![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Setelah mengantar End Draking ke rumah kepala desa, End Draking menyuruh Mina Vinali segera kembali ke rumahnya karena sebentar lagi waktu untuk makan malam dan dia harus meyiapkan makan malam untuknya dan ibunya.
Kepala desa megizinkan End Draking masuk kedalam rumahnya yang begitu sederhana dan tidak terlalu mencolok. Dari pandangannya, dia menganggap kalau kepribadian kepala desa itu sederhana tetapi misterius. Penyebabny adalah satu hal, yaitu
Rumah ini punya gaya arsitektur yang sangat sederhana dengan sekelilingnya ada kebun yang begitu indah dan sangat rapi. Akan tetapi ada satu hal yang aku heran, yaitu penamaan didepan rumah kepala desa seperti nama yang agak asing.
“Mengapa kamu punya nama itu didepan rumah kamu, kepala desa?”
“Itu masa-masa jaya aku saja. Dan mungkin kamu tahu betul, karena hanya kitalah yang bisa membaca tulisan tersebut.”
“Itu bukan bahasa yang bisa dipelajari dalam sepuluh tahun, loh...”
“Benar juga. Akan tetapi aku tidak tahu mengapa anda datang ke sini, End Draking dari Bangsa Excita?”
“Walaupun kamu hanyalah keturunan dari mereka, tetapi kamu cukup tahu tentang bangsaku.”
“Aku dulu adalah seorang pertualang yang menjelajahi hampir dunia ini. Dan tidak sengaja menemukan sebuah tulisan di pratasti tentang kekejaman di masa lalu.”
“Aku yakin kamu mengatakan bukan kekejaman di masa kekuasaan kerajaan agung ini, tetapi sebelum kerajaan itu ada bahkan sebelum namanya sebuah negara itu berada. Benarkah, Tuan Verimant Celestial?”
“Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa mengetahui namaku, akan tetapi dalam pratasti tersebut bahwa mengatakan kalau bangsa Excita punya kemampuan yang diluar nalar.”
“Memang begitulah, kamu. Akan tetapi, aku datang ke sini bukan untuk membahas masa lalu yang tidak habisnya didebatkan. Tapi aku datang ke sini untuk meminta izin menginap di desa kamu, sekalian merawat Ibundanya Mina Vinali.”
“Tentu, aku izinkan. Akan tetapi dia sudah suami dan jangalah berbuat yang tidak baik di desa ini.”
“Itu tergantung apa yang kalian juga, dan juga aku sudah berkeluarga sama sepertinya.”
“Baguslah, kalau kamu mencintai keluarga kamu sendiri.”
“Cinta.... Itu hal yang belum bisa diartikan.”
“Anehnya...”
Mereka berdua keluar dan mencari rumah yang kosong atau tidak ditempati oleh warga desa untuk beberapa hari kedepan. Rumah tersebut akan digunakan sebagai tempat tinggalnya End Draking. Setelah menemukan rumah tersebut, Verimant Celestial pamit untuk pulang. Akan tetap sebelum itu, dia bertanya kepada End Draking.
“Apakah kamu pernah membuang sesuatu hal yang berharga?”
“Membuang.... aku pernah mengalami kedua hal tersebut, bahkan diriku belum bisa menemukan hal berharga tersebut. Bagaimana dengan kamu?”
“Hah.... Itu adalah hal yang sulit dilupakan bahkan sejak aku mengingatnya lagi.”
Veriment Celestial meninggalkan End Draking, dan kembali lagi ke rumahnya. End Draking merasa kasihan bukan untuk kehidupan masa lalunya, tetapi dia berjalan lumayan jauh dari rumahnya dan kembali lagi dengan kaki rapuhnya tersebut.
“Hah.... Aku kasihan sekali dengannya. Dia berjalan begitu jauh dengan tubuh yang tua dan rapuh itu. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu tidak kasihan sekali?”
Tidak.... Fokuslah pada tujuan kamu tersebut!
“Baiklah.... Akan tetapi uruslah yang lain dari sana.”
…...
“Dasar...”
End Draking membuka kunci pintu rumah, dan lalu masuk kedalam rumah itu. Didalam rumah tersebut, dia melihat banyak barang yang berantakan dan berserakan. Dia tidak merapikan barang-barang yang berserakan dan hanya mengambil selimut tebal didalam lemari besar. Dan lalu dia tidur di luar teras diatas tidur sambil menikmati malam pertama di planet Rosemarry.
