"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
janji cinta


__ADS_3

"kita sudah terlalu lama berada di sini.sebaiknya kita kembali sekarang emerald,"


"kau benar santiago.kalau begitu,ayo kita turun sekarang."


emerald kembali menggenggam tangan santiago dengan sangat erat sambil menatap dan tersenyum kepadanya.lesung pipi di wajah emerald membuat santiago mulai merasa tertarik dengan gadis itu.dengan santainya mereka terbang kembali menuju ke negeri pelangi dan turun perlahan di samping istana. baru saja keduanya hendak melangkah memasuki gerbang istana,putri emilly sudah berdiri di hadapan mereka dan menghadang langkah keduanya.


"bagus,kalian meninggalkan pesta tanpa pamit kepada para penjaga dan seenaknya berduaan di angkasa.emerald,siapa yang menyuruhmu membawa santiago pergi bersamamu!"


sepertinya putri raja Arion itu sedang terbakar api cemburu.wajahnya memerah menahan amarah yang tengah bergejolak di dadanya.


"maafkan aku emilly.tapi aku hanya mengajak santiago berjalan-jalan melihat-lihat pemandangan di sekitar tempat ini."


"ya itu benar puteri emilly.lagipula aku juga ingin melihat-lihat keadaan di sekitarnya."


"oh, benarkah begitu?atau kalian memang sengaja ingin berduaan sambil bergandengan tangan seperti tadi,saat kau membawanya terbang bersamamu emerald?"


nada suara puteri emilly semakin tinggi.


"emilly pelankan suaramu."


"siapa kau,berani-beraninya memberiku perintah untuk diam!"


"emilly aku.."


"jangan lupa santiago,kau hanya seorang manusia biasa dan kau tamu di kerajaanku.kau tidak berhak memerintah aku apalagi menyuruhku diam!"


"emilly,kau sudah keterlaluan.apa maksudmu bicara seperti itu di depannya?"


"diam emerald,kau gadis yng tidak tau malu,seenaknya mengajak pergi tamu istana tanpa ijin ayahku ataupun penjaga istana."


perdebatan sengit pun terjadi.emilly yang terbakar cemburu meluapkan amarahnya di depan santiago dan emerald.santiago tidak tahan lagi mendengar emilly yang membentak dirinya dengan kata-kata yang menyindir perasaannya.


"sudah cukup putri emilly.aku tidak tahan mendengar ocehan mu."


pemuda itupun langsung pergi meninggalkan kedua putri yang sedang bertengkar.dengan perasaan hati yang penuh emosi santiago menemui raja Arion dan berpamitan untuk pulang.


"yang mulia,ijinkan aku untuk kembali pulang saat ini juga.ayahku sudah lama menunggu dan masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana."


"santiago,apakah kau benar-benar ingin kembali sekarang,tidakkah kau menunggu sebentar lagi sampai pesta ini selesai?"


"maafkan aku raja,tapi aku harus kembali secepatnya."


"baiklah nak,aku akan meminta beberapa pengawal mengantarmu hingga ke tapal batas negeri ini.bersiap-siaplah santiago."


tanpa menunggu lagi ia segera menuju ke kamar istana dan mengganti pakaiannya.santiago merasa tidak nyaman lagi berada di istana setelah menyaksikan ulah putri emilly yang membuatnya merasa bersalah terhadap emerald.


"santiago,beritahu aku apa yang kalian lakukan di luar sana,kau dan emerald pasti sedang bermesraan kan?kalian pasti baru saja bercinta dan emerald telah menyentuhmu kan?"


santiago diam tak menjawab pertanyaan putri emilly ia sibuk merapikan pakaiannya.


"jawab aku santiago,santiago..!"


tanpa menghiraukan sang putri,ia keluar dari dalam kamarnya dan kembali menghadap sang raja.


"yang mulia aku sudah siap sekarang."

__ADS_1


"baiklah,beberapa penjaga akan mengantarmu ke sana.santiago,bawalah cincin ini anggap saja ini adalah kenang-kenangan dariku.jika suatu hari kau berniat untuk kembali ke tempat ini,maka pintu negeri pelangi akan selalu terbuka lebar untukmu."


raja Arion menyerahkan sebuah kotak hijau berisi cincin yang indah di dalamnya.sang raja tau bahwa cepat atau lambat santiago pasti akan kembali ke negeri pelangi karena ia adalah pangeran negeri itu dan sudah pasti takdir akan membawanya pulang menuju ke tempatnya di dunia para bidadari yang juga adalah kampung halaman ibunya.


