49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif

49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif
9. Rencana


__ADS_3

"Waktumu tersisa 44 hari lagi, Tagara," kata Qia mengingatkan Tagara.


"Aku tau. Jadi, apa rencana kita selanjutnya?"


Qia menggeleng. "Untuk saat ini kita dirumah saja dulu. Sampai kau bisa sedikit bela diri dan memegang pistol dengan baik," katanya.


"Apa tidak ada rencana? Waktuku akan semakin habis jika terus begini?"


"Untuk sekarang hanya itu yang bisa kau lakukan, karena jika kau keluar dari rumah tanpa memiliki ilmu untuk melindungi dirimu sendiri itu sama saja dengan bunuh diri," ujar Qia menyadarkan Tagara.


Tagara pikir, yang Qia ucapkan memang benar. Tapi dia juga tak mau semua waktu berakhir sia-sia tanpa ada sedikitpun titik terang.


Tagara terkesiap saat tiba-tiba Qia menyerangnya lebih dulu, tanpa bicara dan tanpa ancang-ancang. Tagara langsung terjatuh saat itu juga, dengan meringiss memegang sisi tubuhnya yang terasa sakit akibat pukulan Qia.


Melihat Tagara yang langsung tak berdaya, Qia pun menggeleng sambil berdecak lidah.


"Lihat! Bagaimana aku mau menyusun rencana? Kau saja tidak mampu melindungi dirimu sendiri."


"Tapi kau tidak mengatakan akan menyerangku," keluh Tagara.


"Mana ada musuh yang akan memberi kode untuk menyerang. Kau bahkan bisa dibunuh tanpa pernah kau sadari," ujar Qia.


"Jadi, bagaimana?"


"Maka dari itu kau tidak bisa keluar sekarang. Kau bahkan bisa mati jika rencana musuhmu telah matang."


Tagara menghela nafas kasar dia tak bisa menampik apa yang Qia ucapkan.


"Ah iya, kau bilang Agatha memintamu untuk melamarnya kembali waktu kalian pergi kemarin?"


Tagara mengangguki pertanyaan Qia. Wanita itu langsung tampak berpikir kemudian matanya berbinar seperti mendapatkan ide.


"Dia pasti mau menjebakmu dengan cara baik-baik. Ikuti saja alur yang dibuatnya tapi kau harus tetap bisa menjaga dirimu. Jangan sekali-kali terpesona padanya," peringat Qia.


"Tidak mungkin. Lagipula aku sudah tau jika dia berniat jahat padaku," kata Tagara.


"Bisa saja kau terjerumus padanya, tidak ada yang bisa menjamin hal itu. Ingat, Tagara! Tubuh yang saat ini kau kendalikan adalah milik Andres, jadi jangan menggunakan nya sembarangan termasuk terjerat pada rencana Agatha," ujar Qia menatap tajam pada Tagara.


Tagara hanya menanggapi ujaran Qia dengan anggukan. Dia yakin tidak akan tergoda pada Agatha lagipula dia tau Agatha itu ingin menyakiti Andres, mana dia tertarik dengan wanita jahat, pikirnya.


...****...


"Bagaimana rencanamu? Jika sudah matang maka temui dia lagi dan jalankan rencananya," ujar seseorang pada Agatha.


Agatha menoleh. "Ya, aku akan langsung mengajaknya menikah saja. Jika begitu semuanya akan mudah," paparnya.

__ADS_1


"Kenapa harus menikah, Agatha?"


"Tidak ada cara lain. Ku harap kau mau mengalah. Menikah adalah jalan pintas agar aku menjadi salah seorang yang berhak menerima warisan darinya." Agatha berargumen.


"Kau yakin jika hartanya masih ada? Jika ternyata dia benar-benar bangkrut, maka pernikahan itu hanyalah sia-sia."


"Aku yakin dia masihlah Andres yang kaya raya. Sebelum kecelakaan yang menyebabkannya koma waktu itu, dia pasti sudah menyimpan asetnya entah dimana," ujar Agatha dengan senyuman miring.


"Baiklah. Tapi jika rencanamu tidak berhasil maka biarkan aku yang menjalankan rencana ku."


"Tentu saja. Tapi aku yakin rencanaku kali ini akan berjalan baik. Kau tidak perlu meragukanku." Agatha menggenggam jemari pria yang selalu mendukungnya ini.


"Baiklah, tapi jangan biarkan dia menyentuhmu. Ku pikir dia bukan Andres yang dulu. Dia tampak mudah dibodohi."


"Hahaha ..." Agatha tertawa. "Kenapa kau mengira seperti itu?" tanyanya masih diselingi tawa.


"Ya, buktinya dia mau kau pinta untuk melamarnya kembali padahal dulu kalian sudah resmi berpisah karena dia mencurigai gerak-gerik mu, Agatha."


Agatha mengendikkan bahu. "Entahlah, ku rasa dia bukan bodoh, dia hanya melupakan beberapa hal yang sempat terjadi," tukasnya.


"Aku masih sulit mempercayai jika dia melupakan segalanya. Ku pikir itu hanyalah aktingnya. Jangan sampai kau yang terjebak dengannya."


Agatha menggeleng, dia yakin jika Andres yang sekarang adalah Andres yang memang melupakan beberapa hal dalam hidupnya. Agatha bersyukur dengan hal itu karena dengan begini, rencananya untuk melenyapkan Andres akan jauh lebih mudah sebab pria itu tidak menaruh curiga lagi padanya.


