Putri Dewi kembali merasakan hawa negatif itu.Ia pun segera mengeluarkan kekuatannya.Cahaya muncul dari telapak tangannya.Cahaya itu membentuk sebuah kubah untuk melindunginya dan Dara.


Dara terbangun dan alangkah kagetnya ia,saat melihat kamarnya kini bercahaya.


"Putri,kenapa kamar ini jadi bercahaya ?"


"Diam lah Ra,saya sedang berusaha untuk melindungi kita."

__ADS_1


"Melindungi ? Memangnya ada apa ?"


Dara terlihat panik dan mendekat pada Putri Dewi.


"Jangan panik,lebih baik kamu berdoa.Doa mu itu bisa membantu saya."


Dara mengangguk.Ia pun membaca doa yang ia bisa.


Putri Dewi merasa kekuatan makhluk itu semakin lama semakin kuat.


"Kurang ajar.Apa maunya makhluk jelek itu ?"


Putri Dewi menambah kekuatannya berkali-kali lipat,hingga tiba-tiba cahaya merah muda menyelinap masuk dari jendela kamar Dara.Cahaya itu pun berubah menjadi sosok seorang lelaki.Dia adalah Hari.


"Biar saya yang menghadapinya."ucapnya pada Putri Dewi.


"Tidak,saya tak akan membiarkanmu melawan makhluk itu sendirian.Saya akan membantumu."ucap Putri Dewi sembari memberi senyuman.


Hari mengangguk dan kini ia mengeluarkan kekuatannya.Ia membuat dinding pelindung milik Putri Dewi bertambah kuat.Dara tercengang melihat hal di luar nalar itu.


"Kejadian ini seperti kejadian di buku novel yang pernah saya baca."gumamnya.


Hari memutuskan untuk keluar dari kamar Dara dan melawan makhluk hitam itu.


"Kalian tunggu di sini.Jangan pernah keluar,tanpa ada perintah dari saya.Kalian mengerti ?"


"Iya Ri,kami mengerti."


Hari dengan mengunakan kemampuannya,ia melakukan teleportasi.Hanya sekejap mata,kini Hari berada di ruang tengah rumah Dara.Dilihatnya makhluk hitam itu tengah menyeringai,menatap tajam ke arah pintu kamar Dara.


"Mau apa kau mengganggu Dara ?!?"


Makhluk hitam itu menoleh ke arah Hari.Ia berbalik menatap Hari penuh amarah.


"Siapa kau,berani-beraninya melindungi santapanku ?!?"


Suara makhluk hitam itu begitu menggema.Dara pun mendengarnya hingga membuat ia ketakutan.


"Suara apa itu ?"tanya Dara pada Putri Dewi.


"Tutup telingamu Ra."


Dara menuruti perintah Putri Dewi.Makhluk itu mendekati Hari dengan tangan yang telah bersiap untuk menyergap lelaki itu.Hari memejamkan matanya.Ia berkonsentrasi mengumpulkan semua kekuatannya.Dan...


Brugh...


Makhluk itu tiba-tiba terpental jauh.Ia mengerang kesakitan sembari menyentuh bagian dadanya.


"Masih ingin melawan saya ?"ucap Hari.


"Siapa kau sebenarnya ?!? Kenapa berani sekali kau melawanku ?!?"


"Daripada kau menanyakan hal itu,lebih baik kau pergi dari sini dan jangan mengganggu Dara lagi...!!!"


"Baik,kali ini Aku akan pergi.Tapi lain kali akan ku pastikan wanita itu akan menjadi tumbalku."


Makhluk menyeramkan itu pun pergi dari rumah Dara.Kini tersisa darah hitam yang berceceran di lantai.Bau amis menyeruak di ruangan itu.


"Dara,Putri...ayo keluar.Makhluk itu telah pergi."


Pintu kamar Dara pun terbuka.Muncul Dara,disusul oleh Putri Dewi.


"Sebenarnya makhluk apa itu Ri ?" tanya Dara yang begitu ketakutan.


"Entahlah,wujudnya seperti genderuwo tapi dia lebih jahat dan dia ingin kamu menjadi tumbalnya.Dia sepertinya digunakan oleh seseorang untuk membantunya dalam melakukan pesugihan."


Putri Dewi dan Dara saling pandang.Mereka terkejut mendengar penjelasan Hari.


"Pesugihan ? Tapi siapa dia ? Kenapa dia tega ingin menjadikan saya sebagai tumbalnya ?"


🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2