[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
Chapter 4


__ADS_3

Seorang berjubah hitam yang melindungi Edward Demonstra adalah Xesa Demons. Dia adalah anak angkat dan juga bayangan yang membantai pengkhianat dibalik layar. Dia sudah menyelinap dari tadi, dan melihat kekalahan Edward Demonstra. Karena tidak terima dengan semua hal itu, dia ingin mengganggu tanpa mengetahu pembicaraan mereka.


“Tuan Edward, apakah anda baik-baik saja?”


“Aku tidak terlalu baik. Aku hampir kehilangan banyak mana didalam tubuhku. Tapi kamu juga datang di saat yang paling sangat buruk.”


End Draking melihat Xesa Demons dengan tatapan yang tajam dan begitu mengerikan. Dia terlihat sangat kesal untuk pertama kali di planet ini, tetapi dia tidak boleh dikendalikan emosi dan dia masih harus mendapatkan beberapa hal penting lagi.


“Hai, Bocah besar! Sepertinya kamu mendapatkan pertolongan. Aku minta kepada kamu, Sang Penolong. Bisakah kamu membawa bocah besar itu pergi dari sini?”


“Hai! Apakah kamu mau menginginkan sebuah pertarungan?”


“Jika iya, ayo lakukan saja. Aku yakin kamu lebih lemah dan lebih bodoh dari bocah besar itu.”


“Hentikan! Hah....!”


Ketika ingin menyerang, Xesa Demons dihentikan oleh Edward Demonstra. Dia sengaja dihentikan, karena Edward Demonstra tahu akibat jika mereka melawan orang itu.


“Tuan... Mengapa? Mengapa anda menghentikan saya?”


“Seharusnya kamu tahu jika kamu melawan dia sendirian saja.”


“Sialan....! Saya tahu, tetapi dia menghina anda. Saya tidak bisa diam saja.”


Seseorang yang menghina Tuan Edward harus dieksekusi mati langsung, tetapi orang itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan kekuatan Tuan Edward sendiri. Apa yang harus lakukan? Sebaiknya hanya satu pilihan saja.


“Baiklah.... Aku sudah bosan dengan kalian semua. Bisakah kalian memberitahu aku, dimana jalan keluar dari bangunan tua ini?”


End Draking yang sudah merasa bosan dengan semua hal yang mengganggunya. Walaupun pada awalnya dialah yang mengganggu, akan tetapi Edward Demonstra menyerangnya lebih dahulu tanpa berpikir.


“Oh... Anda ingin mencari jalan keluar, ya.”


“Iya. Jadi dimana?”


“Lewat pintu dibelakang anda dan jalan lurus saja.”


“Oh... Hanya itu saja. Terima kasih banyak.”


“Jika anda bisa keluar dari sini. Semuanya serang dia! Perlihatkanlah kekuatan kalian dan Bunuhlah dia!”


“Siap, Nyonya Xesa!”


Tiba-tiba bermunculan banyak orang yang langsung mengepung End Draking dan juga Rosalia Ethelwish. Orang-orang tersebut adalah sekumpulan pembunuh bayangan yang bertugas dibawah pengawasan Xesa Demons.


Melihat dirinya terkepung dari berbagai arah, End Draking tidak terlihat panik. Dia langsung melihat kearah Rosalia Ethelwish, dan berkata kepadanya.


“Sepertinya kamu sudah cukup beristirahat. Jadi ini adalah bagian kamu. Jika kamu tidak mengerti, maka aku terpaksa membunuh kamu juga disini.”


Mendengar ancaman tersebut, Rosalia Ethelwish langsung bangkit dan lalu bersiap untuk melawan sekelompo pembunuh bayangan tersebut. Dia melakukan hal itu, karena dia tahu betapa kuatnya orang yang didepannya.


“Baiklah...”


Setelah memanggil bawahannya, Xesa Demons langsung menggunakan kekuatannya untuk berpindah tempat dari menghindari tempat tersebut.


“Tuan Edward.”


“Baik... Aku masih belum terima hasil seri ini, Rosalia!”


“{ Seni Kegelapan : Perpindahan Gerhana }”


Dengan kemampuan tersebut, dia bisa berpindah tempat ke tempat yang pernah ditujuinya sebelumnya. Dan juga kecepatan perpindahan akan terasa lebih cepat jika tempat itu berada lima kilometer dari tempat awal.


“Mereka sudah pergi duluan. Baiklah... aku tinggalkan sekumpulan orang lemah ini kepadamu, Ratu beban.”


“Tunggu sebentar! Siapa nama kamu?”

__ADS_1


“Nama aku adalah End Draking. Ingatlah, mungkin kita akan bertemu lagi.”


End Draking meninggalkan Rosalia Ethelwish yang sedang berjuang melawan sekelompok pembunuh bayangan yang berjumlah sekitar dua puluh orang. Dia berjalan dengan santai dan tenang kearah pintu keluar dari ruangan aura tersebut sambil menghindari semua serangan yang kearahnya.


“End Draking....”


