"NEGERI DI BALIK PELANGI"

"NEGERI DI BALIK PELANGI"
perjalanan ke villa


__ADS_3

sementara mereka bercakap-cakap di ruang makan,sayup terdengar lagi suara seseorang sedang menangis.ketiganya saling bertatapan.


"ayah,apa ayah dengar itu?ada seseorang sedang menangis.


dengan cepat mereka berdiri meninggalkan meja makan,dan langsung ke ruang keluarga melihat ke arah TV yang sedang menyala dan santiago pun langsung mematikannya


"hidupkan lampu halaman dan juga teras.biarkan semua ruangan terang.jangan sampai ada yang gelap."


tuan albert segera memberi aba-aba.santiago mengunci semua pintu rapat-rapat,sementara andrew memeriksa semua jendela ruangan apakah sudah terkunci rapat.


mereka bertiga duduk di ruang keluarga menunggu suara itu muncul kembali.


setelah beberapa jam menunggu,suara tangisan tak terdengar lagi dan tuan albert sudah tertidur pulas di sofa.santiago membangunkan ayahnya,


"ayah,sebaiknya ayah pindah ke kamar ayah.ini sudah hampir larut malam silahkan ayah,"


dengan mata setengah terpejam tuan albert bangun.andrew membantu ayah santiago memapahnya menuju ke kamar.


"paman beristirahatlah,aku dan santiago akan berjaga- jaga malam ini."


"baiklah kalau begitu nak,berhati-hatilah selamat malam."


malam kian larut tak ada tanda-tanda apapun di luar.sesekali andrew mengintip dari jendela untuk memastikan keadaan di sekitarnya.sementara santiago membaringkan diri di sofa.


"sepertinya tak ada tanda apa-apa tentang sisilia go.aku harap malam ini semuanya akan baik-baik saja karena aku ingin tidur lelap malam ini."


"kalau begitu,mari kita istirahat"


keduanya langsung masuk ke kamar mereka masing-masing dan beristirahat.suasana malam itu sangat tenang.hanya dengkuran tuan albert yang terdengar dari kamarnya.


***

__ADS_1


hari telah pagi,semua orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.andrew sedang berolah raga di halaman depan dengan menggerakan anggota tubuhnya.tuan albert sibuk di dapur,dan santiago sedang membersihkan rumah.terdengar lagi suara telepon rumah berdering,dan tuan albert sedang bicara di telepon.sepertinya ia sedang mengobrol dengan salah satu pekerjanya.


"go,bagaimana kalau pagi ini kita pergi berpiknik ke villa milik keluargaku di puncak.kita ajak paman albert ikut bersama kita.untuk mempercepat proses pemulihan kesehatan ayahmu,sesekali kita ajak dia berjalan-jalan ke suatu tempat yang tenang dengan udara segar."


"kau benar andrew,dan aku setuju.aku memang sudah lama tidak mengajak ayah berpiknik.apalagi ayahku sangat sibuk dengan pekerjaannya di perkebunan dan hampir-hampir tak ada waktu buat ayah untuk mencari udara segar dan menenangkan pikirannya.aku akan memberitahu ayah nanti."


sarapan pagi telah siap.tuan albert mengajak santiago dan andrew untuk sarapan.sambil menikmati sarapan pagi mereka, santiago mengutarakan niat andrew kepada ayahnya.


"ide yang bagus,baiklah ayah setuju.ayah akan ikut dengan kalian hari ini.bahkan beberapa hari jika kalian mau."


andrew sangat senang mendengar pamannya ingin ikut bersama mereka.


"paman,bagaimana jika kita menginap tiga hari di villa.aku akan sangat senang bersama paman dan juga santiago.lagipula sudah lama aku tidak mengunjungi villa aku yakin paman akan betah di sana."


santiago melirik tuan albert.


"ayah sedang tidak terburu-buru untuk kembali ke kampung kan,bagaimana dengan perkebunan ayah?"


"tenang saja,akan ayah atur semuanya.lagipula di sana ada asisten ayah yang akan mengontrol para pekerja yang lain.sekarang,saatnya kita bersiap-siap menuju villa."


