![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Benteng pertahanan terakhir Kerajaan Agung yang berada di bukit gunung dibelakang Kastil Kerajaan Agung. Benteng tersebut dibangung sebagai pertahana terakhir mereka, jika mereka mengalami kekelahan. Walaupun sudah seratus tahun tidak digunakan, tetapi tempat tersebut sering digunakan sebagai asrama para pasukan tingkat rendah.
Didalam ruangan perawatan, Edward Demonstra sedang dirawat dan dipulihkan semua luka-luka pada dirinya dan juga seluruh kekuatannya oleh Xesa Demonstra, dan Jenderal angkatan laut yang bernama Hope Briliant. Mereka terlihat kebingunan mengapa Edward Demonstra yang selama ini tidak bisa dilukai, sekarang dia bisa terluka dan meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang.
“Tuan Edward, apa yang terjadi? Mengapa kemampuan regenarasi anda tidak bekerja?”
“Aku juga tidak tahu, Xesa. Apakah kamu mengetahui sesuatu setelah memeriksa darahku, Hope?”
“Maafkan saya, Yang Mulia. Sepertinya tidak ada tanda-tanda keracunan pada darah anda, tetapi saya menemukan sesuatu yang aneh. Lihatlah ini, Yang Mulia!"
“Bukankah ini mana elemen cahaya? Tapi mengapa?”
“Saya juga tidak tahu.”
Setelah diperiksa darahnya tidak ada tanda keanehan pada tubuhnya, tetapi ada mana elemen cahaya berada didalam darahnya. Hal tersebut adalah hal yang sangat mustahil, karena tubuhnya pasti menolak elemen cahaya. Karena penolakan tersebut, elemen cahaya dan yang berkaitannya tidak bisa masuk, selain serangan fisik.
“Hope, bukankah elemen cahaya ini hanya bisa dihasilakn oleh serangan jarak jauh saja? Selama pertarungan itu Sang Ratu Suci serangan darinya selalu dihentikan dan tidak pernah berhasil, selain serangan fisik dari pedangnya saja, kan?”
“Memang benar yang kamu katakan, Xesa. Selama aku bertarung dengannya, aku tidak separah ini. Mungkin saja, monster itu yang menyerahku dengan elemen cahaya tanpaku sadari.”
“Memang kemungkinnya begitu. Akan tetapi monster seperti apa yang beran menyerang Yang Mulia Edward. Dia harus menerima setiap pukulanku!”
“Aku akan kasihan terlebih dahulu kepada kamu, karena kamu masih tetap bodoh walaupun sudah menjadi Jenderal.”
“Xesa, kamu menghina aku. Apa bedanya dengan orang yang tidak bisa menyelamatkan Yang Mulia?”
“Apa? Jika saja kamu berada di sana, aku pasti yakin kamu akan ketakutan sampai kamu trauma pada seumur hidup kamu.”
“Hah? Apakah kamu yakin? Kekuatan aku lebih kuat dibandingkan kamu, Xesa.”
“Kalian berdua, bisakah hentikan perkelahian tidak berguna ini?”
“Maafkan saya, Yang Mulia. Bisakah anda menghukum anak nakal anda tersebut?”
“Hai! Tuan Edward, lebih baik menghukumnya saja, karena dia tidak mampu menjaga wilayahnya selama pertempuran.”
“Oh... Kamu ingin mulai lagi, Dada kecil!”
“Sepertinya ada yang menhina fisik orang lain, ya. Silahkan saja, Nyonya badut!”
Edward Demonstra terlihat sangat kesal, setelah dia mendengar pertengkaran kecil didepan matanya. Dia langsung menghentikannya lagi, dan mengatakan sesuatu yang kejam pada mereka berdua.
“Hai! Kalian berdua, lebih baik kalian memprioritaskan diriku yang terluka ini dibandingkan perkelahian tidak berguna kalian tersebut. Apakah kalian ingin membersihkan penjera kelas depalan selama hidup kalian berdua?”
“Tidak, Yang Mulia.”
“Tentu saja, saya menolak, Tuan Edward.”
“Kalau begitu, hentikan pertengkaran kalian dan saling memaafkan!”
“Maafkan aku, Xesa. Karena memanggil kamu Dada kecil.”
“Aku juga meminta maaf, setelah memanggil kamu Ikan Panggang.”
“Hai!”
“Hmm.. “
Mereka bersalaman dan saling memaafkan didepan Edward Demonstra, Akan tetapi didalam diri hati mereka, mereka belum bisa memaafkan perkelahian tadi. Mereka terlihat tersenyum seperti dipaksa oleh diri mereka sendiri.
