
suasana malam semakin mencekam.aura negatif mulai terasa di sekitar tempat santiago berdiri.sambil mengusap kucing kesayangannya,gadis itu mengajak santiago untuk mampir sebentar di rumahnya.
"maukah kau mampir ke rumahku meski hanya sebentar saja?"
suara gadis itu terdengar sayu di telinga santiago.
"mungkin lain waktu sisilia.malam ini aku sangat letih setelah perjalanan panjangku dari kampung menuju ke tempat ini.jadi aku harus istirahat."
sisilia mengerutkan keningnya.pemuda itu mencoba mengambil langkah untuk pergi,namun tangan kanan sisilia menahannya dari depan.
"aku mohon,jangan pergi dulu aku memintamu sebentar saja untuk mampir ke rumahku."
gadis itu menarik pergelangan tangan santiago menuju ke rumahnya.alangkah terkejutnya ia saat melihat pekarangan dan rumah itu sudah di terangi oleh cahaya lampu yang sangat terang.padahal belum beberapa detik berlalu,rumah itu di lihatnya masih sangat gelap tanpa cahaya.
lalu apa yang terjadi,bagaimana mungkin dalam sekejap itu lampu bisa menyala,dan membuat suasana di sekitarnya menjadi terang.
dengan sangat terpaksa dan rasa was-was santiago mengikuti keinginan sisilia.pintu rumah itu terbuka lebar,dan agata melompat masuk ke dalamnya.
"santiago mari,silahkan masuk."
dengan senyum manis dan wajah yang ramah,sisilia mempersilahkan teman barunya itu masuk.
betapa terkejutnya ia saat melihat kedalam rumah itu.
desain dan interior rumah sangat indah,meskipun kelihatan unik namun terkesan klasik dengan perabotan mewah di dalamnya.di sudut ruangan terlihat beberapa vas bunga dengan rangkaian bunga yang indah.
"duduklah sebentar.aku akan ke belakang untuk menyiapkan beberapa suguhan untukmu."
santiago tak lagi mempedulikan sisilia .matanya sibuk mengamati sekeliling ruangan demi ruangan di dalam rumah tersebut.tampak di ruang tengah ada sebuah lukisan,dan beberapa foto tergantung di sana.
"sepertinya ini adalah foto kelurga sisilia.ayah ibunya,dan sisilia berdiri di tengah mereka."
tanpa ragu ia lalu menuju ke sebuah ruangan di sebelah ruang tamu.di sana terdapat banyak foto keluarga,dan juga foto kenangan sisilia saat masih remaja.saat mengamati beberapa foto,santiago tertegun ketika melihat salah satu foto yang tergantung.di sana terdapat gambar sisilia dan juga kakek neneknya.
ada yang mengganjal pada pikirannya saat melihat foto tersebut dan membuat santiago bertanya-tanya dalam hatinya.
__ADS_1
"mengapa wajah sisilia,dan kakek neneknya di beri lingkaran.apa maksud lingkaran di wajah mereka?"
saat ia sedang mengamati begitu banyak foto di ruangan itu,tanpa di sadarinya sisilia sudah berdiri di belakangnya dan mengawasi gerak geriknya.
jantungnya seakan lepas saat ia hendak berbalik ke ruang tamu.
wajahnya berpapasan dengan wajah sisilia.ia tak menyangka sejak tadi sisilia sudah berdiri di belakangnya.
"sisilia,kamu ada di sini?maaf,aku tidak melihatmu."
" mari santiago,aku sudah menyiapkan kue,dan minuman ringan di depan."
mereka lalu kembali ke ruang tamu dan mengobrol.suasana sepi menyelimuti seluruh rumah itu.cahaya lampu kristal yang tergantung di plafon rumah membuat seisi ruangan sangat terang.
"sisilia,sudah berapa lama kau tinggal di sini?mengapa aku belum pernah melihatmu."
dengan berani santiago mempertanyakan keberadaan gadis itu.
"kau benar,aku memang belum lama pindah ke rumah ini.beberapa tahun yang lalu,aku tinggal dan hidup bersama orang tuaku di jerman.dan ini adalah rumah kami yang dulu,saat keluargaku belum pindah ke jerman.aku lahir dan di besarkan di tempat ini jadi,ada banyak kenangan yang tersimpan di rumah tua ini Santiago."
