[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1

[ZEROLINE] ZERO DIMENSION Part 1
CHAPTER 3 : Sang Penjelajah


__ADS_3

Sepertinya aku mengganggu pertarungan mereka berdua. Sebenarnya aku tidak menginginkan berpindah tempat dimana ada pertarungan yang sedang serius-seriusnya. Akan tetapi sebelumnya aku hanya ingin melihat pemandangan pertempuran diluar dari jarak jauh, tetapi aku tidak sadar kalau aku berpindah ke tempat yang tidak nyaman.


“Woi... Siapakah kamu? Sepertinya kamu mempunyai kekuatan besar, tetapi aku melihat jelas kalau kamu tidak mempunyai mana didalam diri kamu tersebut.”


Mana? Benda apakah itu? Aku tidak mengetahui apa yang dikatakan oleh pria besar itu. Tapi ketika dia mengatakan kalau aku mempunyai kekuatan besar itu akan bertuju ke teknikku, dan mana itu pasti adalah energi kehidupan atau Ragen.


“Tuan.... apakah kamu adalah utusan tuhan?”


Ini lagi. Masih ada orang yang mempertanyakan apakah  orang yang datang dari langit adalah utusan tuhan, seperti aku. Itu adalah hal konu diberdebatkan, tetapi jelas untuk peradaban di planet ini yang masih tergolong tradisional.


“Jika iya, pasti kamu akan senang. Tapi aku akan mengatakan aku bukanlah seorang utusan dari dewa manapun. Karena hanya ada satu pencipta untuk seluruh dunia dan dimensi.”


Awalnya dia merasa sangat senang. Akan tetapi setelah aku mengatakan aku bukan dari utusan tuhan, dia langsung kecewa dan bingung seketika.


“Jadi siapakah diri anda?”


Pria besar itu mulai menyerang aku dengan kecepatan penuh baginya dengan menggunakan kapak hitam tersebut. Akan tetapi aku bisa menahan serangan tersebut dengan satu jari aku di bilah kapak tersebut.


“Bagaimana bisa? Bagaimana kamu bisa menahan dengan satu jari kamu?"


“Satu jari...? Padahal aku tidak merasakan apapun saat aku menahan kapak kamu tersebut.”


“Hah? Kalau begitu aku akan serang kamu lagi lebih bertubi-tubi. Rasakan ini!”


Serangan lambat seperti itu tidak akan bisa mengenai aku. Dan juga aku menahan setiap serangan tersebut dengan satu jari telunjuk bagian tangan sebelah kanan sambil menunjukkan ekspresi menyombongkan diri.


Rosalia Ethelwish yang melihat kehebatan End Draking. Dia mulai kagum dan tidak mengira kalau orang asing itu bisa menahan setiap serangan mematikan tersebut.  Padahal dia saja tidak bisa menyeimbangkan kekuatan serangan tersebut, walaupun kecepatan masih diunggulinya.


Sepertinya kamu merasa bosan hanya karena serangan yang lemah ini. Padahal aku berharap serangannya akan lebih kuat setiap serangan yang dilancarkannya. Akan tetapi setiap serangan tersebut bagiku adalah serangan yang tidak lemah, tetapi tidak kuat juga.


Setelah selesai dengan serangan bertubi-tubi miliknya tersebut, dia langsung mundur ke belakang, dan terlihat dia sangat kelelahan setelah melakukan serangan tersebut.


“Bagaimana kamu bisa menahan serangan bertubi-tubi tersebut dengan satu jari saja?”


“Yah... Aku tidak ingin merendahkan kamu, tetapi aku berkata jujur saja. Kalau serangan kamu seperti anak kecil yang baru saja belajar seni perang dengan tongkat kayu.”


Edward Demonstra melihat ekspresi orang itu yang tersenyum setelah mengatakan kalau serangan yang tadi adalah permainan atau latihan untuk anak kecil.


“Kau...! Kalau begitu rasakan ini! { Seni Kegelapan : Naga Kepala Tiga }!”


