![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Juliet July Li membuat sebagian pasukan garis depan yang dipimpin oleh Griamora De Serel terbunuh secara tidak diketahui oleh mereka, dan juga sebagian pasukan terkejut dan setengah mati karena musuh yang dilawan mereka sudah mengalahkan sebagian mereka.
“Oh, yah? Wajah kalian terlihat ketakutan. Apakah kalian takut terhadap hal yang tidak diketahui?”
Juliet July Li memperlihatkan wajah yang tersenyum kearah mereka yang terlihat ketakutan dan terkejut. Jenderal Griamora De Serel langsung memperlihatkan wajah seriusnya dan tidak akan melakukan kesalahan lagi.
“Siapa kamu sebenarnya, Nyonya Muda?”
“Kamu memanggilku Nyonya Muda, karena kamu tidak ingin aku menyerangmu hanya karena panggilan itu saja.”
Griamora De Serel sengaja memanggil Nyonya Muda, agar wanita itu tidak akan menyerangnya dan bisa menyakinkannya. Juliet July Li tidak terpengaruh dengan panggilan itu dan sebaliknya dia meminta orang itu lebih memberitahukan namanya terlebih dahulu.
“Jika kamu ingin mengetahui namaku, maka sebaiknya kamu memberitahu namamu terlebih dahulu, sayangku....”
“Baiklah.... Kenalkan namaku adalah Griamora De Serel. Seorang pemimpin di pasukan ini. Jadi siapa nama kamu?”
“Salam Kenal, Tuan Griamora atau Tuan Serel?”
“Panggil saja sesuka kamu.”
“Kalau begitu.... Tuan Gagah.”
Juliet July Li memanggil Griamora De Serel dikarenakan tubuh sangat kekar dan punya otot bagus disetiap bagian tubuhnya. Dia sangat menyukai tubuh kekar seseorang apalagi bisa digunakan sebagai budak untuknya. Itu terlihat sangat menggairah.
“Kenalkan namaku adalah Juliet July Li berasal dari Semesta Hurma, Planet Nunu, dan Keluarga Bangsawan Li.”
Semuanya agak terkejut setelah mendengar kalau Juliet July Li berasal dari dunia luar, dunia yang tidak diketahui oleh mereka semua. Selanjutnya Griamora de Serel langsung bertanya alasan seseorang yang jauh dari dunianya datang ke dunia mereka.
“Bolehkah aku bertanya sesuatu, Nyonya Juliet?”
“Apa itu, Tuan Gagah?”
“Mengapa kamu pergi jauh-jauh dari duniamu datang kemari ke dunia kami? Apakah kamu punya alasan kuat untuk mendukung jawabanmu itu?”
Juliet July Li tidak ingin menjawab pertanyaan itu, karena melanggar kesepakatannya dengan Kaisar Bruschetta Li, Bibinya atau atasannya sendiri. Dia tidak ingin informasi yang dimilikinya bocor ke penduduk planet itu. Jadi dia memberi sebuah kesepakatan bagi mereka ingin memngetahui alasan dirinya datang ke planet mereka.
Sementara Juliet July Li yang masih berpikir, Griamora De Serel merasakan sedikit bersalah kepada dirinya dan ke seluruh pasukan, karena mengatakan sesuatu hal yang tidak perlu atau tidak harus. Sebenarnya kamu tidak harus menanyakan tujuan dari musuh atau lawan kamu yang sedang hadapi, karena kamu tidak punya bukti kuat untuk mengetahuinya dan juga bisa saja mereka memberikan sesuatu yang lebih tidak masuk akal seperti teka-teki.
Karena sudah terlanjur mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan, maka Griamora De Serel harus mengikuti arus pembicaraan hingga akhir nasib mereka ditentukan oleh pembicaraan tersebut.
“Mengapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak bisa memberitahu tujuan kamu itu, Nyonya Juliet?”
“Kamu sangat keras kepala, Tuan Gagah. Baiklah.... Kalau kamu tidak ingin menunggu lagi. Bagaimana jika kita melakukan latih tanding saja? Jika kamu menang, maka aku akan memberitahu semua hal tentang diriku dan tujuanku, dan jika aku menang, maka kalian semua jadilah budakku, bagaimana?”