"baiklah yang mulia raja,kalau begitu aku pergi dulu."


"hati-hati di jalan santiago,jangan lupa sering-seringlah mengunjungi negeri pelangi."


raja dan seluruh penghuni istana mengantar kepergian santiago menuju ke gerbang istana.beberapa penjaga telah siap dan menunggunya di gerbang.santiago kemudian berpamitan kepada sang ratu sementara emilly yang berdiri di samping ibunya terlihat sangat sedih dengan kepergian pujaannya itu.santiago tidak melontarkan sepatah katapun terhadapnya.ia hanya sekilas menatap sang putri lalu pergi menuju ke gerbang di mana sebuah kereta awan dan para pengawal sudah menunggunya.


"baiklah semuanya,kalau begitu aku pamit pergi sekarang sampai jumpa nanti."


dengan penuh rasa haru ia naik ke atas kereta dan melambaikan tangannya.emilly tertunduk sedih melihat kepergian santiago yang sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun kepadanya.perlahan kereta awan putih naik ke angkasa semakin lama semakin tinggi dan hampir tak terlihat lagi.para bidadari melambaikan tangan mereka dan mengucapkan selamat tinggal kepada calon pangeran itu.


***


beberapa saat kemudian,kereta telah sampai di hutan terlarang tempat di mana santiago pertama kalinya menginjakan kakinya di negeri itu.ia turun dari atas kereta dan mengucapkan terima kasih kepada tiga orang pengawal istana yang mengantarkannya menuju perbatasan.sementara mereka bicara,tiba-tiba sekelompok burung gagak dengan jumblah yang tidak sedikit terbang berkerumun mengitari mereka.


"pengawal ada apa ini,mengapa ada banyak sekali burung gagak di tempat ini?"


"berhati-hatilah tuan muda.ini pertanda buruk sepertinya burung-burung gagak ini sedang membawa tuan mereka ke tempat ini."


"apa maksudmu?"


"ada seseorang yang sedang mencoba menghadang perjalananmu tuan muda.tapi jangan kuatir,kita akan mengatasinya bersama."


"ya aku mengerti sekarang ini pasti ulah aurora ratu negri kabut."


"kau benar tuan muda.ratu aurora ada di sekitar kita dan ia sedang mengincar dirimu."


"hahahaha,,,akhirnya kau kembali lagi ke tempat ini Santiago."


seketika kabut hitam lenyap dan cuaca di sekitarnya kembali berubah terang.


"aurora,kau lagi.mengapa kau menghalangi jalanku?"


"oh,jadi kau masih mengingatku dengan sangat baik.aku pikir kau telah lupa padaku dan juga makanan yang kau tinggalkan di atas meja dan kau pergi melarikan diri dari istanaku saat itu."


"tentu saja tidak aurora."


"bagus,kalau begitu ikutlah kembali bersamaku dan kita habiskan santapan kita bersama."


"tidak,tuan muda harus pergi sekarang dan kau tidak akan membawanya ke mana-mana!"


salah seorang penjaga istana pelangi menghalau aurora dengan lantang.


"hei,jangan pernah mencoba menghalangiku pengawal bodoh.kalian tau persis seperti apa diriku bukan,aku takkan pernah mundur sebelum ku dapatkan apa yang aku inginkan."


"sudah cukup aurora.jangan menghalangi jalanku.aku harus segera kembali ke duniaku sekarang."


"tapi tidak tanpa memenuhi permintaanku lebih dulu!"


santiago semakin geram di buatnya.


"sudah ku tegaskan padamu,aku tidak akan kemana-mana lagi ataupun ikut bersamamu ke lembah kabut.aku bangsa manusia tidak akan mungkin menyentuh ataupun menelan makanan aneh milikmu!"

__ADS_1


aurora menjadi sangat marah mendengar ucapan santiago.dengan segera ia menyemburkan asap hitam tebal dari dalam mulutnya dan menyemburkannya ke arah santiago dan para pengawalnya.mereka mundur beberapa langkah dan secepat kilat ketiga penjaga itu menenteng santiago dan mengangkatnya terbang ke udara menghindari semburan asap hitam beracun yang keluar dari dalam mulut aurora.


