![[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1](https://asset.asean.biz.id/-zeroline--zero-dimension-part-1.webp)
Beberapa lama kemudian. Keadaan mereka berdua terlihat sangat buruk dan banyak darah yang berceceran di lantai ruangan tersebut. Walaupun banyak darah yang berceceran di lantai, tetapi tidak terlihat luka di sekujur tubuh mereka. Penyebabnya adalah mereka menggunakan kemampuan seni regenerasi yang digunakan saat pertarungan mereka.
“Berapa lama kamu berlatih sampai kamu bisa menyeimbangiku?”
“Jika kamu mengatakan seperti, maka aku bertanya kembali. Berapa banyak tubuh aku dari beberapa kehidupan sebelumnya yang kamu simpan?”
“Entahlah.... Karena tubuh lama dari kehidupan sebelumnya punya kamu telah dimakan olehku tanpa sisa.”
“Dasar Kanibali!”
Rosalia Ethelwish yang tidak pernah bertanya apa yang dilakukan tubuh lamanya oleh Edward Demonstra. Dan ketika dia tanya untuk pertama kali, dia mendapatkan jawaban yang sangat buruk dan menjengkelkan.
“Memang mengapa? Itulah cara aku menyatu denganmu, jika tubuh itu tidak punya jiwa yang didalamnya.”
“Ha....! Kamu benar-benar menyebalkan!”
Rosalia Ethelwish mulai menyerang Edward Demonstra lagi dengan raut wajah yang sangat marah dengan tatapan yang menyeramkan kearah Edward Demonstra. Akan tetapi serangan tersebut masih bisa ditahan dan juga Edward Demonstra tidak terkejut dengan raut wajah tersebut, malah dia menyukainya.
“Luar biasa! Aku jarang melihat senyuman yang sangat haus darah tersebut.”
“Diamlah! { Seni Cahaya ; Amarah Agung }”
Sama halnya dengan { Seni Kegelapan : Amarah Agung }, { Seni Cahaya : Amarah Agung } juga membuat senjata pengguna mengeluarkan elemen cahaya yang dapat bisa semua kemampuan senjata dan juga menghapus semua tipe elemen apapun.
"Sepertinya kamu bisa menggunakan hal yang sama sepertiku."
“Ini adalah hal wajar, jika saja kamu belajar dari kesalahan sebelumnya.”
“Oh.... Maksud kamu adalah kamu menyalin seni kegelapan milikku. Itu sangat luar biasa!”
“Cih... Rasakan ini!”
“Hohoho...... { Seni Kegelapan : Amarah Agung ].”
Rosalia Ethelwish langsung menyerang Edward Demonstra dengan pedang Roseford yang telah dicampurkan dengan teknin seninya. Akan tetapi kapak Endless Edward p dapat menahan serangan tersebut, tetapi tidak bisa menghilangkan elemen cahaya.
Keduanya saling menyerang dan mengadu dengan senjata mereka masing-masing. Mereka memperlihatkan berapa lama senjata mereka akan hancur, jika mereka saling terus mengadu sesama senjata.
Mereka saling mengadu serangan dengan senjata mereka sampai mereka tidak sengaja mengeluarkan aura kekuatan mereka yang berada di tubuh dan senjata mereka keluar. Aura kekuatan itu sangat besar yang diakibatkan serangan yang saling diadu dan seimbang. Dan menyebabkan sekitar didalam ruangan tersebut hampir hancur akibat gelombang aura kekuatan mereka.
“Hah... Ah... Ah... Sepertinya kita sudah berlebihan.”
“Hahaha.... Ini sangat luar biasa bahkan ini harus aku ingat selama hidupku ini!”
Rosalia Ethelwish yang sudah kelelahan dan ekspresinya terlihat aneh setelah mendengar perkataan gilla dari Edward Demonstra. Dia sendiri tidak menyangka kalau bisa menyeimbangi musuh yang lebih kuat darinya.
Sementara itu Edward Demonstra tidak merasakan kelelahan sama sekali, dan dia merasa sangat senang karena Rosalia Ethelwish telah berkembang lebih jauh daripada sebelumnya. Dan dia mulai berpikir apakah dia harus mengakhiri dengan cepat atau tidak.
__ADS_1
“Baiklah...! { Seni Kegelapan : Naga Kepala Tiga }.”