“Latih tanding....”
Sebuah latih tanding tidak masalah baginya, karena perumpaan tersebut berupa mereka hanya pertempuran yang tidak serius tetap agak serius, dan juga tidak boleh melukai seseorang hingga setengah sekarat.
Namun pengertian itu berbeda dengan Juliet July Li. Dia mengartikan kalau latih tanding itu adalah sebuah pertaruhan darah hingga salah satu pihak menyerah secara sadar maupun tidak sadar diwakili oleh sekutu pihak kalah. Yang berarti Juliet July Li latih tanding diartikannya lebih buruk dibandingkan diartikan oleh Griamora De Serel.
“Tunggu sebentar.... Apakah kamu sangat yakin dengan kesepakatan itu?”
Griamora De Serel terkenal dengan sikap bijaksana dan cerdasnya walaupun dia itu seorang memiliki tubuh yang sangat kekar dan berotot. Dia pasti tahu kalau ada perbedaan pengartian antar dirinya dan Juliet July Li.
“Ada apa?”
__ADS_1
“Aku ingin tahu apa itu latih tanding bagimu?”
“Bertarung hingga salah satu menyerah atau pingsan. Mungkin kamu berpikir kalau perngartian kita terhadap latih tanding itu berbeda, tetapi masih ada persamaan.”
“Aku juga tahu. Dalam latih tanding tidak ada boleh mati, tetapi boleh melukai dan juga memotong bagian tubuh lawan namun tidak boleh hingga dia mati.”
“Jawaban sangat cerdas, Tuan Gagah. Apakah kamu pernah mengalami hal seperti itu?”
“Iya, tetapi aku mengartikan sebagai latihan neraka, bukan latih tanding.”
Dibagian pasukan paling belakang atau pasukan pendukung yang dipimpin oleh Ke-empat Jenderal dan Xesa Demosntra. Mereka melihat dan mengamati pembicaraan Griamora De Serel yang terlihat sangat berhati-hati dan juga agak ragu. Itu bisa terlihat dari gerak bibirnya.
“Apa yang ditunggunya lagi?”
“Sabar, Hope. Kamu lihat sendiri kalau Griamora sedang berbicara dengan lawannya itu.”
Hope Briliant tidak sabar untuk melawan dan menghabisi orang yang menghabisi sebagian pasukan garis depan, dan juga tidak perduli dengan pembicaraan yang dilakukan oleh Griamora De Serel. Xesa Demosntra meminta dirinya untuk tidak gegabah dan tidak menghancurkan rencana Griamora De Serel, walau mereka tidak tahu rencana apa yang dibuat oleh Griamora De Serel.
“Nyonya Xesa, kita bisa menggunakan waktu luang ini untuk membangun pelindung disekitar kita saja.”
Rock Matrix menyarankan ke Xesa Demonstra untuk menyuruh pasukan pendukung untuk membuat sebuah pelindung kuat ntuk melindungi pasukan pendukung dan tidak melindungi pasukan garis depan.
“Woi, kamu gila, ya?”
Hope Briliant tidak sengaja mendengar hal itu dan tidak bisa menerima saran tersebut. Dia ingin seluruh pasukan pendukung maupun pasukan garis depan mendapatkan pelindungan. Akan tetapi saran itu diterima oleh Xesa Demonstra dengan alasan kuat.
“Baiklah, aku terima saran tersebut.”
“Mengapa kamu menerima saran bodoh itu?”
“Cih.... Baiklah, aku hanya mengikuti perintah kamu saja, Xesa.”
Hope Briliant hanya menurut kepada Xesa Demonstra, dan dia tidak ingin mendengarkan perintah dari orang lain, selain temannya. Jadi dia hanya bisa mengamati pasukan garis depan dari jauh, dan diam saja seperti patung batu.
Sementara itu, Jenderal Griamora De Serel tidak bisa menyetujui pertempuran pasukan garis depan melawan Juliet July Li. Walaupun Juliet July Li sudah mengeluarkan kemampuannya, tetapi itu masih belum cukup, dan apalagi JulietJuly Li pasti punya rencana licik menurutnya.
