
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
"Makhluk ?!?" ucap mereka serempak.
"Iya,makhluk yang akan menyakiti cucu ku." jelas si Nenek.
Putri Dewi,Hari dan Aksa saling tatap satu sama lain.Mereka tak mengerti ucapan Nenek itu.
"Cucu Nenek ? Dara ?" tanya Hari.
"Iya Cu,Dara itu adalah cucu ku.Darah daging putraku,Marwan..." ucap sang Nenek.
"Jadi Nenek ini..."
FLASHBACK ON
Sumi dengan tergesa-gesa berjalan menuju ke sebuah rumah panggung berwarna biru muda.Raut wajahnya begitu merah padam.Wanita itu pun masuk ke rumah itu tanpa mengucap salam.Membuka dengan keras pintu itu.
"Ibu...!Ibu...!!!"
Sumi memanggil-manggil penghuni rumah itu.Tak berselang lama datang seorang wanita paruh baya dengan wajah yang kaget.
"Ada apa Nak,Kamu memanggil Ibu seperti itu ?!?" ucapnya heran.
"Apa Ibu tidak tahu jika anakmu itu sudah berselingkuh dariku dan sekarang dia akan memiliki anak dari wanita murahan itu !!!" ucap Bu Sumi begitu emosi.
Wanita paruh baya bernama Nayah itu begitu terkejut mendengar ucapan menantunya itu.
"Apa kamu tidak salah bicara Sumi ? Mana mungkin Marwan melakukan itu padamu ?"
"Bulan lalu dia membawa seorang wanita untuk bekerja di rumah kami.Aku tak menaruh curiga sekalipun padanya Bu.Tapi ternyata wanita itu adalah wanita simpanan anakmu !!!" jelas wanita itu dengan berlinang air mata.
"Apa buktinya jika Marwan melakukan itu ?!?"
"Kang Marwan sendiri yang bicara seperti itu padaku Bu..."
Wanita paruh baya itu pun mendekati Sumi dan memeluk menantunya itu begitu erat.Ia pun kecewa mendengar jika putranya telah menyakiti Sumi.Ia tak habis pikir kenapa Marwan bisa setega itu pada menantunya itu.
"Maaf atas kesalahan anakku..."
"Maaf mu tak akan mengubah apapun Bu.Aku lebih baik mundur meninggalkan pria jahat itu.Dengan syarat,anak itu harus menjadi milikku !"
Bu Nayah hanya bisa diam dan tak mampu berkata apapun.Ia sadar jika apa yang dilakukan putranya adalah sebuah kesalahan yang besar.Wanita mana yang tak akan sedih jika tahu jika pasangannya menjalin hubungan dengan wanita lain.
Sumi hanya bisa menangis.Meluapkan kesedihan dan kekecewaannya pada ibu mertuanya itu.Hingga datang lah Marwan dengan seorang wanita.Itu membuat Bu Nayah dan Sumi terperangah.Marwan pun terkejut saat melihat ada sang istri bersama ibunya.
__ADS_1
"Sumi ?!?" ucap Marwan.
Bu Nayah lekas menghampiri Marwan dan menampar keras pipi putranya itu.
Plakk...
"Apa ini ?!? Kenapa kamu membawa wanita lain ke rumah ini ?!?" bentak Bu Nayah.
"Maaf Bu..." lirih Marwan.
"Teganya kamu mengkhianati istrimu !!! Apa karena Sumi belum memberimu keturunan, hingga kamu tega melakukan ini !!!"
Marwan hanya bisa terdiam.Begitu pula wanita asing itu.Bu Nayah tak mampu membendung amarahnya.Sungguh,ia begitu kecewa atas perbuatan Marwan.
"Ibu kecewa padamu Nak ! Ibu tak pernah mengajarimu seperti itu !!!"
Sumi yang melihat kejadian itu hanya bisa menangis sesegukan.Hatinya begitu sakit dan pedih.Rasanya seperti di sayat-sayat.Mungkin lebih dari itu.Namun nasi telah menjadi bubur.Sumi tak bisa memutar kembali waktu dan mencegah hal buruk itu.
Di hari itu,Sumi pun memaksa Marwan untuk menalaknya.Ia tak mau hidup bersama Marwan dan juga wanita simpanannya.Marwan pun menuruti keinginannya.Di hadapan Bu Nayah,Marwan pun menalak wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya dalam suka dan duka.
