[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
Chapter 13


__ADS_3

Didepan gerbang Kediaman Keluarga Dawes, Para Nelayan dan Para ksatria yang selama ini bekerja paksa dibawah kontrak budak akhirnya bisa bebas dari ikatan kontrak yang mengikat mereka. Namun ada lima pelayan yang masih berada didalam kediaman, karena mereka masih setia kepada Keluarga Dawer, kecuali kepala keluarga Dawes.


Rosalia Ethelwish tidak bisa memaksa keputusan mereka yang tetap tinggal di sana, karena dia tahu kalau mereka sedang mengkhawatirkan dua anggota keluarga lagi yang masih dalam perjalanan menuju ke kota Daisin.


“Jadi kalian akan tetap di sini.”


“Iya, Yang Mulia Ratu Suci.”


“Kalau begitu bisakah kamu memberikan jamuan kepada orang yang ada didalam sana?”


“Baiklah. Kami juga akan membereskan mayat Tuan kami.”


“Terimakasih. Dan kamu akan kabarkan kematiannya di pertemuan besok.”


“Sama-sama, Yang Mulia Ratu Suci.”


Rosalia Ethelwish, dan kedua temannya pergi meninggalkan kediaman keluarga Dawer dengan perasaan yang masih membingungkan mereka. Dan juga terutama Rosalia Ethelwish yang sangat penasaran dengan orang asing tadi yang tahu segalanya.


Aku tidak tahu siapa dia, tetapi dia sangat mengetahui tentang diriku dan teman-temanku. Aku merasa kalau dia bukan berasal dari dunia ini, dan dia bukan seorang manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Aku merasa seperti itu, karena aku merasakan aura mana disekitarnya mengelilinginya dan diserap olehnya dari tadi. Jika aku menyerap mana dengan jumlah yang banyak, maka aku akan hancur.


Ditengah perjalanan menuju ke kediaman Edual Dawer, End Draking mendapatkan tumpangan berbayar yang hanya membayar 2 gram emas saja. Dia menumpang di kereta kuda putri pertama dari anaknya Edual Dawer yang bernama Helena Dawer.


 "Tuan End. Aku tidak menyangka kalau anda akan menjual tanaman itu kepada kami. Bukankah menjual tanaman itu merupakan hal yang ilegal?”


“Jika aku menjualnya saja sudah termasuk ilegal, bagaimana orang yang ingin membelinya? Apakah mereka juga termasuk ilegal?”


“Hah... anda sangatlah pintar juga, Tuan End. Dan jika masalah pembayaran, itu adalah urusan ayahku. Demi tanaman yang bisa membuatmu abadi, aku akan membayar berapapun harganya.”


“Sangat rakus juga. Seharusnya kamu menggunakan untuk menyembuhkan orang lain dibandingkan dirimu sendiri.”


“Jika aku membeli ini untuk orang yang tidak mampu untuk membeli ini, maka aku akan rugi. Kecuali aku mengekstra tanaman ini menjadi cairan suci lalu menjualnya ke beberapa tempat suci untuk sebagai minuman suci mereka. Bukankah itu sangat menguntungkan?”


“Hahaha.... Kamu sangat ahli dalam menipu.”


“Tidak, kamu salah besar. Aku bukan menipu mereka, aku hanya menjebak mereka saja.”


Mereka berdua tertawa sangat mengerikan sampai Sang Kusir mulai memikirkan hal yang menyeramkan ketika mendengar suara ketewa tersebut.


“Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan.”


“Tenanglah.... Kamu sudah tahu sikap sisi buruknya Nyonya kita. Jadi ketika dia bertemu dengan orang yang berpikiran sama seperti dia, maka pembicaraan itu adalah sesuatu yang mengiurkannya.”


“Kamu benar juga, kapten.”


Sang Kusir dan Kapten dari penjaga keluarga Dawes yang bernama Helmas. Mereka berdua sudah mengetahui sifat buruknya anak dari tuan mereka yang menyukai hal-hal yang menguntungkan untuk dirinya sendiri atau serakah. Dan pada saat ini baru pertama kali dia sangat menyukai pembicaraan yang begitu banyak.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan setelah pembayaran selesai? Mungkinkah kamu akan tinggal di kediamanku.”


“Maaf saja. Aku masih banyak mengurus urusan yang belum diselesaikan, seperti utang.”


“Oh... Tapi semalam saja tidak masalah, kan? Dan ayahku tidak akan melarangku membawa lelaki yang memiliki pemikiran sama.”


“Ehm... Semalam saja. Akan tetapi aku tidak akan tertarik dengan hadiah yang kamu berikan nanti malam, jika aku benar-benar menginap di kediamanmu.”


“Hahaha.... Kamu sungguh lelaki yang sangat pintar, ya.”