“Apakah sudah selesai?”
“Sudah!”
"Jika sudah selesai dengan urusan kalian, aku ingin kalian berdua keluar dan juga meminta para jenderal yang lainnya berkumpul di ruangan pertemuan.”
“Baik, Yang Mulia. Kami berdua akan sampaikan!”
“Terima kasih.”
“Kami keluar.”
Mereka berdua keluar dari ruangan perawatan dan berpencar mencari para jenderal lainnya untuk berkumpul ke ruangan pertemuan untuk membicarakan sesuatu hal yang penting yang akan dibicarakan oleh Edward Demonstra.
__ADS_1
Seharusnya ini adalah pertarung terakhir kami untuk menentukan pemikiran kami, tetapi monster itu mengganggu kami diakhir pertarungan kami. Walaupun dia terlihat seperti orang pada umumnya dan tidak ada mana yang di sekelilingnya, tetapi kekuatan yang dimilikinya sangatlah besar bahkan lebih besar dibandingkan kepala suku dahulu.
Apakah ini sesuai dengan ramalan para leluhur itu? Ramalan tentang kedatangan sang bencana dan kelahiran sang penyelamat yang akan terjadi pada pertarungan yang menentukan dunia. Padahal pertarungan kami berdua, bukan pertarungan yang bisa merubah dunia hanya mengubah taing pada dunia ini saja.
Sebuah Ramalan yang yang tertulis dalam sebuah pratasti kuno dan sering didengar oleh Edward Demonstra pada dahulu kala, tentang kehancuran seluruh dunia. Ramalan mengatakan kalau ada pendatang dari tempat yang sangat jauh akan menghancurkan penyangga keseimbangan dunia, dan juga kelahiran para sosok pahlawan yang berasal dari dunia berbeda-beda.
Edward Demonstra masih merenungkan apa yang terjadi dan apakah hal yang terjadi padanya tadi berhubungan dengan ramalan tersebut atau tidak. Dia juga tidak bisa mengelakan ramalan tersebut, karena berasal dari Sang Mata Dunia.
“Tuan Edward, apakah para jenderal sudah terkumpul? Dan mereka sedang menunggu anda.”
Xesa Demonstra berbicara keras sambil mengetuk pintu untuk memastikan kalau Edward Demonstra tidak tertidur lagi seperti pertemuan sebelumnya.
“Baiklah... Saya akan segera ke sana.”
Dasar Xesa. Apakah dia tidak bisa membiarkan aku tenang sedikit dulu? Aku masih memikirkan permasalahan ini, dan juga penyelesaian yang cukup praktis dan efesien.
Edward Demonstra keluar dari ruangan perawatan sambil memegang tongkat untuk berjalan. Terlihat dia masih belum bisa jalan, karena kekuatannya belum pulih sepenuhnya. Oleh sebab itu, dia masih memerlukan tongkat bantu itu.
Setelah sampai di ruangan pertemuan, Edward Demontra merasakan hawa yang tidak bersahabat. Dia tahu mengapa hawa yang sangat buruk ini disekitar ruangan pertemuan, karena para jenderal sejak dahulu tidak pernah bersahabat dan sering kompetisi untuk mencari perhatian darinya.
Dasar anak buangan, mereka sangat tidak berguna. Seharusnya aku tidak melakukan pertemuan ini setelah pertempuran tersebut. Aku tahu kalau mereka pasti akan menjelekkan dan memojokkan sesama mereka, agar diantara mereka bisa lebih diberi perhatian dariku.
“Tuan Edward, semuanya sudah berkumpul.”
“Terima kasih banyak, Xesa dan Hope.”
“Sama-sama.”
Sepertinya aku harus menetralkan suasana di ruangan ini sebelum pembicaraan tentang pertempuran tersebut dimulai.
“Sebelum kita melakukan pembicaraan, bisakah kalian semua menghilangkan hawa pembunuh kalian? Jika kalian tidak menghilangkan hawa tersebut, maka aku yang terpaksa akan membunuh kalian semua tanpa terkecuali, termasuk kamu, Xesa.”
“He? Saya tidak...”
“Jika kamu tidak melakukannya, maka diamlah dan berdiri disampingku saja.”
“Baik..lah..”
“Jadi kita mulai dari penjagaan wilayah kalian. Pertama, mengapa wilayah lautan sering kalah dibandingkan wilayah lainnya, Hope?”
“Itu hanya kesalahan persedian saja, Yang Mulia.”
“Benarkah? Bukankah itu hanyalah alasan kamu saja?”
“Yang Mulia ingin jawaban yang sejujurnya dan sesuai fakta, Hope. Kami tahu kalau kamu menghabiskan semua persedian pada hari ketiga.”
