"Jangan Dekati Aku."

"Jangan Dekati Aku."
BAB 11


__ADS_3

🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑


FLASHBACK ON


Kampung Deudeuh Rasa.


Juni,1995



Di sebuah rumah sederhana,2 orang lelaki tengah berbincang begitu serius.Salah satu lelaki diantara mereka terlihat begitu gelisah.


"Apa benar Bu Sumi seperti itu Pak? Apa ada bukti jika memang Bu Sumi melakukan pesugihan ?"


"Yang saya dengar dari tetangganya memang seperti itu.Dia telah menumbalkan calon suami putri saya,Dara."


Aksa menghela nafas panjang.Hari ini ia baru tahu jika Marwan memiliki seorang anak.Ya,karena setahunya Marwan tak memiliki keturunan dan hanya hidup berdua bersama Maryam.


"Jangan berburuk sangka dulu Pak.Bisa saja kematian calon suami Dara bukan karena Bu Sumi.Lebih baik kita selidiki terlebih dahulu agar tak menjadi fitnah."


"Lalu bagaimana cara menyelidikinya Nak ? Saya tak tahu keberadaan mantan istri saya saat ini.Sudah lama mereka pindah dari kampung itu."


"Biar itu menjadi urusan saya Pak.Saya akan berusaha mencari keberadaan mereka."


Marwan merasa lega dan beruntung mendapat pertolongan dari Aksa.Hanya pada Aksa,Marwan bisa meminta bantuan.Aksa dikenal sebagai pemuda yang baik hati.Ia tak ragu untuk menolong siapa pun,orang yang dikenal atau orang asing.


Setelah menceritakan semua keluh kesahnya pada Aksa,Marwan pun pergi pamit pulang.


"Terima kasih sudah mau menolong saya." ucap Marwan sambil menjabat tangan Aksa.


"Iya Pak, sama-sama.Semoga saya bisa segera menemukan Dara."


"Aamiin,semoga Allah memperlancar niat baikmu Nak."


"Aamiin..."


Aksa mengantar Marwan sampai ke depan rumahnya.Setelah Marwan pergi Aksa pun kembali masuk ke rumahnya.Tiba-tiba sosok kuntilanak merah muncul tepat di hadapan Aksa.Dan itu membuat Aksa kesal.


"Kebiasaan burukmu itu apa tak bisa di ubah ?"


Kuntilanak itu tertawa dan mendekati Aksa.


"Hihihi...maafkan saya..."

__ADS_1


Aksa tak memandang wajah kuntilanak itu.Ia sedikit ngeri melihat wajah hantu itu yang begitu rusak.Sebelah matanya hilang dan banyak luka sobek di wajahnya itu.


"Lalu mau apa kamu datang kemari ?"


"Saya hanya ingin membantumu mencari wanita bernama Sumi..."


Aksa menoleh ke arah hantu itu.


"Membantu ? Itu ikhlas atau ada imbalannya ?"


"Tentu saja harus ada imbalannya..."


Aksa mendelik kesal dan mencoba mengusir hantu itu.


"Pergilah...saya tak butuh bantuanmu.Saya akan mencari sendiri wanita itu."


Kuntilanak itu terlihat marah dan mencoba menyerang Aksa.Namun Aksa tak lengah, ia segera menyentuh dahi hantu itu dan...hantu itu diam tak bergerak sedikit pun.


"Kamu mau melawanku ? Coba saja !"


Aksa tertawa melihat kuntilanak merah itu diam mematung.Ya,Aksa memiliki kekuatan yang mampu mengendalikan makhluk seperti kuntilanak dan sejenisnya.Itu kekuatan yang turun temurun dari leluhurnya.


"Maafkan saya,tolong kembalikan saya seperti semula.Dan saya akan membantumu untuk mencari Sumi..."


"Ikhlas ?"


Raut wajah Aksa berubah serius dan menatap tajam ke arah kuntilanak itu.Si kuntianak merah pun menyadari jika Aksa sedang kesal padanya.


"Maaf...saya hanya bercanda..."


"Baiklah,saya akan memaafkanmu tapi bantu saya untuk menemukan Sumi.Terserah bagaimana caranya yang penting wanita itu bisa di temukan."


"Hihihi...terima kasih.Saya akan mengerahkan pasukan untuk mencari wanita itu.Jika perlu saya akan membantu mu sampai akhir..."


"Pasukan ?"


"Iya,pasukan kuntilanak yang datang dari berbagai tempat.Dan mereka akan membantu ku untuk mencari Sumi..."


🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀🏵️🍀


Setelah dari rumah Aksa, kuntilanak merah pun pergi dan kembali ke sarangnya.Ia berdiam di sebuah gedung kosong yang cukup jauh dari rumah Aksa.Gedung itu terbengkalai dan tak terawat.


Sesampainya di sana,hantu itu memanggil kawannya untuk berkumpul di area central gedung itu.

__ADS_1


"Wahai kaumku,ayo kemari.Berkumpul lah semuanya di sini."


Kawan-kawannya akhirnya bermunculan satu persatu.Ada yang muncul dari lantai atas.Ada yang masuk melalui jendela.Makhluk itu bermunculan dari segala arah.


Kuntilanak merah bisa di sebut ketua bagi kaum mereka.Dia memiliki kekuatan yang lebih besar dan kuat dibandingkan dengan kuntilanak biasa.


"Terima kasih sudah mau berkumpul disini.Aku membawa sebuah misi untuk kalian."


Kawan-kawannya kini saling pandang.Mereka terlihat bingung dan juga penasaran.


"Misi apa Kun ?"


"Iya,misi apa ?"


"Apa kita akan mendapat imbalan ?"


Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan pada kuntilanak merah.Hingga ia pun bicara menjelaskan maksud dari misi yang Aksa berikan padanya.


"Ini adalah misi mencari seorang pelaku pesugihan bernama Sumi.Memang belum ada bukti jika wanita itu melakukan pesugihan.Tapi Aku yakin dia mempunyai janji dengan makhluk ghaib.Dan jika kita berhasil menemukannya,si manusia tampan bernama Aksa akan memberi kita imbalan."


"Aksa ? Pemuda indigo itu ?"ucap salah satu kuntilanak.


"Iya,betul sekali."


Di sela obrolan mereka, tiba-tiba muncul sosok hantu lelaki yang berjalan pincang.Ia ikut bergabung dengan kumpulan kuntilanak itu.


"Apa imbalan yang akan dia berikan ?"


"Nyawanya..."ucap kuntilanak merah dengan senyim yang menyeringai.


Para kumpulan kuntilanak itu pun menyetujui tawaran si kuntilanak merah.Mereka tertarik pada imbalan nyawa yang kuntilanak merah ucapkan.


"Baiklah,Aku akan membantu manusia itu."


"Tentu saja,apalagi nyawanya yang akan jadi imbalan."


"Anggap saja ini kegiatan sampingan,hi..hi..hi..."


Kuntilanak merah pun tersenyum dan merasa senang karena berhasil mengajak kawannya untuk membantu mencari Bu Sumi.


"Kami akan membantumu Aksa,tapi nyawamu akan menjadi imbalan bagi kami..."


🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑

__ADS_1


Bersambung...


"Maaf baru up 😁👻👻 sedang sibuk di dunia nyata....👻👻👻"


__ADS_2