![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Akhirnya mereka berada gerbang kecil wilayah Desa Revange. Terlihat sangat jelas perbedaan wilayah Hutan Revange dan Desa Revange dari tanahnya. Desa Revange memiliki tanah rumput yang berwarna hijau cerah, sedangkan Hutan Revange memiliku tanah rumput berwarna hijau kegelapan.
“Kita telah sampai Tuan Draking!”
“Iya, kita sudah sampai.”
Aku menghirup udara yang sangat segar dan sangat nyaman seperti suasana perdesaan diatas bukit padahal desa ini berada di daratan rendah. Apakah penyebabnya adalah hutan ini yang menjaga udara yang masuk dan keluar dengan baik. Dan juga ini bukanlah penampakan desa yang seperti biasanya, ini lebih luar biasa dibandingkan kampung halamannya wanita tua itu.
Setelah sampai berada didepan desa, tiba-tiba banyak orang langsung menyerbu kami berdua, terutama Mina Vinali. Aku yakin mereka semua mengetahui kalau gadis kecil dan bodoh ini masuk ke wilayah yang bukan untuk seorang anak kecil.
“Mina! Akhirnya kamu kembali. Kami semua khawatir dengan kamu.”
“Kami pikir kamu tidak bisa kembali dari hutan itu.”
“Apakah ada yang terluka, Mina?”
“Harusnya kamu tidak gegabah seperti ini.”
“Maafkan aku, warga desa... Aku hanya ingin....”
“Kami tahu. Dan lalui siapa pria disamping kamu itu?”
“Dia adalah penyelamat aku. Dia menolong aku dari sekumpulan mosnter.”
“Monster!”
“Terima kasih banyak telah menolong Mina.”
Warga desa berterima kasih atas aku telah menemani dan juga menolong Mina Vinali dari Hutan Revange itu. Akan tetapi ini yang bukan aku mau dari perkataan mereka itu.
“Mengapa kalian semua tidak membantunya?”
“Bukankah anda tahu betapa berbahaya didalam sana. Sebenarnya kami takut dan juga tidak berani melewati jalur tanpa pengamanan yang berkemampuan tinggi.”
“Jika kalian tahu, mengapa kalian membiarkannya masuk kedalam area berbahaya seperti hutan itu?”
“Kami sudah melakukannya. Akan tetapi...”
“Biarkan aku saja.”
“Kepala desa! Tapi anda harus beristirahat.”
“Tidak apa-apa, inilah tanggung jawabku sebagai pemimpin desa dan membiarkan salah satu warga dari desa ini masuk kedalam wilayah yang berbahaya itu.”
Kepala desa... Terlihat seperti seorang kakek tua, tetapi dia memancarkan kharisma yang sangat hebat dibandingkan penduduk lain, dan sebagian besar kemampuan tidak terlalu bagus dikatakan. Apakah aku harus meminta imbalan kepadanya, tetapi aku masih tidak enak jika mengatakannya disamping Mina Vinali.
“Tuan, siapakah nama anda?”
“Namanya Tuan End Draking. Dia adalah seorang pengembara juah dari selatan. Katanya dia ingin membuat sebuah catatan tentang dunia ini, termasuk desa kita juga.”
“Apakah itu benar, Tuan End?”
“Benar, dia mengatakan semuanya sampai aku tidak bisa menghentikannya.”
“Hahaha... Maafkan dia. Dia memang seperti itu.”
Mereka terlihat gembira setelah melihat perilaku Mina Vinali yang masih sangat semangat. Dan kepala desa juga meminta maaf kepada diriku setelah Mina Vinali mengambil bagian pembicaraan tentang diriku.
“Jadi Tuan End, mengapa anda mendatangi desa kecil ini yang berada di tengah-tengah Hutan Revange? Bukankah itu hal yang sangat sia-sia saja untuk anda?”
“Ini bukan hal yang sia-sia, tetapi ini paling luar biasa. Desa kalian adalah salah satu dari desa yang berada tingkat kebahayaan yang luar biasa, tetapi desa kalian adalah satu-satunya desa yang sangat tepat untuk diceritakan sebagai desa teraman di tengah bahaya terburuk di dunia.”
“Maaf, Tuan End. Saya tidak ingin mengatakan hal ini, tetapi ini demi kebaikan kami juga. Keuntungan yang kami dapatkan apa?”
“Kalau soali itu, bisakah kita membicarakan nanti? Aku ingin mengunjungi rumahnya Vina.”
“Jadi anda tahu juga.”
“Dia yang menceritakan. Jadi apakah aku boleh...”
“Silahkan... Pasti anda tahu cara menyelamatkannya.”
“Kita lihat dulu.”
“Mina, tunjukkan jalan ke rumah kamu. Dan ibumu sudah menunggu kamu dari tadi.”
“Iya, Kakek. Ayo, Tuan End!”
“Tunggu sebentar! Jangan berlari!”