“Aku tidak setuju dengan kesepakatan itu, dan juga latihan tanding itu.”
“Kayaknya kamu tidak mengerti apa yang aku katakan. Jika kamu tetap menolaknya, maka kamu akan kehilangan seluruh pasukan kamu, termasuk orang-orang dibelakang kita.”
Juliet July Li dapat merasakan keberadan pasukan pendukung yang berada tepat jauh dibelakang mereka. Oleh sebab itulah, dia mulai memancing Griamora De Serel untuk menyetujui kesepakatan latihan tanding itu daripada kehilangan pasukan mereka.
Keheningan dan ketegangan di pasukan garis depan terjadi, karena mereka harus mengorbankan nyawa mereka untuk melawan Juliet July Li yang belum diketahui oleh mereka seberapa kuatnya, dan juga jika mereka kalah, mereka semua akan dijadikan budaknya. Sedangkan mereka memilih pilihan bertarung bersama dengan pasukan pendukung, maka mereka akan mengorbankan banyak nyawa, tetapi kemungkinan menang lebih besar menurut mereka.
“Jenderal Griamora, kita harus berunding dulu.”
“Baiklah...”
Para prajurit ingin berunding dan memutuskan antara dua pilihan yang diberikan. Para prajurit menggunakan otak dan akal pikiran mereka, dan mengajak Jenderal Griamora De Serel untuk berundung bersama, dan memutuskan dengan bijak.
Setelah berunding yang tidak begitu lama, mereka memutuskan untuk memilih pilihan yang agak buruk, walaupun keduanya sama-sama buruk. Pilihan tersebut memiliki kemungkinan menang lebih besar dibandingan pilihan lainnya.
“Nyonya Juliet, kami memilih bertarung bersama dengan pasukan kami lain. Namun, kami ingin meminta izin untuk bersiap-siap.”
“Oh.... Ini akan menyenangkan, jika kalian telah menyiapkan semuanya. Silahkan.”
__ADS_1
Juliet July Li tidak masalah dengan perizinan untuk bersiap melakukan pertempuran dengannya. Dia sangat yakin dan percaya diri kalau dirinya akan menang dengan mudah walaupun musuh terlihat kuat, karena apa yang telah mereka siapkan.
Sebelum meninggalkan tempat itu dan menuju ke pasukan belakang, Griamora De Serel bertanya sesuatu kepada Juliet July Li yaitu apakah dia punya pasukan dibawanya. Menurutnya, tidak mungkin bagi seseorang yang dapat mudah berpergian ke dunia lain tanpa membawa sekelompok orang yang membantunya.
“Nyonya Juliet, aku ingin bertanya satu lagi.”
“apa itu?”
“Apakah kamu membawa pasukanmu? Dan jawabannya iya, dimanakah pasukan kamu itu?”
“Maaf saja, ya. Ini adalah rahasia, dan rahasia telah masuk dalam kesepakatan kita. Jadi aku tidak akan memberitahu rahasia ini, tetapi aku akan memberitahu, jika kamu menang.”
“Ah... Janganlah berbuat curang, ya!”
“Aku hanya datang sendiri tanpa bawa mereka.”
“Ok.”
Setelah mendengar jawaban yang menyakininya kalau Juliet July Li tidak membawa seseorang bersamanya, Griamora De Serel memerintahkan seluruh pasukan garis depan untuk mundur ke pasukan pendukung sambil membawa mayat yang telah terbunuh. Dan lalu mereka akan menceritakan apa yang terjadi didepan sana.
Namun kesepakatan tidak ada didalam kamus perang, memang ditulis dalam sejarah. Jika ingin mengajukan perang kepada suatu pihak pasti ada namanya sebuah kesepakatan antara semua pihakm tetapi lihatlah dalam medan perang sebenarnya. Hampir sebagian besar menghiraukan kesepakatan dalam perang, bukan karena lupa, tetapi karena untuk mengejar kemenangan secepat mungkin.
Juliet July Li mengeluarkan serangan andalannya kearah pasukan garis depan. Kemampuan serangnya itu adalah Queue { Deam Li }, kemampuan turunan yang bisa mengeluarkan tembakan energi dalam belakang punggungnya.