"oh ya ndrew,jangan lupa untuk singgah di pusat perbelanjaan.kita harus membeli beberapa barang,dan juga bahan makanan."


"ok,baiklah aku akan mencari pusat perbelanjaan terdekat di sekitar sini.


tak lama kemudian,mereka sampai di sebuah supermarket.santiago dan andrew turun dari mobil, sementara tuan albert menunggu di dalam mobil.


dengan tergesa-gesa mereka masuk untuk membeli semua barang yang di butuhkan.


santiago menuju ke tempat di mana bahan makanan terpajang.ia terkejut saat sepasang tangan memeluknya dari belakang.


"oh santiago,kau ada di sini juga rupanya.lama tak bertemu aku jadi kangen denganmu."

__ADS_1


pemuda itu membalikan badannya dan ternyata,


"brigita,kau ada di sini,apa kabarmu brigita?"


ternyata brigita.gadis cantik berambut pirang sebahu dengan tubuh mulusnya yang meggoda.brigita adalah teman sekampus andrew dan santiago.gadis cantik itu adalah salah satu mahasiswa kedokteran paling pintar, yang duduk di fakultas yang sama dengan kedua pemuda tampan itu.ia putri pengusaha kaya raya yang sangat terkenal.meskipun sedikit agresif,namun brigita gadis yang baik.ia sering membantu santiago mengerjakan tugasnya di kampus.brigita juga adalah gadis idola di perguruan tinggi tempatnya kuliah.banyak pemuda tampan yang meliriknya,namun tak ada satupun yang cocok di hatinya.


"santiago,apa yang hendak kau beli,dan apakah sudah lama kau kembali kemari.hampir satu minggu lagi kampus akan di buka.dan kita,akan kembali bertemu setiap hari di sana."


wajah sumringah gadis itu membuat santiago terhenti memilih beberapa sayuran.


"aku sedang memilih beberapa sayuran,susu,bumbu,dan banyak lagi.dan ya,aku dan ayahku belum lama tiba di kota ini.kau benar kita akan bertemu setiap hari,saat kampus akan di buka lagi.bagaimana denganmu,pasti liburanmu menyenangkan bukan?"


tangan brigita merangkul lembut leher santiago dari depan.dengan mesra ia mendekat dan ia membisikan ke telinga santiago,


"liburanku akan lebih asyik jika kau bersamaku."


santiago terlihat canggung.ia merasa malu di depan orang-orang di sekitarnya yang tersenyum kecil melihat tingkah dan ulah brigita.apalagi pemuda itu tidak terbiasa dengan beberapa perilaku orang kota yang terlihat lebih menyolok.santiago menghindari gadis itu dengan berpura-pura sibuk memilih beberapa barang.


"hei santiago,kau disini?dan ini,hallo brigita apa kabar.kau terlihat lebih menawan sekarang.apa aku mengganggu?"


tanya andrew dengan senyum kecil.ia tak menyangka akan bertemu brigita di tempat itu.


"aku baik andrew,bagimana denganmu.?"


santiago membiarkan andrew bicara dengan brigita,agar ia bisa punya kesempatan untuk menghindari gadis itu.dengan begitu ia lebih fokus berbelanja.dan setelah semuanya selesai di beli,kedua orang itu berpamitan.dan merapikan barang belanjaan di dalam mobil.


"baiklah brigita,kami harus segera pergi sekarang karena ayahku sedang menunggu di mobil.sampai bertemu di kampus."


"tapi santiago,mengapa kalian terburu-buru.kita baru saja bertemu bagaimana kalau kita makan dulu di suatu tempat."


dengan manja brigita menahan tangan santiago bermaksud untuk menahannya agar tidak pergi.andrew menghalangi brigita

__ADS_1


"ayo kawan,kita pergi sekarang.brigita maaf mungkin lain waktu kami akan mentraktir mu makan.dan sekarang kami harus pergi,sampai nanti brigita,"


dengan cepat andrew menarik tangan temannya.mereka berjalan dengan langkah yang terburu-buru.wajah brigita terlihat cemberut kesal dengan perlakuan kedua pemuda itu yang menolak ajakannya.


__ADS_2