
"hari ini,untuk yang pertama kalinya negeri ini di datangi bangsa manusia.aku tidak bermaksud membuatmu tersinggung,tapi kami kaum bidadari benar-benar melarang siapapun datang dan memasuki negeri kami.maafkan aku santiago,tapi aku harus memberitahu yang mulia raja tentang kedatanganmu.jika tidak yang mulia akan sangat murka dan menghukum kami."
"aku mengerti maksudmu tuan fredrik.jika tuan berkenan maka,bawalah aku ikut bersamamu ke istana untuk menemui raja."
santiago berniat untuk ikut ke istana.ia sengaja karena ia ingin tau seperti apa istana pelangi yang sering di bicarakan dan di ceritakan violla padanya.
"tentu saja,alangkah baiknya seperti itu.aku setuju.aku akan membawamu menghadap raja.agar yang mulia mendengar langsung dari mulutmu mengapa kau bisa masuk ke negeri pelangi."
santiago memantapkan keinginannya untuk bertemu penguasa negeri itu.dengan di temani panglima raja,ia bersiap-siap untuk menuju ke istana pelangi yang ada di balik awan putih.
"baiklah,sebaiknya kita berangkat sekarang.violla,liliany ayo ikutlah dengan kami.aku sengaja membawa violla agar ia bisa menjadi saksi di depan raja."
fredrik mengajak istri dan juga putrinya untuk ikut berasama.merekapun segera berangkat dengan mengendarai kereta awan putih.santiago kagum melihat kendaraan yang di pakai untuk menuju ke istana pelangi.sebuah kereta dari awan,dengan dua kuda pegasus di depannya menarik kereta tersebut.
"aku sempat berpikir,bahwa ini semua hanyalah dongeng belaka.kuda pegasus,kereta awan,dan juga dunia bidadari ternyata benar-benar ada dan ini sangat nyata."
"dunia kami memang hanya seperti sebuah ilusi bagi sebagian orang yang tidak percaya akan keberadaan kami.tapi sesungguhnya,kami benar-benar ada santiago.dan kami hidup terpisah dari alam,dan dunia kalian.hanya sebagian orang yang dapat melihat kami dan orang-orang itu adalah,mereka yang memiliki kemurnian jiwa dalam dirinya.termasuk kau,kaulah manusia pertama yang datang ke tempat ini.dan aku sungguh tak pernah menduganya."
"ya tuan,dan ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya di mana saya bisa duduk di atas kereta ini,di samping anda yang adalah seorang panglima perang negeri pelangi.aku berterimakasih untuk ini semua."
fredrik tersenyum menatap santiago yang menyanjungnya.dalam hati fredrik ia juga merasakan hal yang sama,ketika untuk yang pertama kalinya ia melihat mahkluk yang bernama manusia datang ke dunianya.
***
perlahan kereta mulai turun ke bawah dan berhenti di gerbang sebuah bangunan yang sangat besar dan megah dengan menara yang menjulang tinggi melewati awan-awan.
betapa takjubnya santiago saat ia melihat apa yang ada di depan matanya.
"selamat datang di istana pelangi ago,"
__ADS_1
violla memberinya ucapan selamat datang.sebuah istana megah dengan dinding menyerupai kristal yang berkilauan indah,dan istana itu di tudung pelangi dengan warna-warna yang sangat mempesona.halaman istana penuh dengan hamparan bunga yang harum semerbak wanginya.santiago sungguh terkagum kagum melihat semua keajaiban yang ada di istana.beberapa patung raksasa yang menyerupai malaikat menghiasi halaman istana.semuanya serba putih.tampak penjaga dan pengawal istana pelangi mondar mandir di sekitarnya.mereka memakai pakaian yang sama dengan yang di kenakan fredrik dengan dua sayap seperti burung di belakangnya.
para penjaga terkejut melihat sosok santiago yang sangat berbeda.mereka saling bertatapan satu dengan yang lainnya.
"beritahu yang mulia raja Arion aku ingin bertemu,untuk sebuah urusan yang sangat penting."
fredrik menghampiri salah seorang pengawal dan menyampaikan maksud kedatangan mereka.penjaga itupun pergi memberitahu raja.tak lama kemudian, pengawal itu segera kembali dan mengijinkan ketiganya masuk ke dalam istana menuju ruangan sang raja.
perasaan terkesima menyelimuti santiago.batu-batu permata langka terlihat berkilauan pada dinding-dinding istana menuju ke ruangan raja.
"fredrik apa gerangan yang membawamu kembali lagi ke istana?"
raja melihat kedatangan mereka dan langsung menyapa dari atas singgasananya.
seorang pria yang bertubuh tinggi kekar, dengan kulit bening,dan janggut putih, mengenakan mahkota mulia di atas kepalanya,dengan kain sutra indah membungkus seluruh tubuhnya berdiri di atas singgasana dengan segala ke agungannya.dialah raja penguasa negeri pelangi raja Arion.matanya yng biru bercahaya memancarkan aura keperkasaannya ,dan juga kekuasaannya sebagai seorang raja.
