
"ndrew, ternyata jendela ini bisa di buka."
andrew menghampiri santiago.
"bagaimana kalau kita masuk saja ke dalam.aku juga sangat penasaran,sebenarnya ada apa di dalam rumah ini,aku ingin tau."
mereka berdua sepakat untuk menyusup masuk melalui jendela yang berhasil di buka santiago.keduanya sangat ingin mencari tau,apa yang ada di dalam rumah itu.santiago dan andrew benar-benar penasaran dengan misteri tentang rumah sisilia.
saat ini,mereka sudah ada di dalam.lantai dari marmer menguning kecoklatan pertanda kalau rumah tersebut tidak pernah di bersihkan.mereka terus masuk kedalam beberapa ruangan.dan ruangan-ruangan itu telah di penuhi dengan sarang laba- laba.
setiap ruangan memiliki ukuran yang cukup luas.mulai dari ruang tamu dan juga ruangan lainnya.terdapat banyak barang di dalamnya yang telah di tutupi plastik dan juga kain.mungkin pemiliknya sengaja menutupi barang-barang tersebut agar tidak terkena debu dan rusak.
"ndrew,tidak mungkin seperti ini.semalam sisilia mengajakku masuk ke dalam sini.dan keadaannya jauh berbeda.bukan seperti ini ndrew,semua barang tertata rapi di setiap ruangan,dan sangat bersih.ini ruangan yang sama saat ia mengajaku masuk ke sini.tapi mengapa sekarang keadaannya sudah sangat jauh berbeda?"
andrew mendekati sahabatnya dan berbisik perlahan di telinganya.
"kau benar,sisilia itu bukan manusia tapi hantu yang mendiami rumah ini.dan apa yang kau lihat semalam,itu semua hanya sebuah ilusi go.sekarang kau sudah lihat semuanya kan,seperti inilah yang sesungguhnya suasana di rumah sisilia,tidak sama dengan apa yang kau lihat semalam saat sisilia membawamu kemari."
tak ada yang menyangka jika ternyata suasana di dalam rumah sisilia akan seperti ini.penuh debu dan sampah kertas yang berserakan di mana-mana.belum lagi sarang laba-laba,dan kecoak yang menyelinap masuk ke dalam beberapa lemari tua yang berdiri di dalam ruangan.semuanya sangat kotor dan bau debu.santiago tercengang di buatnya.ia bingung membayangkan peristiwa semalam saat ia datang dan masuk,bahkan duduk bersama sisilia di ruang tamu yang mewah,penuh barang-barang antik yang sangat unik.tapi sekarang semuanya bertolak belakang.
"apa yang terjadi dengan rumah ini?"
andrew mengajaknya melihat-lihat ke tempat lain.
"ndrew,tunggu sebentar coba lihat ini."
beberapa lukisan dan foto tua tergantung di dinding.
"ini foto yang kulihat semalam.dan posisinya masih sama.tidak ada yang berubah. coba perhatikan foto-foto ini ndrew."
__ADS_1
andrew melihat ke arah foto yang terpampang rapi di dinding.ada beberapa gambar di sana.sebuah foto keluarga lengkap terlihat sangat berbeda dari foto yang lain.seorang gadis berambut ikal panjang berdiri di tengah dan gadis itu berusia mungkin sekitar 17 tahun.ia di apit oleh kakek dan neneknya dan juga beberapa orang terlihat di gambar itu.
"jadi,inikah gadis yang bernama sisilia itu?lumayan,dia sangat cantik dan di foto ini ia terlihat masih remaja."
andrew menatap foto itu dengan seksama.
"tapi ada lingkaran pada wajah ketiga orang ini.kakek nenek,dan juga gadis itu."apa arti lingkaran itu?"
