"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
penghuni rumah tua


__ADS_3

kali ini suasana di rumah kontrakan Santiago tak lagi sepi.kehadiran sahabatnya membuatnya lebih tenang dan aman,apalagi andrew memutuskan untuk menginap beberapa hari di tempat itu.sambil menunggu tuan albert kembali,mereka sibuk memasak di dapur untuk makan malam.


sejak tadi sore,ayah santiago pergi memeriksakan kesehatannya ke dokter.santiago ingin ikut bersamanya,namun tuan albert memaksa untuk pergi sendiri dengan alasan santiago harus menemani andrew di rumah.akhirnya tuan albert pergi sendirian mengendarai mobil santiago.


dari ruang tengah,terdengar suara telpon berdering.dengan cepat santiago mengangkatnya.


"hallo selamat malam,dengan siapa saya bicara?"


terdengar suara seseorang di telepon yang menjawab pertanyaan santiago.


"hallo nak,apa kabarmu, dan bagaimana liburanmu?"


"oh nyonya barbara,aku baik-baik saja dan liburanku di desa luar biasa.aku membantu ayahku di perkebunan.ada yang bisa aku bantu nyonya?"


nyonya barbara adalah pemilik rumah kontrakan tempat di mana santiago tinggal sekarang.wanita paruh baya itu sangat lembut dan baik hati.ia sangat memperhatikan santiago dan keadaannya di rumah itu.


"tidak santiago.aku hanya ingin mengecek keberadaan mu aku pikir kau belum kembali.tapi syukurlah kau sudah di sana,dan semoga kau tetap nyaman berada di rumah itu nak,"


dengan cepat otak santiago berputar.ia langsung berpikir untuk menanyakan perihal rumah tua yang berhadapan dengan rumah kontrakannya.


"sebelumnya aku minta maaf nyonya,ada sesuatu yang ingin aku tanyakan."


"tentang apa nak?"


"ini perihal rumah tua yang berhadapan dengan rumah ini nyonya.apakah rumah itu masih ada penghuninya,maksudku adakah seseorang yang tinggal dan menetap di tempat itu?"


santiago langsung bertanya ke titik permasalahannya.andrew duduk di dekat telepon,dan mendengarkan percakapan mereka


"apa maksudmu nak,rumah yang ada di depanmu itu sudah lama di tinggalkan oleh pemiliknya.kira-kira dua belas tahun yang lalu, pemilik rumah pindah ke jerman untuk memenuhi panggilan pekerjaannya."

__ADS_1


"jadi,sampai sekarang mereka tidak pernah kembali lagi?"


"tidak santiago.pemilik rumah itu adalah rebecca sahabatku, dan suaminya William.semenjak puteri mereka meninggal,rebecca tak ingin lagi tinggal di rumah itu."


sambil menatap andrew,santiago terkejut mendengar penjelasan nyonya barbara.


"jadi,mereka memiliki seorang anak perempuan dan sudah meninggal maksud anda?"


santiago semakin penasaran.akhirnya ia mendapatkan informasi tentang rumah angker itu setelah ia dan andrew masuk ke sana,menyelidiki dan berharap ada sesuatu yang dapat di jadikan petunjuk tentang penghuni rumah itu.sebelumnya,tak sempat terpikir olehnya untuk bertanya kepada nyonya barbara sampai akhirnya wanita itu meneleponnya.


"iya benar nak,nama gadis itu sisilia.ia cantik dan sangat ramah.selain itu ia juga gadis yang selalu ceria dan baik dengan semua orang.ia di bunuh dengan cara yang tragis oleh seseorang.anak itu berusia sekitar dua puluh tahun,dan yang lebih menyedihkan lagi,polisi dan keluarganya tidak menemukan mayat sisilia,dan jejak pembunuhnya sampai sekarang."


"apa maksud perkataan anda dengan tidak di temukannya mayat gadis itu nyonya?lalu bagaimana polisi dapat memastikan bahwa sisilia sudah meninggal?"


andrew ikut penasaran mendengarkan cerita nyonya barbara.ia mendekatkan dirinya dekat telepon,agar bisa menyimak dengan baik percakapan antara sahabatnya dengan pemilik rumah kontrakan itu.


