![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Para pasukan dari kerajaan Agung telah tiba di Kota Daisin. Mereka akan beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan jauh dari wilayah perbatasan antara dua kerajaan. Dan juga mereka dibebaskan untuk melakukan apapun di kota tersebut oleh Sang Ratu Suci.
Rosalia Ethelwish tidak ingin seluruh pasukan tidak merasa gembira. Walaupun mereka menang dalam perang ini untuk sementara waktu, tetapi kematian para rekan mereka yang tidak bisa dilupakan. Jadi untuk menghilangkan rasa sedih, dia memutuskan untuk memberi perintah yaitu para pasukan dibebaskan tugas, termasuk dirinya juga.
Sekarang Rosalia Ethelwish dan juga teman-temannya sedang berada didalam perjalanan menuju ke mansion besar yang merupakan kediaman Keluarga Eduar Dawer. Mereka ingin melakukan pembayaran pajak kepada keluarga tersebut yang sering ditunda.
Pajak yang dibayar adalah pajak kekayaan yang dimiliki setiap orang yang berpenghasilan diatas 1 koin emas setiap bulan. Dan penghasilan keluarga Eduar Dawer sudah melebihi dari persyaratan embayaran pajak. Jadi mereka wajib membayar atau sebagian harta mereka akan dimiliki kerajaan.
“Ah... Aku sudah bilang serahkan saja pada para penagih pajak. Aku tidak mau berurusan dengan sekumpulan tikus-tikus itu.”
“Aku tahu kalau kamu tidak ingin ikut ke sini, Recca. Tapi aku membutuhkan perlindungan kamu dari belakang. Kamu harus tahu kalau keluarga Eduar itu mempunyai tentara bayaran yang sangat banyak dan kuat.”
“Tapi....”
“Ayolah... Nyonya Muda, saya tahu betapa benci anda terhadap bangsawan, tetapi ini juga demi perekonomian kerajaan kita dan para rakyat kerajaan juga.”
“Baiklah. Tapi mengapa orang bodoh itu berjaga-jaga dibelakang kita?”
“Bofour adalah teman bisnis mereka, tetapi musuh dalam selimut. Jadi jika mereka melihat Bofour, maka mereka tidak akan memperlihatkan wajah asli mereka.”
“Tapi jika kamu adalah Ratu Suci, mana mungkin mereka akan memperlihatkan wajah buruk mereka itu.”
“Benar, tepat sekali. Akan tetapi aku datang bukan sebagai Ratu Suci tetapi budak dari kalian berdua.”
Mereka berdua yang mendengar perkataan tersebut langsung terkejut. Recca Celestial langsung memegang kepalanya Rosalia Ethelwish, dan mengatakan apakah Rosalia Ethelwish baik-baik saja atau tidak.
“Apa yang kamu bilang? Apakah otak kamu tidak bekerja? Kamu gila!”
“Aku tidak gila.”
“Lalu mengapa Yang Mulia berbicara seperti itu dengan sikap santai?”
“Lihatlah ini!”
Rosalia Ethelwish memperlihatkan sebuah dokumen kontrak budak kepada mereka berdua. Mereka berdua heran apa yang dilakukannya.
“Dokumen ini adalah dokumen asli dan juga nama yang dipakainya adalah nama kehidupanku sebelumnya.”
“Memang benar, dokumen ini adalah asli. Tapi mengapa Yang Mulia berbuat sejauh itu?”
“Iya, dan juga penampilan kamu masih seperti...”
Rosalia Ethelwish mengubah penampilan seperti seorang budak wanita yang terlihat tidak baik dari segi penampilannya dan juga pakaian yang digunakan juga berkoyak-koyak atau kotor dan berlubang. Melihat penampilan temannya tersebut, Recca Celestial menangis.
“Aku tidak tahu kamu akan melakukan sejauh ini hanya untuk membongkar wajah mereka.”
“Tenanglah.... Ini hanya untuk sementara waktu saja.”
“Yang Mulia...”
“Jangan panggil aku Yang Mulia nanti. Panggil aku budak sampah bagaimana?”
“Mengerti, tetapi hati saya berkata tidak.”
“Itu yang aku inginkan dari seorang pria sejati.”
Wajahnya langsung tersipu dengan ucapan dari Rosalia Ethelwish.
“Hai. Sadarlah bodoh!”
“Maaf....”
Mereka melanjutkan berjalan ke kediaman keluarga Eduar Dawes. Dan ketika mereka telah sampai didepan gerbang kediaman, empat penjaga kediaman mendatangi mereka dan ingin mengetahui alasan mereka datang ke kediaman Eduar Dawes.
“Selamat Siang, Nyonya Recca dan Tuan Helix.”
“Selamat Siang juga.”
“Apa yang bisa kami bantu?”
“Kami hanya ingin menemui Tuan Eduar Dawes untuk sesuatu hal yang penting untuknya.”
__ADS_1
“Apakah itu berhubungan dengan pajak?”