***
saat andrew tengah mengamati foto,santiago berjalan ke ruangan yang bersebelahan dengan dapur.sepertinya itu gudang untuk menyimpan barang-barang bekas.santiago melangkah perlahan.ia membuka beberapa barang yang tertutup kain putih tapi warnanya telah berubah kekuningan.rupanya sebuah lukisan lama bergambar seorang pemuda tampan.mungkin itu saudara sisilia.
sekali lagi ia di buat penasaran dengan sesuatu yang terbungkus rapi di sudut gudang.
"benda apa itu,mengapa bentuknya seperti patung?"
"andrew,jadi itu kau?kau mengagetkanku saja.kau hampir membuat jantungku lepas."
tawa andrew memecahkan kesunyian di dalam rumah itu.
"jadi kau mengira aku adalah gadis bergaun merah itu? ha-ha-ha,,,"
santiago menarik nafas dalam-dalam.jantungnya berdebar kencang ketika andrew menahan bahunya tadi.saat mereka sedang asyik bercanda tiba-tiba berhembus angin yang datangnya entah dari mana,lalu meniup kain yang menutupi benda yang ada di sudut gudang.kain itupun lepas dan terbang ke arah mereka.
"santiago,coba lihat itu."
dengan wajah tegang,andrew mengarahkan jari telunjuknya ke sudut gudang yang gelap.
"apa itu ndrew,,?"
__ADS_1
"go,itu seperti sebuah patung.tapi aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.di sana sangat gelap dan ruangan ini tertutup rapat tanpa jendela,atau fentilasi udara di sekitarnya."
dengan cepat santiago menghidupkan saklar lampu yang ada di dinding gudang itu.tapi ternyata lampu tidak menyala.mungkin tak ada aliran listrik yang masuk karena sudah di biarkan terlalu lama.
"bagaimana go,apa bisa di hidupkan?"
"tidak,lampu ini tidak bisa di nyalakan lagi andrew.bagaimana kalau kita keluar saja dari sini.lagipula tempat ini sangat pengap.aku gerah dan kepanasan berada di sini."
akhirnya santiago tak tahan lagi.ia segera mengajak andrew untuk pulang dan kembali ke rumah. mereka pun keluar melalui jendela yang terbuka,lalu dengan langkah cepat keduanya menuju ke rumah kontrakan.
"andrew,santiago,kalian dari mana saja?mengapa berkeringat dan baju kalian kotor seperti ini?"
ternyata tuan albert sudah berdiri di depan pagar menunggu kedua pemuda itu pulang.
mereka di buat salah tingkah,saat tuan albert bertanya tentang keringat dan baju mereka yang sangat kotor penuh gumpalan debu yang melekat bersama keringat.
"eeh ayah,tadi aku dan andrew sedang lari pagi,dan tiba-tiba mobil seseorang mogok,jadi kami berdua membantu mendorong mobil itu ayah.iya kan,ndrew?"
"ohh hehehe,,,iya paman itu benar.tadi kami mendorong mobil mogok.ya,mobil mogok"
sambil menyembunyikan tawanya,andrew melihat ke arah santiago.santiago pun membalasnya dengan mata melotot.mereka terlihat lucu saat mencoba untuk berbohong.
"oh,mobil mogok di belakang rumah tua itu,apa ada mobil di sana santiago?"
akhirnya tawa andrew pun pecah saat itu juga.ia tak tahan melihat tingkah santiago yang tidak bisa berbohong di depan ayahnya.tuan albert juga ikut tertawa lebar melihat tingkah kedua anak muda yang berdiri di depannya.
"apa kalian tau,sejak tadi,aku sudah memperhatikan gerak-gerik kalian saat kalian sedang mengendap-endap seperti pencuri,dan masuk ke dalam rumah tua itu."
andrew dan santiago akhirnya tak bisa berbohong lagi.dengan wajah memerah karena malu,mereka menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada ayah santiago.tuan albert pun terkejut mendengar cerita kedua pemuda itu.ia lalu menyuruh keduanya mandi.andrew mengeluarkan ransel dari dalam mobilnya yang berisi pakaian dan juga beberapa barang yang di bawanya dari rumah.kemudian mereka masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri.
__ADS_1