Beberapa saat kemudian... Rosalia Ethelwish telah menghabisi seluruh pembunuh bayangan tersebut tanpa membunuh mereka satupun. Seluruh pakaian dan tubuhnya terkena darah yang banyak, dan juga beberapa bagian di tubuhnya terasa sakit-sakitan seperti dia sudah menyelesaikan latihan rutinnya.


“Aduh.... Pegalnya. Sepertinya aku sudah cukup dengan pertarungan hari ini. Seluruh badanku mulai terasa nyeri lagi, dan juga aku telah kehilangan seluruh mana. Mungkin aku tinggal tunggu mereka saja.”


Dia duduk dan beristirahat dipojokan sudut ruangan, karena bagian tersebut menurutnya sangat nyaman dan cocok. Karena kehabisan tenaga untuk berjalan, dia menunggu rekan-rekannya yang segera datang mengunjunginya.


Mengapa dia bisa tahu, karena hanya ada satu alasan saja yaitu dia memberitahu rekan-rekan terdekatnya saja, jika dia belum kembali dari pertarungan, maka pergi ke lokasi yang telah diberikan kepadanya untuk membawa sisa dari bagian dirinya.


Perkataan tersebut bermaksud kalau dia tahu akan tidak bisa mengalahkan Edward Demonstra, dan dia memohon setengah kekuataannya, salah satunya pedang Roseford harus kembali ke kerajaan Rosemare. Dikarenakan pedang Roseford adalah satu-satunya senjata andalannya untuk kehidupan selanjutnya dan juga harta berharga untuk kerajaan Rosemare.


Setelah menunggu lama, terdengar langkahan kaki yang sangat cepat, seperti seseorang sedang berlari. Semakin lama suara tersebut semakin dekat dengan pintu ruangan. Dan lalu pintu ruangan tersebut terbuka dengan cara yang sangat kasar.


Ketika pintu tersebut sudah terbuka, ada tiga orang yang masuk kedalam ruangan, dan lalu salah satu dari mereka berteriak sangat keras memanggil nama Rosalia Ethelwish.


“Rosa! Rosa! Rosa! Kamu dimana?”


Hah... Mereka menemukan tempat ini lebih cepat dari perkiraanku. Aku kira mereka pasti akan tersesat menuju ke sini, dan juga bingung pintu mana yang akan mereka buka.


“Diamlah...! Kamu terlalu keras. Nanti pasukan musuh akan mendatangi kita lagi.”


“Biarkan saja. Aku tidak perduli. Aku harus memastikan apakah dia masih hidup atau tidak?”


“Lihatlah, Nyonya muda. Tempat ini sudah sangat berantakan dan hancur seperti kapal karam. Mungkin saja, dia sudah mati.”


“Woi...! Kamu mengatakan apa?”


“Aku bilang dia sudah mati, dan tubuhnya juga tidak ada.”


“Iya.... Kalian saja yang tidak mencari tubuhku dengan benar.”


“Rosalia...! Syukurlah kamu masih hidup. Aku sangat bersyukur.”


“Ah.... Kamu masih hidup. Aku kira kamu sudah mati, setelah melihat tempat ini.”


“Kamu kira aku yang kuat ini akan kalah begitu saja, Bofour.”


“Tidak juga.”


“Aku sangat bersyukur anda masih hidup, Yang Mulia.”


“Kamu lebih baik dibandingkan, sampah itu.”


“Ha? Apa kamu menghinaku, Rosalia.”


“Hentikanlah... Yang Mulia hanya bercanda saja.”


Sementara Bofour De Berquese ditahan dan tenangkan oleh mereka berdua, aku ingin memperkenalkan mereka kepada dunia suatu saat nanti. Pada awalnya kelompok ini terdiri dari lima anggota, tetapi salah satu dari kami sedang berada di suatu tempat.


*Gadis yang menggunakan jubah pakaian berwarna merah seperti seorang penyihir bernama Recca Celestial, dia adalah sahabat yang pernah berjuang bersama dari awal hingga sekarang. Seorang pria yang bersikap kotor dan keras kepala bernama Bofour De Berquese, dia sangat menjunjung tinggi martabat dengan sikap buruknya, walaupun sebenarnya dia adalah orang baik. Seorang pria yang sangat tulus dan pelindung kami dalam kelompok ini bernama Helix Liniar.


“Daripada kalian berdiri dan menatapi rasa kasihan pada diriku, mengapa kalian tidak menolong aku membawa ke kemah pasukan?”


“Maafkan kami, Yang Mulia. Kami akan membawa anda.”


Helix Liniar membawaku dengan menggendongku dibelakang punggungnya, dan sedangkan mereka berdua menjaga kami dari depan dan belakang.


“Baiklah.... Tuan Bofour, bukalah jalannya!”


“Jangan memerintahku, Pemula! Aku juga tahu!”

__ADS_1


“Dengarkan saja, sampah!”


“Diamlah kamu, Rata.”


“Hai!”


Recca Celestial terlihat sangat kesal setelah Bofour menghina bagian itu dirinya. Akan tetapi mereka tidak ribut, tapi mereka mengeluarkan beberapa kata yang tidak pantas untuk seorang yang akan menjadi pahlawan. Aku ingin meredakan pertengkaran mereka, tetapi aku tidak terlalu kuat untuk menyadari mereka. Jadi pertengkaran ini lumayan menyenangkan untuk dilihat.


