"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
ciuman sang putri


__ADS_3

"perintahkan seluruh pegawai istana,untuk menyiapkan pesta bagi tamu kita ini.jangan ada yang kurang dari semua suguhan di istana.undang seluruh penduduk negeri ini untuk datang ke pesta nanti."


raja Arion memberi perintah kepada seluruh pegawainya.raja sangat bahagia saat mendengar jika santiago adalah pangeran yang di nanti-nantikan negeri pelangi setelah berabad-abad lamanya kerajaan yang memerintah negeri itu tidak di anugerahi seorang putra mahkota untuk menggantikan kekuasaannya.kabahagiaan itu terpancar sangat jelas di raut wajah sang raja.


"suamiku kau begitu bahagia saat ini.dan aku ikut senang mendengar datangnya sang pangeran negeri ini."


"kau benar sayang,aku tak menyangka kalau pemuda itu adalah putra mahkota,dan ia adalah putra adikku almira.ini sungguh di luar dugaan kita "


"pantas saja jika gerbang tapal batas negeri pelangi bisa di buka olehnya.ternyata pemuda itu mewarisi kekuatan yang sama dengan kita.tapi jangan lupa,almira berpesan bahwa kita harus merahasiakan hal ini dari putranya untuk sementara waktu."


sang ratu mengingatkan raja,untuk tidak memberitahu santiago tentang identitas dirinya yang sebenarnya sesuai pesan ibunya,putri almira.


"iya,aku akan mengingatnya sampai saat itu tiba santiago akan kembali ke negeri ini dan menyatu dengan bangsanya sendiri."


***


Di tempat lain,di dalam sebuah kamar yang tertata indah santiago masih terbaring mengistirahatkan dirinya.peristiwa yang belum lama di alaminya,membuat energinya terkuras dan mempengaruhi kondisi kesehatannya.


"mengapa ibuku berteriak dan menangis seperti itu,ada apa dengan ibu sebenarnya?"


ingatan tentang apa yang di lihatnya di alam bawah sadarnya muncul kembali.ia gelisah memikirkan ibunya.


"santiago,selamat untukmu.akhirnya kau mampuh melewati ujian itu."


putri emilly tiba-tiba masuk dan mendekati santiago yang sedang berbaring,lalu duduk di sampingnya.


"terimakasih tuan putri.aku bisa melewati itu semua karena dukungan tuan putri juga."


"mulai sekarang,jangan panggil aku tuan putri.panggil aku emilly."


"tapi tuu..."


belum sempat ia meyelesaikan kata-katanya,jari telunjuk putri emilly menutupi bibirnya.santiago sangat gugup saat jari yang lembut itu menyentuh bibirnya.

__ADS_1


"emilly,ingat hanya emilly.."


putri emilly berbisik lembut di telinganya,desiran darah di dadanya semakin kencang.santiago menahan gejolak rasa yang ada dalam benaknya.


"ya emilly.."


tangan santiago memegang jari telunjuk emilly dan menggenggam tangannya dengan sangat erat.ia menatap mata gadis itu seakan mengisyaratkan perasaannya.keduanya saling beradu pandang hingga tanpa di sadari putri emilly perlahan mendekati santiago yang sedang terbaring dan langsung menghujamkan ciuman di bibir pemuda idamannya itu.


"emilly,jangan lakukan..."


sang putri tidak memberinya kesempatan bicara lagi.ia membungkam mulut santiago dengan ciuman hangat di bibirnya.keduanya terbuai dalam alunan rasa yang tak terkendali.santiago membalas ciuman sang putri dengan penuh perasaan.


"emilly tidak,jangan lakukan ini.bagaimana jika ayahmu tau dan seluruh istana melihat kita seperti ini?"


"aku tak peduli santiago,entah perasaan apa yang ku rasakan terhadapmu sejak awal aku melihatmu.dan aku tidak bisa membendung perasaan itu,aku jatuh hati padamu santiago."


