![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Didalam persidangan kerajaan, ada dua pihak yang berasal dari faksi berbeda-beda. Pihak yang berasal dari bangsawan yang tidak menyukai peraturan yang dibuat oleh kerajaan atau disebut juga Faksi keluarga Dawes. Sedangkan sisi lain berasal dari keluarga kerajaan dan bangsawan yang mendukungnya atau disebut Faksi Kerajaan.
Masing-masing faksi dipimpin oleh dua pemimpin berbeda pemikiran juga. Faksi dari keluarga Dawes, tidak lain adalah Helena Dawes yang ingin mengetahui mengapa ayahnya tidak dihukum sesuai dengan peraturan dibuat kerajaan sendiri. Di sisi lain, pihak kerajaan atau Sang Ratu suci, Rosalia Ethelwish akan memberikan beberapa alasan yang kuat beserta bukti yang sudah ada sebelumnya.
Akan tetapi, ini bukan sekedar seorang ratu yang melanggar peraturannya sendiri, tetapi ini adalah sebuah perang yang terjadi didalam hanya karena seseorang yang mempunyai koneksi besar terbunuh dan harusnya dijalani proses peradilan. Dan juga sebenarnya dibelakang mereka adalah penipu yang berpura-pura mendukung mereka saja dan hanya untuk mencari popularitas dari kalangan masyarakat.
Pada pukul jam sembilan siang, gedung pengadilan kerajaan dipenuhi oleh seluruh orang yang ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, dan juga ingin mengetahui keputusan yang diambil oleh pengadilan.
Hakim yang dituju untuk pelaksanaan pengadilan itu adalah seorang hakim yang berasal dari daerah lain yang tidak tahu menahu tentang ibukota Kerajaan Suci dan kejadian yang ada didalamnya. Dia terpilih, karena peraturan yang telah ditetapkan.
Pada undang-undang kerajaan ke-dua puluh sembilan, apabila terjadi sesuatu kejadian yang berada didalam ibukota dan di daerah sekitarnya yang disebabkan oleh dua pihak yaitu pihak kerajaan dan bangsawan, maka pemimpin dalam pengadilan itu harus diambil dari seseorang yang memiliki latar belakang bukan seorang bangsawan dan mempunyai nilai kejujuran tinggi, serta tempat lahir dan tempat tinggalnya sekarang jauh dari ibukota Kerajaan Suci.
Merk Anthony adalah seorang hakim yang bijaksana dan adil pada siapapun di dareahnya. Dia dikenal sebagai orang nomor satu, dan nomor dua adalah penguasa di daerahnya tersebut. Banyak penjahat yang telah diadli dengan palu hukumnya, dan tidak ada satupun yang dapat berbohong kepadanya, karena dia memiliki kemampuan melihat kejujuran seseorang. Nad Molotkom adalah gelar kemampuannya yang diartikan seseorang yang berada diatas palu hukum.
“Atas nama Dewi Kehidupan, Dewi Rsoely. Saya meminta izin untuk memulai pengadilan ini dan setiap keputusan berada diatas telapak tangan anda, Dewi Rsoely.”
Merk Anthony memulai pengadilan dengan sebuah ucapan pembukaan atas nama Dewi Kehidupan, Dewi Rsoely. Dengan ucapan pembukaan itu, dia juga membuka kemampuannya untuk mengetahui kebohongan apa yang akan terjadi dibawah pengadilannya.
Suara lonceng yang berada diatas gedung pengadilan berbunyi dengan keras menandakan bahwa Dewi Rsoely mengizinkan pengadilan terhadap kedua pihak itu. Jika pengadilan itu tidak diizinkan, maka ada angin topan masuk dengan kuat sampai pintu ruangan pengadilan terbuka dan menghembus kedalam ruangan dan berarti bahwa tidak ada pengadilan atau kedua pihak bukanlah orang yang bersalah.
"Wahai, Dewi Rsoely. Kami semua mengucapkan terimakasih atas perizinanmu.”
Setelah mendapatkan perizinan dari Dewi Rsoley, maka pengadilan tersebut boleh dilaksanakan dan tentu salah satu dari dua pihak itu adalah pelaku dari kejadian pembunuhan Eduar Dawes.
Rosalia Ethelwish yang merasa kalau pengadilan ini diizinkan oleh Dewi Rsoley, dia merasa ada kesalahan yang terjadi, karena dia tahu betul kalau mereka berdua bukanlah pelaku pembunuhan, kecuali Helena Dawes yang diduga menyebarkan berita palsu tentang pembunuhan itu.
Aku merasa kalau ada hal yang mencurigakan... Karena tidak mungkin, baginya untuk memutuskan perizinan tersebut. Apakah ada seseorang yang mengacaukan peraturan di dunia ini?
Pada saat, pengadilan sedang dimulai. Di tempat lain, yaitu Kerajaan Agung akan didatangkan sebuah malapetaka yang tidak bisa dihadapi oleh mereka. Malapetaka itu adalah sesosok makhluk dari luar planet telah melewati batas atsmofer, dan sebentar lagi akan mendarat di suatu tempat yang tidak terlalu dekat dari kemah pelatihan pasukan Kerajaan Agung.
“Sering kali, kalau prediksiku salah, tetapi aku tidak mengira mereka akan mengirim prajurit terbaik mereka, Myso.”
__ADS_1
“Ini akan mudah untuk anda lawan, master.”
“Tidak, aku adalah sutradara di panggung ini. Jadi aku ini bukanlah tokoh utama, dan tokoh utama untuk awal cerita ini di planet ini sudah aku tentukan.”
“Aku tahu apa yang anda pikirkan.”
“Hahahaha.....”