“Mengapa kalian tahu tentang hal itu? Seharusnya kalian bekerja hanya sebagai penjaga mereka, kan.”
“Memang benar, Nyonya Recca. Sebelumnya banyak pesuruh dari kerajaan juga datang untukk meminta keluarga ini untuk membayar pajak, tetapi semuanya keluar dengan tangan kosong.”
“Jadi orang-orang dari istana pasti mendapatkan ancaman keras.”
Para Penjaga tersebut melihat seorang budak yang dibawa oleh mereka berdua. Mereka bertanya maksud dengan membawa budak tersebut.
“Lalu ini budak siapa? Bukankah istana sangat keras melarang perbudakkan walaupun masih banyak yang diperbudakkan.”
“Ini adalah hal sesuatu yang kami ingin coba. Jadi...”
“Oh, iya. Maafkan kami. Kami akan segera memberitahu Tuan Eduar dan juga kami mempersilahkan anda masuk kedalam.”
Para Penjaga mempersilahkan mereka masuk kedalam kediaman, dan juga tidak ada yang tahu kalau budak tersebut adalah Sang Ratu Suci. Dan salah satu dari penjaga tadi pergi kedalam mansion untuk memanggil atasannya tersebut.
“sepertinya mereka tidak mengetahui kalau kamu adalah kamu.”
“Lihatkan wujud ini lebih baik.”
“Budak, apa rencana selanjutnya? Apakah dijual atau tetap bersama?”
“Aku sangat suka sikapmu itu. Dia tergiur dengan penampilan seorang budak cantik dan juga kebanyakan pelayan disekitar sini adalah perempuan dengan tanda hitam melingkar di leher yang berarti mereka adalah....”
“Budak! Tapi bagaiman kamu bisa tahu? Kamu itu selalu berada didalam ruangan.”
“Itu berkat dia. Kalau dia tidak memberi informasi seperti ini. Aku tidak akan berpernampilan seperti ini.”
“Oh.... Jadi karena dia. Rosa, jika dia datang lagi, katakan gurunya ini ingin mempertanyaka informasi tersebut.”
“Baiklah. Tapi sekarang dia ada di ibukota.”
Mereka masuk kedalam ruangan dan melihat kepala keluarga Dawer, yaitu Eduas Dawer telah menunggu mereka dengan menunjukkan ekspresi seseorang bangsawan yang bermartabat. Akan tetapi mereka tahu siapa sebenarnya Eduas Dawer itu.
“Selamat datang di kediaman saya, Nyonya dan Tuan Pahlawan sekalian.”
“Sudah lama, kami tidak berkunjung ke kediaman ini. Kami hanya datang untuk satu hal saja.”
“Bisakah kamu membuka isi kotak tersebut? Aku ingin kamu benar-benar membayarnya.”
Eduas Dawer menyuruh anak buahnya untuk membuka peti kotak tersebut untuk menunjukkan koin-koin emas kepada mereka untuk pembayaran pajak.
“Bagaimana ini sudah cukup, kan?”
“Benar, ini sudah cukup. Akan tetapi Yang Mulia Ratu Suci mengatakan kalau ada denda untuk keterlambatan pajak. Jadi kami akan menghitung jumlahnya. Jika ini hanya menutupi denda keterlambatan, maka kami harus menyita beberapa properti kamu sampai kamu bisa membayar pajak.”
“Aku baru dengar kalau ada denda.”
“Ini adalah peraturan baru sebulan yang lalu. Seharusnya kamu tidak mengusir utusan kami pada saat itu. Mungkin saja, dia membawa pesan untuk kamu.”
“Maafkan perilaku saya untuk sebelumnya.”
Recca Celestial berbisik ke Rosalia Ethelwish untuk menghitung jumlah koin didalam peti kotak tersebut. Dan untuk menyakinkan kalau Rosalia ethelwish adalah seorang pesuruh atau budak.
“Ini tolong hitung, sampah.”
“Siap, Nyonya Muda.”
Eduas Dawer penasaran dengan seseorang yang sedang menghitung koin-koin miliknya. Oleh karena itu, dia menanyakan siapa orang itu.
“Aku tidak tahu kalau kamu mempunyai seorang budak. Bukankah kerajaan melarang keras hal ini?”
“Seharusnya aku ingin bertanya sebaliknya. Mengapa pakaian para pelayan menggunakan kerah yang sangat lebar? Bukankah itu menutup bagian leher mereka?”
“Itu adalah desain dari pakaian yang kami buat.”
“Atau menutupi gelang budak di leher mereka.”
“Bagaimana anda tahu, Nyonya Recca? Pasti ada seseorang membongkarnya.”
__ADS_1
“Tidak ada. Kami berdua melihat ada seorang pelayan yang ceroboh yang memperlihatkan lehernya.”
“Bagaiman dengan ini? Jika saya membayar anda tiga kali lipat dari jumlah pajak tersebut, apakah anda bisa menutupinya?”
“Aku tidak tahu apa yang kamu katakan, tetapi aku tidak serakah seperti kalian, para bangsawan.”