Mina Vinali berlari pergi menuju ke rumahnya, dan aku harus mengikutinya ke rumahnya untuk membantu masalahnya yang menjadi sebab dia pergi kedalam Hutan Revange. Ketika aku akan menyusulnya, kepala desa mengatakan sesuatu kepada aku.
“Aku tidak tahu, siapa kamu sebenarnya. Akan tetapi lebih baik, kamu menyembunyikan identitas kamu dari orang-orang sekitar kamu.”
Dia berbicara dengan menggunakan kemampuan telepati. Sepertinya dia sedikit mengetahui kebohonganku dan ingin merahasiakan dari warga desa, termasuk Mina Vinali.
__ADS_1
“Itu tergantung dengan keadaan.”
“Jika kamu mengatakan seperti itu, maka aku memohon semua perjalanan kamu alami dari sekarang akan lebih baik.”
“Jika itu mungkin ada.”
“Mungkin....”
Mereka berdua menyelesaikan pembicaraan mereka dengan menggunakan telepati, dan wajah mereka terlihat ada senyuman kecil yang mengetahui apa yang dibicarakan oleh mereka berdua tadi. Walaupun ada bagian yang bisa disalah pahamkan, tetapi kepala desa memahami apa yang End Draking katakan.
Orang itu bukan berasal dari dunia ini. Pratasti kuno itu sudah mengatakannya.
Akhirnya End Draking sampai berada di rumahnya Mina Vinali yang tidak seperti rumah penduduk desa lainnya, bahkan rumah ini lebih kecil. Dibagian samping kiri dan belakang rumah ada sebuah kebun sayuran yang terjaga baik.
Rumah ini sangat cocok untuk ditinggalkan seorang diri saja, dan setiap bagian didalam rumah sangat bersih dan rapi. Dibagian samping rumah ada sebuh kebun yang terlihat rapi dan terjaga dengan baik, bahkan kebun ini dapat menghasilkan panen yang sangat baik.
“Mina, apakah keluarga kamu menyukai berkebun?”
“Iya, Tuan Draking.”
“Pantas saja. Aku melihat kebun keluarga kamu ini sangat baik dan pastinya kebun ini menghasilkan sayuran yang sangat lezat dan bergizi.”
“Terima kasih, Tuan Draking. Ibu dan aku sering menjaga kebun ini sebagai penghasilan tambaha kami dan juga makanan kami.”
“Oh....”
“Silahkan masuk, Tuan Draking.”
“Aku masuk.”
Aku masuk kedalam rumahnya, setelah dia memperbolehkan aku masuk kedalam rumahnya. Aku masih ingin menjaga tata baik diriku didepan matanya. Dan lalu kami masuk kedalam bagian kamar, dan melihat seorang wanita yang sedang berbaring diatas kasur. Wanita itu pasti adalah ibunya Mina Vinali.
“Ibu! Aku pulang!”
“Mina, kamu dari mana saja.... Mereka mengatakan kalau kamu pergi kedalam hutan itu.”
“Memang aku pergi ke sana. Tapi aku tidak mendapatkan Deamon Fairy.”
“Ibu tidak menginginkan tumbuhan herbal itu yang ibu inginkan adalah satu-satunya anak ibu.”
“Maafkan aku, ibu.”
Mina Vinali menangis didalam pelukan ibunya, setelah menyesali perbuatannya yang ceroboh masuk kedalam Hutan Revange sendirian. Melihat hal itu, End Draking sedikit tersentuh karena dia tdak tahu rasa khawatir ibu kepada seorang anak.
“Jadi siapa yang berada disana?”
“Nama aku adalah End Draking.”
Wajahnya terlihat kesal, karena aku merebut bagian penting. Itu adalah sedikit balasan untuk sebelumnya.
“Tuan Draking! Seharusnya saya yang mengatakannya.”
“Mina, sudahlah...”
“Iya, Ibu.”
“Tuan End, aku ucapkan terima kasih telah menolongnya. Tapi bisakah anda mengetahui mengapa dia memanggil anda sebagai penolongnya?”
“Aku telah menolongnya dari sekumpulan monyet yang ganas.”
“Monyet yang ganas....?”
“Benar, dia mengalahkan semua Majumt Kerpudha itu dalam sekejap mata dan lalu mengobati luka aku.”
“Jika Mina mengatakan sejujurnya, maka rasa gelisah ini sudah hilang. Akan tetapi mengapa anda mengunjugngi rumah kami?”
“Karena dia ingin menyembuhkan ibu.”
“Menyembuhkan... Saya kurang yakin dengan hal itu. Dokter di desa ini belum bisa menyembuhkan penyakit saya tanpa Deamon Fairy. Apakah anda bisa mengobati penyakit saya ini?”
“Itu mungkin bisa, jika saya memeriksa anda terlebih dahulu.”
“Ehm.... Baiklah.”
Dia masih sedikit ragu-ragu dengan perkataanku, karena dia hanya tahu kalau penyakitnya hanya bisa disembuhkan oleh tumbuhan yang bernama Deamon Fairy itu. Aku tidak tahu bentuk tumbuhan itu seperti apa, tetapi sepertinya tumbuhan itu sangat berharga.