“Diamlah, Falcon!”
Ada lima Jenderal yang berada di meja pertemuan. Mereka masing-masing punya wliayah harus dijaga dan dipertahankan, dan pada saat perang Edward Demonstra mewajibkan mereka untuk menjaga wilayah mereka masing-masing dan tidak boleh mengganggu otoritasnya.
Kewajiban mereka adalah menjaga wilayah mereka dan juga meningkatkan sumber daya di wilayah mereka masing-masing, agar sangat dibutuhkan dalam kemajuan Kerajaan Agung serta membantu dalam perang selanjutnya jika itu terjadi lagi.
Wilayah laut dipegang oleh Hope Briliant, dan juga memegang kekuatan tempur pasukan di laut. Mayoritas di wilayahnya adalah suku Aigean yang merupakan demi human berjenis ikan-ikan beraneka ragam.
Kemudian wilayah pegunungan yang tidak jauh dari wilayah laut dipegang oleh Falcon Wersten. Dia adalah kepala suku dari suku Eagler yang terkuat di sukunya. Dia memiliki karakteristik yang unik, yaitu dibagian punggungnya ada dua pasang sayap yang kuat untuk memerintah langit.
Wilayah Hutan yang berada dibelakang Kastil Kerajaan Agung, termasuk Hutan Revange dipegang oleh sosok yang sangat bijak, dan juga kuat, yaitu Griamora De Serel Sang Penakluk Naga. Dia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi wilayah yang sangat besar dan sering terjadi pertempuran.
Wilayah Didekat perbatasan adalah padang rumput yang luas dipegang oleh seseorang pemula yang baru saja dinaikkan ke Jenderal, karena pernah menghabisi seribu pasukan Kerajaan lain dan lalu merebut kekuasaan Kerajaan tersebut dengan sendirian. Namanya adalah Arthur Nameless.
Terakhir wilayah yang berada disekitar benteng terakhir, adalah wilayah yang sering dianggap remeh, karena tidak menghasilkan apapun, selain tambang. Makanya Sang Raja Agung memberikan wilayah tersebut kepada salah seorang yang berasal dari Suku Matrix yang terkenal dalam pengetahun mineral dalam tambang. Yang terpilih namanya adalah Rock Matrix Sang Kakek Karat.
“Benar yang dikatakan olehnya, Hope. Jika aku menjadi kamu, mungkin aku mencari persedian lain disekitarku.”
“ Wilayah kamu itu lebih baik dibandingkan wilayahku, Arthur. Masalahnya adalah suku itu tidak boleh memakan jenis-jenis ikan di laut, kecuali rumput laut, dan terumbu karang. Dan itu hal mustahil dimakan dalam pertempuran jangka panjang!”
“ Memang benar dikatakan oleh gadis kecil itu. Walaupun tumbuhan laut banyak didalam laut, tetapi itu masih kurang karena minoritas bukanlah dari suku Agaieru tetapi manusia yang ingin makan makanan yang bisa memulihkan tenaga, seperti daging. Akan tetapi mengapa persedian kamu bisa habis dalam tiga hari? Bukankah persedian itu sudah dicukupkan untuk satu bulan?”
Rock Matrix sangat paham dan mengerti keadaan Hope Briliiant. Akan tetapi dia bertanya mengapa makanan yang harusnya bisa untuk satu bulan bisa habis dalam tiga hari bahkan tidak tersisa satupun.
“Ah... Ini adalah salah suku Ageairu yang sangat menyukai makanan daratan, dan terus meminta kepadaku.”
“ Itu hanyalah alasan kamu lagi, kan. Kamu pasti menggunakan sebagian besar persedian tersebut untuk pesta kemenangan, benarkah itu?”
__ADS_1
“Diam kamu, Falcon!”
Para Jenderal lain sudah tahu kalau perkataan mereka tidak mudah akan diterima oleh Hope Briliant, sebab sifat dirinya itu sangatlah keras kepala dan tidak mengakui kesalahannya.
“Hope, aku tahu kamu bukan salah. Akan tetapi itu adalah tanggung jawab kamu, termasuk kamu, Arthur. Banyak bawahan kamu mengatakan kalau kamu membagikan makanan tidak rata. Bolehkah aku mengetahuinya?”
“Tunggu sebentar! Darimana anda tahu, Nyonya Xesa?”
“Diam-diam seperti orang bijak. Akan tetapi kamu memiliki keburukan juga. Itu lebih buruk dibandingkan aku.”
“Aku tidak membela kamu, Hope. Kami masih menunggu jawaban kamu juga.”