Gadis kecil ini, aku sangat menyukainya bukan dari penampilannya yang begitu cantik seperti seekor flaminggo, tetapi aku menyukainya karena cara pemikirannya tentang dunia bisnis yang seharusnya dibangun. Tapi sifatnya sama saja seperti Istri yang menyebalkan itu.


Akhirnya mereka sampai di kediaman Edual Dawes. Akan tetapi mereka melihat suasana yang begitu sangat sepi, dan tidak ada satupun orang yang memberi "selamat pulang” kepada mereka terutama Helena Dawes.


Helena Dawes langsung merasa sesuatu tidak beres pada kediamannya, karena dia tidak melihat satupun para pelayan dan para ksatria yang seharusnya menyapanya ketika dia pulang. Tapi ini pertama kalinya dia tidak mendengar atau melihat para pelayan tidak ada.


“Maafkan aku, Tuan End. Aku harus pergi dulu.”


“Silahkan.”


Helena Dawes langsung berlari masuk kedalam kediamannya dan mengecek apa yang terjadi pada kediamannya yang begitu sepi. Akhirnya dia menemukan fakta yang mengejutkan baginya setelah dia menemukan lima pelayan yang sedang membereskan mayat ayahnya.


“Tidak, ini pasti bercanda, kan? Ayah, dia tidak akan mungkin. Ayah, Bangun!”


“Nyonya Helena....”


Mendengar suara teriakan yang sangat keras dari dalam, Helmas dan juga Sang Kusir langsung berlari masuk untuk mengetahui mengapa Helena Dawes teriak sangat keras.


End Draking yang berada diluar. Dia telah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tetapi dia tidak akan memberitahu hal tersebut kepada Helena Dawes karena mereka sudah masuk dalam rencananya. Akan tetapi dia masih merasakan hawa keberadaan yang tidak asing didalam sana.


End Draking masuk kedalam kediaman. Ketika dia berada didepan sebuah ruangan, dia melihat Helena Dawes yang menangis dan ada lima orang pelayan yang menjaganya. Dia tidak melihat Helmes dan Sang Kusir didalam kediaman.


Karena merasa penasaran bukan kasihan kepadanya, dia mendekati Helena Dawes. Akan tetapi dia dihalangi oleh lima pelayan yang sedang menjaga dan menenangkannya. Para penjaga itu menanyakannya, mengapa ada orang asing berada di tempat mereka.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kamu siapa, tapi bagaimana cara kamu bisa masuk kedalam kediaman ini?”


“Tunggu sebentar. Aku hanyalah seorang tamu yang tidak mengerti apapun yang terjadi. Di sini aku hanya ingin menjual barang daganganku kepada Tuan kepala keluarga Dawes.”


“Dasar tidak tahu malu!”


“Mengapa kalian marah?"


End Draking berpura-pura tidak tahu atau tidak mengerti dengan keadaan, agar dia bisa mendapatkan informasi lebih dari sikapnya tersebut. Akan tetapi sikap ada banyak penolakan dari beberapa orang yang sangat mengerti dengan suatu keadaan, seperti para pelayan itu.


“Tidak apa-apa. Dia tidak salah.”


“Tapi Nyonya muda, dia tidak tahu.”


Helena Dawes memahami sikap aku, karena aku hanya seorang tamu yang tidak sengaja masuk kedalam suatu kejadian yang tidak terduga dan menyedihkan baginya.


Padahal End Draking hanyalah berpura-pura dan dia dikasihani. Walaupun Helena Dawes memaafkan hal tersebut, tetapi dia ingin mereka keluar dari kamarnya dan membiarkannya sendirian.


“Bisakah kalian keluar dulu sebentar? Aku ingin sendiri.”


“Baiklah, Nyonya Muda. Kami keluar.”


Kelima pelayan keluar dari kamarnya, dan lalu menunggu diluar pintu kamar, karena mereka masih khawatir dengan Helena Dawes yang tenggelam dalam rasa sedihnya yang begitu mendalam setelah kehilangan ayahnya.


“Ini semua gara-gara kamu, Bodoh!”


“Hei, mungkin aku ini bodoh. Akan tetapi aku tidak sebodoh kalian.”


“Apa?”


Ada lima pelayan, yaitu Vier yang memiliki ciri fisik yang terlihat jelas pada rambutnya yang berwarna biru kehitaman, Funf yang memiliki porsi tubuh yang lebih besar dari mereka berlima dan terlihat ramah, Eins yang memiliki tatapan yang sangat mengerikan dan jarang sekali berbicara, Seiben adalah seorang pelayan yang sangat setia tetapi mudah digoda apapun yang membuatnya penasaran, dan terakhir Acth adalah pelayan yang masih dalam pikiran yang dibingungkan oleh situasi tidak dimengertinya.


