49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif

49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif
1. Sebuah Kesempatan


__ADS_3

"Lihat, ada mayat yang mengapung di sungai itu!"


Banyak orang berbondong-bondong melihat apa yang dimaksudkan disana.


Mayat seorang pria muda, yang selalu menjadi bahan cemoohan orang-orang di desanya. Tagara.


Kabarnya, Tagara mati bunuh diri.


Tidak ada yang pernah tau, jika sebenarnya dia meninggal karena dibunuh oleh para penjahat yang melakukan transaksi jual beli organ yang sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini.


Mayat Tagara mengapung. Tak ada yang berani menyentuhnya. Dia tidak dikuburkan atau dikremasi dengan layak. Jasadnya dibiarkan hanyut mengikuti arus sungai, karena sebagian masyarakat disana memiliki kepercayaan bahwa seseorang yang mati bunuh diri takkan diterima bumi, sehingga dia harus lenyap dengan sendirinya tanpa bantuan apapun dan siapapun.


Hanya hukum dunia yang mampu memusnahkannya. Biarkan jasad itu digerogoti ulat atau akan dimangsa binatang buas, semua terserah hukum alam yang berlaku, karena sesama manusia tidak berhak mencampurinya. Alam yang akan menghukum perbuatannya yang berani menghabisi diri atas keinginan sendiri.


Jasad Tagara hanyut hingga ke aliran sungai yang jauh dan tenang. Tanpa siapapun yang melihat, di bagian air yang paling jernih, cahaya kehidupan menyinari jasadnya.


Roh Tagara yang senantiasa menemani jasad yang belum terkubur itu, bangkit. Mengikuti cahaya yang berpendar menjadi satu garis lurus.


"Hidupmu selama didunia hanya menjadi pecundang, tidak pernah melakukan kebijaksanaan. Kau akan segera musnah."


Roh Tagara dapat mendengar suara yang asing itu. Entah berasal dari mana suara tersebut. Tapi yang jelas, sekarang Tagara sadar bahwa dia telah mati, dalam keadaan tetap menjadi pecundang.


Tagara memberanikan diri untuk bicara saat dia mendapat kesempatan.


"Jika matipun aku harus menjadi pecundang, maka biarkan aku hidup kembali dalam keadaan yang lebih baik." Suara Tagara terdengar bergetar.


"Sekalipun kau hidup kembali, kau akan tetap menjadi pecundang." Suara itu menjawab permintaan Tagara.


"Aku akan membuktikan bahwa aku bisa hidup lebih baik. Berikan aku kesempatan untuk merasakannya."


Tagara hanya mendapat balasan serupa suara angin yang lama kelamaan terdengar semakin menderu dekat. Hingga entah untuk berapa lama, Tagara merasa tergulung-gulung didalam angin yang berputar, membawanya pada sesuatu yang tidak pernah dibayangkan.


Roh Tagara sempat mendengar sebuah kalimat saat tubuhnya terombang-ambing.


"Hiduplah kembali dan hilangkan riwayat pecundangmu. Waktumu tidak banyak, 49 hari adalah waktu yang cukup untuk kau membuktikan jika dirimu pernah hidup sebagai seorang yang berguna."


...****...


Tagara terbangun dengan jiwa baru di dalam raga orang lain. Tapi dia belum menyadarinya. Dia pikir, dia masihlah Tagara si pecundang yang hanya bermimpi soal kematian.

__ADS_1


Tagara melihat sekitar, hanya ada ruangan putih dan aroma desinfektan.


Apa dia bermimpi? Tapi ruangan iniĀ  memang tampak asing baginya.


Tagara melihat kedua tangannya, juga kakinya yang mampu berpijak dengan baik. Dia sehat. Dia merasa amat bugar, tapi tetap saja dia merasa ada yang berbeda.


Tagara memperhatikan sekali lagi pada kondisi fisiknya. Ya, ini bukan seperti dirinya. Tubuh ini sepertinya lebih tegap dan gagah daripada tubuhnya yang biasa. Tagara membutuhkan cermin untuk melihat penampilan dirinya namun dia tidak menemukan benda itu ditempatnya sekarang.


Apa sebenarnya dia memang sudah mati? Lalu hidup ditubuh orang lain?


Lalu sebuah suara seakan muncul dan terngiang-ngiang dikepalanya.


"Hiduplah kembali dan hilangkan riwayat pecundangmu. Waktumu tidak banyak, 49 hari adalah waktu yang cukup untuk kau membuktikan jika dirimu pernah hidup sebagai seorang yang berguna."


