"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
anak petani


__ADS_3

siang itu matahari bersinar dengan sangat cerah.udara panas dan menyengat,di rasakan santiago yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara jam walker yang berbunyi di sudut kamarnya.


" sudah jam dua belas siang ayah pasti lapar dan kelelahan.kasihan ayah dia sudah bekerja seharian penuh aku harus segera mengantarkan makanan untuknya."


dengan bergegas santiago melompat dari atas tempat tidurnya,lalu menuju ke dapur.ia membuka beberapa lemari makan.


"tak ada apapun di sini untuk di makan.dan sepertinya amanda tidak memasak apapun sejak tadi pagi.ia pasti ke kota bersama anak-anaknya."


tanpa menunda waktu santiago berlari menuju ke halaman depan rumah.ia mengambil sepeda lalu mengayuhnya menuju ke sebuah warung makan yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.


warung makan itu adalah,warung yang khusus yang menjual makanan bagi para pengendara yang melewati jalan itu.dan ketika mereka lapar,mereka berhenti lalu makan di tempat itu.


"pak,aku pesan nasi dan beberapa potong daging."


sambil menyodorkan uang,santiago memesan makanan dan menunggu pesanannya.setelah selesai ia kembali mengayuh sepedanya menyusuri jalan raya,lalu memasuki jalan kecil di perbukitan.melewati lebatnya hutan cemara dan sungai sungai kecil yang mengalir jernih di sekitarnya hingga akhirnya iapun tiba di sebuah perkebunan teh.


tampak dari jauh seorang pria tua tersenyum dan menyapanya sambil mengusap keringat yang menguncur dari dahi hingga ke sekujur tubuhnya.


"santiago,kau sudah datang nak?coba lihat,menu apa yang kau bawa hari ini untuk ayahmu."


dengan rangkulan hangat santiago menghampiri pria itu dan mengajaknya ke sebuah rumah gubuk yang biasa mereka pakai untuk beristirahat setelah lelah bekerja.


"ayah,aku bawakan nasi dan daging untuk ayah.ayah pasti lapar.sekarang waktunya ayah makan,dan istirahatlah sejenak aku yang akan menggantikan ayah memetik daun-daun teh itu."


Tuan albert nama pria yang berusia enam puluh lima tahun itu.ia adalah ayah santiago dan merupakan pemilik perkebunan teh dengan lahan terbesar di wilayahnya.


sebagai seorang pengusaha teh,tuan albert sangat giat bekerja dan membuka lapangan pekerjaan di tempatnya,dengan memperkerjakan kurang lebih sembilan puluh karyawan di kebun teh yang bertugas membersihkan lahan dan memetik pucuk teh.


hari-hari tuan albert sangat di sibukkan dengan memproduksi daun teh yang akan di kirim ke sebuah perusahaan di kota itu untuk di olah.


dan selama liburan panjang berlangsung,santiago setiap harinya mengantarkan makanan untuk ayahnya,sekaligus membantu sang ayah untuk bekerja di perkebunan.santiago sangat bangga dengan ayahnya.ia tak pernah malu ketika di kampus tempatnya kuliah,teman-temanya menyebutnya dengan sebutan anak petani.


Tuan albert membuka bungkusan makanan yang di bawa anaknya.

__ADS_1


"nak,apa kau membeli makanan lagi?mengapa tidak membawa makanan dari rumah saja nak?"


pemuda itu menatap ayahnya.


"ayah benar,aku memang membelinya dari warung.karena sepertinya hari ini amanda sedang sibuk dan ia tidak memasak apapun di rumah.ia pergi ke kota bersama kedua anaknya."


wajah tuan albert seketika berubah murung.ia tau persis,jika santiago datang dengan membawa makanan yang di bungkus,maka itu berarti amanda tidak memasak di rumah.karena sudah berulang-ulang kali hal itu di alaminya di mana amanda hanya sibuk mengurusi teman-temannya,atau pergi menghabiskan uang untuk membelanjakannya di kota selama sehari penuh bersama kedua anak gadisnya regina dan diana.


