![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Beberapa saat lalu, sebelum saya berpindah ke planet ini. Planet Rosemarry sedang dalam keadaan pertempuran yang sudah terjadi dari dua ratus tahun lalu. Pertempuran ini disebabkan oleh Sang Raja Agung yang bernama Edward Demonstra. Dia menginginkan sebuah kedamaian abadi yang harus berada dibawah perintahnya dengan cara menguasai seluruh wilayah di planet tersebut dengan jalan yang salah. Dan untuk melawan kehendaknya tersebut terlahirlah seorang mahkota raja yang sekarang dipegang oleh Sang Ratu Suci yang bernama Rosalia Ethelwish.
Dia adalah seorang yang telah diberikan berkah oleh Dewi dari kepercayaan mereka, dan juga dihormati oleh seluruh masyarakat di Kerajaan Rosamare. Padahal bagi saya sendiri, sosok yang dipercayai mereka adalah makhluk dari dimensi berbeda dengan mereka dan juga saya paham siapa sosok tersebut.
Pertempuran ini tidak pernah berhenti, karena Sang Raja Agung Edward Demonstra belum mati yang bisa dikatakan kalau dia adalah makhluk setengah abadi. Penyebab dia dsimpulkan setengah abadi, karena ada beberapa bagian dalam tubuhnya tidak bisa beregenarasi seperti regenarasi abadi. Regenarasi biasa masih bisa terlihat ada bekas energi kehidupan lain, sementara itu regenarasi abadi masih ada energi kehidupan sama seperti sebelumnya.
Pada saat ini, pertempuran Kerajaan Agung dan Kerajaan Rosamare sedang terjadi. Pasukan Kerajaan Rosamare membiarkan mereka menjadi umpan bagi pasukan Kerajaan Agung, agar Sang Ratu Suci Rosalia Ethelwish melawan Sang Raja Agung Edward Demons.
Rosalia Ethelwish berlari menuju ke istana Kerajaan Agung dan lalu mengalahkan beberapa prajurit yang menjaga istana dan Sang Raja Agung. Setelah mengalahkan sebagian besar penjaga istana, dia langsung pergi menuju ke ruangan yang telah disepakati mereka berdua untuk melakukan pertarungan duel antara mereka berdua saja.
Rosalia Ethelwish masuk kedalam ruangan tersebut, dan dia sudah dihadapkan oleh sosok yang lebih besar darinya, yaitu Sang Raja Agung Edward Demonstra. Ruangan tersebut adalah ruangan yang jarang digunakan oleh Sang Raja Agung sebagai ruangan bebas dan lebih sebagai ruangan pribadi untuk latihan kekuatan fisiknya.
Mereka saling memandang antara satu sama lain, dan lalu saling menyerang kearah satu sama lain. Karena kekuatan tempur mereka sama, mereka berdua terhempas setelah saling beradu kekuatan senjata mereka. Dan mereka langsung saling menyapa.
“Ini sudah ke 13 kalinya kamu diangkat menjadi seorang ratu dan tidak pernah menikah, karena usia kamu masih belum matang.”
“Kamu menghina aku, dasar jomblo abadi!”
“Hahahaha....! Memang benar, aku ini jomblo karena saya hanya mengincar kamu saja.”
“Cih... Aku tidak akan menikah dengan seseorang yang ingin mengendalikan dunia diatas telapak tangannya saja.”
Sepertinya mereka berdua sudah saling kenal, sebab mereka berdua adalah sosok abadi dalam pengertian yang berbeda.
“Ayolah.... Padahal dulu kamu senang ingin menikah dengan teman masa kecilmu ini. Akan tetapi kamu malah mengingkari dirimu sendiri.”
“Iya, memang. Akan tetapi kamu telah membunuh semua orang yang berada didekatku. Kamu juga telah membunuh kedua orang tuaku ini di kehidupan ini didepan mataku.”
“Ayolah... Mereka sendiri yang tidak menginginkan anak mereka diberikan kepada aku. Akan tetapi kamu berhasil kabur dengan sihir teleportasi dalam usia tujuh tahun.”
“Diam!”
Pada saat itu, setelah Rosalia Ethelwish bangun dari tempat tidurnya dan keluar kamarnya. Dia melihat kedua orang tuanya yang sangat mencintainya terbunuh didepan matanya. Darah orang tuanya sampai mengenai sekujur tubuhnya. Dan dia melihat Sang Raja Agung membunuh kedua orang tuanya, dia tidak punya pilihan selain kabur dari sana dan menangis.
Rosalia Ethelwish langsung menyerang setelah Edward Demonstra menghina kematian orang tuanya. Dengan menggunakan pedang suci miliknya yang bernama Roseford, dia memohon agar dia bisa mangakhiri kisah pertempuran dua ratus tahun.
Akan tetapi serangan tersebut masih bisa ditahan oleh Edward Demonstra dengan kapak miliknya yang bernama Endless. Endless dan Rosefont adalah kekuatan yang berasal dari energi yang berlawanan, sebab itulah Edward Demonstra masih bisa menahannya.
"Sialan....! Mengapa kamu tidak mati saja, Edward?”
