[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
Chapter 12


__ADS_3

Kelompok Pembunuh bayaran yag disewa oleh Eduas Dawer untuk menjaganya dan juga untuk membunuh orang-orang yang dianggapnya mengganggu dirinya. Kelompok pembunuh bayaran tersebut telah mengepung Rosalia Ethelwish, Recca Celestial dan Helix Liniar di ruangan tamu.


“Hahaha.... Walaupun kalian adalah pahlawan, tetapi kalian tidak akan bisa menang melawan dengan jumlah sebanyak ini!”


Eduas Dawer tidak menyangka kalau dia bisa mengalahkan pahlawan dengan kekuatan miliknya tersebut. Akan tetapi Eduas Dawer tidak mengetahui satu hal.


“Tertawalah sesuka kamu! Kamu cukup gila untuk menggunakan kekayaan kamu sebagai kekuatan kamu. Padahal kamu adalah orang yang bersembunyi dari balik bayangan leluhur kamu.”


“Hai, Budak! Kamu itu hanyalah seorang budak. Dan kamu akan menjadi orang pertama yang aku bunuh. Serang mereka!”


Eduas Dawer langsug memerintahkan kelompok pembunuh bayaran tersebut untuk membunuh para pahlawan didepan mereka. Tanpa adanya keraguan, mereka menyerang walau mereka tahu kalau itu adalah hal yang sangat buruk untuk dilakukan.


“Helix buatlah perlindung, dan Recca berlindung dibelakang Helix.”


Rosalia Ethelwish maju sendirian melawan kelompok bayaran tersebut. Dalam hitungan detik, semua pembunuh bayaran tersebut dikalahkan tanpa adanya satu orang yang mati. Dan juga Rosalia Ethelwish kembali ke wujud normalnya, dan mengarahkan pedang Roseford kearah Eduas Dawer.


Eduas Dawer langsung terkejud setengah mati, karena orang yang dikiranya adalah seorang budak karena pakaian dan segel di lehernya ternyata adalah Sang Ratu Suci.


“Yang Mulia, saya sangat minta maaf. Apakah anda bisa menurunkan senjata anda?”


“Maaf... Apa yang kamu katakan? Aku tidak mendengar serinci apapun dari mulut kamu.”


Rosalia Ethelwish tidak pernah mengarahkan senjatanya ke rakyatnya sendiri, tetapi jika ada seorang rakyat dari kerajaannya berbuat kesalahan didepan mata, maka itu adalah eksekusi mati bagi pelanggaran.


“Rosa, bisakah kamu turunkan senjata kamu itu?”


“Hmm....”


“Iya, saya akan memberika semua kekayaan saya kepada kerajaan. Jadi tolonglah turunkan senjata anda.”


“Hmm....”


Rosalia Ethelwish masih mengarahkan senjatanya kearah Eduas Dawer, dan masih belum bisa ditenangkan. Lalu dia memberi dua pilihan kepada Eduas Dawer.


“Aku akan kamu kesempatan kedua.”


“Oh... Terimakasih. Jadi..”


“Dua pilihan, yaitu aku ingin kamu melepaskan semua budak dan membayar kesalahan kamu dengan kekayaaan maka aku akan melepaskan kamu, tetapi jika kamu tidak melaksanakannya maka dewi kematian akan mejemput kamu.”


“Baiklah. Saya akan melakukannya.”


Rosalia Ethelwish menurunkan senjatanya, dan lalu mundur beberapa langkah menjauhi Eduas Dawer. Eduas Dawer langsung pergi menuju ke ruangan dokumen untuk mengambil kontrak para budak sambil diawasi oleh Helix Liniar.


Sesampainya di sana. Helix Liniar menanyakan sesuatu kepada Eduas Dawer yang sedang gelisah dan ketakutan, dan sedang mencari berkas dokumen kontrak para budak di kediamannya.


“Mengapa kalian para bangsawan sangat menginginkan budak? Apakah kalian tidak punya perasaan?”


“Kami bukan tidak perasaan, tetapi para budak tidak membutuhkan gaji banyak untuk melakukan sesuatu sesuai perintah tuannya.”


