[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
Chapter 14


__ADS_3

Kastil Kerajaan Agung, Ruangan kerja Raja Agung. Edward Demonstra yang sebagai raja Agung pertama setelah pertarungan antara kedua negara itu selesai. Dia masih harus menyelesaikan beberapa masalah yaitu memperbaiki ekonomi kerajaan yang hampir hancur akibat perang. Walaupun dia sering mengerjakan tugas yang sama setiap saat, dia akan tetap kelelahan dibagian otaknya.


Xesa Demonstra yang ikut mengerjakan beberapa dokumen dan mejanya tepat di samping Edward Demonstra. Dia bertanya, mengapa Edward Demonstra masih harus mengerjakan sesuatu yang bukan keahliannya.


“Ayah, mengapa kamu tidak meninggalkan tugas ini kepada aku saja?”


“Ah.... Kamu terlalu khawatir, ya. Ini sudah seperti makanan untuk pikiran dan mental. Jadi jangan usah khawatir.”


“Aku masih ada satu pertanyaan lagi.”


“Apa itu?”


“Hubungan ayah dengan Rosalia Ethelwish itu apa, selain musuh?”


“Mengapa kamu bertanya tentang hal itu lagi? Bukannya aku sudah bilang kalau dia adalah penkhianat kerajaan.”


“Iya. Tapi..”


“Sudahlah...”


Edward Demonstra tidak ingin Xesa Demonstra mengetahui sesuatu hal tentang dirinya yang emiliki hubungan dengan Rosalia Ethelwish. Dia masing mengatakan kepada Xesa Demonstra bahwa hubungan mereka adalah sekedar musuh yang beda prinsip saja. Dan juga dia melarang Xesa Demonstra melakukan pencarian hubungan mereka lagi.


Tengah Malam telah tiba. Edward Demonstra tinggal menyelesaikan satu tumpukan kertas dokumen yang sepertinya perlu diberi tanda tangan atas nama dirinya. Sebelum dia memberi tanda tangannya, dia harus mengecek dokumen tersebut secara teliti dan seksama. Karena jika ada yang salah, maka kerajaan akan bisa rugi hanya gara-gara satu atau dua dokumen saja.


Sementara itu, Xesa telah menyelesaikan seluruh dokumen, dan dia akan membantu Edward Demonstra dalam mentanda-tangani dokuman yang perlu diberi tanda-tangan. Namun dia ditolak oleh Edward Demonstra, sebab tanda-tangan harus asli dan bukan tulisan dari orang lain.


“Maaf, Xesa. Tanda tangan untuk dokumen-dokumen ini harus asli bukan tulisan tangan orang lain.”


“Ayah, ayolah.... Kamu tahu aku sering meniru tulisan tangan orang lain demi sebuah misi.”


“Hahaha.... Itu hanyalah sebuah misi. Ini berbeda dengan misi, dan juga kamu tidak harus melakukannya juga. Lebih baik kamu kembali ke kamar tidur kamu saja, dan bersiap-siap untuk besok.”


“Baiklah. Ayah, jangan sampai ketiduran nanti!”


“Ok.”


Xesa Demonstra keluar dari ruangan kerja dan menuju ke kamar tidurnya untuk beristirahat. Edward Demonstra merasa senang kalau hubungan mereka masih bersifat ayah dan anak walaupun Xesa adalah anak angkatnya. Dan hanya beberapa orang yang tahu tentang Xesa adalah anak angkatnya, dan sisanya mengetahui rumor kalau dirinya mempunyai istri haram dan Xesa Demonstra adalah anak haramnya.


Setelah menyelesaikan seluruh dokumen yang bertumpuk tersebut, dia mulai menghubungi seseorang dengan menggunakan sebuah alat komunikasi ciptaan dari asal kerjasama Kerajaan Agung dan Kerajaan Suci masih dalam rahasia.


“Halo, Rossa.”


“Mengapa kamu menghubungiku malam-malam begini? Kamu tahu kalau aku tidak tidur secukupnya aku akan mati.”


“Jangalah mati dulu, sebelum aku menyisipin tubuh kamu itu.”