“Aku tidak akan mati sebelum dunia ini berada dibawah kakiku.”
Setelah memulai penyerangan awal, Rosalia Ethelwish melanjutkan penyerangan dengan serangan yang sama yang berasal dari Pedang Rosefont miliknya.
“Rasakan ini, { Seni Cahaya : Tebasan cahaya suci }”
{ Seni Cahaya : Tebasan Cahaya Suci } adalah sebuah serangan yang berasal dari seni cahaya. Tebasan ini mengeluarkan energi cahaya yang bisa menebas apapun, karena dalam energi cahaya ini mengandung panas dan kecepatan yang hampir seperti kecepatan cahaya.
“{ Seni Kegelapan : Perlindungan Agung }”
{ Seni Kegelapan : Perlindungan Agung } adalah sebuah pertahanan yang memancarkan energi kegelapan yang mengandung materi pembalik. Setiap serangan yang terkena perlindung ini, maka serangan tersebut akan menghilang, termasuk materi positif.
__ADS_1
“Hahaha.... Sepertinya serangan kamu tidak berefek apapun. Apakah kamu akan mengulang kesalahan yang sama?”
“Jika aku mengulang kesalahan yang sama, maka aku tidak akan bisa sampai ke sini.”
“Benar juga yang kamu katakan. Akan tetapi bukan berarti aku sengaja mempermudah kamu masuk kedalam istana ini, aku hanya melemahkan kekuatan tempur pasukan aku.”
“Hah!”
Tidak ada perkataan yang benar dan salah dari pembicaraan mereka, karena setiap strategi dalam setiap pasukan berbeda-beda dan pasti ada kelemahan dalam setiap strategi mereka tersebut. Jadi perkataan dari Edward Demonstra hanya sebagai penghinaan terhadap pasukan Kerajaan Rosemare.
“Jika saja kamu menjadi istri aku, kamu pasti akan melihat sebuah kedamaian abadi sebenarnya.”
“Iya, itu adalah perkataan yang sering kamu katakan kepadaku. Akan tetapi aku menjawab dengan satu kata tidak. Bahkan aku tidak perlu seorang anak dari hubungan kamu.”
“Dan lalu jadi mengapa kamu masih belum menikah dengan orang lain?”
“Bukankah kamu sudah tahu tentang kita berdua, Edward?”
“Hahahaha...... Benar juga.”
Ada satu alasan mengapa mereka berdua tidak bisa menikah, dan itulah banyak lamaran pernikahan yang sering ditolak oleh mereka, sebab calon pasangan mereka akan mendapatkan sebuah keburukan yang lebih buruk dibandingkan sebuah kutukan.
“Bagaimana dengan satu kesepakatan ini?”
“Kesepakatan apa? Sangat jarang kamu memberikan sebuah kesepakatan kepada musuh kamu, termasuk aku sendiri.”
“Aku sudah sangat lelah dengan pertempuran yang tidak habis ini. Apakah kamu merasakan hal sama juga?”
“Seharusnya kamu intropeksi diri kamu sendiri, sebab kamulah yang memulainya, Bodoh!”
“Hal itu sudah diselesaikan.”
“Benarkah? Bukankah kamu sendiri yang meminta aku dalam perjanjian untuk memperlakukan tawanan sebagai orang bukan sebagai budak atau kotoran.”
“Iya, aku memang bodoh!”
Rosalia Ethelwish kesal setelah dia terkena balasan balik dari perkataannya tadi. Dia tahu kalau dia sudah sedikit melanggar penjanjian yang telah disepakati. Akan tetapi dia masih susah untuk menertibkan penjahat di wilayahnya.
“Jadi ksepekatannya adalah.... Jika aku menang lagi, maka kamu harus menjadi istriku dan wilayah Kerajaan Rosemare akan menjadi milikku, dan jika aku yang kalah, maka aku akan memundurkan pasukanku dan turun dari tahta ini. Bagaimana dengan kesepakatan bagus ini?”
Rosalia Ethelwish berpikir kalau kesepakatan itu cukup bagus untuknya dan juga meremahkan idealisme Edwars Demonstra itu yang terpaku pada kedamaian abadi, akan tetapi dia tahu kalau Edward Demonstra masih akan membawa idealismenya walaupun bukan seorang penguasa wilayahnya.
“Baiklah...!”
“Kalau begitu.... Ayolah kita mulai pertarungan duel terakhir ini, kekasihku!”
“Berisik! Dasar Sampah!”
Setalah melakukan pembicaraan dan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi mereka berdua, mereka langsung menyerang satu sama lain untuk membuktikan siapa yang paling kuat dan juga memenangkan pertarungan duel yang terakhir untuk hidup mereka.
“{ Seni Cahaya : Tembakan Langit }”
__ADS_1
Rosalia Ethelwish mengeluarkan tembakan cahaya yang berasal dari ujung pedangnya dan mengarahkan ke Edward Demonstra. Walaupun serangan tidak begitu kuat, tetapi serangan tersebut sangatlah cepat.