{ Seni Kegelapan : Naga Kepala Tiga} merupakan jenis serangan yang mengikuti targetnya. Rosalia Ethelwish mencoba menghindari serangan tersebut akan tetapi serangan tersebut sangatlah cepat. Dan pada saat Rosalia Ethelwish terkena serangan tersebut, dia langsung jatuh ke tanah.
“Hahaha...!”
“Sialan....”
“Bagaimana dengan itu?”
Edward Demonstra mendekati Rosalia Ethelwish agar dia bisa melihat ekspresi wajah kekalahan Rosalia Ethelwish. Akan tetapi ketika dia mulai mendekat, Rosalia Ethelwish langsung membuat perlindung cahaya untuk melindunginya dari Edward Demonstra.
“{ Seni Cahaya : Perlindungan Cahaya }”
{ Seni Cahaya : Perlindungan Cahaya}” merupakan seni pertahanan yang melindungi penggunanya dengan membuat pertahanan disekitarnya dan tidak bisa dihancurkan, termasuk seni kegelapan. Akan tetapi kelemahannya dari seni tersebut telah diketahui oleh Edward Demonstra.
“Memakai perlindungan. Karena aku tahu bagaimana cara menghancurkannya, maka aku akan hancurkan perlindung kamu dan selanjutnya kamu yang akan aku hancurkan.”
Edward Demonstra menyerang perlindung tersebut dengan menggunakan kapak Endless dan serangannya tersebut bertubi-tubi, agar pertahanan di perlindungan tersebut bisa melemah dan lalu hancur.
“Ini berbeda dari sebelumnya. Coba saja!”
Seni Perlindungan tersebut pernah dihancurkan dengan cara seperti itu. Jadi untuk memperbaiki kekurangan tersebut, dia membuat lapisan tambahan dibagian depan dan belakang perlindung yang lebih kuat, sementara dibagian tengah akan dihilangkan, agar bagian depan tidak menerima tekanan kuat dari bagian tengah atau belakang, dan bisa membalikkan serangan tersebut.
Sudah puluhan kali, Edward Demonstra menyerang perlindung tersebut, akan tetapi perlindung tersebut sangat kuat dan tidak bisa dihancurkan oleh tekanan dari serangannya tersebut.
“Mengapa tidak bekerja? Seperti tidak ada retakan yang disebabkan oleh serangan ini.”
“Hahaha...! Cukup luar biasa! Sepertinya perlindung kamu ini akan cocok sebagai bahan pelatihan aku.”
“Ah...?”
Rosalia Ethelwish yang mengerti dengan perkataannya Edward Demonstra tadi. Dia langsung fokus memperkuat dan mempertebalkan lapisan bagian depan dua kali lipat dari sebelumnya. Dia tahu kalau perkataan tersebut kearah lebih serius.
“Rasakan... rasakan... rasakan ini...”
Semakin banyak serangan kapak Endless ke perlindung tersebut, semakin kuat serangan tersebut. Dikarenakan efek dari kapak Endless yaitu Penguat akhir telah hidup, dan fungsinya sebagai memperkuat setiap serangan yang dilancarkan tanpa berhenti. Jadi jika serangan itu berhenti selam 2 detik, maka efeknya akan hilang.
Sudah terhitung ribuan kali serangan tersebut dilakukan, tetapi belum ada retakan di perlindung tersebut. Sepertinya seni perlindungan tersebut sangat kuat sampai ribuan serangan dari kapak Endless tidak bisa menghancurkannya.
Akan tetapi sebaliknya, Rosalia Ethelwish mengetahui apa yang tidak diketahui oleh Edward Demonstran, yaitu pertahanan akan hancur tinggal berapa saat lagi. Itu bukan akibat dari serangan tersebut. Akan tetapi waktu perlindungan itu akan habis, akibat dari penggunaan mana yang terlalu banyak.
Sebenarnya dia telah antisipasi jika terjadi hal seperti itu. Akan tetapi karena dia sedikit ceroboh untukk memperkuat perlindungnya tersebut, maka dia harus menanggung akibatnya.
“Ayolah, pecundang! Aku tahu kalau kamu tidak bisa menahannya lagi.”
“Apa yang kamu maksud, Edward?”