...***...


Tagara dan Qia saling menatap satu sama lain ketika mendengar suara Jordan memasuki rumah. Kenapa suara mobilnya tak terdengar? Begitulah pemikiran mereka berdua.


"Andres? Kau dimana?" Lagi, Jordan memanggil Andres dan suaranya terdengar semakin mendekat.


Tagara yang lagi-lagi sedang berlatih bela diri bersama Qia di halaman belakang akhirnya menyudahi kegiatan mereka sebelum Jordan mencurigai.


"Aku akan menemuinya," kata Tagara pada Qia yang direspon wanita itu dengan anggukan.


Tagara berjalan pelan ke arah depan, menuju keberadaan Jordan, dia tak perlu menggunakan kursi rodanya, lagipula Jordan sudah tau jika dia bisa berjalan.


Sementara Qia memasuki kamarnya dari pintu samping, dia berlagak tak mengetahui jika Jordan datang berkunjung, juga mengenai Tagara yang terlihat bisa berjalan.


"Ada apa kau kesini?" Tagara menghampiri Jordan yang ternyata sudah berdiri didekat pintu dapur. Wajar saja dia sudah disana sebab rumah ini tak terlalu besar dan akan dengan cepat membuat Jordan tiba di penghujung rumah.


"Kau sedang apa, Andres?" tanya Jordan dengan tatapan menyelidik ke arah Tagara.


"Ah, aku hanya berolahraga," jawab Tagara. Hanya itu alasan yang dia miliki ketika bertemu Jordan atau Keenan dalam keadaan mendesak seperti ini.


Jordan mengangguk dan Tagara mengajaknya duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Apa Qia ada?" tanya Jordan.


"Ada. Kenapa?"


"Kau berkeliaran dirumah dengan berjalan seperti ini. Bagaimana jika Qia melihatmu?"


"Dia tidak akan tau," jawab Tagara enteng.


"Kau harus berhati-hati padanya. Siapa tau dia juga salah seorang yang ingin mencelakai mu." Jordan mewanti-wanti Tagara.


Tagara diam tak merespon ujaran Jordan, dia menangkap nada khawatir dari ujaran Jordan tapi dia juga tak menampik bahwa Jordan pun patut dicurigai sebagai salah satu komplotan Agatha.


Tagara pikir, jika Jordan memang sahabat baik untuk Andres, tidak mungkin dia tak tau mengenai aset Andres yang masih ada. Justru Qia lah yang mengetahui tentang hal itu juga segala surat aset itu berada pada Qia. Jadi, siapa yang patut dicurigai disini? Qia atau justru Jordan sendiri?


Tagara jadi tertarik ingin menanyakan beberapa hal pada Jordan.


"Kau tau apa penyebab perusahaanku bangkrut?"


Jordan mengangguk. "Karena kau koma, tidak ada yang mampu mengendalikan dan mengembangkan perusahaan itu lagi, Andres," jawabnya.


Jelas Jordan berbohong, pikir Tagara. Bahkan sebelum Andres koma, perusahaan itu sudah dinyatakan bangkrut, karena itu sebenarnya hanya alibi Andres untuk menyelamatkan segala asetnya. Andres mengatakan pada publik bahwa dia mengalami kebangkrutan sejak dia mencurigai Agatha. Sejak itu pula dia segera menyelundupkan surat-surat asetnya pada Qia.


"Jadi, sebelum aku koma perusahaan itu masih berjalan dengan baik?" tanya Tagara kemudian.


"Ya, ya, tentu saja," jawab Jordan dengan ekspresi aneh.


Tagara mengulas senyuman tipis. Dia menangkap kegugupan Jordan disini. Apa sekarang dia benar-benar patut mencurigai pria yang mengaku sebagai sahabat Andres ini?


"Bagaimana sekarang? Apa perusahaannya tidak beroperasi lagi?"


"Masih beroperasi, tapi yang ku dengar perusahaanmu itu dijual pada pihak asing."


Jelas saja perusahaan itu masih berjalan dengan baik, sebab menurut Qia perusahaan itu sebenarnya tidak pernah dijual. Hanya saja dulu Andres pernah mengatakan menjualnya pada pihak asing, sebab tidak mampu mengelolanya lagi.


"Oh. Jika ada kesempatan, maukah kau mengajakku kesana? Aku hanya ingin melihat-lihat keadaannya." Tagara menyeringai.


"Kau serius? Apa kau tidak malu untuk menunjukkan wajahmu disana, bukanlah itu seperti kau bertemu orang-orang yang bisa meremehkanmu, karena dulunya kau tidak mampu mengelola perusahaan itu dengan baik?"


"Ya memang, tapi aku ingin kesana. Kau mau menemaniku?" Tagara penasaran dengan respon Jordan kali ini.


Jordan menggaruk lehernya yang tidak gatal. "Baiklah, aku akan mengantarmu kesana nanti," katanya menyanggupi.


Tagara akan mengatakan hal ini pada Qia nanti. Mudah-mudahan saja Qia menyetujui rencananya kali ini. Tagara hanya mau semua orang-orang di perusahaannya tau jika Andres masih hidup.


Apa reaksi mereka jika mengetahui hal ini? Tagara ingin tau apakah kepulihan Andres juga dirahasiakan dari publik, atau justru banyak orang yang menganggap Andres telah mati? Dia ingin tau apa tanggapan orang lain mengenai kesembuhan Andres setelah 1 tahun koma.

__ADS_1


...TBC ......


__ADS_2