“Cih...!”
Mereka berdua terlihat tidak senang setelah Xesa mengatakan tentang persedian makanan dan juga pembagian makanan kepada pasukan di wilayah mereka masing-masing. Arthur Nameless langsung mengatakan alasannya dengan sejujurnya tanpa ada rasa membohongi dirinya sendiri.
“Aku hanya membagikan makanan kepada orang-orang yang telah berguna pada pertempuran, dan orang yang tidak terlalu berguna akan mendapatkan sedikit bagian. Bukankah itu hal wajar?”
“Benar, itu adalah hal wajar sekali. Akan tetapi bawahan kamu mengatakan kamu lebih membagikan sebagian besar persedian makanan kepada para prajurit wanita yang selalu menggoda kamu.”
“Jangan buruk sangka! Aku tidak akan melakukan hal itu.”
“Kami semua sudah tahu kalau kamu tidak akan pernah menyakiti wanita bukan berarti kamu tidak pernah menyakiti seorang gadis.”
“Sial!”
“Lalu bagaimana kamu, Hope? Jika kamu mengatakan sejujurnya sekarang juga, maka Yang Mulia memperbolehkan kamu untuk liburan di suatu tempat menyenangkan.”
“Benarkah!”
“Benar, Hope. Tergantung dengan apa yang kamu katakan.”
“Baiklah! Memang kami melakukannuya, sebab pada saat hari pertama kami melihat seluruh armada laut Kerajan Rosemare itu mundur menjauh. Kami berpikir kalau kami sudah menang jadi untuk merayakan kemenangan kami melakukan pesta.”
“Akan tetapi sebenarnya kapal-kapal dari Kerajaan Rosemare hanya balik untuk sementara waktu saja, dan lalu mereka balik pada hari malam ke empat. Apa yang aku katakan itu adalah kebenarannya?”
“Iya, itu benar. Jadi apakah aku boleh bisa mendapatkan liburan panjangku?”
“Terimakasih banyak, Hope. Liburan kamu adalah di penjara tingkat bawah ke enam. Kamu akan menjadi juru masak untuk satu bulan.”
“Apa! Harusnya aku tahu ini adalah jebakan.”
Aku merasa sedikit kasihan kepadanya, karena dia sudah mendambakan sebuah liburan dari dua tahun lalu. Xesa lumayan licik untuk mengatakan hal seperti itu, sebab dia tahu kalau Hope sedang menginginkan liburan panjang setelah perang ini berakhir.
“Jadi mengapa harus menjadi juru masak, Yang Mulia?”
“Nanti akan kamu lihat saja. Dan jika kamu tidak mengerjakan dan mengabaikan tugas sederhana itu, aku akan menjadikan kecantikan dan kesombongan kamu sebagai budak malam bagaimana?”
“Tidak, saya akan menolaknya. Saya tidak akan mengabaikan tugas ini.”
“Jawaban itu yang ingin aku dengar. Dan lalu untuk kamu, Arthur. Kamu akan menjadi pembagi makanan ke setiap tahanan di penjara tersebut.”
“Jadi saya dan Hope akan ditempatkan di penjara yang sama.”
Ada banyak alasan mengapa aku memilih menempatkan mereka dalam satu tempat yang sama. Dan juga kerja sama antara juru masak dan pembagian makanan adalah hal sempurna untuk sebagai kerja sama untuk permulaan.
“Iya.”
“Mengapa, Yang Mulia? Lebih baik aku ditempatkan di sekumpulan monster daripada dengan wanita tua yang bodoh dan keras kepala ini.”
“Woi! Kamu memanggilku apa?”
“Bukan apa-apa. “
Kata yang terlarang untuk diucapkan sesuatu ke Hope Briliant adalah Wanita Tua. Mendengar kata wanita tua saja sudah membuatnya marah walaupun itu hanya salah paham. Jika itu mengarah kearahnya, maka dia akan lebih marah dan ekspresi wajahnya akan lebih menyeramkan.
“Lalu kapan tugas itu akan dilaksanakan?”
“Besok saja. Hari ini sudah malam. Jadi kalian persiapkan saja. Dan untuk kalian bertiga yang tidak mempunyai laporan buruk, kalian masih harus meningkatkan sumber daya wilayah kalian, terutama sumber daya alamnya.”
“Siap, Nyonya Xesa!”
“Baiklah. Jika tidak ada lagi dibahas, maka kita lanjutkan pembahasan berikutnya. Pembahasan ini berkaitan dengan pertempuranku tadi. Sebelum itu, aku akan menceritakan pertempuran tadi, dan penyebab kita bisa mundur dari perang ini.”
__ADS_1