“{ Seni Kegelapan : Amarah Agung }”
Edward Demonstra mengeluarkan kekuatan Kapak Endless miliknya dan lalu menangkis semua tembakan yang mengarahnya. Semua serangan tersebut sangatlah cepat, akan tetapi serangan tersebut akan melemah, sebab efek kegelapan mengenainya dari jarak 2 meter.
“Jika serangan itu tidak terpengaruh, maka rasakan ini! { Seni Cahaya : Sayap Malaikat }, { Seni Cahaya : Aura Suci }.”
{ Seni Cahaya : Sayap Malaikat } adalah kemampuan untuk menciptakan dua pasang sayap dibelakang tubuhnya yang berasal dari materi elemen cahaya, dan juga pengguna dapat terbang dan mendapatkan kecepatan lima kali dari kecepatan normal si pengguna.
Dan { Seni Cahaya : Aura Suci } merupakan salah satu jenis seni yang bertujuan memperkuat semua kemampuan dan kekuatan sampai batas tertentu bahkan bisa melebihi batas yang telah ditentukan. Akan tetapi ada efek sampingnya yaitu kesehatan pengguna akan melemah sampai bisa mengorbankan nyawanya.
Rosalia Ethelwish langsung menunjukkan kemampuannya dengan menyerang Edward Demonstra secara bertubi-tubi tanpa menunjukan belas kasihan. Akan tetapi serangan kecil yang bertubi-tubi itu tidak bisa melukai tubuh fisik yang besar yang dimiliki Edward Demonstra.
“Tidak ada gunanya! Kamu pikir serangan kecil tersebut bisa melukai tubuh kuatku ini.”
Edward Demonstra meremehkan serangan tersebut, sebab serangan tersebut tidak merusak atau menggores sekujur tubuhnya.
“Iya, memang benar. Serangan itu tidak dibuat untuk melukaimu, tetapi menghancurkan kamu dari dalam. { Seni Cahaya : Langit }.”
Edward Demonstra merasakan kesakitan pada setiap bagian tubuhnya yang terkena semua serangan kecil sebelumnya. Dia tidak menyadari kalau serangan kecil itu cukup melemahkannya untuk sementara saja.
{ Seni Cahaya : Langit } merupakan jenis seni serangan bertepi cahaya yang tidak melukai tubuh lawannya, tetapi serangan tersebut akan melemahkan tubuh target. Setiap target yang dilemahkan oleh serangan tersebut akan membutuhkan waktu yang pulih tetapi tergantung oleh targetnya juga.
"Hahaha.... aku tidak menyangka kalau kamu bisa melemahkan diriku walaupun itu untuk sementara saja.”
“Jika itu pujian, aku akan senang. Akan tetapi jika itu dari musuhku, maka itu menjengkelkan sekali.”
“Kalau begitu, sekarang giliranku untuk menyerang kamu. { Seni Kegelapan : Amukan Agung }.”
Dengan kemampuan yang sama, kapak Endless mengeluarkan aura elemen kegelapan dari kapan Endless, dan lalu mengarahkan serangan ke Rosalia Ethelwish. Dia menembakkan aura kegelapan atau kebalikan, agar semua efek dari elemen cahaya bisa hilang.
Akan tetapi tembakan serangan tersebut bisa dihindari oleh Rosalia Ethelwish, sebab serangan tersebut masih cukup lambat bagi kecepatannya. Kecepatan yang dimiliki oleh Rosalia Ethelwish lebih cepat diabndingkan tembakan aura tersebut.
“Terlalu lambat. Apakah kamu sedang bermain?”
“Hahaha... Aku tidak sedang bermain, bodoh.”
Edward Demonstra langsung menjetikkan jarinya, dan lalu serangan yang tadi tidak mengenai Rosalia Ethelwish tadi, tiba-tiba meledak. Sebenarnya serangan aura elemen kegelapan tersebut adalah serangan tipe area, dan juga ledakan serangan terjadi jika serangan itu terkena target atau dikendalikan oleh penggunannya.
“Cih... Sepertinya kita seri.”
Rosalia Ethelwish bagian belakang tubuhnya terkena ledakan tersebut, dan mengakibatkan penurunan kecepatan dan terbangnya. Dia tidak menyangka kalau Edward Demonstra bisa menipunya seperti dirinya.
“Bagaimana, Rosalia? Apakah kamu senang dibalas dengan tipuan sama?”
“Agak senang, karena aku bisa melihat bahwa kamu masih cukup kuat di usia tua kamu.”
“Hahaha.... Umur tidak terpengaruh seberapa kuat kamu dalam bertempur. Jadi bagaimana kita melanjutkan pertarungan duel ini? Dan seperti biasa, tidak ada lagi pembicaraan tidak berguna lagi.”
“Aha.. Ha... Baiklah. Aku akan serius sekarang.”
__ADS_1
“Aku juga tahu, Rosalia.”
Mereka melanjutkan pertarungan duel mereka lagi. Sekarang mereka terlihat sangat serius terlihat dari wajah mereka berdua yang sangat fokus untuk memenangkan pertarungan duel tersebut. Mereka juga menyerang dengan senjata mereka masing dari jarak yang dekat yang tidak seperti sebelumnya.