[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
Chapter 17


__ADS_3

Suasana alam di padang rumput laus itu berubah menjadi suasana yang menyeramkan, sebab ada aura dari kekuatan besar yang menutupi udara-udara disekitarnya. Kekuatan itu terlalu besar, dan para makhluk hidup, seperti serangga pergi dari padang rumput menuju ke tempat yang aman dari aura yang menakutkan tersebut.


Sosok yang menakutkan muncul dan mengeluarkan kekuatannya sebagai tanda ancaman kalau dia telah datang untuk mereka yang ingin sekali melawannya. Sosok yang menakutkan itu adalah Juliet July Li yang telah sampai di permukaan Planet Rosemary.


“Udara yang sangat nyaman untuk dihirup. Aku tidak tahu kapan udara bersih ini bisa diganti dengan udara pabrik-pabrik industri yang akan dibangun, jika pengejaran ini sudah selesai.”


Karena berasal dari keluarga bangsawan yang termuka, dia sangat memahami cara mendapatkan uang dan lalu mengolah uang secara baik dan benar, walaupun ada sedikit kecurangan atau cara main kotor untuk mendapatkannya.


Di tempat perkemahan pelatihan Pasukan Kerajaan Agung, Pada Pasukan yang sedang berlatih merasa penasaran dengan suasana yang mencekram yang berada di padang rumput yang tepat disamping tempat kemah pelatihan. Dan juga para jenderal yang berada di sana merasakan hal sama seperti bawahan mereka, tetapi mereka tidak berani mengetahui apa yang ada di Padang rumput sana, karena mereka tahu itu adalah sesuatu hal yang buruk.


“Hai, apakah kamu merasakan hal yang sama seperti aku rasakan?”


“Sepertinya, iya. Hope, kita harus meminta para pasukan untuk tidak mendekat tempat itu.”


Rock Matriks menyarankan kepada Hope Briliant untuk seluruh prajurit ada didekat padang rumput itu atau ingin pergi ke sana agar tidak pergi ke sana hanya ingin keingintahuan mereka.


“Semua prajurit, saya memerintahkan untuk kalian tidak mendekati tempat padang rumput itu. Jika ada yang berani pergi ke sana, maka kita harus bersiap-siap menghadapi masalah yang akan datang. Dan kalian semua kembali ke kastil kerajaan untuk mempersiapkan alat tempur kalian!”


“Siap, Nyonya Hope!”


Seluruh prajurit mundur ke kastil istana, dan mengambil beberapa senjata dan perlangkapan lain untuk bersiaga, jika ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi. Mereka juga tidak tahu ancaman apa yang ada didepan mata mereka sekarang.


Sementara itu, seluruh jenderal berkumpul termasuk Arthur Nameless yang dibebaskan dari masa hukumannya tersebut oleh Xesa Demonstra. Xesa Demonstra melepaskan Arthur Nameless setelah seseorang prajurit memberitahu apa yang terjadi didekat kemah pelatihan dan juga dia merasakan hal sama seperti mereka yaitu sebuah ancaman yang luar biasa.


“Nyonya Xesa, apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Tunggu sampai Falcon memberitahu apa yang dilihatnya.”


Ke-empat jenderal dan Xesa Demonstra menunggu pemberitahuan lanjut oleh Jenderal langit, Falcon Wersten yang sedang memeriksa apa yang terjadi di padang rumput disebelah kemah pelatihan. Jika terjadi hal yang buruk atau baik, maka sebaiknya dia melaporkannya dan tidak mengabaikan hal sekecil apapu.


Dengan kepakan sepasang sayap besarnya, dia terbang keatas langit yang tinggi dan menuju ke wilayah padang rumput dan mengelilingi wilayah tersebut. Kedua matanya seperti seekor elang yang bisa melihat seekor ular dibawah walaupun jaraknya puluhan kaki dari tanah. Dia melihat seorang perempuan yang juga sedang memperhatikannya dari bawah. Tatapan perempuan tersebut membuatnya sangat yakin kalau perempuan itu melihat kearahnya.


Dia melihat diriku. Aku tidak tahu bagaimana cara dia melakukannya dan juga jarak diantara kami berjarak 50 kaki dari tanah. Aku harus memberitahu ke xesa tentang apa yang aku lihat.


Walaupun dia hanya sebentar melihat sosok perempuan tersebut, dia yakin kalau perempuan itu adalah ancaman terbesar yang akan dihadapi mereka semua. Jadi dia langsung dengan secepatnya pergi ke tempat kemah pelatihan, dan lalu akan memberitahu apa yang dilihatnya ke rekan-rekannya.


