
semakin lama,wanita bergaun hitam itu semakin mendekati santiago.
"siapa kau,mengapa menghalangi jalanku?"
"seharusnya aku yang bertanya siapa dirimu manusia?dan apa yang kau lakukan di hutan terlarang ini.beraninya kau memasuki dunia kami dan tanpa ijin kau datang dan mencoba menyusup masuk ke negeri ini."
"aku santiago,aku memang datang dari dunia manusia.tanpa sengaja aku masuk ke sini melalui gerbang batu yang terbuka.dan aku bukan seorang penyusup."
dengan berani santiago menghadapi wanita aneh yang berdiri di depannya itu tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"anak muda,apa kau tau? tempat di mana kau berpijak saat ini adalah tapal batas antara dunia manusia dan negeri kami negeri kaum bidadari.dan kalian manusia di larang memasuki wilayah ini."
"sekali lagi maafkan aku telah memasuki dunia kalian.dan jika memang kehadiranku sudah mengganggu tempat ini,aku akan kembali dan pergi dari sini."
dengan segera Santiago memutar badannya bermaksud hendak meninggalkan hutan terlarang itu dan kembali ke arah air terjun tempat di mana ia masuk sebelumnya.namun belum sempat ia melangkah,wanita paruh baya itu kembali menghadangnya.
"tunggu,tidak semudah itu anak muda.kau tidak akan secepat itu meninggalkan tempat ini."
"apa maksudmu?"
"kau di anggap telah melanggar hukum dunia kami.dan sebagai ganjarannya,kau harus ikut bersamaku ke negeri kabut hitam."
santiago mulai di hantui kecemasan saat mendengar negeri kabut hitam.terbayang dalam pikirannya seperti apa negeri kabut hitam.pasti mengerikan dan di penuhi para Monster yang menakutkan di sana.
"tidak,aku tidak akan kemana-mana apa lagi ikut bersamamu.maaf aku harus segera pergi."
tanpa berkata apa-apa lagi,dengan cepat wanita itu menyelubungi santiago dengan asap hitam pekat,dan langsung membawanya pergi.mereka hilang seketika dari hutan terlarang dan akhirnya kumpulan asap hitam itu membawa santiago ke suatu tempat.
"di mana aku,mengapa aku tidak bisa melihat apa-apa.mengapa di sini sangat gelap!"
ia berteriak dengan suara yang sangat keras sampai akhirnya, perlahan-lahan asap hitam itu mulai menghilang lenyap dan tak lagi menyelubungi tubuhnya.
santiago melihat sekelilingnya.kali ini ia sudah berada di tempat yang berbeda.tempat itu seperti jurang yang sangat dalam.santiago melihat ke atas ada banyak burung nazar yang terbang.dan di sekitar tempat itu hanya ada batu-batu besar dan sangat tinggi yang membentengi sekitarnya.
"ada di mana aku sekarang,mengapa di sini penuh kabut,tempat apa ini sebenarnya?"
wanita yang tadinya membawa santiago tiba-tiba menghilang dan membiarkannya sendiri di tempat itu di temani burung-burung nazar.tak lama kemudian wanita itu tiba-tiba muncul kembali dan kali ini ia tak sendirian.tampak seorang gadis cantik bermahkota perak,dengan gaun hitam berkilau dan rambut yang tergerai indah berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"aku viona,aku ratu di negeri kabut ini.dan kau,siapa namamu?apa yang kau lakukan di tempat ini?
santiago memperkenalkan dirinya,dan menceritakan semua kejadian yang membawanya sampai ke tempat itu.viona mendengarkan cerita santiago dengan seksama.ia tersenyum manis dan menatap pemuda yang berdiri di hadapannya itu.
"aku minta maaf jika penjagaku membawamu dengan tidak sopan kemari.karena baru kali ini ada manusia yang kesasar di tempat kami.jadi,sebagai bidadari penjaga di tapal batas,kami akan menangkap siapa saja yang mencoba masuk ke negeri ini."
"baiklah kalau begitu,apa kau akan mengurungku di sini?
"tentu saja tidak santiago,kau tidak pantas di kurung di tempat seperti ini,jika kau tidak keberatan,maukah kau ikut bersamaku ke istanaku?"
dengan terpaksa santiago menyetujui permintaan viona.hawa udaranya sangat dingin. dan santiago seperti menggigil kedinginan.tak ada pemandangan yang indah di sana.yang ada hanya bebatuan dan kabut yang sangat tebal mengelilingi tempat itu.pohon yang tumbuh pun hanya tersisa cabang dan ranting tanpa dedaunan di atasnya.santiago mengikuti jejak viona yang berjalan perlahan di depannya.matanya melirik tempat tersebut.beberapa merpati hitam bertengger di atas ranting-ranting pohon.suasana di lembah kabut sangat mencekam seperti di dunia para hantu.
sebuah pagar hitam yang menjulang tinggi terbuka dengan sendirinya.di dalam pagar ada sebuah istana yang megah dan sangat indah.viona mempersilahkan kenalan barunya itu masuk ke dalam istana.
beberapa penjaga yang berdiri di situ memberi hormat kepada ratu mereka yang baru saja tiba.