Kami berjalan menuju jalan keluar dari Istana Kerajaan Agung ini, dan aku berharap tidak ada satupun penjaga yang menjaga tempat ini, karena merepotkan jika kami harus melawan mereka lagi. Dan juga aku masih kepikiran tentang orang misterius itu yang bisa mengalahkan Edward tanpa menunjukkan aura mana dibaliknya. Jadi apakah dia sudah keluar dari tempat sini?


“Oh....ya. Rosa, aku ingin menceritakan sesuatu hal aneh.”


“Hal aneh apa?”


“Pada saat kami menuju kedalam Istana Kerajaan Agung ini, aku merasakan ada bahaya yang sangat luar biasa bahkan melebihi tingkat bencana manapun.”


“Jadi kamu merasakan ada hal aneh yang melewati kalian?”


“Iya, benar.”


“Tidak, itu hanya ilusi dari gadis rata itu saja, Rosa. Karena sebelumnya dia menyalakan sensor jarak jauh, mungkin dia merasakan pertarungan anda.”


“Bukan, ini hal berbeda.”


“Tapi kamu belum pernah melihat mereka berdua bertarung, kan?”


“Iya, apa kamu pernah lihat?”


“Tidak.”


"Lalu mengapa kamu memberi pertanyaan seperti itu?”


“Iyah... Itu hanya memberitahu si bodoh saja.”


“apakah kamu bilang aku atau Rosa itu bodoh? Hah!”


“Rosa tidak bodoh. Hanya kamulah yang terbodoh di kelompok ini.”


“Apa kamu bilang, Buaya?”


“Kalian berdua... Hentikanlah...”


“Biarkan saja, Yang Mulia. Tapi sensor bahaya milik Recca Celestial tidak salah juga pasti ada salah satu dari pasukan atau jenderal dari pasukan itu melewati kami tanpa kami sadari. Itu hanya spekulasi saya saja, sih...”


“Aku tidak bersama dengan kalian. Jadi.... aku tidak tahu apa yang Recca rasakan.”


“Benar juga yang anda katakan.”


Apakah orang itu yang tidak sengaja bertemuan dengan mereka, tetapi dia menghilangkan wujudnya agar tidak terlihat oleh siapapun. Kemampuan menghilangkan wujud dan keberadaan memang ada. Apakah dia memang tidak ingin membuat masalah untuknya?


Di tempat lain, ada banyak tubuh yang bertebaran di manapun. Semua tubuh bagian dalam dan luar terlihat mengerikan dan sangat menjijikan jika orang normal melihat, dia akan muntah dan pingsan. Dan hanya satu orang saja melakukan hal itu semua yang hanya untuk mendapatkan informasi.


“Ah... Sepertinya mayat-mayat ini hanya mempunyai berita yang tidak terlalu benar, karena telah diberi sugesti yang bruk serta provokasi yang membingungkan.”


End Draking tidak merasa bersalah setelah membunuh semua prajurit yang menjaga bagian belakang Kerajaan Agung. Dia melakukan untuk mendapatkan informasi tentang planet Rosemarry dan juga serpihan kristal hitami terakhir.


Akan tetapi dia hanya menemukan pemikiran yang telah dikotori oleh pemikiran yang tidak baik bagi otak. Sebuah pemikiran yang dapat membuat seseorang terhipnotis dengan perkataan dan perbuatannya. Jadi semua hal yang dilakukan Sang Pemikir adalah hal yang baik dan tidak buruk.


“Harusnya aku membunuh mereka saja sebelumnya. Akan tetapi panggung drama ini akan hancur, jika aku mengganggu mereka.”


Menghancurkan panggung yang harusnya sudah selesai adalah kesalahan besar dalam mengubah takdir sebuah kaum. Jadi dia harus menghancurkan panggung pada saat panggung itu baru dibuat lagi. Akan tetapi dia harus menambah bumbu untuk penghancuran panggung pertama sebelum panggung kedua berdiri.


Dia meninggalkan semua mayat tersebut, dan lalu berjalan menuju ke suatu tempat yang bermana Desa Revange. Salah satu desa yang menolak pemikiran atau idealisme Edward Demonstra secara bersembunyi sebab mereka masih takut dengan kekuatan dan kekuasaan Edward Demonstra. Disebabkan oleh itu, mereka juga takut bekerja sama dengan Kerajaan Rosemare.


Dia mengetahui nama dan letak desa tersebut, karena salah satu dari mayat tersebut merupakan salah satu dari penduduk desa, dan juga yang menolak, tetapi dia sebagai pembawa berita tentang gerak-gerik kekuasaan Raja Agung.

__ADS_1


Perjalanan menuju ke Desa Revange harus melewati jalur yang penuh rintangan, sebab jalur tersebut adalah jalur menuju Hutan Revange. Tidak ada jalur lain, selain jalur tersebut disebabkan Desa Revange dikelilingi oleh Hutan Revange.


__ADS_2