Hal sama dilakukan oleh Griamora De Serel yang sudah mengetahui kalau mereka akan diserang dari arah belakang, dan dia juga sama halnya Juliet July Li tidak ada namanya kepercayaan dalam sebuah kesepakatan tadi. Jadi dia memerintahkan pasukan pendukung untuk menembakkan hujan panah sihir kearah Juliet July Li.
Bagaimana cara Griamora De Serel memberitahu para pasukan pendukung untuk menembakkan hujan panah sihir kearah Juliet July Li, yaitu dengan cara memberikan kode serang. Kode itu diperlihatkan dalam bentuk formasi yang diubah. Walaupun mereka kehilangan banyak orang, tetapi formasi untuk kode serang itu bisa dibuat.
Juliet July Li berhasil menghancurkan pelindung yang dibuat pasukan garis depan, dan membunuh sepuluh orang dan juga melukai 20 orang dengan serangan tembakan energinya tersebut. Sedangkan dirinya sendiri terluka dibagian telapak tangan kanan dan bagian depan ditebas oleh Griamora De Serel dengan pedang besar miliknya.
“Griamora.... Kamu memang kejam, ya. Kamu mengorbankan bawahan kamu hanya untuk menyerangku.”
“Ah... Aku juga tidak mengira kamu masih bisa berdiri setelah ditebas olehku.”
Griamora De Serel mengorbankan para bawahan atau pasukannya terbunuh, agar dirinya bisa membunuh Juliet July Li. Namun mereka hanya bisa melukainya cukup besar, walau tidak membuat Juliet July Li tersungkur ke tanah.
Juliet July Li masih bisa berdiri dengan wajah yang menunjukkan senyuman manisnya. Dia memperliihatkan emosinya tersebut, karena dirinya merasa senang sebab ada orang yang bisa melukainya.
“Hehehe...”
“Mengapa kamu tertawa, hah?”
Griamora De Serel tampak heran dan sedikit merasa gemetaran melihat ekspresi wajah Juliet July Li yang tersenyum kearahnya dan pasukannya. Dia mengetahui kalau usaha mereka tidak sia-sia untuk menyerang Juliet July Li, namun mereka tahu bahwa serangan tersebut tidak membuat Juliet July Li terluka.
“Aku melihat diri kalian ketakutan setelah tahu bahwa diriku ini tidak bisa terkalahkan.”
“Dasar.... Kamu terlihat kesakitan, Nyonya Juliet. Tapi ekspresi wajahmu itu memperlihatkan bahwasannya kamu menikmati serangan tadi. Sepertinya kamu sengaja melakukan hal tersebut.”
“Pintar sekali.... Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan pikiranku ini. Jadi kamu sudah tahu kalau aku hanya mencoba betapa kuatnya serangan kalian kepadaku. Namun saat ini juga aku akan lebih serius! Bersiaplah para calon peliharaanku!”
Juliet July Li mengeluarkan semacam energi kuat dari tubuhnya, dan energi itu meningkatkan seluruh kemampuan pada tubuhnya. Griamora De Serel yang berada didekatnya, dia menahan energi yang luarbiasa kuat. Dia pernah merasakan energi yang sama kuatnya seperti energi yang dikeluarkan Juliet July Li, yaitu pada saat dia menentang Xesa Demonstra.
Didalam pikirannya, dia mencoba memprediksi betapa kuatnya Juliet July Li setelah dia mengeluarkan energi sekuat itu, dan juga bagaimana cara mereka mengalahkan Juliet July Li yang akan terus bertambah kuat. Jadi sebelum Juliet July Li bertambah kuat, maka dia menyerangnya.
“Tidak akan, aku biarkan kamu bertambah lebih kuat!”
__ADS_1
Pedang besar yang digunakan Griamora De Serel bernama Stonesword yang merupakan salah satu dari The Seven Sword terkuat di benua utama. Stonesword tidak memiliki kerusakan yang besar pada tubuhnya, tetapi ketajamannya akan bertambah tergantung fisik dari penggunanya.