![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Pada saat ini di Ibukota Kerajaan Suci. Persidangan tentang pelanggaran pelaksanaan hukum yang dilakukan oleh Ratu Suci, Rosalia Ethelwish dimenangkan olehnya sendiri, karena dia sanggup menunjukkan berapa bukti kalau dirinya bukanlah yang membunuh dan juga dia mengatakan sesuatu tentang pelaku sebenarnya dan dalang dari pembunuhan Eduar Dawes. Dan lalu Helena Dawes tidak percaya dengan apa yang diputuskan oleh Hakim Agung, dan juga tidak menerima kalau dirinya bisa ditipu oleh seseorang. Namun dirinya tidak bisa mengingatnya.
Setelah persidangan selesai, Rosalia Ethelwish mendekati Helena Daews untuk menanyakan sesuatu yang penting, yaitu mengapa Helena Dawes bisa melupakan nama seseorang yang telah menipunya dan juga dia bertanya mengetahui ciri-ciri karakteristik orang itu.
“Aku tidak tahu bagaimana bisa kamu melupakan orang yang telah menipu, Helena Dawes?”
“Entahlah... Aku sedang berusaha mengingat orang itu. Padahal kemarin kami baru saja transaksi.”
“Transaksi apa?”
“Dia menjual beberapa barang yang mewah dan juga tumbuhan herbal yang bernama Daimon Fairy.”
“Daimon Fairy? Kamu yakin.”
“Iya, aku yakin.”
“jika kamu tidak bisa mengingat namanya, apakah kamu mengingat wajahnya?”
“Aku sedang berusaha.”
Helena Dawes terlihat sedang berusaha mengingat nama dan wajah seorang pedagang yang pada hari yang lalu mereka sempat berbisnis dan transaksi, tetapi sekarang dia tidak dapat mengingat nama dan wajah pedagang itu.
“Kalau begitu aku ingin kamu menjawab iya atau tidak, bisakah?”
“Buat apa”
“lakukan saja, maka masa hukuman penjara kamu akan dikurangi jika kamu menjawab beberapa pertanyaan dariku.”
"Baiklah...”
Helena Dawes akan melakukannya, karena Rosalia Ethelwish menjanjinkan pengurungan masa hukumannya di penjara, tetapi dia tidak tahu berapa masa hukumannya akan dikurangi. Di hasil pengadilan tadi, dia diberikan masa kurungan penjara selama 5 tahun saja, karena dia hanya menyebabkan rumor buruk dan keributan masa.
“Apakah orang itu menggunakan pakaian yang berbeda dengan pedagang lain?”
“Iya, dia memang menggunakan pakaian berbeda pada umumnya.”
Walaupun dia melupakan nama dan wajah orang itu, kemungkinan dia masih bisa mengingat pakaian dan cara bicara orang tersebut. Ini bisa mengetahui apakah orang yang menyebabkan Helena Dawes melakukan kerusuhan dikarenakan orang yang sama yang ditemuinya.
“Bagaimana cara berbicaranya? Apakah dia sedikit menjengkelkan seperti kamu? Dan apakah dia mempunyai keuntungan besar dalam berbisnis denganmu?”
“Menurutku cara berbicaranya sangat menyenangkan. Dan lalu apakah kamu menyingungku, Yang Mulia?”
“Mungkin saja. Walaupun kita jarang bertemu, namun cara berbicara kamu itu cukup menjengkelkan dan mencurigakan. Tunangan kamu saja berkata itu.”
“Jadi Bofour mengatakan seburuk itu tentangku, ya. Nanti jika kamu bertemu dengannya, maka katakanlah kita putus.”
“Kamu, ya....”
Helena Dawes keluar meninggalkan ruangan pengadilan, dan lalu pergi menuju tempat penjara yang berada dibawah kerajaan suci dengan menggunakan kereta kuda yang berlapis baja agar tidak ada seorang pun mampu menggagalkan tahanan kerajaan ke penjara.
Setelah persidangan selesai, para hakim meminta semua orang yang berada di ruangan pengadilan itu segera keluar dari ruangan tersebut. Semua orang mengikuti perintah para hakim, namun Rosalia Ethelwish hanya berdiam diri disisi dinding sambil memikirkan sesuatu.
Walaupun dia telah mengetahui siapa dalang dari pembunuhan tersebut dan juga yang mempengaruhi Helena Dawes, tetapi dia belum tahu tujuan sebenarnya dari orang itu, selain mengganggu orang-orang di dunia ini. Dan juga apakah orang itu yang memberikan izin sebagai dewa palsu mereka agar pelaksanaan pengadilan bisa terlaksana.
