![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Didalam Hutan Revange, ada seorang gadis kecil yang sedang berjalan untuk mencari sesuatu yang hanya ada didalam Hutan tersebut. Terlihat dari wajahnya, dia terlihat sangat pucat dan takut berada didalam hutan karena hutan tersebut adalah hutan yang dipenuhi dengan hal-hal yang berbahaya untuk gadis kecil sepertinya.
“Harusnya aku berada didalam desa saja.”
Dia telah memilih keputusan salah untuk masuk kedalam Hutan Revange. Akan tetapi keputusan lain juga sama buruknya seperti keputusan itu. Akan tetapi dia tidak bisa kembali sebelum dia menemukan apa yang dicarinya.
Didalam Hutan Revange, dia menemukan banyak hal yang baru baginya dan juga agak berbahaya untuknya, sebab hutan tersebut merupakan hutan bagi para pemangsa yang memangsa pemangsa lainnya, dan tidak ada namanya perasaan hidup, tetapi hanya ada perasaan mati atau makan.
Dia menjauhi semua hal buruk dan berbahaya baginya. Tiap-tiap langkah kakinya tidak bersuara dengan langkah yang pelan dan berhati-hati. Dia sangat berhati, karena dia tidak ingin mati didalam hutan sebab pasti tidak ada orang yang akan membawa mayatnya ke desa.
Setelah beberapa langkah, dia menemukan apa yang dicarinya yaitu sebuah tanaman herbal yang hanya tumbuh didalam hutan tersebut. Dikatakan efek herbal dalam tumbuhan tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit apapun, dan bisa menghidupkan orang mati sekalipun, tetapi itu sangat kecil kemungkinanya. Nama tumbuhan tersebut adalah Daimon Fairy.
“Akhirnya ketemu....”
Dia meneteskan air mata dari matanya, karena dia telah menemukan apa yang dicarinya selama ini. Dia tidak pernah membayangkan akan menemukan Daimno Fairy lebih cepat dari perkiraannya. Sebelumnya dia memperkirakan tidak akan menemukan tumbuhan tersebut, tetapi dia melihat kalau dia telah menemukan tumbuhan langka tersebut.
Akan tetapi disekeliling tumbuhan herbal tersebut ada sekelompok Monyet Jamur yang sedang berkelelahi sesamanya. Monyet jamur atau Majmun Kerpudha adalah monyet yang terkenal dengan keganasan dan tidak mengenal apapun kepada siapapun, termasuk satu rasnya.
Melihat sekumpulan Majmun Kerpudha, dia terlihat ketakutan sebab dia mengetahui betapa bahayanya makhluk buas itu. Dia pernah mendengar dari para pedagang yang sering lewat jalur hutan Revange yang kata mereka, mereka sering disering dan pernah terbunuh dengan keji.
Dalam keadaan itu, dia hanya mempunyai satu pilihan saja yaitu dia harus menjauhi monster berbahaya seperti Majmun Kerpudha. Akan tetapi tujuan utama mengapa dia masuk kedalam Hutan Revange sudah berada didepan matanya. Mana mungkin dia bisa meninggalkan tujuannya tersebut, tetapi dia masih ingin hidup dan masih ingin bertemu dengan penduduk desa.
“Aku harus berjalan mundur...”
Dengan suara yang pelan, dia mulai mundur secara perlahan-lahan tanpa menimbulkan kebisingan atau suara yang keras yang bisa menimbulkan Para Majmun Kerpudha akan melihat kearahnya. Dia menyerah dengan tujuan, karena dia masih ingin hidup dan melihat wajah tersenyum orang-orang terdekatnya.
Setelah menjauhi para Majmun Kerpudha, dia menyadari kalau dirinya telah menyerah dengan tujuan. Akan tetapi dia adalah seorang anak kecil yang sangat naif masuk kedalam hutan berbahaya tanpa perlindungan orang lebih tua dan pengalaman bertarung tingkat tinggi.
“Ah... ah.... ah... Akhirnya aku bisa...”
Dia mengeluarkan air mata sekali lagi yang dengan dua artian, yaitu dia berhasil menjauhi makhluk buas yang sangat berbahaya, dan juga dia tidak berhasil mengambil Daemon Fairy. Akan tetapi dia berhasil hidup untuk sementara waktu. Dan perjalanan menuju keluar hutan masih sangat jauh.
Ketika dia sedang berjalan menuju jalan keluar dari Hutan Revange, dia mendengar sebuah suara yang sangat keras dan ribut diarah belakannya. Dia yang mendengar suara tersebut tidak berani melihat kearah belakang, tetapi sepertinya dia harus melihat kearah belakang hanya untuk memastikan saja.
Hanya menoleh kepalanya kearah belakang, dia melihat sekumpulan Majmut Kerpudha yang bergerak sanga cepat menuju kearahnya dengan berayun dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Karena tidak ada waktunya untuk berpikir lagi, dia langsung berlari semampunya agar bisa menjauhi sekumpulan moster berbahaya tersebut.
“Pergilah...! Jangan kejar aku!”
Majmut Kerpudha yang mendengar suara keras itu dan juga merasakan sebuah keputusaan dari makhluk kecil itu, mereka malah kegirangan dan lalu bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
Dia tidak bisa melihat kearah belakang, sebab itu bisa mengurangi kecepatan berlarinya dan juga membuatnya lebih ketakutan. Akan tetapi ketika dia mendengar suara yang keras dari Majmut Kerpudha yang berada dibelakangnya, dia tahu kalau para monster itu bergerak lebih cepat.