“Itu bukan jawaban yang aku inginkan. Jadi mengapa?”


“Baiklah... Aku akan katakan. Kami membeli para budak hanya kesenangan semata, dan juga mereka bisa dibeli di pasar gelap tidak jauh dari sini. Banyak para bangsawan melakukan jual-beli budak di pasar gelap, dan lalu mereka menyembunyikan dengan berbagai cara.”


“Lalu apakah budak itu akan merasa senang?”


“Aku tidak terlalu yakin.”


“Harusnya kamu tahu sendiri, karena kamu adalah salah satu yang membeli mereka dan memperkerjakan mereka tanpa rasa peduli kepada mereka.”


“Jika kamu berkata seperti itu, memang kamu pernah menjadi budak, Tuan Pahlawan.”


“Aku dilahirkan dari ibu seorang budak dan ayah seorang bangsawan yang tidak pernah menganggap kami sebagai keluarga. Aku tidak tahu mengapa ibuku tetap ingin berada bersama dengan bajingan itu, tapi dia terus melukai ibuku dari pagi hingga malam. Dan apakah kamu itu sama atau tidak?”


Helix Liniar tidak pernah merasakan rasa kesal pada dirinya, karena dia mengataka masa lalunya kepada orang yang salah.


“Hah.... Aku hanya bisa diam saja. Setelah ini semua, aku pasti akan diadili walaupun Yang Mulia memberi kesempatan kedua kepadaku.”


“Bagaimana kamu tahu?”


“Itu cuma asumsi aku saja.”


“Jadi jika para budak itu dibebaskan, apakah mereka akan membicarakan tentang kehidupan mereka di kediaman ini?”


“Jadi kamu tahu juga dengan isi dari kontrak budak tersebut.”

__ADS_1


“.....”


“Iya, aku akan segera selesai.”


Setelah mengumpulkan berkas dokumen kontrak para budak di kediamannya, dia langsung kembali ke ruangan tamu. Akan tetapi ketika sudah sampai didepan ruangan tersebut, kepalanya langsung terpenggal oleh orang asing.


“Wow... Maaf, aku tidak sengaja.”


Rosalia Ethelwish melihat orang asing tersebut mengingatkan pada seseorang yang menyelamatkannya dari pertarungan dengan Edward Demosntra. Dan yang lainnya melihat langsung mengarahkan senjata mereka ke orang asing tersebut.


“Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?”


“Waduh... Tidak sopan sekali, kamu mengarahkan senjata kamu kepadaku, Anak buangan.”


“Apa yang kamu katakan?”


Recca Celestial sangat marah ketika ada seseorang yang mengetahui identitasnya di masa lalu. Seharusnya hanya beberapa orang terdekatnya yang mengetahui panggilan tersebut.


“Tenanglah.... Kita tidak ada mau perselisihan untuk sekarang ini.”


“Tapi dia yang memulai duluan.”


“Aku tahu, tapi dialah orang yang mengalahkan Raja Agung.”


“Tidak mungkin, orang itu yang kamu ceritakan.”


Recca Celestial masih belum mempercayai kalau orang itu adalah orang yang dapat mengalahkan Sang Raja Agung yang dikatakan selama kekuasaannya tidak pernah terkalahkan.


“Jadi lalu mengapa orang sepertimu berada di sini?”


“Maaf saja. Tapi aku bukanlah orang yang kalian pikirkan.”


“Jangan bohong! Kalau kamu bukanlah dia, mengapa kamu mempunyai wajah yang mirip sepertinya?”


“Rossa Demonstra, aku tidak ingin menjawab pertanyaan kamu. Dan aku tahu apa yang kamu pikirkan sekarang.”


Bagaimana dia bisa tahu dengan nama asliku di kehidupan pertamaku. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui nama ini, selain Edward. Apakah dia sudah mengetahui tentang diriku. Tapi sampai sejauh mana.


“Aku mengetahui bagaimana kisah kehidupan kamu dari nol hingga sekarang. Dari seorang gadis penuh semangat hingga menjadi seorang pengkhianat yang mengkhianati temannya sendiri.”