"ayah sudah menduganya.pasti amanda tidak memasak apa-apa lagi di rumah.dan hal ini sudah sering di lakukannya sejak dulu.


terkadang,ayah menyesal karena telah menikahi wanita seperti amanda.sifat kasarnya dan juga ketidak pedulian nya terhadap keluarga kita,membuatku berpikir bahwa amanda bukanlah wanita yang baik.ia tidak seperti mendiang ibumu yang penuh kasih sayang.sementara amanda tidak pernah melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang ibu yang baik.ia hanya mengincar kekayaan kita,dan menghambur-hamburkan uang ayah."


wajah tua itu terlihat sangat sedih.tanpa di sadarinya setetes air hangat jatuh dari kelopak mata tuan albert.


ia sangat kecewa dengan sikap isterinya.selama bertahun-tahun ia memendam rasa sakit hati yang sangat dalam terhadap amanda.


"ayah, ayo kita makan.ayah jangan sedih masih ada aku yang akan selalu menjaga dan merawat ayah.tak usah di pikirkan lagi yah."


anak itu terharu melihat kesedihan yang terpancar di wajah ayahnya.ia merangkulnya dan membujuk sang ayah makan.


waktu telah berangsur sore.matahari mulai


tenggelam dan langit tampak gelap.


beberapa pekerja telah pulang ke rumah mereka masing-masing.


"ayah,sudah saatnya kita pulang.hari sudah mulai gelap."


"kau benar santiago.ayo kita bersiap-siap untuk pulang nak."


setelah mengemas semua peralatan,ayah dan anak itupun bergegas untuk pulang.


santiago membonceng ayahnya.mereka pulang dengan mengendarai sepeda gunung,melewati jalan-jalan kecil menuruni bukit di sepanjang perkebunan hingga akhirnya mereka sampai di rumah.

__ADS_1


"ibu,diana,kemarilah coba lihat gaun-gaun yang ku beli ini semuanya sangat indah.aku akan mengenakannya besok di ulang tahun pacarku.diana,,,ayo turun kemari!"


regina adalah anak kedua amanda dari suami pertamanya.gadis yang berusia dua puluh satu tahun itu sangat ambisius persis seperti ibunya.ia tak segan-segan membeli semua yang di inginkannya meskipun dengan harga yang tinggi.


dari pintu depan,tuan albert memperhatikan tingkah salah satu anak tirinya itu.regina membeli beberapa gaun mewah,dan juga tas,serta beberapa pasang sepatu yang di biarkannya berhamburan di atas meja.


tampak juga beberapa kotak kardus besar berserakan di ruang tengah dan ruangan itu


di penuhi barang belanjaan mereka.


"kalian sudah pulang rupanya.di mana diana dan juga ibumu?"


tuan albert mengejutkan regina dengan pertanyaannya.


"hai ayah,jadi ayah sudah pulang rupanya?diana dan ibu ada di atas.mungkin mereka sedang tertidur karena kelelahan."


pria itu menatap gadis di depannya dengan tatapan mata yang dingin.seakan ia tidak senang dengan semua yang di lihatnya.regina sepertinya mengerti dengan tatapan mata ayah tirinya itu.ia menjadi salah tingkah dan dengan terburu-buru mengemasi semua barang yang berserakan di atas meja,lalu masuk ke kamarnya.


dalam perasaan benci dan terlihat kesal,tuan albert meninggalkan ruangan itu.ia juga masuk ke dalam kamarnya,dan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"santiago,ayo temani ayah minum teh.ayah sudah membuatkan teh hangat untukmu."


dengan nampan dan dua gelas teh hangat,tuan albert keluar dari dapur dan mengajak santiago minum teh bersama di ruang tengah sambil mengobrol.


terdengar suara langkah kaki seseorang sedang menuruni tangga.


"albert sayang,kau sudah pulang?mengapa tak memanggilku untuk menyiapkan teh buatmu?"


amanda turun dari kamarnya,mendekati suaminya dan santiago yang sedang duduk mengobrol sambil merangkul tuan albert dan bermaksud hendak memberinya ciuman.


"tidak perlu amanda.aku bisa melakukannya sendiri.lagipula selama delapan tahun terakhir,aku telah terbiasa melakukan apapun tanpa bantuanmu.sebaiknya kau bereskan semua barang belanjaan kalian di ruangan itu


karena,mataku sudah cukup sesak melihatnya."

__ADS_1


ia menghempaskan tangan isterinya dari tubuhnya,dan mendorongnya ke samping.santiago terkejut melihat apa yang di lakukan ayahnya kepada wanita itu.ia segera beranjak dari tempat duduknya,masuk ke kamarnya,dan membiarkan tuan albert bersama amanda di ruang keluarga.


__ADS_2