Sementara itu, di tempat perkemahan para pasukan Kerajaan Rosemare. Para anggota dari kelompoknya Sang Ratu Suci atau Rosalia Ethelwish telah menghilangkan diri dengan meninggalkan selembar kertas yang merupakan pesan untuk semua pasukan agar mereka tidak panik.
Akan tetapi hambir semua pasukan melanda kepanikan dan kekhawatiran mereka terhadap Sang Ratu Suci, sebab mereka tahu kalau mereka masih berada wilayah Kerajaan Agung dan tidak jauh dari tempat perkemahan ada perkotaan yang tidak begitu besar, tetapi berbahaya jika Sang Ratu Suci ketahuan.
Mereka yang sedang khawatir dengan Sang Ratu Suci mereka. Hal sama yang dipikirkan oleh kelompok itu yang mana mereka sangat terkejut dan penuh kekhawatiran. Hal yang paling dikejutkan adalah bagaimana Sang Ratu Suci masih bisa makan dengan begitu tenang di tengah-tengah pasukan Kerajaan Agung yang sedang istirahat.
__ADS_1
Mereka sedang berada di sebuah rumah makan yang tidak begitu besar, tetapi banyak orang yang makan di sana, termasuk para pasukan Kerajaan Agung. Mereka mengetahui kalau ada pasukan Kerajaan Agung terlihat dari perlengkapan mereka dan juga jubah yang dikenakannya.
“Rosa, apakah ini tidak apa-apa?”
“Maksud kamu apa?”
“Lihatlah disekeliling kamu. Kamu tahu ada beberapa orang dari pasukan musuh. Ini adalah hal yang berbahaya.”
“Tenanglah... Kita sudah berganti pakaian dan juga kita datang ke sini untuk makan bukan untuk berkelahi. Benarkah yang aku katakan, Bofour?”
“Tidak salah dan tidak benar juga, Rosa.”
“Kalian berdua hanya mementingkan makanan saja.”
Recca Celestial yang sangat heran dengan perilaku kedua temannya itu yang lebih mementingkan makanan enak didepan mereka dibandingkan bahaya disekitar mereka.
“Nyonya Rosa, aku sangat minta maaf untuk hal ini. Mengapa anda tidak ingin makan saja di perkemahan?”
“Hanya ada satu alasan saja, yaitu makanan perkemahan kebanyakan sama dan rasanya juga sedikit hambar.”
“Hanya itu saja! Harusnya kamu meminta mereka menambah rasa kedalam makanan.”
Recca Celestial tidak sengaja mengeluarkan suara keras, akibatnya hampir semua orang didalam rumah makan tersebut melihat kearahnya dan para pelayan. Pelayan yang dekat darinya berbicara kepadanya untuk tidak bersuara keras.
“Mohon maaf, Nyonya. Bolehkah anda tidak berteriak, karena itu mengganggu para pelanggan yang lain yang sedang menikmati makanan mereka.”
“Maaf. Saya tidak sengaja.”
“Baiklah... Saya mohon sekali lagi untuk tidak bersuara sangat keras.”
Pelayan tersebut pergi meninggalkan mereka, setelah dia meminta kepada mereka untuk tidak bersuara keras dan berteriak-teriak. Recca Celestial ditertawai oleh teman-temannya, setelah ditegur oleh seorang pelayan rumah makan.
“Apa? Apa yang kalian tertawakan?”
“Bukan apa-apa.”
“Rosa, kamu juga ikut tertawa, kan.”
“Maaf, Recca. Aku jarang melihat kamu ditegur seperti itu.”
“Rosa....”
“Maaf.”
Rosalia Ethelwish tidak berani melihat ekspresi kesal dari Recca Celestial, setelah dia telah menertawakan Recca Celestial walau hanya dengan senyuman kecil. Jadi dia meminta maaf kepada Recca Celestial.
Setelah mereka memakan makanan di rumah makan tersebut, Rosalia Ethelewish membayar semua makanan yang telah mereka makan. Sementara itu, teman-temannya menunggu diluar rumah makan sambil memperhatikan gerak-gerik pasukan Kerajaan Agung yang didepan mereka.
“Mereka sedang membicarakan apa? Apakah kamu bisa mengetahuinya, Helix?”
“Nyonya muda, sepertinya mereka sedang membicarakan pertempuran tadi.”
Helix Liniar bisa membaca gerak mulut dan juga isyarat tubuh. Baginya hal tersebut adalah pelajaran untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong atau tidak, karena pekerjaannya sebagai pendukung kelompok.