"Andres?!"


Bersamaan dengan berakhirnya suara tersebut dari ingatan Tagara, tiba-tiba seseorang memasuki bilik yang dia tempati. Tentu saja Tagara terkejut akan hal itu.


Namun, wajah seseorang itu tampak jauh lebih terkejut saat melihatnya.


"K-kau masih hidup?"


Tagara diam tak menyahut.


"Andres! Kau hidup! Dan kau bisa berdiri!" Pria itu berseru heboh, membuat Tagara kebingungan.


"K-kau siapa?" Tagara mengeluarkan suara untuk pertama kalinya.


"Aku Jordan. Kau tidak mengingatku?"


Tagara tentu saja menggeleng.


"Apa terlalu lama koma membuatmu lupa padaku?"


Tagara kembali menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Dengar, Andres. Beberapa waktu lalu, kakakmu memutuskan untuk mencabut semua alat kedokteran yang membantu kehidupanmu, meski sebenarnya kau belum mati. Sebuah mukjizat tiba-tiba saja kau dalam keadaan bugar begini."


Pria yang mengaku bernama Jordan itu terus saja mengoceh, namun Tagara tetap tidak memahami maksudnya. Terlebih, pria itu memanggilnya dengan nama Andres.

__ADS_1


"Apa aku adalah Andres?"


"Ya. Kau Andres, sahabatku!" jawab Jordan lantang.


"Bisa kau ceritakan mengenai aku?" Tagara tentu tak tau apapun mengenai hidup pria bernama Andres yang sekarang dia naungi tubuhnya.


"Kau ingin tau dari hal yang mana?"


"Semuanya." Tagara yakin ada hal yang terjadi pada pemilik tubuh ini. Kenapa tubuh ini yang terpilih untuk dia masuki. Waktu 49 hari yang dimiliki Tagara harus berakhir dengan baik agar dia tidak lagi dianggap pecundang, meski kini dia hidup ditubuh Andres. Sesuai kesempatan yang dia terima, Tagara harus bisa membuktikan bahwa hidupnya bisa berguna.


"Kau tidak mengingat apapun mengenai dirimu sendiri?" Jordan balas bertanya.


"Y--ya, aku melupakannya. Kau bilang aku sempat koma?" tanya Tagara. Dia akan memulai misinya meski sebenarnya dia tidak tau apa maksud dan tujuan roh nya ditempatkan di tubuh Andres.


Jordan menarik nafas pelan. "Kau koma 1 tahun belakangan, karena kecelakaan yang lagi-lagi menimpamu."


"Lagi-lagi?"


"Ya. Ku pikir dengan kau lumpuh semuanya sudah cukup, ternyata mereka menginginkan kau mati, Andres."


Tagara terdiam. Ternyata hidup Andres tidak lebih baik darinya.


"Siapa mereka? Yang menginginkan aku mati?"


Jordan menggeleng. "Aku tidak tau, dulu aku hampir membantumu menemukan siapa pelakunya, yang pertama kali menyebabkanmu lumpuh. Tapi, tiba-tiba kau mengalami kecelakaan lagi, lalu kau koma. Jawabannya tidak kita temukan hingga saat ini. Ku pikir kau sudah meninggal," terangnya panjang lebar.


Tagara pikir dia diutus untuk membantu Andres mengungkap siapa yang melakukan kejahatan padanya. Menyebabkannya lumpuh, lalu koma.


"Kakakmu sudah menunggu selama 1 tahun. Tapi kau tidak kunjung sadar, kabarnya perusahaan yang kau kelola sudah mengalami kebangkrutan, itu sebabnya Kakakmu meminta semua alat-alat yang menunjang kehidupanmu harus di lepaskan, karena sudah tidak sanggup menanggung biayanya."


Tagara terdiam. Dia masih mencerna semua yang terjadi. Sampai akhirnya dia paham bahwa dia harus mengungkap semua ini agar pemilik tubuh bernama Andres tidak mati dengan sia-sia.


"Bisakah kau merahasiakan kesembuhanku?" kata Tagara pada Jordan.


Pria yang mengaku sebagai sahabat Andres itu mengernyit kebingungan.


"Maksudmu?"


"Aku mau menyelidiki semua ini. Biarkan semua orang tau mengenai kepulihan ku, tapi biarkan juga mereka tetap menganggapku lumpuh."

__ADS_1


Jordan menarik sudut bibirnya menjadi sebuah lengkungan senyuman. "Baiklah, aku akan tetap membantumu, sebisaku!" katanya antusias.


...TBC ......


__ADS_2