__ADS_1
“Tolong! Siapapun! Tolong!”
Dia berteriak keras meminta tolong kepada siapapun itu yang berada di Hutan Revange. Dia tidak punya pilihan selain meminta pertolongan kepada siapapun, akan tetapi tidak siapapun yang berada didalam hutan tersebut, selain makhluk berbahaya.
Dia mulai kelelahan dan tidak bisa berlari dengan kencang, dia sudah mulai kehilangan harapan tetapi dia masih ingin hidup. Ketika dia berlari, dia tidak sengaja jatuh setelah kaki kanannya terbentur sebuah batu agak besar. Dan pada saat itu dia tidak bisa berdiri lagi, dan mulai menyerah dan menangis.
Ketika para monyet jamur itu mulai mendekatinya terlihat dari bayangan mereka, tiba-tiba dia melihat kepala dan serta tubuh para Majmut Kerpudha itu berserakan didepan matanya, dan membuatnya terkejut setengah mati.
“Hai, gadis kecil. Mengapa kamu ada didalam hutan ini?”
Ternyata ada orang yang menolongnya dan membunuh Majumut Kerpudha tersebut, dia menoleh kebelakang dan dia melihat seorang pria dewasa yang berlumuran darah.
“Siapa kamu?”
“Seharusnya kamu berucap terima kasih terlbeh dahulu, dan lalu bertanya nama orang itu. Apakah orang tua kamu tidak mengajarkannya padamu.”
“Maaf... Terima kasih telah menyelamatkan aku.”
“Sama-sama. Tapi sepertinya mereka masih belum jera setelah melihat teman mereka terbunuh.”
“Maaf.....”
“Tidak perlu meminta maaf.”
Orang yang telah menyelamatkannya adalah End Draking. Dia tidak sengaja mendengar suara pertolongan dan dia memikirkan kalau imbalan apa jika dia menolongi orang yang meminta pertolongan.
“Apakah anda bisa menghabisi mereka sebanyak itu?”
“Jumlah mereka hanyalah angka didepanku saja, dan itu tidak berarti apa-apa. Jika mereka kuat dan bisa menghancurkan satu pohon di hutan ini, maka aku tidak akan datang.”
Dia tidak mengerti dengan ucapan dari orang itu, tetapi dia masih berusaha memikirkan apa yang dikatakan oleh orang itu.
“Kamu tidak perlu berpikir, jika kamu tidak paham. Wajar bagi usiamu untuk candaan orang dewasa.”
“Iya.”
“Kalau begitu.... Bisakah kamu menutup telinga kamu?”
“Memang mengapa?”
“Tutup saja.”
__ADS_1
“Ok”
Dia sudah menutup telinga. Jadi tidak masalah bagiku untuk menggunakan kemampuan ini tanpa menggerakkan semua anggota tubuhku.
“Aktifkan... { Mytic : Calumnia }. Mati!”
{ Mytic : Calumnia } merupakan salah satu dari kemampuan terbaik yang dimiliknya dengan kemampuan tersebut dia bisa mempengaruhi apapun dengan apa yang diucapkan olehnya selama targetnya dapat merasakan keberadaannya.
Semua Majmut Kerpudha langsung berjatuhan dari atas pohon tanpa bernyawa, setelah mereka mendengar kata "mati”. Siapapun yang mendengar kata "mati", mereka akan benar-benar mati dan tidak bisa dihidupkan lagi atau direinkarnasikan.
End Draking melihat kearah gadis kecil itu untuk memastikan kalau gadis kecil itu baik-baik saja. Dan ternyata gadis kecil itu baik-baik saja, dia menutup kedua mata dan telinganya begitu rapat.
Aku cuma hanya mengatakan kalau dia hanya menutup kedua telinganya saja, dan bukan kedua matanya juga. Tapi itu lebih baik juga daripada terheran-heran melihat semua hal ini.
“Baiklah, kamu boleh membuka semuanya. Tapi sebelum itu, kamu harus langsung putar balik kebelakang.”
“Mengapa?”
“Jika kamu melihat ini, kamu akan muntah dan lalu pingsan.”
“Ehm.... Baiklah.”
Dia memutar badannya ke belakang, dan lalu membuka matanya dan juga telinganya. Setelah itu, dia berbicara kepada sang penyelamatnya tentang siapa dirinya dan juga mengapa dia berada didalam Hutan Revange.
“Jadi Siapakah anda?”
“Sebelum kamu menanyakan hal itu, apakah kamu adalah penduduk Desar Revange?”
“Iya. Apakah anda ingin pergi ke sana?”
“Iya.”
“Mengapa?”
"Karena aku adalah seorang pengembara, dan aku ini sedang mencatat tentang perjalananku.”
“Saya akan mengantar anda.”
“Kalau begitu, kita berjalan menuju desa kamu dan juga sambil mengenalkan diri kita masing-masing.”
Aku merasa kalau masih banyak sekumpulan makhluk buas yang mengawasi kami dari tempat-tempat tersembunyi. Apakah mereka tidak pengaruh oleh kekuatan itu atau mereka baru sadar akan keberadaan kami sekarang. Aku harus segera pergi dan menjauhi gadis kecil ini dari tempat berbahaya.
__ADS_1
Mereka sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing sambil berjalan menuju jalan keluar dari Hutan Revange. Dan gadis kecil itu menceritakan mengapa dirinya berada didalam Hutan Revange dan nama dari gadis kecil itu adalah Mina Vinali.