Edward Demonstra merasa kesal setelah dihina dengan perkataan tersebut. Dan kemudian dia langsung mengeluarkan { Seni Kegelapan : Naga Kepala Tiga } menyerang kearah ke End Draking. Walaupun serangan tersebut sangat kuat bagi Rosalia Etherwish, akan tetapi bagi End Draking melihat serangan tersebut bukanlah serangan yang kuat.


End Drakig tidak bergerak dari tempatnya, dan dia melihat kearah serangan tersebut. Serangan { Seni Kegelapan : Naga Kepala Tiga } tersebut menyerang kearahnya, dan mengenainya. Menghasilkan kabut yang tebal yang berasal dari debu-debu berterbangan yang terkena ledakan serangan tersebut.


Akan tetapi dibalik kabut tersebut ada senyuman yang mengerikan. Edward Demonstra yang seklias melihat senyuman tersebut, dia langsung merinding dan ketakutan karena dia merasa kalau ada sesuatu yang lebih jahat dan kejam dibalik kabut.


“Wah, wah, wah... Aku tidak mengerti seberapa kuat kekuatan kamu tadi.”


Kabut yang menutupi dirinya telah menghilang, dan lalu memperlihatkan dirinya yang terlihat baik-baik saja, setelah terkena serangan terbaik yang dimiliki Edward Demonstra. Di sampingnya, Rosalia Ethelwish tidak terkena serangan itu juga.


“Bagaimana bisa?”


“Bagaimana, ya....? Atau aku katakan saja, kalau seranganmu barusan sama saja dengan yang tadi, tetapi lebih kuat dari sebelumnya saja.”


Dipandangannya Rosalia Ethelwish, dia melihat apa yang dilakukan oleh End Draking untuk melindungi dirinya dari serangan tersebut.


Aku melihatnya bagaimana dia melenyapkan serangan tersebut dengan satu jentikan jarinya saja. Setalah dia menjentikan jarinya, serangan tersebut lenyap. Lalu ada gelombang yang berasal dari serangan yang telah lenyap tersebut membuat debu-debu berterbangan disekitar, tetapi tidak ada satupun debu yang mengenainya dan aku.


Rosalia Ethelwish hanya bisa terdiam dan terpana setelah mengetahui kalau orang itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada Edward Demonstra setelah beberapa kali serangan yang dikeluarkan oleh Edward Demonstra yang tidak bisa mengenai orang itu.

__ADS_1


Edward Demontra yang tidak punya pilihan lagi setelah dia mengetahui kalau orang yang berada tepat didepan matanya bukanlah orang biasa, melainkan sosok monster yang tidak bisa dikalahkan oleh dirinya sendiri. Itu adalah menurut pandangannya, dan arti monster karena kekuatan yang sangat berbeda dan jauh dari kekuatan miliknya.


“Mengapa kamu diam saja? Apakah kamu tidak bisa memikirkan selain bertarung? Atau kamu tidak punya pilihan, selain kabur seperti pengecut.”


“Siapa pengecut? Dasar Aneh!”


“Lebih baik jadi pengecut dibandingkan menjadi seseorang yang naif. Padahal dia sudah mengetahui seberapa kuatnya musuh yang dihadapinya.”


Mendengar perkataan yang menghina dirinya, dia langsung marah dan menanyakan mengapa orang itu menghinanya.


“Apa yang kamu katakan? Aneh! Apakah itu hinaan? Hah!”


“Itu bukan hanya menghina dirimu, tetapi menyadarkan kamu saja.”


“Sialan, Kau...!”


Dia termakan dengan ucapannya End Draking. Tanpa berpikir terlebih dahulu, dia langsung menyerang lagi dengan penuh amarahnya. Dia menyerang dengan menggunakan Kapak Endless miliknya. Dia akan menyerang End Draking dengan satu kali serangan yang lebih kuat dari sebelumnya yang dipenuhi dengan amarahnya juga.