Eduas Dawer terlihat kesal mendengar perkataan tersebut, karena dia menyembunyikan perbudakan di kediamannya. Dan jika kerajaan mengetahuinya, maka dia akan dimasukkan kedalam penjara dan semua propertinya akan disita.
“Nyonya Muda, sepertinya ini masih belum cukup untuk menutupi denda keterlambatan.”
“Oh...”
“Tidak mungkin. Jadi berapa banyak yang harus saya bayar untuk menutupi denda tersebut?”
“Jumlahnya tidak begitu banyak. Denda akan dihitung dari 30 persen dari pajak yang harus dibayar.”
“Tunggu, itu tidak wajar. Kami para bangsawan yang punya wilayah hanya memperbolehkah mengambil pajak dari rakyat hanya 15 persen saja. Ini sudah keterluan, loh...”
“Coba kamu jawab, Helix. Daripada kamu diam saja dari tadi.”
Recca Celestial tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, karena itu bukan keahliannya dan juga pada saat peraturan itu dibahas dia tidak datang.
“Tuan Eduar, para petinggi sudah memutuskan peraturan ini sudah sejak lama dari lima bulan lalu dan baru ditetapkan untuk bulan lalu dan bulan ini. Jadi anda tidak bisa membantahnya.”
“Iya, saya tahu tapi ini tidak wajar.”
"Tidak, ini adalah hal yang wajar. Pajak yang kami ambil saja tidak terlalu menghabiskan harta kekayaan anda, dan anda masih bisa membeli satu orang budak wanita jika anda mau. Dan jadi denda harusnya tidak berat untuk anda yang adalah orang sering menyembunyikan kekayaan anda.”
“Bagaimana anak baru seperti anda bisa berkata seperti itu?”
Aku tahu kecerdikan Helix Liniar dapat dimanfaatkan dan juga perhitugan untuk menyelesaikan semua permasalahan yang tidak bisa diurus oleh Recca Celestial. Dan juga untuk Recca Celestial, dia sangat ahli untuk membuat seseorang marah dan kesal, dan juga melakukan apapun yang diperintahkannya.
Eduas Dawer tidak meyangka kalau dia bisa dipojokkan oleh dua orang yang dekat dengan Sang Ratu Suci. Dan dia tidak bisa menggunakan kelicikannya, karena dari awal mereka sudah memperhitungkan setiap langkahnya dan juga pelanggarannya.
“Baiklah. Itu yang kalian inginkan. Saya akan membawa beberapa jumlah uang lagi untuk membayar denda dan juga pajaknya.”
Eduas Dawer membisikkan salah satu anak buahnya untuk membawakan sejumlah uang agar bisa membayar denda da juga pajak. Akan tetapi Rosalia Ethelwish merasakan firasat buruk yang akan terjadi oleh mereka.
“Anak buah saya akan membawa uangnya. Jadi bisakah kalian menunggu untuk sementara waktu?”
“Bisa. Kami juga masih akan lama berada di sini.”
“Ok. Tapi bolehkah saya bertanya kepada anda sekalian?”
“Iya.”
“Mengapa kalian tidak memakan makanan yang telah disiapkan?”
“Kami tidak akan makan makanan yang kotor tersebut.”
Rosalia Ethelwish mengejek makanan yang telah disiapkan oleh Eduas Dawer, karena dia tahu kalau makanan tersebut adalah racun bagi mereka. Eduas Dawer tidak menyangka kalau ada seorang budak yang mengejek makanan mewahnya tersebut.
“Nyonya Recca, bisakah kamu menertibkan budak kamu itu?”
“Oh... Apa masalahnya?”
“Dia telah menghina makanan ini semua. Kami telah susah payah menyiapkan untuk kalian.”
“Oh... Tapi dia bilang kalau makanan kamu itu sudah tercampur dengan racun yang dapat melemahkan mana. Apakah itu benar?”
“Tidak, itu tidak benar!”
“Jika itu benar, maka pesuruh kami sebelum dan sebelumya itu diancam sebab mana didalam tubuh mereka menjadi sangat lemah dan tidak bisa mengalahkan ancaman kamu itu.”
Sialan! Bagaimana mereka bisa tahu kalau makanan itu ada racun? Bukankah aku sudah mengatakan kepada mereka untuk menghilangkan keberadaan racun tersebut dari deteksi perluasan mana? Atau apakah budak itu yang memiliki kemampuan lebih tinggi untuk mengetahui keberadaan racun dalam makanan?
“Hahaha....”
“Mengapa kamu tertawa? Setelah ini, kamu akan diadilkan, Tuan Eduar.”
“Benarkah? Bukankah itu sebaliknya?”
__ADS_1
Tiba-tiba ada sekelompok pembunuh bayaran keluar dari persembunyian mereka. Selama ini para pembuuh bayaran tersebut berada didekat mereka, dan mereka tidak menyadari keberadaan para pembunuh bayaran tersebut.
“Sialan!”