"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
tetangga misterius 2


__ADS_3

Dalam hidupnya,baru kali ini santiago mengalami peristiwa aneh seperti semalam.antara percaya dan tidak percaya,antara kenyataan dan sebuah halusinasi,namun ia benar-benar mengalami dan merasakannya.


apa yang terjadi padanya semakin mendorong rasa ingin tau akan kenyataan yang sebenarnya tentang apa yang di lihatnya.matahari pagi mengintip dari sela-sela jendela kamar.suara klakson mobil yang melintas di depan rumah mulai terdengar riuh.santiago membuka matanya.


ia masih mengantuk,dan berniat untuk tidur lagi.namun ia berpikir ada hal penting yang harus ia lakukan hari ini jadi,ia memutuskan untuk segera bagun.


kegiatan di kampus seminggu lagi baru akan di mulai.hari ini santiago berniat untuk membersihkan pekarangan rumahnya bersama tuan albert.setelah mandi,ia pergi ke dapur menemui ayahnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"selamat pagi ayah,apa kabar ayah hari ini?ayah terlihat lebih segar dan wajah ayah nampak berseri.aku senang melihat ayahku seperti ini."


santiago menggoda ayahnya.


"kau benar santiago,pikiran ayah memang sedikit lebih tenang berada di sini bersamamu nak,dari pada ayah harus tinggal bersama orang-orang sombong dan egois seperti amanda,dan anaknya."


"sudahlah ayah,jangan pikirkan itu lagi.sebaiknya sekarang kita cicipi masakan ayah yang baunya tercium harum di hidungku.dan aku tau,ayahku adalah petani sekaligus koki yang hebat."


sambil bercanda,di barengi gelak tawa,mereka duduk di meja makan dan mencicipi masakan tuan albert yang lezat.


ayah santiago adalah tipe pria yang sangat baik.sejak kecil ia selalu memanjakan putra semata wayangnya itu dengan memberinya perhatian lebih.apalagi ketika santiago di tinggal pergi ibunya saat ia masih berusia tujuh tahun.


sejak saat itulah tuan albert harus menjadi orang tua tunggal untuk anaknya sebelum ia menikahi wanita egois yang bernama amanda .pria ini terbiasa dengan memasak karena ia harus selalu menyediakan makanan untuk putranya.tuan albert tidak ingin anaknya kehilangan kasih sayang sedikitpun darinya.ia melakukannya selama bertahun-tahun,sampai santiago dewasa.meski kehilangan sosok ibu dalam hidupnya,namun santiago merasa ia tidak pernah kehilangan kasih sayang ibunya karena ayahnya telah menjadi ayah,sekaligus ibu yang luar biasa untuknya.demikianlah caranya tuan albert membesarkan santiago.baginya,putranya adalah satu-satunya harta yang paling berharga di kehidupannya.meski demikian,santiago tidak menyalahgunakan kasih sayang ayahnya.


ia tumbuh menjadi seorang pemuda tampan,rendah hati,dan sederhana meskipun orang tuanya berasal dari latar belakang orang terkaya di desa,dengan lahan perkebunan teh terbesar di wilayah itu.


"makanlah yang banyak santiago.semua ini ayah siapkan untukmu."


tuan albert bahagia melihat putranya menghabiskan soup yang di masaknya dengan begitu lahap,hingga santiago berkeringat.


"sudah ayah,terimakasih tapi aku sudah sangat kenyang.soup buatan ayah begitu lezat."


sambil tertawa lebar,tuan albert tersanjung mendengar pujian putranya.setelah selesai,santiago ingat untuk menelepon sahabatnya andrew.

__ADS_1


dengan cepat ia segera menghubungi temannya itu. ia meminta andrew untuk segera datang ke tempatnya.


mentari bersinar begitu cerah.sambil menunggu andrew datang,ia melakukan pekerjaannya di luar.membersihkan garasi mobil,dan juga pekarangan rumah.saatmenyiram beberapa pot mawar kesayangannya,mata santiago tertuju ke arah rumah tua yang ada di seberang jalan.


dari depan terlihat dinding rumah itu sudah megelupas.dan warna catnya sebagian telah pudar.sementara halaman rumah di tumbuhi rumput dan banyak semak diantara pohon pohon rimbun yang ikut tumbuh di halaman depan da samping rumah.


"apa mungkin rumah tua ini masih di huni seseorang?dan sedang apa gadis itu sekarang?"


santiago mengamati rumah itu,ia ingin tau apa saja yang di lakukan tetangganya di siang hari.semakin lama ia melihat ke arah rumah itu,ia semakin penasaran.tak ada tanda-tanda apapun di sana.dan tak ada sesuatu yang dapat membuatnya yakin bahwa rumah itu berpenghuni.karena tidak ada gerakan apapun yang di lihatnya.yang ada hanya beberapa ekor anjing milik tetangga yang lain,sedang bermain-main di sekitar halaman.rasa ingin tau santiago semakin besar.ia berniat untuk mendekati rumah itu lagi dan mencoba untuk menyelinap di antara pepohonan dan ilalang yang tumbuh tinggi di sekitarnya,untuk memastikan keberadaan sisilia di sana.namun,baru saja ia hendak menyeberang ke jalan,tiba-tiba sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depan kontrakannya.