Vier, pelayan yang sedang memarahi End Draking, karena End Draking yang tidak mengerti dengan suatu keadaan yang jelas didepan matanya. Dan Vier menduga kalau pria didepan matanya tidak perduli selain barang dagangnya.


“Tenanglah, Vier.... Kita tidak boleh buat keributan didepan kamar Nyonya.”


“Bisakah kamu tidak menghalangiku, Funf!”


Funf menghalangi dan tidak ingin keributan terjadi didepan amar Helena Dawes.


“Selain Vier, kami berlima masih bisa memaafkan anda. Tapi bisakah anda sedikit mengerti dengan situasi saat ini! Kami tidak ingin membuat keributan yang bisa menghancurkan hatinya lagi.”


“Iya, aku minta maaf. Jadi bisakah salah satu kalian mengantarkan aku ke ruangan tamu?”


End Draking meminta diantara mereka untuk mengantarkannya ke ruangan tamu agar dia bisa istirahat setelah perjalanan yang tidak begitu jauh.


“Biarkan saya yang akan membawa anda.”


“Ayo.”


Eins mengajukan dirinya untuk membantu mengantarkan End Draking ke ruangan tamu. Akan tetapi pada saat ingin berjalan.


“Heh? Heh!”


Tiba-tiba Acth berperilaku yang aneh setelah dia menggunakan otaknya sepenuhnya. Dan dia baru mengerti situasi yang terjadi sekarang. Itu adalah hal yang wajar dilihat keempat pelayan, sebab mereka telah mengenal lama.


“Kamu sudah mengolahnya.”


“Hm..Hm..Hm...”


Acth hanya bisa mengangguk kepalanya saja keatas dan kebawah, sepertinya dia telah memahami apa yang terjadi sekarang. Dan dia meminta maaf dengan menggunakan isyarat tangan ke mereka karena hanya berdiam saja.


“Tidak apa-apa. Suatu hari kamu pasti akan cepat berpikir cepat.”


Seiben mengelus kepalanya Acth dengan menggunakan tangan kanannya. Dan mereka bertiga tersenyum apa yang mereka lihat. Sementara itu, End Draking melihat perilaku tersebut, dia merasa kalau Acth terkena penyakit tertentu, bukan penyakit otak atau sejenisnya.


“Ehm...”


“Oh, maaf.”


End Draking dan Eins berjalan menuju ke ruangan tamu sesuai arahan dari Eins. Setelah sampai di ruangan tama, Eins yang ingin meninggalkan Tamunya tersebut. Dia ditahan, karena tamu tersebut ingin bertanya sesuatu kepadanya.


“Pertama, aku tahu kamu juga tidak perduli dengan perilaku teman kamu itu, kan. Jadi bisakah kamu menjawab pertanyaan ini?”


“Tidak bisa. Saya tidak bisa menjawab yang membicarakan tentang teman-teman saya, termasuk Acth.”


“Jadi namanya adalah Acth. Jadi apakah kamu mempunyai hubungan sesuatu yang lebih dari teman?”


"Maksud kamu apa? Apakah kamu mengatakan aku ini menyukai sesama jenis?”

__ADS_1


“Maaf, aku ini bukan seorang wanita. Ini hanya kesimpulan saja yang bodoh.”


“Kalau begitu singkirkan pikiran kotor tersebut! Aku tidak tahu mengapa Nyonya Muda menerima pedagang mesum sepertimu.”


Dia menghinaku dengan memanggilku mesum. Aku sangat kagum dengannya, karena dia tidak merasa takut. Walaupun aku tahu bagaimana cara dia mengetahui aku ini adalah pedagang, tidak salah menanyakan apa yang aku dagangkan.


“Jika kamu mengetahui aku ini adalah seorang pedagang, jadi aku ini pedagang yang menjual dagangan apa?”


“Aku tidak tahu! Yang penting apa yang selalu dibawa oleh Nyonya Muda pasti berhubungan dengan pedagang ilegal atau pasar gelap.”


“Oh.... Jadi ini adalah rahasia umum di kediaman ini.”


“Ah....”


Eins tidak sengaja melontarkan kata-kata tersebut dari mulutnya. Dia sudah menduga kalau tamu yang dibawa oleh Helena Dawes bukanlah tamu biasa, tetapi tamu yang mudah menjebak mangsanya.


“Rambut hitam dan mulus sepertimu. Sayang sekali, tidak pernah dirawat. Apakah kamu tidak pernah merawatnya?”


“Mengapa kamu mengganti pembicaraan?”


“Tidak apa-apa. Ini hanya sekedar promosi untuk kelembutan natural pada setiap rambut wanita.”