"tapi emilly,"


"santiago,aku tak sanggup menahan ini.peluk aku."


"emilly,aku juga tak mampu membendung apa yang ku rasakan terhadapmu."


dalam buaian asmara mereka,tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


"tuan santiago,"


dengan cepat santiago merapikan pakaiannya yang kusut dan mengatur rambutnya dengan kelima jarinya dan berlari membuka pintu,sementara puteri emilly bersembunyi di balik jendela kamar.


"iya pelayan,ada apa?"


"yang mulia ratu menyuruhku membawakan pakaian ini untukmu.kau di minta bersiap siap karena akan ada pesta di istana sebentar lagi.


"baiklah,terimakasih."

__ADS_1


pelayan itupun pergi meninggalkan santiago dri kamarnya dan emilly mengendap-endap mencari cara untuk keluar dari kamar itu.


"sampai nanti di pesta santiago,berdandanlah yang tampan.aku akan menunggumu di sana."


setelah putri emilly pergi santiago duduk di atas tempat tidurnya merenungkan semua peristiwa yang terjadi padanya.ia sangat bingung mengurai semua kejadian aneh yang menimpa dirinya.


"apa yang terjadi akhir-akhir ini pada diriku?"


mengapa aku diperhadapkan dengan semua kejadian yang sama sekali tidak ku mengerti.aku harus mencari jawaban atas semua ini."


kebingungannya semakin menjadi.berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya.di tambah lagi puteri emilly yang telah berani mendekatinya dan mengutarakan perasaannya dengan mencumbu dirinya.


"bagaimana dengan ayah dan juga andrew,astaga mereka pasti cemas dan mencariku.aku sudah terlalu lama berada di sini.aku tidak ingin ayah kuatir."


dengan bergegas santiago berlari menuju ke ruangan sang raja.


"yang mulia,maafkan aku.aku tidak bisa memenuhi undanganmu untuk ke pesta saat ini.aku harus segera kembali,ayah pasti sangat cemas dan mengkuatirkan aku."


santiago tak memperdulikan siapapun yang ada di ruangan itu.ia menyerobot masuk dan langsung memberitahu raja bahwa ia harus kembali.


"tapi nak,mengapa harus secepat itu.kau baru saja datang ketempat ini dan sekarang kau akan pergi begitu saja santiago.aku telah menyiapkan sebuah pesta untuk menyambut mu di sini, sekaligus sebagai rasa syukur ku karena kau berhasil melewati ujian telaga abadi.aku minta padamu,tetaplah di sini sampai pesta selesai."


ia menatap semua orang yang duduk bersama raja di ruangannya.mereka tersenyum ramah kepada pangeran dua dunia itu.santiago bahkan tidak tau kalau sebenarnya dirinya adalah sosok yang sangat di hormati di negeri pelangi.


"baiklah yang mulia,tapi berjanjilah padaku jika pesta telah usai ijinkan aku kembali ke dunia manusia."


raja mengangguk sambil tersenyum memandangi keponakannya yang tampan itu.


"mata itu,benar-benar mirip seperti mata almira.dan senyuman almira juga sangat tergambar di raut wajahmu santiago."


diam-diam raja Arion mengaggumi santiago.kerinduannya yang sekian lama ia pendam terhadap adiknya putri almira akhirnya terobati hanya dengan menatap wajah dan senyuman santiago.tanpa berlama-lama lagi pemuda itu langsung kembali ke kamarnya,dan mempersiapkan dirinya untuk menghadiri pesta istana pelangi.santiago sangat tampan dan begitu mempesona dengan sebuah jubah yang di kenakannya.ia kelihatan sangat bersahaja dan ketampanannya semakin memikat hati para gadis yang tinggal di negeri bidadari.


kali ini santiago sungguh terlihat seperti seorang pangeran sejati,meskipun ia belum menyadari bahwa ia adalah seorang pangeran dari kerajaan pelangi.

__ADS_1


__ADS_2