“Sudah aku  bilang, aku mengetahui apa yang kamu pikirkan.”


Rosalia Ethelwish ingin bertanya lagi kepada orang asing itu, tetapi dia tahu semakin dia bertanya semakin kebenaran tentangnya akan dibocorkan oleh orang asing itu.


“Baiklah. Serahkan mayat itu kepada kamu.”


“Mayat babi ini tidak akan berguna untuk kamu. Walaupun kamu menutupi pembunuhan ini dari keluarga dan dari bangsawan lainnya, aku akan membocorkan rahasia tersebut.”


“Hei, sebenarnya apa yang kamu inginkan?”


Recca Celestial berteriak dan ingin mengetahui alasan orang asing itu membunuh Eduas Dawer, sebab dia tahu kalau orang asing itu tidak punya hubungan apapun dengan Eduas Dawer.


“Hmm..... Orang buangan seperti kamu harusnya bisa mengetahui, tetapi apa yang dipikirkan dari orang yang selalu ingin kekuatan itu adalah pembodohan.”


“Apa! Kamu menghina aku, Hah!”


“Seorang yang mudah emosi dan bisa membuat orang lain emosi juga. Itu adalah bakat yang patut dihargai. Akan tetapi kekuatan kamu tidak dibilang sangat kuat.”


“Sialan.... Bisakah kamu diam! [ Seni Api : Bola Api ].”


Recca Celestial yang tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dia langsung menyerang orang asing itu dengan serangan bola api. Akan tetapi serangan itu tidak berguna bagi orang asing itu, karena serangan itu menebus tubuhnya. Dan lalu serangan itu hanya menghancurkan dinding belakangnya.


“Sial! Mengapa kamu tidak terluka?”


“Sudah aku bilang dari tadi bahwa kekuatan kamu itu sangat lemah, bodoh...”


“Sialan...”


Sebelum Recca Celestial akan mengeluarkan serangan lagi, dia ditahan oleh kedua temannya. Mereka berdua tahu kalau orang asing itu bukanlah sembarangan orang.


“Nyonya muda, tenanglah dulu. Dia hanya memprovokasi kita agar dia bisa mengalihkan pembicaraan.”


“Bagaimana aku bisa tenang? Dari tadi dia menghina aku dan Rosa. Dan mengapa kamu tidak dihina juga, Hah?”


“Helix Liniar punya masa lalu lebih kelam daripada masa lalu kamu, Recca Celestial. Dia tanpa bantuan orang dalam dan berusaha keras bisa dapat berada di barisan depan. Tapi bagaimana kamu. Kamu selalu berada disampingnya Rossa Demonstra yang berarti sebab kamu bisa berada di barisan depan, karena persahabatan kamu bukanlah kerja keras kamu itu.”

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan?”


“Tenanglah, Recca!”


“Tenanglah, Nyonya Muda! Jangan dengarkan perkataannya.”


Mereka berdua menenangkan kembali Recca Celestial yang kembali terlihat kesal kepada orang asing itu yang membandingkan masa lalunya dengan orang lain, dan lalu menghina kerja kerasnya.


“Apa yang kamu tahu lagi? Katakan saja, bajingan!”


“ Wah... Lihatlah, dia tidak bisa menahan amarahnya lagi.”


“Woy!”


“Hanya itu saja yang aku ketahui, dan selebihnya akan dikatakan pada orang yang telah membuangmu suatu hari nanti.”


“Apa? Bicara yang benar, bajingan!”


“Tenanglah, Recca.”


Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, selain menenangkan Recca Celestial agar tidak menyerang orang asing itu lagi dan tidak membuat pemusuhan diantara mereka. Helix Liniar berpikir bagaimana cara mereka mengetahui tujuan dari orang asing itu.


Apa yang harus kami lakukan sekarang..... Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena tugasku melindungi Yang Mulia dan juga Nyonya muda dari orang itu. Aku tidak tahu seberapa kuatnya orang itu. Tapi aku yakin dia sangat kuat, karena Yang Mulia tidak akan menyerang orang sebelum dia tahu seberapa kuatnya orang tersebut.