Julian July Li yang melihat sosok burung berwujud manusia atau sebaliknya, yaitu Falcon Wersten. Ketika falcon Wersten melihat kearahnya, dia langsung melihat balik kearah Falcon Wersten dengan tatapan mata memfokuskan penglihatannya kearah sosok itu.


“Ha? Apakah burung itu cocok masuk sangkar aku atau tidak, ya?”

__ADS_1


Julian July Li menganggap kalau Falcon Wersten tidak lain adalah seekor burung raksasa yang berwujud manusia. Sosok seperti itu bukan pertama kali dilihatnya, tetapi sosok itu menarik perhatiannya untuk dijadikan hewan peliharaan untuk hiasan di kediamannya.


Setelah Falcon Wersten pergi dan menuju ke kemah pelatihan, Julian July Li yang melihat kearah mana sosok itu pergi, dan lalu langsunng mengikuti sosok itu pergi. Dia tidak bergerak cepat seperti Falcon Wersten, dia hanya berjalan biasa dan tenang sambil melihat kearah mana sosok itu mendarat, sebab matanya sudah fokus ke satu hal yaitu ke Falcon Wersten dan ketika ada suatu halangan, maka tubuhnya sendiri akan menghindar semacam insting.


 Falcon Wersten mendarat ke tempat kemah pelatihan dan lalu memberitahu apa yang dilihat oleh kedua matanya sendiri kepada mereka semua.


“Nyonya Xesa, aku punya informasi yang sangat penting.”


“jadi apa yang kamu lihat, Falcon?”


Hope Briliant bertanya dengan penasaran lebih mendahului Xesa Demonstra yang ingin bertanya hal sama yang ditanyakan oleh Hope Briliant.


“Aku melihat seseorang wanita yang sedang berada di tengah-tengah padang rumput, dan juga dia mengeluarkan aura energi yang sangat luar biasa. Dan juga...”


“Dan apa? Apakah hanya seorang wanita saja membuatmu takut?”


“Bisakah kamu diam, Hope! Aku tidak takut pada siapapun.”


“Dan lalu mengapa kamu terlihat menggigil?”


Xesa Demonstra memperhatikan seksama wajahnya Falcon Wersten yang terlihat menggigil, seperti dia melihat sesuatu yang sangat menakutkan. Falcon Wersten juga tidak bisa mengelak pernyataan tadi.


“Apakah kamu melihat sesuatu yang menakutkan dan asing bagimu?”


“Iya. Orang itu bisa melihat diriku yang sedang terbang diatas langit yang sangat jauh.”


“Hahaha.... Tidak mungkin! Kamu ingin buat lelucon saja, kan. Apakah itu hanya perasaan kamu saja?”


Hope Briliant tidak mempercayai perkataan dari Falcon Wersten, karena tidak ada seorang pun yang bisa merasakan keberadaan keberadaan atau melihat Falcon Wersten, kecuali Falcon Wersten mendekati mangsanya.


Berbeda dengan Hope Briliant, Xesa Demonstra berpikir kalau itu mungkin saja, karena ada seseorang yang buka dari dunia mereka datang dari langit, dan juga memmpunyai kekuatan yang cukup misterius bagi mereka. Jadi dia beranggapan kalau orang itu sama dengan orang yang datang sebelumnya.


“Kalian berlima lebih baik kita membuat pertahanan disekitar istana. Aku merasakan firasat buruk, karena orang yang kita hadapi ada seseorang dari luar dunia ini.”


“Baik, Nyonya Xesa!”


Setelah mendengar perintah dari Xesa Demonstra, mereka semua langsung membuat sebuah formasi perlindungan untuk melindungi istana Kerajaan Agung dan juga melindungi Raja Agung, Edward Demonstra. Sebenarnya mereka bisa memanggil Raja Agung, tetapi dia sedang berada di tempat yang jauh dari istana.


“Xesa, apakah kamu sangat khawatir dengan ini?”

__ADS_1


“Hope, kamu lebih baik diam saja. Kamu juga mengerti mengapa Nyonya Xesa terlihat sangat gelisah dan khawatir.”


