"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
hutan terlarang


__ADS_3

kejadian tadi siang di air terjun membuat santiago berpikir sejenak.


"apa mungkin ada bidadari,atau sebangsa peri di dunia ini.apalagi di jaman moderen seperti sekarang,apakah mahkluk seperti mereka benar-benar nyata,apakah violla adalah salah satu dari mereka?"


ia seakan tak percaya dengan apa yang di alaminya tadi siang bersama violla.santiago bermaksud menceritakan tentang pertemuannya dengan violla kepada ayahnya dan juga sahabatnya andrew.tapi,ia langsung mengurungkan niatnya.


"sebaiknya,ayah dan andrew jangan di beritahu dulu.masalah sisilia belum terpecahkan.sekarang muncul lagi mahkluk asing yang katanya berasal dari negeri pelangi."


pikiran santiago di penuhi dengan berbagai tanda tanya.


"go,kau belum tidur rupanya,apa yang kau pikirkan?"


rupanya sejak tadi andrew memperhatikan gelagat santiago yang terlihat di penuhi dengan beban pikiran dan tampak gelisah di tempat tidurnya.


"oh,tidak aku sedang memikirkan sisilia ndrew."


"sudahlah go,masalah sisilia jangan kita bahas sekarang.nanti,setelah kita kembali ke kota,kita akan menyelidiki tentang sisilia."


"iya kau benar ndrew."


santiago berhasil mengelabui andrew.ia tak ingin temannya itu tau bahwa ia baru saja bertemu mahkluk gaib yang lain,selain sisilia yang menakutkan itu.


"baiklah santiago,sekarang waktunya tidur.istirahatkan dirimu karena siapa tau besok kita akan menemukan hal baru lagi di villa ini.sepertinya ayahmu sudah tertidur lelap,mungkin ia kelelahan.selamat malam kawan."


sambil menutup pintu kamar santiago,andrew keluar dan langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


santiago teringat akan gelang yang di temukannya di sungai tadi siang.


"di mana aku menyimpan gelang itu?"


ia merogoh saku celananya dan gelang itu tak ada di dalamnya.ia mencoba mencarinya di dalam laci lemari dan,


"ini dia,ternyata aku meletakkannya di dalam laci lemariku.aku lupa memberikan gelang ini kepada violla.mungkin violla mengenal gelang ini atau mungkin gelang ini adalah milik salah satu dari teman violla yang jatuh di sungai."

__ADS_1


santiago mencoba memejamkan matanya dengan gelang yang masih di tangannya,tapi ia tetap saja tidak bisa tidur.ia mengamati gelang itu.pada gelang terdapat sebuah tulisan yang tidak di mengerti olehnya.


"apa arti tulisan di gelang ini.apa mungkin ini adalah nama pemiliknya?"


setelah beberapa lama berpikir,akhirnya ia pun tertidur dengan gelang yang masih di genggamnya di tangannya.


***


"nak,pagi ini andrew akan mengajak ayah berkeliling di daerah puncak ini.apa kau akan ikut?"


sambil menyemprotkan anti hama ke tanaman anggrek,tuan albert angkat suara.ia bermaksud mengajak putranya untuk berkeliling di wilayah villa hingga ke pemukiman penduduk di sekitarnya.ia bermaksud ingin mengenal lebih jauh tempat itu.


"aku ingin sekali ikut dengan ayah,dan juga andrew.tapi maaf ya,aku punya rencana sendiri hari ini.bisakah ayah pergi dengan andrew?"


"apa yang akan kau lakukan hari ini nak?"


"aku ingin mengambil gambar di dekat air terjun.aku suka sekali berada di sana yah.bagiku tempat itu tempat yang unik,dan seperti menyimpan banyak misteri."


tuan albert tertawa lebar mendengarkan cerita santiago.mereka berceloteh di barangengi tawa dan canda tuan albert.


"bagaimana go,apa kau mau ikut dengan kami?hari ini aku akan membawa ayahmu mengelilingi daerah sekitar puncak."


"ndrew,aku titip ayahku dulu denganmu.untuk hari ini aku tidak ikut.selesai memaras rumput-rumput itu,aku ingin pergi memotret di sekitar tempat ini."


santiago menolak ajakan ayahnya dan juga andrew dengan alasan ia ingin memotret dan mengambil gambar di tempat indah itu.


"tapi go,apa kau bisa sendiri di sini?kemungkinan aku dan paman albert baru akan kembali sore nanti."


"iya,jangan kuatir ndrew.aku akan baik-baik saja di sini.lagipula tak ada hal yang harus di kuatir kan di tempat senyaman dan seindah ini."


andrew kemudian bersiap-siap untuk pergi.tuan albert menyiapkan bekal dan keperluan lain yang akan di bawa selama perjalanannya bersama andrew.


"baiklah paman,semuanya sudah siap.kita berangkat sekarang?"