“Bagaimana kita buat kesepakatan bersama”


“Kesepakatan apa yang kamu inginkan? Aku pasti tidak akan melanggar kesepakatan tersebut.”


“Baiklah. Aku hanya ingin kamu menyerahkan mayat tersebut, dan lalu pergi dari sini.”


“Lalu keuntungan aku dapatkan apa, jika aku mengikuti kesepakatan kamu ini?”


“Aku tahu kamu bukanlah orang yang mudah tergoda dengan harta dan kekuasaan. Jadi aku pikir kamu yang menentukan sendiri keuntungan kamu.”


“Itu yang sangat bagus. Bagaimana dengan satu hal ini saja?”


Orang asing itu tidak sengaja memperlihatkan senyuman yang mengerikan kearah mereka. Mereka yang melihat ekspresi mencurigakan itu, mereka langsung berjaga-jaga kalau ada yang membahayakan mereka.


“jika kalian pergi dari sini sekarang, maka aku tidak akan memindahkan secara instan dan paksa. Hanya itu saja. Dan lalu bagaimana dengan kalian?”


“Baiklah! Kami akan pergi dari sini, dan kamu bebas melakukan apapun dengan mayat itu. Akan tetapi aku ingin kamu menjawab sejujurnya. Apakah kamu mengenal orang yang menyelamatkan aku?”


“Cih... Orang keras kepala seperti kamu, Rossa Demonstra adalah orang yang merepotkan saja. Maaf saja, aku dan dia telah melakukan kontak panjang selama-lamanya.”


“Baiklah....”


Rosalia Ethelwish ingin mengetahui nama dari orang yang telah menolongnya pada saat itu. Namun dia merasa sangat kecewa karena seseorang yang tampak mirip seperti orang itu bukanlah orang yang sama, dan orang asing tu tidak memberitahu nama orang itu karena suatu alasan yang cukup masuk akal.


“Tapi Rosa.... Kita tidak akan meninggalkan mayatnya di sini.”


“iya, aku tahu. Tapi....”


“Sebelum kalian keluar dari sini, aku ingin bertanya. Mengapa kalian sangat butuh mayat dari seekor babi yang rakus ini? Bukankah lima tikus dasi saja sudah cukup untuk kalian?”


Dia sangat penasaran mengapa mereka sangat membutuhkan mayat Edual Dawes.  Padahal dia sendiri sudah merasa jijik dari penampilan Edual Dawes yang tidak terlihat seperti bangsawan yang berwibawa.


“Ini adalah urusan kami. Kamu juga tidak menjawab mengapa kamu membutuhkan mayatnya, kan?”


“Sudahlah, Recca.”


“Rosa, kita tidak akan memberitahu kepadanya. Benarkah, Helix?”


“Benar. Seperti dikatakan oleh Nyonya muda, Yang Mulia tidak usah memberitahu alasan kita membutuhkan mayat bangsawan itu.”


“Ah... Terserah, kalian saja. Maaf, ya.”


“Tidak apa-apa, Rossa Demonstra.”


Mereka bertiga keluar dari ruangan pertemuan menuju ke pintu depan, dan mereka melewati orang asing itu dan mayat Edual Dawes. Tapi pada saat Rosalia Ethelwish tepat berada disamping orang asing iitu, dia dibisikkan sesuatu.


“Percayalah. Suku Demonstra akan bisa pulang ke rumah mereka lagi.”


“Terimakasih. Itu yang kami percayakan.”


Rosalia Ethelwish sangat tahu apa yang dibisikkan kepadanya, karena mereka telah menunggu dan terus menunggu dan berharap agar mereka bisa kembali ke rumah asli mereka yang sangat jauh.

__ADS_1


Setelah mereka keluar dari kediaman itu, mereka melihat para pelayan dan juga para ksatria yang menunggu didepan pintu dengan ekspresi yang membingungkan. Mereka yang mengerti apa yang terjadi. Jadi mereka mengatakan kepada para nelayan dan para ksatria apa yang terjadi didalam kediaman dan juga mengatakan kalau itu adalah kebebasan.


__ADS_2