“Jadi kamu ini sedang bercanda.”


Eins mulai merasa aneh, karena tamu tersebut seperti mengetahui permasalahannya. Dia pernah bermasalah dengan rambutnya yang jarang dirawat dan sering rontok.


“Kata setiap orang, rambut wanita adalah nyawanya. Jadi mengapa kamu tidak  memakai pelembab rambut ini? Ini tidak usah dicuci dengan air. Kamu tinggal menberikan ke sekujur rambut.”


“Hahaha....! Mana mungkin, aku akan percaya dengan produkmu, pedagang licik. Walaupun aku tidak sepintar Nyonya Helena, tetapi aku cukup pintar untuk tidakmasuk dalam jebakanmu.”


“Oh.... Benarkah? Jadi ini penyebabnya kamu tidak didekati satu orang lelaki.”


“Apa? Aku ini tidak perlu lelaki. Aku hidup untuk melayani Nyonya Helena sampai akhir hayatku.”


End Draking merasa kalau tipu dayanya tidak akan bisa mempengaruhi seorang pelayan yang menjengkalkan itu. Akan tetapi dia masih punya banyak tipu daya, agar bisa melanjutkan tujuannya.


“Ehm... Tapi kamu pasti perlu sesuatu agar kamu bisa memikatnya dan menjadikan dirimu sebagai pelayan yang paling setia dan pantas disisinya setelah ayahnya telah tiada.”


“Kami semua tidak akan berkompetensi untuk menjadikan diri kami sebagai pelayan disampingnya. Kami sudah cukup berada disampingnya sebagai pelayan biasa saja.”


“Keras kepala.”


Eins merasa kalau mereka para pelayan tidak perlu menjadi seorang pelayan terbaik diantara pelayan dalam melayani Helena Dawes, karena mereka semua sudah berteman sejak kecil dan menganggap satu sama lain seperti keluarga.


“Baiklah. Aku menyerah.”


Tiba-tiba End Draking membuka tutup botol pelembab rambut, dan lalu mengarahkan ke Eins. Aroma wangi yang sangat menyegat tercium, dan mulai mempengaruhinya.


“Apa ini? Apakah ini aroma dari ekstra minyak bunga?”


“Iya.”


“Tapi aroma ini seperti membayangkan berada di kebun bunga yang dipenuhi oleh bermacam-macam bunga.”


Eins mencium aroma dari botol tersebut, dan lalu dia membayangkan kalau dirinya berada di sebuah kebun bunga yang sangat besar dan dipenuhi oleh bermacam-macam bunga. Dia tidak tahu kalau dia akan menghirup aroma yang sangat wangi dan harum.


“Apakah kamu ingin satu ini?”


“Bagaimana, ya? Aku akan..”


Jika dia menerima botol pelembab rambut tersebut, maka dia menelan ludahnya sendiri. Dikarenakan sebelumnya dia menolak tegas dan tidak membutuhkan hal tersebut. Namun setelah mencium aroma kebun bunga dari botol tersebut, dia berpikir kalau tidak salah membeli satu saja.


“Tidak apa-apa. Kamu hanya salah paham saja. Jadi seharusnya sebelum kamu mengkritik dagangan orang lain, kamu harus mencobanya terlebih dahulu.”


“Baiklah! Aku akan menerimanya.”


Dia mengambil botol pelembab rambut, dan lalu langsung memakainya ke sekujur rambutnya hingga keakar-akarnya. Akan tetapi dia tidak mengetahui kalau dia telah terkena jebakan oleh End Draking. End Draking sendiri mengetahui kalau setiap perempuan mempunyai aroma khusus mereka masing-masing, dan dia melakukan itu kepada Eins.


“Baiklah. Katakan padaku, bagaimana cara kamu dijadikan sebagai seorang budak?”


“Baik, Master. Ibu saya sudah melayani keluarga ini sejak dulu. Jadi saya juga harus berkewajiban melayani keluarga ini walaupun kontrak saya sudah lenyap.”


“Bagaimana dengan teman-temanmu?”


“Ada beberapa yang punya alasan khusus. Dan sekarang mereka masih menutup asal usul mereka sendiri.”


Luar biasa.... Aku tidak menyangka kalau gadis kecil ini bisa terpengaruh dalam jebakanku. Padahal dia sudah menebak kalau dirinya sedang terjebak. Akan tetapi dia sendiri yang berakhir terjebak karena aroma bunga dari botol tersebut. Dasar bodoh!


End Draking mencoba menggunakan trik hipnotis dengan menggunakan cairan yang tercampur didalam botol pelembab rambut tersebut. Walaupun dia bisa saja menghipnotis orang dengan sekali tatapan, tetapi dia ingin mencari sedikit hiburan.

__ADS_1


__ADS_2