End Draking terlihat sangat gembira setelah mengetahui kalau prediksi kedatangan para pengejarnya lebih cepat dari prediksi awalnya yaitu dua hari lagi. Namun, percepatan itu juga memulai sebuah lembaran cerita baru untuk planet itu, dan juga menambah lembaran baru untuk kisahnya juga.
Di kemah pelatihan pasukan Kerajaan Agung. Ada dua jenderal yang ditugaskan sebagai pelatih di sana, yaitu Jenderal Laut, Hope Briliant, dan Jenderal Kebijaksanaan, Griamora De Serel. Mereka berdua akan melatih para anak buah mereka menjadi seorang petarung yang berani dan tidak merasa takut menghadapi kematian.
“Bapak Tua, Griamore. Aku ingin tahu mengapa kamu memulai pelatihan ini dengan kemampuan fisik tanpa penambahan kemampuan seni bertarung? Bukankah ini terlalu kejam untuk mereka?”
“Kejam? Ini masihlah permulaan, Gadis muda. Aku tidak tahu bagaimana cara kamu bisa masuk tanpa pelatihan semacam ini. Namun setelah mendengar ucapanmu tadi, aku melihat kalau kamu punya beberapa latihan yang lebih kejam daripada ini. Hahaha...”
“Sok tahu, kamu...”
Hope Briliant meninggalkan Griamore De Serel yang ada didepan kemah utama. Dia pergi menuju ke tempat pelatihan pemulaan yang terlihat baginya sangat kejam dan tidak berperasaan sama sekali. Pelatihan itu adalah pelatihan di mana para prajurit tanpa membedakan kelamin mereka harus menggunakan baju besi yanng beratnya dua puluh kilogram. Walaupun terdengar sepele untuk kamu seperti mereka, tetapi itu harusnya masuk dalam pelatihan inti bukan permulaan.
“Woi, kalian semua. Jika kalian merasa kelelahan, saya memperbolehkan kalian melepaskan baju besi kalin untuk sementara waktu atau duduk untuk beberapa menit saja.”
Hope Briliant ingin para prajurit yang sedang berlatih harus istirahat untuk sementara waktu walaupun itu hanya satu menit saja. Namun, dia dibalas oleh suara mereka yang masih sanggup untuk melakukan pelatihan berat itu.
“Siap! Kami belum akan melepaskannya sebelum lima putaran lagi!”
Suara mereka keluarkan seperti suara seorang prajurit yang gagah dan berani, serta tidak takut dengan tantangan yang akan dihadapi mereka. Sepertinya para prajurit itu sangat menaruh hormat dan setia mereka kepada Kerajaan Agung, sebab mereka lahir dan dibesarkan di situ. Oleh karena itu, jiwa dan semangat mereka hanya untuk negeri mereka.
“Lihatlah, anak muda konyol itu. Aku tidak menyukai suara semangat seperti itu.”
“Mengapa kamu datang ke sini, pak kerdil?”
__ADS_1
Jenderal Karat, Rock Matrix berbicara dengannya secara tiba-tiba, tetapi tidak mengejutkan baginya, karena hawa keberadaan Rock Matrix memang seperti seorang pembunuh bayaran tingkat atas. Hawa keberadaan itu juga berguna agar para monster tambang tidak mengetahui keberadaannya yang sedang menambang di pertambangan yang dekat sarang monster.
“Hahaha.... Aku hanya melihat pelatihan apa yang dilakukan oleh para anak muda.”
“Bukannya kamu masih punya pekerjaan?”
“Tidak juga, itu pekerjaan masih bisa dibiarkan untuk beberapa saat. Jadi aku ingin istirahat sambil melihat para anak muda yang berusaha keras untuk menjadi seorang prajurit terbaik.”
“Jika Yang Mulia melihat kamu berada di sini, kamu akan dihukum seperti kami.”
Hope Briliant hanya sekedar mengingatkan jika ada orang yang melanggar peraturan, maka dia akan dihukum sesuai apa yang dilanggarnya, seperti Hope Briliant yang pernah dihukum walaupun itu tidak lama, karena dia masih punya kemampuan untuk membantu pelatihan neraka yang diberikan oleh Griamore De Serel.
“Lalu dimana anak baru itu?”
“Arthur, dia masih berada di penjara bawah tanah.”
“Apakah dia berbuat masalah lagi didalam penjara?”
Karena memikirkannya kalau dia masih baru menjadi jenderal termuda, dia pasti diduga akan berbuat sesuatu masalah yang disebabkan olehnya, dan diselesaikan oleh dirinya sendiri juga.
“Iya, dia digoda beberapa tahanan wanita, dan dia juga hampir membunuh mereka.”
“Jadi dia bukan yang menjadi masalah utama.”
“Mungkin.... Aku juga tidak tahu sebenarnya terjadi, karena pada saat itu bertugas di wilayah penjara bawah tanah berbeda walaupun berada satu tempat sama.”
Hope Briliant berkata demikian, karena dia juga tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya mengetahui setelah mendengar percakapan Xesa Demonstra dengan seorang penjaga di penjara itu. Sebenarnya dia tidak ingin mengetahuinya, karena hubungan mereka berdua tidak terlihat baik dari awalnya.
“Oh.... Sepertinya kamu hanya mendengar dari seseorang.”
“Iya, bisa jadi.”
__ADS_1
Ketika mereka masih dalam pembicaraan dan para pasukan masih dalam pelatihan, tiba-tiba mereka semua merasakan sesuatu yang membuat mereka merinding. Mereka merasakan sebuah kekuatan besar yang telah datang ke dunia mereka dari luar angkasa. Perasaan itu sama halnya mereka rasakan ketika Edward Demonstra, Sang Raja Agung ketika ingin bertarung dengan serius.