Akan tetapi serangan kapak Endless yang kuat tersebut masih bisa ditahan End Draking dengan memegang kapak Endless dengan satu tangannya saja. Melihat hal itu, Edward Demonstra terlihat marah karena serangannya tersebut masih bisa ditahan. Padahal serangan terakhir itu menguras semua kekuatan didalam dirinya.


“Mengapa? Mengapa kamu masih bisa bertahan?”


“Mengapa? Karena kekuatan segini belum bisa mengalahkan aku.”


Dipandangannya Rosalia Ethelwish, dia merasakan sebuah aura mana yang sangat besar disekitar Edward Demonstra. Akan tetapi dia tidak merasakan atau melihat aura mana yang dikeluarkan oleh orang itu.


Setelah itu, Edward Demonstra mundur jauh ke belakang. Walaupun dia masih merasa sangat marah, dia mencoba mengendalikan dirinya. Dikarenakan dia tidak bisa lagi buang-buang kekuatan mana miliknya lagi, sebab mana didalam tubuhnya tinggal sangat sedikit.


Melihat sosok besar tetapi lemah itu mundur, End Draking berusaha memprovokasinya lagi agar dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada planet mereka itu.


Sepertinya dia sudah setengah menyerah, dan dia juga sudah berjaga-jaga jika aku masuk kedalam wilayahnya. Jadi dalam keadaannya, apakah aku bisa mendapatkan informasi sedikit darinya, dan juga si gadis beban ini.


“Apa yang kamu inginkan? Ha!”


“Bisakah kamu diam sebentar dulu saja? Aku hanya ingin bertanya sesederhana mungkin agar bisa diolah oleh otak bodoh kalian saja.”


“Kamu, Dasar Monster!”


“Tenanglah dulu, Edward!”


“Apa-apaan kamu! Apakah kamu juga ingin dihancurkan lagi, Rosalia!”


“Aku hanya ingin menenangkan kamu saja. Dan kamu tahu kalau kita tidak bisa apa-apa sekarang, selain mendengar perkataannya saja.”


Edward Demonstra mengerti apa yang dikatakan oleh Rosalia Ethelwish, karena dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, selain mendengarkan perkataan orang asing itu atau kabur. Kabur adalah pilihan buruk jika berada didepan Rosalia Ethelwish.


“Baiklah... Apa yang kamu inginkan?”


Dia sudah benar-benar tenang setelah ditenangkan oleh musuhnya sendiri. Apakah mereka adalah musuh yang saling mengerti. Lebih baik seperti itu dibandingkan teman yang menyerang dari belakang.


“Aku ingin mengetahui apakah kalian berdua... Sebelum itu mengapa negara kamu diserang oleh si beban ini, Bocah besar?”


“Woi! Siapa yang kamu panggil beban?”


“Lalu mengapa kamu selalu berada dibelakangku terus, seperti sedang meminta perlindungan saja.”


“Iya, itu benar.”


“Hahahaha....! Rosalia, kamu dipanggil beban. Memang sangat pantas.”

__ADS_1


Dia tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan aku yang memanggi musuhnya sebagai beban. Aku mengatakan sesuai dengan fakta dan juga tingkah laku gadis ini. Dan sepertinya dia....


“Dan lalu mengapa kamu tidak marah setelah dipanggil Bocah besar?”


“Itu hanya karena aku tidak bisa mengeluarkan amarahku lagi.”


“Apakah iya? Kamu tidak marah atau kamu menerima kekalahan kamu, Edward.”


“Antara kedua hal itu, tetapi aku ingin pertandingan ini dianggap seri.”


Mereka berdua benar-benar mengenal satu sama lain, dan sangat mengganggu. Tapi mereka pasti memanggil nama asli mereka berdua ketika mereka saling berbicara.


“Jadi jawablah pertanyaan aku tadi, Bocah besar?”


“Baiklah.... Pertama aku ini adalah calon penguasa dunia... atau sudah menjadi penguasa seluruh dunia ini. Karena ada beberapa orang yang tidak berjalan dengan idealisme sekarang, mereka mulai memberontak. Dan diantara mereka dialah yang memimpin para pemberontak itu. Dia adalah Rosalia Ethelwish Sang Ratu Suci.”