“Jika dia melakukannya, maka aku harus berhati-hati agar kekuatanku di lingkungan ini tidak dikendalikan lagi oleh orang asing itu lagi.”
Dia berbicara sendiri setelah mengetahui tidak ada orang disekitarnya. Jadi rahasia yang dipegangnya masih aman. Namun dia tidak tahu kalau dirinya masih dalam permainan orang asing itu.
“Yang Mulia.... Apa yang anda lakukan di sini? Semua orang sudah keluar.”
Seorang penjaga ruangan persidangan yang tidak sengaja melihat Rosalia Ethelwish yang masih berada didalam ruangan persidangan. Sebenarnya penjaga itu akan menutup pintu ruangan, namun ketika dia melihat masih ada orang, dia mendekati siapa orang itu. Dan ternyata adalah Yang Mulia Ratu Suci, Rosalia Ethelwish.
“Oh... Maaf. Kamu ingin menutup pintu ruangan ini, kan. Aku akan segera keluar dari sini.”
Rosalia Ethelwish merasa tidak enak, jika dia berlama-lama didalam ruangan pengadilan yang ingin ditutup. Jadi dia keluar dari ruangan pengadilan itu dan lalu menanyakan sesuatu kepada penjaga itu.
“Siapakah namamu? Apa pangkatmu sekarang?”
__ADS_1
“Namaku Ray Hair. Pangkatku adalah Prajurit biasa yang bertugas sebagai penjaga ruangan pengadilan, ruangan berkas penting, dan ruangan makam keluarga kerajaan.”
“Lalu siapakah rekan-rekan yang bertugas bersamamu?”
“Ada lima belas orang yang bertugas sekarang. Aku masih belum bisa mengenal mereka, karena aku masih baru sekitar satu minggu sejak bertugas di sini.”
“Ehm.... Jawaban yang tidak terlalu memuaskan, namun kamu lolos.”
“Terimakasih, lalu mengapa anda menanyakan hal-hal tersebut kepada saya, Yang Mulia?”
“Tidak apa-apa. Aku pergi dulu.”
“Sampai Jumpa, Yang Mulia.”
Rosalia Ethelwish keluar dari ruangan pengadilan dan lalu berjalan menuju ke kastil istana. Namun dia tidak menyadari suatu hal yang penting yang dilupakannya adalah dirinya tidak tahu perubahan yang telah terjadi pada dunia yang telah dibentuknya.
Selama berjalan menuju ke kastil istana, dia melewati jalan biasa yang sering dilewati oleh orang-orang. Walaupun banyak orang di jalan itu, tetapi tidak ada satupun orang yang mendekatinya dan hanya menyapanya saja seperti orang biasa pada umumnya.
“Yang Mulia, apa kabar?”
“Baik.”
“Yang Mulia, selamat anda memenangkan pengadilan tadi.”
“Terima kasih banyak.”
“Hai, Yang Mulia.”
“Hai juga.”
Walaupun tadi pagi banyak orang yang berdemo disekitar pengadilan sebelumnya, namun ketika pengumuman bahwa Rosalia Ethelwish adalah pemenangnya dan tidak bersalah, maka semua orang yang menuntut atau ikut dalam demo tersebut langsung dibubar dan bersembunyi. Namun ada juga yang tertangkap dan salah satu dalang yang membawa orang-orang untuk mengganggu pengadilan dari luar.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya dia telah sampai didepan gerbang kastil istana dan juga disambut oleh para penjaga gerbang depan. Para penjaga langsung menundukkan kepala mereka ke Rosalia Ethelwish dengan rasa hormat dan setia kepadanya.
“Selamat, Yang Mulia.”
“Tidak, kami diberitahu oleh Tuan Bofour.”
“Jadi dia yang memberitahu kalian atau kalian yang memaksanya? Bofour sangat jarang memberitahu sebuah informasi ke seseorang tanpa timbal balik. Biasanya ketika ada seseorang yang ingin informasi darinya, maka dia ingin meminta sesuatu sebagai balasannya.”
“Maaf, kami memang sedikit memaksa.”
“Dan lalu apa yang kalian berikan kepadanya?”
“Itu.....”
“Itu hanya sebuah kopun makan di restauran terkenal. Yang Mulia pasti tahu kalau Tuan Bofour sangat menyukai hidangan mewah apalagi tempat itu sering dikunjungi banyak bangsawan.”