"hampir saja kita terkena semburan asap beracun itu."


"tuan muda,ayo cepat kau harus segera berlari menuju ke gerbang tapal batas itu.kami bertiga akan mengalihkan perhatian ratu aurora."


sementara mereka bertarung menyelamatkan santiago dari Aurora tiba-tiba muncul angin kencang yang berputar menyapu hutan terlarang beberapa pohon tumbang karenanya.dan gumpalan asap hitam yang di buat aurora lenyap seketika.betapa terkejutnya mereka saat melihat ke arah angin ****** beliung itu.tampak seorang gadis berdiri di atas pusaran angin.


"lihat,itu tuan putri emerald!"


aurora ikut melihat kedatangan emerald.


"sial,jadi emerald juga ingin ikut campur dalam urusanku?"


putri emerald turun dan mendekati santiago.aurora bertambah murka melihatnya datang dan mencoba menyelamatkan mangsanya itu.


"hentikan aurora.kau tidak boleh memaksakan kehendak mu terhadap pemuda ini.biarkan dia pergi sekarang"


aurora pun mengurungkan niatnya.ia tau betul ia tidak akan menang melawan emerald.perlahan ia mundur dan pergi menghilang tanpa jejak bersama burung-burung gagak temannya.setelah aurora pergi,emerald menyuruh ketiga pengawal itu kembali ke istana.


"kalian bisa pergi sekarang.biarkan aku yang mengantarkan santiago hingga ke gerbang tapal batas negeri ini."


ketiga pengawal itu langsung pergi meninggalkan emerald dan Santiago yang masih berdiri di tempat itu sambil tersenyum.


"emerald, terimakasih kau sudah menyelamatkanku dari aurora."


santiago menjabat tangan gadis itu dan mencium dahinya.wajah cantik emerald memerah menahan rasa malu dan salah tingkah di depan santiago.


"kalau begitu,mari ku antarkan kau menuju ke gerbang itu."


"tunggu emerald,ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu."


"apalagi santiago?"


tanpa bicara lagi santiago mendekap tubuh emerald dengan sangat mesra lalu berbisik di telinga gadis itu.


"aku jatuh cinta padamu putri emerald,maukah kau menjadi kekasihku?"


betapa terkejutnya putri emerald mendengar ucapan yang keluar dari bibir santiago.ia tak menyangka jika santiago memiliki perasaan yang sama dengan apa yang di rasakannya.


"benarkah itu santiago,apa kau sedang tidak bercanda?"


"benar emerald.aku memang jatuh hati padamu.kau gadis yang baik dan aku menyukaimu."


alangkah bahagianya sang putri mendengar ucapan manis santiago.ia pun langsung mendekap santiago dengan sangat erat seakan tak rela melepaskan pemuda impiannya itu kembali ke dunianya.santiago terbawa dalam perasaan yang sangat dalam terhadap putri emerald.ia membalas dekapan hangat emerald dengan sebuah ciuman di bibirnya.emerald pun tidak menolak ciuman itu.ia menikmati setiap sentuhan lembut santiago di tubuhnya.


bibir indah emerald merekah seperti sekuntum mawar.santiago ********** dengan lembut berkali-kali,seakan sengaja hendak membuat sang putri untuk tidak mudah melupakan ciuman itu."


"emerald,berjanjilah padaku kau akan menungguku.suatu hari nanti aku akan kembali ke tempat ini dan hidup bersamamu."


"iya santiago,dan berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah mengkhianati ku,dan hanya akan ada aku di hatimu."


di tengah hutan belantara dua insan beda dunia itupun saling mengucapkan janji.hingga akhirnya tiba bagi santiago untuk keluar dari gerbang negeri pelangi.tangan emerald menggenggam erat jemari santiago.seakan tak kuasa melepaskan kepergian kekasihnya itu.perlahan santiago melepas tangan emerald darinya,lalu ia pun segera keluar menuju gerbang tapal batas.setelah santiago keluar,gerbang itupun kembali tertutup rapat dan taakan pernah bisa di buka lagi.


'

__ADS_1


__ADS_2