"siapkan hidangan istimewa untuk tamu kita."
viona memerintahkan mereka untuk menyediakan hidangan bagi santiago.para penghuni istana mulai sibuk menyiapkan sebuah jamuan bagi tamu dan ratu mereka.
Santiago duduk di sebuah tempat duduk yang terbuat dari batu alam yang indah sambil menjawab pertanyaan viona yang juga duduk di singgasananya dengan sangat anggun.
"santiago,kau pemuda yang tampan.belum.pernah aku melihat pria setampan dirimu di negeri ini."
"benarkah,tapi aku merasa aku biasa saja viona.kau terlalu berlebihan memujiku."
wajah santiago memerah saat viona memujinya berkali kali.
"ya itu benar,dan aku mengatakannya dengan jujur.santiago apa kau sudah menikah?"
"tentu saja tidak viona.aku belum menikah lagipula aku masih ingin sendiri dan menghabiskan masa mudaku dulu."
ratu negeri kabut menarik nafas lega mendengar santiago belum menikah.sepertinya ia mulai menyukai pemuda dari dunia manusia itu.
"bagaimana denganmu viona?"
"aku pernah ingin menikah,tapi ayahku memaksa aku menikahi pemuda yang tidak aku cintai.ceritanya panjang santiago,suatu saat aku akan menceritakannya padamu."
__ADS_1
santiago dan viona terlibat pembicaraan yang serius.mereka saling bertukar cerita tentang dunia manusia dan negeri tempat di mana viona hidup hingga akhirnya seorang pelayan datang dan memberitahu mereka bahwa hidangan sudah siap.
"ratu viona,hidangan telah siap,silahkan yang mulia."
mereka lalu menuju ke ruang makan istana,di mana jamuan sudah siap di santap.viona mengajak tamunya itu untuk duduk makan bersamanya.santiago bingung melihat semua makanan yang tersaji di meja makan.
"makanan apa ini,mengapa makanan-makanan ini berwarna hitam?"
pikirannya mulai kacau.ia memikirkan bagaimana caranya ia menolak untuk tidak makan bersama viola.lagipula ia tidak mungkin menyantap tulang belulang dan dedaunan yang hitam.ia berpikir sejenak dan ia ingat apa yang pernah di ceritakan ibunya tentang kisah sebuah negeri ajaib di mana di negeri itu,manusia tidak boleh menyentuh makanan apapun yang di hidangkan oleh mereka.
"kau,tidak boleh menyentuh apapun termasuk makanan mereka.jika kau memakannya,maka kau tidak akan pernah bisa kembali ke duniamu"
kata-kata mendiang ibunya terngiang di telinganya.diam-diam viola memperhatikan gelagat santiago.
"ada apa,mengapa tidak makan?ayo cobalah untuk mencicipi hidangan kami.semua sangat lezat dan ini di masak oleh juru masak terpilih di kerajaan ini."
sebuah piring dari batu di penuhi ukiran unik di letakan di depannya.santiago benar-benar bingung.entah apa yang harus di lakukannya agar ia bisa luput dari makanan yang membuat selera makannya hilang,dan rasanya isi perutnya ingin tumpah.
"ayo santiago,silahkan di cicipi jangan malu lagipula di meja ini hanya ada kita berdua.mari silahkan di nikmati."
viona berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil makanan yang menyerupai se ekor cacing tanah di bentuk seperti bola,dan meletakannya di atas piring santiago.
"eh,biar aku saja kau tak usah repot-repot viona.aku bisa mengambilnya sendiri.hehehe.."
tingkah santiago semakin tak karuan.tenggorokannya terasa dingin saat viona meletakan sesuatu di atas piringnya.keringat dingin mulai membasahi dahinya.sesekali ia berdiri lalu duduk,dan berdiri lagi.
"ada apa denganmu.mengapa kau begitu gelisah,apa ada yang salah di sini?"
viona mulai curiga dengan santiago yang seperti cacing kepanasan.ia heran mengamati tingkah pemuda itu.
"oh tidak viona,sekali lagi aku minta maaf sudah merusak suasana makanmu.aku sedang menahan sakit di perutku.dan rasanya nyeri sekali viona, aduuhhh..aku tidak tahan lagi."
kepanikan pun mulai terlihat di wajah sang ratu kabut hitam.dengan segera ia berteriak memanggil penjaga.
"penjaga,penjaga!antarkan tamu kita ke kamar kecil.sepertinya ia hendak buang air."
seorang penjaga berlari kecil dari dalam,dan menemui santiago.
__ADS_1
"mari tuan,aku antarkan kau kebelakang."
viona melanjutkan makannya sementara santiago mengikuti penjaga yang hendak membawanya keluar dari tempat itu.