“Oh... Baiklah... Aku kira kalian akan memberikan sesuatu yang tidak baik, seperti kopun ke kupu-kupu malam seperti beberapa bulan yang lalu.”
Rosalia Ethelwish masuk kedalam kastil istana setelah berbicara dengan para penjaga yang terlihat merahasiakan sesuatu darinya. Para penjaga gerbang kastil istana pernah bertemu dan mengajak Bofour De Berquese pergi ke suatu tempat pada malam hari atau sebaliknya Bofour De Berquses yang memaksa mereka dan juga beberapa prajurit ke tempat itu pada sore hingga pagi hari.
Setelah masuk kedalam kastil istana, kemudian menuju ke ruangan singgasana yang tidak terlalu jauh dari pintu depan kastil hanya melewati lorong yang menghadap pintu kastil dan juga ruangan singgasana. Lalu dia masuk kedalam ruangan singgasana, dan dia melihat sesuatu yang tidak diinginkannya.
“Wah... wah... wah. Lihatlah Sang Ratu Suci kalian sudah kembali dengan santainya!”
End draking duduk diatas kursi singgasana dengan menunjukkan raut wajah seorang penguasa sejati. Ekspresi yang membuat orang akan takut dan hormat kepadanya, walaupun dia bukanlah seorang penguasa sejati, melainkan seorang penguasa tipu muslihat.
“Hai! Aku tidak ingin ada masalah baru lagi. Mengapa kamu selalu membuat masalah lagi? Padahal sekarang kamu sedang senang ketika orang-orang yang berada dibawah pengaruh kamu itu telah ditangkap.”
“Orang-orang seperti mereka itu cukup bodoh dijebak, kecuali Helena dan para pelayan pribadinya. Aku tidak ingin membuang-buang kekuatanku untuk memanipulasi mereka. Jadi aku beritahu bagaimana aku bisa menapulasi mereka?”
“Ah.... Aku tidak yakin lagi. Mengapa kamu ingin memberitahukan hal semacam itu? Dan lalu kemanakah mereka?”
“Mereka? Maksudmu adalah para sampah bangsawan itu dan para penasehat dusta itu. Aku sudah membereskannya. Lihatlah keluar jendela yang mengarah ke taman istana.”
Rosalia Ethelwish langsung melihat keluar dari jendela yang kearah taman istana. Ketika dia melihat kearah luar jendela yang mengarah ke taman istana, dia melihat para bangsawan dan juga para penasehatnya sedang merayakan sebuah pesta teh.
__ADS_1
Sebenarnya semua orang yang berada di area taman istana adalah pendukung penuh fraksi keluarga kerajaan, termasuk Rosalia Ethelwish. Pesta the itu diajukan oleh seorang mantan raja yang berasal dari keluarga kerajaan asli yang sudah berusia enam puluh tahun. Perayaan itu dilakukan sebagai kemenangan bagi fraksi keluarga kerajaan setelah melewati fraksi keluarga Dawes yang telah diketahui terkenal dari cara mereka melakukan perdagangan dan transaksi di pasar gelap dan memiliki banyak pengikut yang terkenal kuat dalam pengaruhnya.
Setelah melihat semua orang terlihat senang dan bahagia dan juga membuat sebuah pesta teh untuk merayakan sesuatu, awalnya dia merasa kalau orang asing itu melakukan sesuatu hal buruk kepada orang-orangnya, tetapi sepertinya dia hanya berprasangka buruk saja setelah melihat hal tersebut.
“Kamu ingin membodohiku, hah?”
“Lihatlah ekspresi kamu tadi! Aku tidak menyangka kamu segitu paniknya mendengar perkataanku tadi! Sungguh menyenangkan mengingat hal itu lagi.”
End Draking sangat senang setelah melihat ekspresi Rosalia Ethellwsih yang panik yang dicampur rasa ketakutan mendengar kalau End Draking telah membereskan mereka semua.
“Berhentilah bercanda! Bagaimana bisa kamu berada didalam kastil istana ini?”
Rosalia Ethelwish mengetahui kalau kastil istana dijaga oleh sejumlah prajurit yang tiap hari dan tiap malam terus berpatroli disekitar kastil istana, dan juga banyak orang seperti pelayan dan juga rekan-rekannya yang berada didalam kastil istana. Maka dirinya menanyakan bagaimana bisa orang asing sepertinya bisa masuk dengan mudah kedalam istana.
“Bukankah kamu bertemu dengan para penjaga gerbang depan kastil istana?”
“Bertemu? Apakah kamu menjadi salah satu dari mereka?”