__ADS_1


andrew terlihat sangat manis dengan sebuah sleyer yang mengikat kepalanya.sementara tuan albert mengenakan topi jerami yang biasanya di pakainya untuk ke perkebunan.andrew menghidupkan mobilnya dan melambaikan tangan kepada santiago.


"sampai jumpa nanti sore santiago,"


mobil andrew pun berangkat dari villa menaiki jalan sempit di antara pegunungan.santiago melambaikan tangannya dan mobil itu semakin lama semakin tak terlihat,terhalang di balik pegunungan.


dengan cepat santiago menyelesaikan pekerjaannya di halaman villa.ia membersihkan dan membuang semua rumput dan ilalang yang tumbuh tinggi di antara tanaman hias.setelah selesai ia bergegas mandi dan mengganti pakaiannya.ia mengambil sebuah kamera dan juga gelang yang di temukannya itu dan di simpannya di dalam saku celananya.tak lama sesudah itu, ia mengunci semua pintu dan jendela villa kemudian bergegas pergi menuruni anak tangga menuju air terjun.sesampainya di tempat itu,ia melihat sekelilingnya.tak ada siapa-siapa di sana bahkan violla tak terlihat lagi.banyak hal menarik yang membuat santiago selalu ingin mengunjungi air terjun.dan salah satunya adalah ia ingin menemui sahabatnya violla meskipun kali ini violla tidak menampakan dirinya sama sekali.


pemuda itu duduk di atas sebongkah batu sambil sesekali memotret hal yang di anggapnya menarik.setelah merasa lelah,ia berhenti sejenak lalu merongoh saku celananya dan mengeluarkan gelang yang ikut di bawanya.ia menggoyangkan gelang itu sehingga mengeluarkan suara gemerincing dari lonceng yang tergantung pada gelang antik itu.santiago mengulangnya berkali-kali.


tiba-tiba suasana di sekitarnya berubah mendung dan terdengar suara yang bergemuruh dari arah tebing di mana air terjun mengalir.santiago segera beranjak dari tempatnya duduk,dan menuju ke arah tebing.alangkah terkejutnya ia saat melihat tebing di depannya terbuka lebar dan bergeser ke samping.


"ada apa ini,dan apa yang terjadi di sini?"


ia mulai di hinggapi rasa kuatir saat melihat sebuah tebing terbuka lebar di hadapannya.


"mengapa tebing ini bisa terbuka,ini seperti sebuah pintu rahasia.dan ada apa di dalam tebing ini?"


dengan rasa penasaran,santiago melangkahkan kakinya memasuki tebing yang sudah terbuka lebar.ia berjalan masuk kedalamnya,tempat itu menyerupai gua dan sangat gelap.ia memberanikan diri untuk terus masuk ke dan semakin lama semakin jauh ke dalam.sebuah jalan kecil mulai terlihat jelas dan gua yang tadinya gelap,mulai berangsur terang.santiago mengangkat kepalanya dan ternyata ia sudah berada di sebuah hutan lebat di mana terdapat begitu banyak pepohonan yang tinggi dengan batang pohon yang sangat besar tumbuh di tempat itu.


"tempat apa ini?ini seperti hutan lebat yang belum pernah di jamah manusia.di tempat ini hanya ada pepohonan dan suara binatang."


ilalang tumbuh begitu tinggi di antara pepohonan.suara burung terdengar bersahutan di antara dahan pohon.suasana di di dalam hutan belantara membuat bulu kuduk santiago sempat merinding.ia terus berjalan mengikuti arah jalan kecil dan sempit di antara ilalang dan pohon di sekitarnya.santiago mulai waspada. jangan-jangan,ada binatang buas yang sedang mengintainya dari balik semak-semak.ia terus berjalan dengan langkah semakin cepat.santiago sudah semakin jauh memasuki wilayah hutan terlarang itu.


tiba-tiba angin kencang berhembus di antara pepohonan.sedikitpun santiago tidak menghentikan langkahnya.ia maju dan terus melanjutkan perjalanannya.


"berhenti di situ,jangan melangkah lagi!"


terdengar suara seorang wanita berteriak dan membentak santiago.ia tersentak kaget mendengar hardikan itu namun tak ada seorangpun di situ.


"siapa di sana,tunjukan dirimu sekarang!"


sekeliling tempat santiago berdiri di selimuti kabut hitam yang sangat gelap.pemuda itu hampir tidak bisa melihat apa-apa sampai akhirnya,sesosok wanita dengan pakaian aneh berdiri tegak di hadapannya.wanita itu mengaum seperti seekor serigala buas yang siap memangsa.matanya merah,ia mengenakan jubah hitam yang panjang sampai ketanah.rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya.santiago mundur dua langkah dari hadapan wanita itu.semakin santiago melangkah mundur,semakin wanita itu melangkah maju menghampiri sambil menatap tajam mata santiago.

__ADS_1


__ADS_2