"hormat kami kepada yang mulia raja."
"aku terima hormat kalian.tunggu dulu,siapa orang ini dan dari mana ia berasal?mengapa ada mahkluk asing di sini?"
raja Arion tercengang melihat santiago yang berdiri di antara yang lainnya.
"maafkan aku yang mulia,untuk itulah aku datang kemari untuk memberitahu yang mulia tentang tamu kita yang datang tanpa sengaja ke negeri ini."
"apa maksudmu fredrik?"
panglima kerajaan itupun menceritakan kepada raja tentang bagaimana santiago sampai ke negeri pelangi.raja pun terkejut mendengarnya.di saksikan oleh violla dan yang lainnya,raja mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemuda yang berdiri di hadapannya itu.
"anak muda,benarkah kau berasal dari dunia manusia?dan bagaimana kau bisa sampai ke tempat ini?"
__ADS_1
"benar yang mulia raja,aku memang berasal dari dunia manusia,dan aku seorang manusia.aku bisa sampai kemari karena aku tersesat yang mulia"
"tapi bagaimana mungkin kau bisa masuk dan menembus gerbang pembatas antara duniamu dan juga duniaku?
santiago bingung,entah apa yang harus di katakan nya untuk menjawab pertanyaan raja negri itu.
"aku juga bingung yang mulia,entah bagaimana caranya aku bisa masuk melalui gerbang itu.aku hanya melihat tebing batu itu tiba-tiba terbuka dan aku merasa ingin tau ada apa di dalam dinding tebing itu lalu aku masuk dan akhirnya sampai ke tempat ini."
raja mendengarkan dengan seksama setiap penjelasan yang di sampaikan santiago.
"manusia,apa kau tau kami kaum bidadari dan juga kalian bangsa manusia hidup di dua alam yang berbeda.perilaku dan kehidupan kami sangat bertolak belakang dengan kalian para manusia.untuk itulah kita tidak bisa hidup dalam satu dunia yang sama.dan kami bangsa bidadari tidak di ijinkan membawa manusia ke negeri kami,karena nenek moyang kami pernah bersumpah,jika itu sampai terjadi,maka pertanda malapetaka besar akan datang ke negeri ini."
dengan raut wajah risau raja Arion memberitahu santiago tentang sebuah pantangan yang tidak boleh di langgar oleh seluruh penghuni negri itu.
"maafkan aku yang mulia,tapi sungguh kedatanganku kemari sama sekali tidak bermaksud apa-apa,apa lagi untuk membuat kekacauan ataupun mendatangkan bencana bagi kaum bidadari."
"ya aku percaya itu anak muda.kau pasti memiliki sebuah kemurnian hati hingga kau bisa memasuki negeriku.dan aku ingin menguji dirimu dengan membawamu ke sabuah telaga abadi.di mana di tempat itu, aku bisa melihat apakah kau akan membawa bencana bagi negeriku atau tidak.di sana jiwa para leluhur kami akan menunjukan siapa dan bagaimana dirimu yang sesungguhnya."
"baiklah yang mulia,aku bersedia untuk di uji di telaga abadi"
semua yang hadir di dalam istana saling berpandangan satu dengan yang lain.
"santiago,apa kau tau konsekuensinya dan juga resiko yang akan kau terima dari telaga abadi itu?"
fredrik menatap santiago dengan tatapan yang penuh keraguan dan kekuatiran di hatinya.
"sampai sejauh ini aku belum tau persis apa yang akan terjadi tuan.tapi apapun keinginan raja akan aku penuhi demi untuk membuktikan sebuah kebenaran."
"santiago ketahuilah bahwa telaga abadi adalah tempat berdiamnya para jiwa-jiwa leluhur bangsa bidadari.kau akan berendam di tempat itu,dan air telaga akan naik menutupi seluruh tubuhmu bahkan mungkin bisa menenggelamkan mu jika kedapatan kau berbohong,dan jiwamu tidak dalam keadaan murni.dan kemungkinan terbesar adalah,kau tidak akan pernah kembali lagi ke duniamu.kau akan di kurung selamanya di dalam telaga abadi."
__ADS_1
dari nada suaranya, frederick terdengar begitu merisaukan santiago.ia memberitahu pemuda itu tentang apa yang akan terjadi di telaga abadi nanti. dan sang raja pun mengangguk pertanda membenarkan cerita fredrick.semua orang yang ada di ruangan raja terlihat risau dengan keputusan yang di buat raja dan di setujui santiago.termasuk violla,ia kelihatan sangat cemas dan wajahnya sedih melihat ke arah sahabatnya itu.