"hai kawan apa kabar?wah,ternyata kau sebegitu rajinnya santiago?baru kali ini aku melihat kau memegang sapu di tanganmu."


sambil tertawa terbahak-bahak,


ia menghentikan mobilnya dan langsung menyapa kawan lamanya itu.tuan albert juga ikut menyambut kehadiran andrew.


"hallo nak andrew,bagaimana kabarmu?"


"aku baik paman,paman apa kabar?"


"santiago,kapan kau dan ayahmu kembali ke rumah ini?"


andrew bertanya sambil menyeka keringat yang keluar dari tubuhnya.


"aku dan ayah baru datang kemarin.lau,bagaimana denganmu apa saja yang kau lakukan selama masa libur kampus?"


"aku di rumah saja menemani kakek bermain golf,dan merawat anjing peliharaanku."


selama beberapa bulan tak bertemu,pasangan sahabat itu saling bertukar banyak cerita.tuan albert membiarkan mereka mengobrol dengan seru. ia masuk ke dalam rumah menyiapkan sesuatu untuk andrew yang baru saja sampai di tempat itu.


"lalu,apa tujuanmu memintaku datang kesini go?coba ceritakan padaku perihal peristiwa semalam yang kau alami."

__ADS_1


santiago pun mulai mengisahkan tentang peristiwa yang di alaminya semalam bersama tetangganya sisilia.andrew terkejut mendengar cerita temannya.


"apa itu benar go,lalu di mana gadis itu sekarang?apa dia ada di rumahnya?"


andrew mulai bertanya,untuk memastikan kebenaran cerita santiago.


"untuk itulah aku mengundangmu kemari.aku ingin kau membantuku memecahkan misteri gadis di rumah tua itu.kau lihat ke depan,di seberang jalan itulah rumah sisilia dan dia tinggal di situ.tapi sejak aku bangun,aku belum melihatnya sama sekali."


dengan yakin santiago menunjukan rumah tua di seberang jalan yang berhadapan dengan tempat tinggalnya.


"hei bro,aku memang percaya bahwa hantu itu ada.dan mereka adalah mahkluk yang tidak kasat mata.tapi kalau memang gadis itu mengajakmu ke rumahnya,lalu kau di suguhkan makanan,dan juga minuman,itu artinya sisilia bukan hantu."


santiago berpikir sejenak.


"masuk akal juga kata-kata andrew.apa mungkin hantu melayani tamunya dengan makanan dan minuman?"


andrew dan santiago kemudian menyusun rencana tentang bagaimana caranya mereka menyelidiki tentang gadis bergaun merah yang tinggal di rumah tua.sambil berbicara,andrew membuang pandangannya ke rumah itu.ia memperhatikan hunian itu dengan seksama.


"tunggu dulu go.coba kau perhatikan rumah sisilia baik baik. apa kau yakin jika rumah tersebut masih di huni seseorang,dan apa kau yakin jika rumah yang sudah seperti itu,masih ada orang yang ingin tinggal di sana?


lihat,diding rumah yang mengelupas dan warna catnya pun telah pudar.lalu,dinding itu di tumbuhi lumut hingga kelihatan menghitam dari luar.kau percaya,gadis itu tinggal di sana?aku pikir itu tidak mungkin.taakan ada orang yang mau tinggal di rumah yang juga telah di tumbuhi ilalang dan pohon besar yang menutupi rumah.jika benar ada, mungkin ia adalah seorang penyihir karena,penyihir lebih suka tinggal d rumah tua yang di tutupi pohon lebat dan ilalang."


santiago memikirkan perkataan andrew.bisa jadi apa yang di katakan nya itu memang benar.masuk akal juga,


"mungkin kau benar ndrew.bagaimana jika kita ke sana,dan memastikannya.kita lihat apakah di rumah itu ada orang atau tidak?"


dengan niat dan rasa penasaran,santiago mengajak andrew untuk melihat langsung ke tempat itu.andrew pun setuju dan mereka lalu menyebrangi jalan menuju ke rumah gadis itu.hari masih siang,dan tak ada rasa takut sedikitpun pada kedua pemuda itu.mereka mengelilingi rumah di antara ilalang dan di bawah pepohonan yang tumbuh di halaman.


"santiago,coba lihat kemari."


terdengar suara andrew memanggil.dengan cepat santiago menyusul andrew ke tempatnya di belakang rumah.

__ADS_1


"lihat baik-baik jendela ini.beberapa kaca jendela ini sudah hancur dan pecah semua.sepertinya rumah ini sudah lama di tinggalkan.dan mungkin sudah bertahun tahun lamanya."


santiago heran melihat jendela yang hampir semuanya bolong.ia mencoba menarik salah satu dari jendela itu.ternyata ada jendela yang tidak terkunci.dengan keras ia menariknya,hingga akhirnya jendela pun berhasil di buka.


__ADS_2