“Sang Ratu suci.... Rosalia Ethelwish, apakah yang dikatakan dia benar atau salah?”


“Salah besar! Dialah yang terlebih dahulu memulai dan idealis miliknya sangat buruk. Dan....”


“Tunggu sebentar, Nyonya Ratu. Hai, Bocah besar! Kamu sudah memperkenalkan Si Beban ini kepadaku. Lalu siapa nama kamu? Apakah kamu adalah Sang Raja.”


“Iya, memang benar. Seperti yang kamu katakan sebelumnya. Aku adalah seorang penguasa yang dipanggil sebagai Sang Raja Agung, dan nama aku adalah Edward Demonstra. Ingatlah nama aku sampai kematian kamu, Monster!”


Menyebalkan sekali.... Aku tidak tahu kalau Si Bocah besar ini lebih menyebalkan dibandingkan Si Rose yang sangat cerewet dan mengatur hidupku.


“Kalau begitu lanjutkanlah.... Ratu beban.”


“Cih... Baiklah, aku akan ceritakan dari awal hingga terakhir.”


Rosalia Ethelwish menceritakan seluruh cerita permasalahan itu terjadi, dan juga dia merahasiakan tentang beberapa hal yang tidak harus diceritakan kepada End Draking. Cerita itu tanpa ada penambahan dari segala segi, selain menghilangkan hal-hal yang tidak perlu.


“Jadi kamu adalah yang salah, Ratu beban.”


“Apa? Apa kamu bodoh? Hah!”


“Aku tidak bodoh. Apakah kamu tahu tentang aturan perang sebenarnya?”


“Aku tahu. Sang pemenang mendapatkan apa yang mereka dapatkan, dan yang kalah harus menurutinya.”


“Itulah aku maksud. Jadi bukankah ini juga pertempuran jangka panjang ini sangat sia-sia. Lebih baik gunakanlah sumber daya itu untuk membangun peradaban bukan untuk menghancurkan peradaban.”


“Memang kamu tahu apa? Monster!”


Rosalia Ethelwish sangat kesal mendengar perkataan tersebut. Dia menyakini kalau orang asing itu tidak mengetahui penderitaan dunianya itu diatas kekejaman Edward Demonstra.


Melihat Rosalia Etehlwish yang sangat kasihan setelah mendenga perkataan keji tersebut, Edward Demonstra tertawa dan dia setuju dengan perkataan dari orang asing itu.


“Kamu memang hebat, Tuan. Bukan hanya kekuatan kamu yang seperti monster, setiap ucapan kamu adalah monster juga.”


“Itu berlaku sama dengan kamu. Sebuah idealisme atau keyakinan dibuat bukan untuk keuntungan seseorang tetapi keuntungan semua orang. Itulah penyebab dari perang panjang ini yang akan berhenti jika anda terbunuh atau lebih baik anda segera mengganti cara pemikiran anda.”


Ketika masih dalam pembicaraan, tiba-tiba End Draking diserang dengan senjata kecil berupa pisau kerahanya. Dengan gerakan cepat, dia mengambil salah satu senjata yang menyerangnya dan lalu menangkis semua senjata yang mengarahnya.


Dan setelah itu, ada seseorang yang muncul dari atas. Dan dia langsung berada didekat Edward Demonstra dan melindunginya sambil menunjukkan pedang kecil miliknya.


“Ah... Sepertinya masa damai ini masih bisa dapat diganggu oleh orang lain. Padahal tinggal sedikit lagi pembicaraan kita berakhir.”


Seseorang berjubah hitam itu sangat mengganggu pengambilan informasi ini. Padahal aku masih ingin berbicara panjang dengan mereka berdua. Sang Abadi Edward Demosntra dan juga Sang Reikarnasi abadi Rosalia Ethelwish.

__ADS_1


__ADS_2