__ADS_1
“Aku mengetahui apa yang kamu ketahui, seperti mana kamu itu.”
“Ahaha.... Apa yang kamu katakan? Apakah kamu lupa kalau mana aku lebih besar dan aku dapat mengendalikan lebih baik daripada kamu?”
“Memang, kamu lebih baik hal seperti itu. Akan tetapi kamu sangat boros dan sering ceroboh.”
Dengan menggunakan { Mata Dewa }, dia dapat melihat bentuk mana setiap orang dari kecil hingga besar, dan juga dapat melihat seberapa banyak orang itu mengeluarkan mananya. Dan Rosalia Ethelwish juga mempunyainya , tetapi dia tidak membangkitkan matanya tersebut.
“Sialan... Jika saja kamu tidak mempunyai, maka kemungkinan aku menang akan lebih banyak.”
“Hahahaha.... Kalau begitu ini adalah akhirnya untukmu.”
Edward Demonstra menyerang Rosalia Ethelwish pada saat perlindung tersebut menghilang, karena mana Rosalia Ethelwish telah berkurang dratis. Akan tetapi pada waktu yang sangat tepat, dia masih bisa menghindari serangan tersebut.
Walaupun dia berhasil menghindari serangan tersebut, akan tetapi dia tidak akan bisa menghindari serangan selanjutnya. Karena kesempatannya telah habis.
“Akan aku akhiri.”
Edward Demonstra hanya berhasil memotong tangan bagian kanan saja, karena Rosalia Ethelwish masih bisa melindungi bagian vital tubuhnya dengan mengorbankan bagian tubuh yang lainnya.
“Argh....!”
“Salah kamu sendiri. Mengapa kamu tidak melindunginya dengan pedang kamu itu?”
Hanya ada satu alasannya, yaitu Pedang Roseford tidak bisa menyeimbangi kekuatan besar tersebut. Makanya dia mengorbankan tangan bagian kanannya secara bersamaan ketika pedang Roseford kalah dari serangan tersebut.
Untuk memulihkan dirinya dengan regenarasi, dia harus memerlukan waktu yang sangat banyak. Dikarenakan dia telah kehilangan sebagian besar mananya. Kecepatan regenarasi setiap orang berbeda tergantung seberapa besar mana milik orang tersebut.
“Karena kamu masih memerlukan waktu banyak untuk regenarasi tangan kananmu itu. Bagaimana jika kamu mengatakan bahwa kamu menyerah kepada aku secara langsung didepan hadapan seluruh dunia ini?”
“Tidak akan! Aku lebih baik kehilangan darah banyak dibandingkan harus mengikuti pemikiran bodoh kamu itu.”
“Hahaha.... Kamu buat aku kesal saja. Bagaimana jika aku memotong satu tangan kamu lagi, dan apakah kamu akan memohon setelah itu?”
Edward Demonstra menyerang sekali lagi ke tangan kirinya Rosalia Ethewish, agar Rosalia Ethelwish bisa memohon ampun dan mengatakan kalau dia menyerah kepada dirinya yang Raja Agung. Akan tetapi pada saat dia menyerang, tiba-tiba Kapak Endless dihentikan oleh seseorang yang berdatangan dengan cahaya dari langit.
“Siapa kamu? Lepaskan tangan kotor kamu!”
“Seharusnya aku bertanya kepada kamu, mengapa kamu ingin menyerang aku? Apakah diriku ini pernah melakukan kesalahan kepada kamu?”
“Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, pecundang!”
“Pecundang.... Baiklah, bagaimana dengan ini?”
Orang tersebut mengeluarkan embusan angin keras disekitarnya sampai Edward Demosntra terhempas jauh dari tempat orang tersebut. Rosalia Ethelwish tidak terkena embusan angin tersebut, karena orang tersebut menargetkan Edward Demonstra. Dan juga orang tersebut adalah End Draking.
“Memalukan sekali. Dimundurkan oleh seorang pecundang.”
__ADS_1
End Draking mengerti apa yang terjadi sebenarnya sekarang setelah dia melihat kekacauan disekitar tempat tersebut. Dan dia telah mengetahui kalau dua orang itu sedang bertarung dengan seriusnya.
“Hah....Aku berharap aku tidak menganggu pertarungan kalian ini."