***
dengan cepat ia menunduk ke lantai hendak mengambil potongan kue yang jatuh.alangkah terkejutnya santiago dengan apa yang di lihatnya.
kaki sisilia di penuhi lumpur,dan terdapat banyak luka bakar seperti meleleh.begitu juga dengan betis kakinya.semuanya seperti terbakar dan kedua kakinya tidak menyentuh lantai.
dengan cepat ia mengangkat kepalanya lalu berdiri dan tanpa mengucapkan sepatah katapun,santiago bergegas keluar meninggalkan rumah itu.sisilia mencoba menahannya,namun ia tidak berhasil.
santiago telah sampai di seberang jalan di depan kontrakannya.dan saat ia menengok ke belakang,tak ada lagi cahaya di rumah tua.semuanya gelap mulai dari halaman hingga ke dalam rumah.
tanpa menunda langkahnya lagi,ia langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat.sebentar saja ia masuk ke kamar ayahnya hendak memeriksa apakah tuan albert terbangun,atau tidak.setelah itu ia kembali ke kamar tidurnya,dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke wajahnya. masih terbayang di pikirannya,apa yang baru saja di lihatnya.ia mengeluarkan keringat dingin.
"kaki itu,dan foto-foto di dinding rumah sisilia apa arti dari semua itu,siapa sisilia sebenarnya?aku harus memberitahu andrew tentang ini.siapa tau andrew bisa membantu."
sejenak santiago teringat akan sahabatnya andrew.
__ADS_1
andrew adalah teman kampus santiago.ia merupakan putra seorang pengusaha properti yang kaya raya di kota.meski demikian,sahabatnya itu sangat baik.selain rendah hati,andrew adalah sosok pemuda yang tampan,ramah dan selalu peduli dengan sesamanya.mereka sudah hampir sepuluh tahun bersahabat.dan santiago menganggap andrew bukan lagi sebagi teman,melainkan sudah seperti saudaranya sendiri.
ia berniat untuk menceritakan semua kejadian yang di alaminya bersama gadis yang bernama sisilia.
gadis dengan tingkah aneh,menakutkan,dan di penuhi dengan misteri.
"mengapa sisilia tiba-tiba muncul di tempat ini,dan apa yang di inginkannya?"
pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya.ia terlihat gelisah dan sulit memejamkan mata.
sepertinya gadis yang menyerupai hantu itu memang mengincar santiago.namun belum jelas,apakah dia hantu atau bukan.
santiago semakin tertantang untuk menyelidiki tentang gadis aneh yang menjadi tetangga barunya itu.tapi ia bingung.
"dari mana aku bisa mendapatkan informasi tentang sisilia?apakah aku harus bertanya kepada tetangga di sekitarku?"
kegelisahannya kembali membuatnya berpikir untuk menggali informasi lewat tetangga di sekitar rumahnya.
saat ia tengah berpikir,tiba-tiba terdengar suara telepon rumah berbunyi.
"griiiiing,,,,griiiing,,,!!"
"siapa yang menelepon di tengah malam seperti ini?tidak biasanya ada orang yang menelepon di jam begini.apa mungkin itu amanda dari desa,ataukah pemilik kontrakan ini?"
santiago enggan untuk keluar dari kamarnya.tapi ia juga kuatir,jangan-jangan seseorang meneleponnya untuk memberitahukan kabar penting,atau sesuatu yang darurat.ia tergesa-gesa keluar dari tempat tidurnya dan mengangkat gagang telepon.
"hallo,hallo,selamat malam ada yang bisa aku bantu? dengan siapa di sana,hallo,,,"
tak ada suara dari telepon.sekali lagi santiago bertanya.
"hallo,apa ada orang di sana?dan dengan siapa aku bicara,hallo,,"
lagi-lagi tak ada yang menyahutnya.ia melepas gagang telepon dan memutuskan pembicaraan.baru saja santiago hendak kembali ke dalam kamar,sekali lagi telepon berbunyi dan ia kembali mengangkatnya namun tak ada jawaban apapun.
ia mulai curiga.
__ADS_1
"jangan-jangan...ya, itu pasti sisilia.ia meneror aku lewat telepon rumah.aku yakin ini perbuatan sisilia."
tanpa mempedulikan telepon yang kembali berdering,santiago masuk ke dalam kamarnya lalu memasang walkman.telinganya di beri headset,agar ia tidak lagi terganggu dengan kerasnya bunyi telepon yang berdering.ia kemudian berbaring hingga akhirnya tertidur pulas.