“Tidak, itu tidak benar. Cobalah kamu mengingat lagi perkataan mereka.”
Rosalia Ethelwish mengingat apa yang terjadi pada saat dia bersama para penjaga gerbang depan kastil istana. Dia mengingat kalau yang menjaga gerbang masih sama seperti kemarin dan juga belum ada perubahan dalam jadwan penjagaan. Jadi kemungkinan dia harus mengingat setiap pembicaraan mereka. Dan akhirnya dia baru menyadari kalau....
“Dimana tiga orang itu?”
“Kamu baru menyadarinya.”
“Iya, kamu menyamar menjadi salah satu dari mereka atau kamu masuk ketika mereka masuk kedalam istana. Dan lalu apa yang kamu lakukan dengan mereka?”
“Kayaknya jawaban kedua kamu itu yang benar. Dan mereka sudah ada disini dari tadi. Lihatlah kearah belakang!”
Rosalia Ethelwish mendengar perkataan tersebut. Dia langsung memalingkan kepalanya kearah belakang, akan tetapi dia tidak melihat siapapun di belakangnya. End Draking yang melihat perilakunya itu. Dia tertawa dan lalu tersenyum kearahnya.
“Hahaha..... Ini sangat menyenangkan! Walaupun ini agak tidak lucu sebenarnya.”
“Kamu membohongiku lagi.”
“Aku tidak membohongimu, Rossa. Aku menjawab dengan sebenarnya. Orang-orang yang kamu sebut itu teman sedang berada dibagian belakang kastil istana yang lebih tepatnya adalah ruangan makan.”
“Mengapa mereka ada di sana? Apakah ini termasuk tipu daya kamu atau kamu berbohong lagi?”
“Kemarahan dan rasa benci memang susah dihilangkan dalam hati. Aku datang ke sini hanya untuk meminta bantuan kalian para penduduk lokal di planet ini. Dan juga untuk pertanyaan kamu tadi, kalian melakukan persidangan yang cukup lama dan bahkan belum diberi maka. Jadi mereka merasa kelaparan. Apakah kamu tidak merasa lapar? apakah karena kamu itu setengah abadi?”
Rosalia Ethelwish tidak terlalu terkejut lagi, walau dia sedikit terkejut setelah mendengar kalau orang asing itu mengetahui identitas dirinya dan juga tentang kekuatan dirinya yang sebenarnya. Walau memiliki pengartian yang sama dengan kekuatan asli sebenarnya.
“Setengah Abadi? Maksud kamu apa?”
“Aku tidak akan menjelaskan sampai kisah kalian selesai.”
“Kisah apa?”
“Sisi lain dari tujuanku adalah aku bisa membawa ke rumah kalian, surga yang telah lama kalian inginkan.”
Bagaimana bisa dia mengetahui kalau kami masih menginginkan untuk kembali ke rumah kami. Padahal aku tidak mengetahui dari mana dia datang. Apakah dia merupakan satu bangsa sama kami?
“Apakah kamu berasal dari Bangsa Excita?”
“Iya, aku memang dari sana. Aku juga belum memperkenalkan namaku. Nama aku adalah End Draking. Kamu pasti tahu, kan.”
End Draking berdiri dari atas kursi singgasana, dan lalu berjalan kearah Rosalia Ethelwish sambil mengatakan hal tersebut. Dan lalu dia berjalan ke belakang Rosalia Ethelwish, dan lalu tersenyum setelah mengatakan kata-kata tersebut yang membuat Rosalia Ethelwish terkejut dan mengeluarkan keringat dari wajahnya.
“Draking...!”
Rosalia Ethelwish mengeluarkan Pedang Roseford miliknya kearah End Draking sambil menunjukkan ekspresi kesal dan marah, setelah mengetahui nama End Draking. Dia tidak tahu mengapa dirinya menyerang End Draking, tetapi dia mengetahui kalau dirinya mempunyai rasa dendam yang sangat kuat yang tertanam didalam dirinya.
End Draking menahan serangan itu dengan satu telapak tangannya saja. Dia sudah memperkirakan kalau hal itu akan terjadi, sehingga dia bisa menyombongkan diri lagi. Lalu dia mengatakan sesuatu hal penting kepada Rosalia Ethelwish.
"Aku tidak mengira kalau rasa dendam suku Demonstra masih ada didalam dirimu, walaupun dirimu sekarang bukanlah keturunan darah dari Bangsa Excita. Jadi kekuatanmu tidak sekuat, ketika kamu mempunyai kekuatan dari darah Bangsa Excita!”
__ADS_1