“Jadi apakah mereka membicarakan hal buruk tentang pasukan kita?”
“Tidak, Nyonya muda. Sepertinya mereke sedang membicarakan tentang kekalahan yang harusnya tidak pernah terjadi.”
“Kekalahan dari Sang Raja Agung, Edward Demonstra merupakan sesuatu hal yang tidak bisa diekspentasikan, karena selama Kerajaan Agung berdiri sampai sekarang Sang Raja Agung tidak pernah kalah dalam pertarungan satu lawan satu.”
“Benar kata kamu, Bofour. Akan tetapi Rosa belum menceritakan apa yang terjadi didalam sana. Dan kabar kekalahan tersebut disampaikan oleh para jenderal dari pasukan Kerajaan Agung.”
__ADS_1
“Walaupun ini adalah kemenangan untuk sementara saja, tetapi kemenangan ini pasti adalah bayangan dari kabar yang paling buruk untuk kita akan datang.”
"Jarang sekali, kamu jadi sangat tenang.”
“Memang mengapa? Akan tetapi jika perkataan aku tadi jadi kebenaran, maka kita harus bersiap.”
“Agak buram dalam mengatakan hal tersebut, Tuan Bofour. Tapi jika itu benar, maka Yang Mulia akan membicarakan tentang pertarungannya.”
“Benar sekali.”
Rosalia Ethelwish keluar dari rumah makan sambil membawa kantong yang berisi makanan yang dibelinya lagi untuk dimakan sebagai sarapan paginya. Mereka berhenti berbicara ketika Rosalia Ethelwish keluar, dan merahasiakan pembicaraan tersebut sampai dia mengatakan pertarungannya.
“Kalian, apa yang kalian lakukan didepan sini? Bukankah sebelumnya kalian mengatakan untuk pergi ke kemah duluan?”
“Kami tidak akan membiarkan kamu balik ke kemah sendirian, Rosa.”
“Benar, dan juga apa yang kamu bawa?”
“Aku membawa makanan untuk dimakan buat besok pagi. Dan kalian tidak boleh meminta ini, termasuk kamu, Recca.”
“Jangan terlalu banyak makan. Nanti kamu akan seperti dulu.”
“Ini hanya untuk menggantikan semua kalori setelah bertarung tadi.”
“Terserah kamu, Rosa!”
Recca Celestial mengingatkan Rosalia Ethelwish untuk tidak terlalu makan banyak walaupun alasannya untuk mengganti kalori atau energi yang telah dikeluarkannya pada pertempuran sebelumnya. Sebenarnya di rumah makan tadi, Rosalia Demonstra makan dua kali dari gabungan makanan mereka bertiga.
“Aku tidak sabar melihat perut gendut kamu lagi, Rosa.”
“Jangan menghinaku! Pada saat itu, aku tidak berolahraga.”
Bofour De Berquese menghina Rosalia Ethelwish sampai Rosalia Ethelwish terlihat kesal terhadapnya.
“Yang Mulia, apakah anda yakin dengan hal ini semua?”
“Ehm.... Nanti besok pagi, ingatkan aku untuk berolahraga.”
“Siap.”
Pada saat berjalan menuju ke perkemahan Pasukan Kerajaan Rosemare, dia teringat sesuatu. Rosalia Ethelwish lupa mengatakan sesuatu kepada mereka tentang pertempurannya dengan Sang Raja Agung Edward Demonstra.
Kayaknya aku melupakan sesuatu, ya.... Oh, iya. Aku belum mengatakan semua hal tentang pertempuran aku dengan Edward. Akan tetapi bagaimana cara aku mengatakan kepada mereka bertiga, karena cerita itu pasti tidak akan dipercayai.
“Teman-teman.”
“Ada apa, Rosa?”
“Kalian bertiga nanti kumpul di kemahku. Aku ingin mengatakan sesuatu yang berkaitan denga pertempuran kita dan juga mengapa para pasukan dari Kerajaan Agung itu mundur.”
“Itulah yang kami ditunggu-tunggu.”
“Mengapa kamu baru saja mengatakannya, Rosa?”
“Iya, apakah nyonya kelupaan, ya?”
“Itu alasannya. Dan juga aku sangat kelelahan dan masih terkejut dengan apa yang terjadi didalam sana.”
“Kami menerima alasan kamu itu. Tapi kita akan lanjutkan nanti.”
“Terima kasih, Bofour.”
__ADS_1