"saat peristiwa itu terjadi,kami sekeluarga masih tinggal di rumah yang kau tempati sekarang.dan aku ingat saat itu rebecca datang ke rumahku dengan tubuh gemetar ketakutan,dan tangisan di sertai teriakan histeris.ia menggenggam sesuatu di tangannya.dan itu adalah sebuah surat dan beberapa lembar foto bukti pembunuhan anaknya, yang di kirimkan oleh pembunuh itu.rebecca sempat terguncang dan mengalami depresi yang hebat akibat kehilangan putri tunggalnya.peristiwa itu terjadi di rumah itu dan polisi mencurigai jasad sisilia di bawa pergi oleh pembunuh dan kemungkinan ia menguburnya di suatu tempat.bertahun-tahun mereka mencari sisilia,namun tak kunjung di temukan.hingga akhirnya rebecca dan suaminya memutuskan untuk pindah ke luar negeri dan menetap di sana sampai sekarang."


"nyonya barbara,maafkan jika aku sudah membuat anda sedih,dan aku ikut prihatin atas peristiwa yang menimpa sahabat anda nyonya rebecca."


"iya nak,kalau begitu sampaikan salamku untuk ayahmu.semoga kalian baik-baik saja."


"baiklah nyonya,terimakasih dan sampai nanti."


nyonya barbara menutup teleponnya.dengan tubuh lesu santiago duduk dan bicara dengan andrew.mereka membahas tentang apa yang baru saja di kisahkan nyonya barbara.


"firasatku benar.gadis itu sama sekali bukan manusia.ia telah menipuku dengan membawaku masuk ke dalam rumahnya.aku sudah mencurigainya saat kulihat kakinya yang meleleh,dan foto yang di beri lingkaran pada bagian wajahnya,itu menandakan kalau ternyata sisilia,kakek dan neneknya sudah lama meninggal."


andrew termenung memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"tapi go,persoalannya sekarang mayat sisilia tidak pernah di temukan.kemana pembunuh itu membawa sisilia?"


terdengar suara klakson mobil dari luar.santiago bergegas keluar untuk membuka pintu pagar,dan ternyata ayahnya baru saja kembali.


"bagaimana kondisi kesehatan ayah?"


"ayah baik-baik saja satiago.tadi dokter memeriksa ayah dengan sangat detail dan menyeluruh.semunya mulai normal.ayah di anjurkan untuk beristirahat yang cukup,dan mengkonsumsi banyak sayur segar dan juga buah-buahan."


sebagai seorang anak,santiago sangat memperhatikan kondisi kesehatan ayahnya.ia sering menganjurkan tuan albert agar menjaga pola makannya dan tidak banyak berpikir.kali ini santiago merasa lega setelah tau kondisi ayahnya tak ada yang memprihatinkan lagi.


"paman,makan malam sudah siap.sebaiknya paman mandi,lalu kita makan malam bersama."


hidangan telah di siapkan di atas meja.sambil menunggu tuan albert selesai mandi,santiago dan andrew mencoba menghidupkan TV dan mengeraskan suara TV.di balik suara acara di TV,tiba-tiba terdengar juga suara seseorang sedang menangis.


"apakah ada adegan menangis di film itu?"


"sepertinya tidak ndrew,tak ada yang menangis di film ini."


dengan wajah penuh tanda tanya santiago menatap andrew.ia kembali mengecilkan suara televisi.tak terdengar lagi suara orang menangis.


"huh,ada-ada saja.tadi ku dengar suara seseorang sedang menangis.sudah,hidupkan lagi TV itu go,"


santiago kembali mengeraskan suara televisi sementara andrew memasang telinga mendengar suara tangisan seseorang.


"anak-anak,ayo sekarang waktunya kita makan malam.ayah sudah lapar dan selesai makan,aku akan minum obat dan langsung istirahat."


mereka menuju ke ruang makan,sementara televisi masih di biarkan hidup.santiago menceritakan semua yang di dengarnya dari nyonya barbara kepada ayahnya.tuan albert terkejut mendengar kisah tragis yang terjadi di rumah tua.


"berhati-hatilah santiago,begitu juga denganmu andrew.sepertinya gadis itu telah menjadi arwah penasaran dan menghuni rumah di depan kita."

__ADS_1


dengan tegas tuan albert memberi tanda awas kepada kedua pemuda itu.


"ayah akan membantu kalian menyelidiki masalah ini.tapi ingat,kuasai pikiran kalian jangan sampai terbawa oleh pengaruh mistis gadis itu."


__ADS_2