__ADS_1


“Hahaha.... Bisa saja bercandanya. Dan lalu mengapa kamu menghubungiku?”


“Aku cuma ingin tahu berapa lama lagi kita akan berperang? Supaya kedua pihak bisa setara lagi.”


“Aku belum tahu, karena masih ada beberapa masalah yang harus ditangani. Dan aku juga adalah kepala pemimpin di kerajaan ini, jadi sulit bagiku untuk menentukan kapan kita bisa berperang lagi? Atau lebih baik kita bekerja sama terlebih dahulu dalam menciptakan alat itu lagi.”


“Tidak mungkin, kita bisa menciptakan alat itu lagi. Dan kamu tahu sebelum kita berselisih, kita satu desa tidak bisa dan gagal seratus kali lebih. Jadi...”


“Orang asing itu. Dia telah menyampaikan sebuah ramalan yang sama persis dengan ramalan para leluhur.”


“Orang asing... Maksud kamu adalah orang yang mengganggu kita sebelumnya.”


“Iya. Aku ceritakan...”


Rosalia Ethelwish menceritakan seluruh kejadian pada saat dia di kediaman keluarga Dawes, dan juga memberitahu kalau orang asing itu mengetahui sesuatu tentangnya. Namun orang asing yang ditemuinya sebelumnya adalah seorang yang sama dengan orang asing itu. Jadi dia hanya bisa spekulasi kalau orang yang ditemuinya tadi adalah pesuruh atau bayangan dari orang asing itu.


“Jika kamu mengatakan kalau dia adalah bayangan dari orang itu, maka seharusnya kamu mengetahui dari mana yang berada disekitarnya. Akan tetapi orang itu menyerap seluruh mana disekitarnya tanpa henti. Seberapa banyak orang itu menyerap mana?”


“Semua mana yang berwarna-warni dan jumlahnya yang diserap sangat banyak.”


“Semua...? Apakah dia adalah penyimpan yang tidak terbatas seperti tas dimensi yang pernah kamu buat dulu.”


“Iya, seperti itu. Jadi apakah tindakan kamu, jika kamu bertemu orang itu.”


“Kalau begitu janganlah....”


Pada saat dia masih dalam pembicaraan dengan Rosalia Ethelwish menggunakan alat komunikasi jarak jauh, dia mendengar suara seorang pembantu yang meminta tolong yang tidak jauh dari kamarnya.


“Tolong...! Yang Mulia!”


Edward Demonstra langsung pergi menuju kearah suara dan membuang alat komunikasi tersebut. Dia yakin kalau itu adalah suara dari salah satu pembantu di kastil.


“Halo, Edward. Halo... Halo....”


Ketika Edward sudah di tempat suara itu berada, dia melihat seorang pelayan terbunuh didepan matanya, dan orang yang membunuhnya adalah orang yang mengganggu pertarungannya dua hari yang lalu.


“Lepaskan dia, Monster!”


"Wah..... Halo, Yang Mulia Raja Agung Edward Demonstra.”


Edward Demonstra menyerang orang asing itu, akan tetapi usahanya itu sia-sia karena tubuh dari orang asing bisa menembus serangan tersebut dan tidak menyebabkan luka pada dirinya. Orang asing itu tidak lain adalah Myso. Sesosok yang memiliki kemiripan seperti End Draking. Dia datang sebagai provokasi,


Myso melepaskan pelayan tersebut, dan lalu dia berjalan menuju ke jendela yang tertutup. Jendela yang tertutup itu dibuka olehnya sangat lebar, dan lalu udara malam menjelang pagi menghembus kedalam lorong istana dan menembus tubuhnya.


“Hah.... Makhluk Fana, aku tidak tahu mengapa kalian bisa sangat marah ketika kalian kehilangan seseorang yang tidak berguna bagi kalian?”

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan, Monster? Bukankah kamu sudah cukup menghalangi pertarungan kami saja!”


“Master akan senang jika dia dipanggil seperti itu. Aku tahu mengapa dia dipanggil seorang monster. Tapi seorang yang merebut paksa kebahagian da kebebasan seseorang dari dua ratus tahun lalu hingga sekarang, apakah dia bisa dikatakan sebagai seorang monster atau lebih buruk dari itu?”