“Mina, bisakah kamu keluar sebentar dulu?”
“Aku tidak ingin keluar. Aku ingin tahu bagaimana cara Tuan mengobati ibu?”
“Hah....”
“Begini, Mina. Ini adalah penyakit dan ini mudah menyebar. Jadi perkataan Tuan End memang ada benarnya.”
“Baiklah... Aku akan tunggu diluar. Jika ada terjadi sesuatu, ibu panggi aku saja.”
__ADS_1
“Iya, ibu akan panggi kamu.”
Mina Vinali keluar dari kamar meninggalkan ibunya dengan seorang pria yang baru ditemuinya. Dia percaya kepada End Draking untuk mengobati ibunya yang sedang sakit parah.
“Sebelum itu, nama kamu siapa?”
“Nama aku adalah Nina Vinali.”
“Lalu bolehkah aku memeriksa sekujur tubuhmu?”
“Mengapa? Apakah selama ini kamu mengincar diriku yang lemah ini?”
“Itu cuma bercandaan saja, kan.”
“Iya, itu cuma bercanda. Tapi kamu pasti inginkan.”
“Maaf, aku ini sudah berkeluarga sama sepertimu.”
“Yah.... Tapi istri kamu tidak ada disini.”
“Berhentilah... Bukankah anak kamu ingin kamu kembali normal? Tapi aku lihat kamu sudah kelihatan normal dari cara bicara kamu tadi.”
“Maaf, aku tidak sengaja.”
“Jadi sekali lagi, bisakah aku memeriksa sekujur tubuh kamu?”
“Iya.”
End Draking memeriksa beberapa bagian tubuh Nina Vinali, dan juga memeriksa suhu tubud dan denyut nadinya. Setelah memeriksa, End Draking sedikit tersenyum karena Nina Vinali tidak terlalu sakit parah, dan hanya sakit biasa seperti orang lain.
“Bagaimana? Apakah kamu bisa menyembuhkan aku?”
“Kamu hanya sakit demam saja seperti biasanya.”
“Jika ini adalah demam, mengapa sangat lama sembuh?”
“Itu adalah wajar teragntung dengan apa yang kamu makan dan juga berapa lama kamu istirahat.”
“Tapi mengapa dokter sebelumnya mengatakan kalau ini sakit sangat parah?”
“Menurutku, budaya kalian masih belum maju dalam bidang kesehatan. Jadi mungkin mereka hanya bisa mengira beberapa penyakit dengan hal sesuatu yang membahayakan. Dan juga kamu tidak perlu tanaman yang bernama Deamon Fairy itu.”
“Jadi tanpa Deamon Fairy, aku masih bisa sembuh.”
“Iya, kamu bisa sembuh. Kemungkinan besar tiga hari lagi, jika kamu beristirahat cukup dan makan dengan teratur. Sebelum itu aku bertanya, makanan apa yang kamu makan dan berapa kali kamu makan dalam sehari?”
“Yah.... Kemarin aku hanya makan dalam dua kali sehari dan lalu hanya memakan bubur saja.”
“Ada tambahan lain, seperti sayuran atau daging.”
“Tidak, karena Mina yang memaksa bubur tersebut. Jadi dia belum bisa cara memasak sayuran dengan baik.”
“Apakah tetangga-tetangga kamu pernah memberikan beberapa makanan untuk kamu?”
“Sebagian besar adalah buah-buahan.”
“Kalau begitu. Semoga sembuh.”
“Jadi hanya itu saja?”
“Iya, hanya itu saja. Dan jika demam itu lebih dari tiga hari tidak sembuh, maka sebaiknya minum air banyak dan seharusnya makan sayuran dan juga makan makanan dalam tiga kali dalam sehari.”
“Baik, terimakasih.”
Nina Vinali masih agak kebingunan dan heran, karena End Draking mengatakan hal sebaliknya dengan para dokter yang mengatakan penyakit yang dialaminya adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan terlihat dari wajahnya berwarna merah dengan tubuh yang sangat panas.
End Draking keluar dari kamar. Dan setelah itu, Mina Vinali bertanya kepadanya tentang keadaan ibunya apakah ibunya bisa disembuhkan atau tidak.
“Tuan Draking, apakah ibu sudah sembuh?”
“Dalam tiga hari dari sekarang, dia akan sembuh.”
“Benarkah....!”
“Benar, dia akan sembuh.”
“Kalau begitu, terima kasih banyak!”
“Selama dalam tiga hari ini, bolehkah aku menginap di desa ini?”
“Boleh! Tapi anda harus beritahu kepada kepala desa.”
“Itu tujuanku setelah ini. Dan bisakah kamu menunjukkan jalan ke rumah kepala desa?”
“Bisa!”
__ADS_1
“Kita harus sampai sebelum matahari terbenam.”
“Ok!”