Hope Briliant diminta untuk tidak menanyakan hal tersebut kepada Xesa Demonstra oleh Rock Matrix. Siapapun akan tahu kalau ketika Xesa Demonstra menyuruh seluruh pasukan untuk bersiap walaupun melawan satu orang saja. Itu juga dikarenakan kemampuan Xesa Demonstra dapat merasakan seberapa tingkat bahaya seseorang walaupun jaraknya sangat jauh dan juga mendengar beberapa detail dari orang lain.


“Griamore! Aku ingin kamu berada di garis depan untuk pertahanan! Sisanya, berikan sihir pendukung untuk pasukan griamore. Kita harus mempertahankan garis depan. Jika garis depan hancur, kita tidak bisa berharap lagi!”


“Baik, Nyonya Xesa!”


Pasukan yang dipimpin oleh Griamora De Serel maju ke garis depan sebagai pelindung utama bagi istana Kerajaan Agung, sebab hanya pasukan itu yang memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan pasukan lainnya. Alasan pasukan itu lebih kuat karena pasukan itu merupakan lima persen dari calon prajurit yang lolos dari pelatihan Griamora De Serel yang terkenal kejam dan berbahaya.


Seorang prajurit yang berada disampingnya Jenderal Griamora De Serel, dia ingin menanyakan apa yang akan dilawan oleh mereka, karena jumlah pasukan yang dibawa tidak tanggung-tanggung yang berjumlah tiga perempat dari pasukan utama.


“Tuan Jenderal Griamora, mengapa Nyonya Xesa membutuhkan kekuatan tempur sebanyak ini?”


“Karena ini perintahnya, dan juga aku tahu kalau dia sedang dalam kekhawatiran dan berbicara setegas itu. Kemungkinan lawan kita lebih buruk daripada Kerajaan Suci itu.”


“Baiklah... Dan lalu apakah kita harus.....”


Tiba-tiba mereka merasakan aura yang sangat luar biasa keluar dari hutan yang merupakan perbatasan antara padang rumput dengan kemah perlatihan. Ada seorang wanita dengan pakaian yang terlihat seperti seorang penjelajah tetapi mereka tidak mengetahui jenis pakaian apa yang digunakan wanita itu.


Julian July Li keluar dari hutan, dan memunculkan dirinya kedepan orang-orang. Dia melihat betapa banyak orang yang telah dilindungi oleh armor dan juga dipersenjatai dengan senjata yang begitu tajam dan kuat. Namun baginya, semua hal itu adalah mainan yang digunakannya dulu untuk membunuh seorang budak yang tidak menurutinya.


“Siapa kamu!”


Griamora De Serel bertanya siapa nama dari sosok itu, tetapi Julian July Li tidak menganggapinya pertanyaan dan menanyakan balik siapa dari mereka yang mengenal seseorang yang sedang dicarinya.


“Siapa diriku itu tidak penting untuk sekarang.... Aku ingin bertanya siapakah dari kalian mengenal seseorang bernama End Draking atau dari kalian adalah dirinya?”


“Aku tidak mengerti apa yang kamu tanyakan! Siapa yang kamu cari sekarang tidak ada di sini, dan pergilah dari sini.”


Griamora De Serel hanya menduga kalau seseorang yang dicari oleh sosok itu adalah orang yang dibicarakan oleh Raja Agung dan Xesa Demonstra, dan yang mengalahkan Raja Agung.


“Jadi kamu berkata sejujurnya, ya. Kalau begitu aku akan pergi dari sini.”


Julian July Li kembali kedalam hutan dan melakukan pencarian lagi. Semua orang tampak bersyukur setelah mengetahui kalau musuh yang akan dilawan mereka sudah mundur. Mereka mengira Julian July Li takut terhadap jumlah kekuatan pasukan mereka, tetapi itu sebaliknya, karena hanya ada satu hal yang membuat Para jenderal dan prajuris terhebat masih belum mensyukuri apa yang dilihat oleh mereka.


Tiba-tiba dalam waktu sekejap, hampir sebagian pasukan garis depan terbunuh. Orang-orang yang berada disekitar dan melihat hal tersebut sangat terkejut, karena mereka sudah mengurangi kewaspadaan mereka terhadap serangan kejutan tersebut.


“Hehehe.... Lihatlah darah yang bercucuran itu. Betapa menariknya...”

__ADS_1


Julian July Li terbang diatas para pasukan baris depan dengan menggunakan kemampuan terbang miliknya. Para pasukan baris depan, termasuk jenderal Griamora De Serel terkejut karena mereka tidak mengetahui kapan serangan itu terjadi.


__ADS_2