“Diam!”


Edward Demonstra tidak bisa menahan amarahnya, tetapi dia hanya bisa berdiam diri sambil memegang mayat pelayan istana di kedua tangannya. Dia juga mengerti apa yang dikatakan oleh Myso tentang dirinya.


“Siapa kamu sebenarnya? Apakah kamu mengetahui tentang Suku Demonstra?”


“Aku mengetahui semua yang berada di dunia ini hingga keakar-akarnya, sebab aku adalah mata dunia yang asli.”


“Jadi apakah kamu memang benar-benar mengetahuinya?”


“Aku tidak tertarik dengan masa lalu kalian berdua itu, tetapi aku lebih tertarik dengan kekuatan kalian tersebut. Aku tahu kalau kekuatan kalian itu bukan berasal dari diri kalian sendiri, tetapi sebuah batu dari luar angkasa.”


“Mengapa kamu bisa mengetahuinya?”


"Sudah aku bilang, aku mengetahui semuanya. Dan juga batu itu mengabulkan permohonan kamu, kan. Kamu ingin mengubah dunia ini menjadi damai, dan permintaan itu menjadi dirimu sebagai seseorang setengah abadi.”


Bagaimana dia bisa tahu sejauh itu? Aku tidak pernah mengatakan kepada siapapun, termasuk Rossa. Apakah dia benar-benar mengetahui semua hal yang ada di dunia ini? Tapi mengapa dia tidak ingin menjawab pertanyaan aku sebelumnya tentang masa lalu aku.


“Kamu tidak perlu mengetahuinya, dan juga anak itu adalah anak kalian berdua. Kamu menamai anak itu, karena kamu mengingatkan anak kamu yang mati pada usia anak-anak.”


“Diamlah! Sudah cukup! Apa yang kamu inginkan sebenarnya?”


“Besok ada seseorang yang datang dari luar angkasa seperti kami. Aku ingin kamu membunuhnya atau bisa membawanya hidup-hidup kehadapan kami. Jika kamu melakukan hal itu, aku akan mengabulkan salah satu keinginan kamu itu, yaitu meniadakan setengah abadi kamu itu.”


Edward Demonstra terlihat kebingungan sebab dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak menyangkan kalau orang itu mengetahui semua tentang dirinya, dan dia harus berhati-hati. Apalagi orang itu akan mengabulkan permintaan apapun, jika dia melakukan apa yang diberikan kepadanya sebagai syarat.


“Baiklah. Aku akan melakukannya. Tapi aku ingin kamu tidak mengganggu kami semua di dunia.”


"Aku hanya hidup sebagai pelayan dan sebagai pendamping dalam permainan antara Sang Pencipta seluruh dunia ini dari ukuran kecil hingga besar dengan Master. Jadi aku tidak akan terlalu mengganggu kalian, dan juga aku bukan berasal dari dimensi ini juga.”


Setelah mengatakan hal yang rumit diterjemahkan, dia pergi dari sana dengan menghilangkan dirinya seperti udara yang tertiup angin yang lembut dan nyaman. Edward Demonstra hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri, karena telah mengikuti perintah dari orang asing tersebut.


“Ah... Mengapa? Mengapa aku bisa merendahkan diriku lagi dan lagi? Aku harus menghubungi dia tentang kejadian ini. Aku yakin dia bisa membantuku. Dan juga aku harus menyiapkan pemakaman untuk pelayan ini.”


Pada pagi harinya, Edward Demonstra sebagai Sang Raja Agung mengikuti pemakaman pelayan yang tewas itu. Didalam dirinya, dia merasa sedikit bersalah karena dia terlambat menyelamatkan salah satu orang yang harus dilindunginya.


“Yang Mulia, ini bukan salah anda.”


“Aku tahu, Xesa.”


Xesa juga ikut dalam pemakaman tersebut. Pelayan tersebut adalah salah satu pelayan yang setia dan telah bekerja selam sepuluh tahu di kastil istana. Akan tetapi kejadian yang tidak terduga membuatnya merasa sedih atas kehilangan pelayan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2