"Sekarang kau bebas untuk hidup bersama wanita murahan itu ! Dan jangan sampai kau lupa,bawa anak itu padaku.Dia akan jadi milikku !" ucap Sumi dengan tegas.
Marwan dan Bu Nayah tak berkata apapun.Sumi pun pergi dengan membawa rasa sakit hati yang begitu mendalam.
"Suatu saat Aku akan membalas semua perbuatan kalian..." gumam Sumi.
Bu Nayah pun menangis melihat rumah tangga Sumi dan Marwan hancur karena wanita lain.Wanita asing bernama Maryam itu hanya bisa menunduk tak mampu menatap ke arah Bu Nayah.Ia merasa amat sangat bersalah pada Bu Nayah dan Sumi.
Namun,semua telah terjadi.Maryam terlanjur mencintai Marwan.Peringainya yang baik dan perhatiannya yang begitu tulus membuat Maryam terpikat.Hingga ia dengan mudahnya menjatuhkan hatinya pada Marwan.
Bu Nayah yang sedari tadi menangis pun menghampiri Marwan dan Maryam.
"Puas kalian menyakiti Sumi ?"
Mereka berdua hanya terdiam,tak mampu menatap mata Bu Nayah.
"JAWAB !!!"
"Maafkan Aku Bu..." lirih Marwan.
"Pergi...Ibu tak mau melihat kalian berada di sini !"
Bu Nayah pun berlalu meninggalkan Marwan dan Maryam.
"Lebih baik Aku yang pergi Kang..." ucap Maryam sembari terisak.
__ADS_1
"Tidak,kita akan pergi bersama.Ini sudah jadi keputusanku Mar..."
Marwan pun menggandeng tangan Maryam dan membawanya pergi dari rumah itu.
"Maafkan Aku Mar...Aku yang membuatmu berada di posisi seperti ini.Mereka memojokanmu,padahal dalam masalah ini Aku yang bersalah."
Maryam menggelengkan kepala dan memeluk Marwan.
"Aku pun bersalah Kang..."
Marwan dan Maryam akhirnya pergi meninggalkan Bu Nayah sendiri di rumah itu.Sebenarnya Marwan tak tega meninggalkan ibunya sendirian dalam keadaan sedih seperti itu.Ya,tapi ia telah memilih untuk tinggal dengan Maryam.
Sumi berjalan gontai.Tak terlihat ada semangat hidup dari raut wajahnya.Kedua matanya pun sembab karena terlalu banyak menangis.Ia berjalan ke arah halte bus.Sesampainya di sana ia pun duduk di kursi tunggu.
"Malang sekali nasibku ini.Apakah Aku harus mengakhiri hidupku ini ?" batin Sumi.
Sumi tiba-tiba berdiri dan berjalan tergesa-gesa ke arah jembatan yang tak jauh dari halte itu.Sumi terus berjalan tanpa jeda.Kini ia sampai di pinggir jembatan itu.Entah apa yang merasukinya,Sumi perlahan menaikan kakinya ke pagar beton jembatan itu.Sontak para pengguna jalan pun kaget melihat tindakan wanita itu.
Seorang lelaki mendatangi Sumi dan dengan sigap menahan badan Sumi.
"Istighfar...!!! Apa yang akan kamu lakukan ?!?"
Sumi dengan begitu emosi mencoba melepas genggaman lelaki itu.
"Lepas !!! Lepaskan Aku !!! Lebih baik Aku mati !!!" ucap Sumi.
Lelaki itu menarik paksa Sumi agar tak jatuh ke sungai.Sumi pun meronta-ronta meminta agar lelaki itu melepaskannya.
"Lepaskan !!! Lepaskan Aku....!!!"
Namun lelaki itu tak bergeming sedikit pun.Ia berusaha untuk menenangkan Sumi yang terlihat begitu kacau.
"Kematian tak akan menyelesaikan masalahmu ! Yang ada hanya akan menambah masalah untukmu !"
Sumi akhirnya mengalah dan pergi berlari meninggalkan lelaki itu.
"Hidupku hancur karena dirimu dan wanita murahan itu.Lihat saja suatu saat Aku akan membalas semua rasa sakit yang ku rasakan ini " batin Sumi.
🎑🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🎑
Bersambung...
Maaf baru up lagi 😅😅😅
Entahlah ini cerita nyambung apa enggak 😅 dah lama enggak nge-halu 😂
__ADS_1
Di tunggu saran dan kritiknya 🤗