
Mobil yang mengantarkan Tagara dan Agatha akhirnya tiba di Danau Teratai. Tempat itu sangat sejuk, dikelilingi banyak pohon. Bebatuan kecil yang disusun menjadi jalan setapak adalah rute yang harus dilalui untuk menuju ke letak danaunya.
Tempat itu indah dan masih tampak alami. Tagara tidak heran mengapa tempat ini menjadi pilihan Andres untuk melamar Agatha, dulu.
"Aku merindukanmu, Andres," celetuk Agatha yang berdiri tepat di belakang kursi roda yang diduduki Tagara.
"Ya, kau sudah mengatakannya," kata Tagara menanggapi.
Agatha merangkul Andres dari posisinya. "Kalau begitu, bisakah kau mengulangi lagi momen saat kau melamarku waktu itu," ujarnya.
Tagara tidak tau harus melakukan apa dan bagaimana, seumur hidupnya dulu, dia tidak pernah berhubungan dengan wanita. Bukan hanya miskin, penampilannya dan status pecundang yang melekat pada dirinya membuat semua gadis memandangnya sebelah mata.
"Ayo!" desak Agatha.
"Aku melupakan momen itu, jadi aku tidak bisa mengulangnya, maaf," kata Tagara memberi alasan.
Agatha tampak menarik nafas perlahan, tapi kemudian dia tersenyum lembut.
"Kau tidak harus mengulangi momen yang sama persis, tapi aku mau kau melamarku kembali."
"Ba--baiklah," jawab Tagara gugup.
Tagara mengulurkan cincin yang tadi sudah Agatha berikan padanya. Dia mendongak pada Agatha dan menanyakan kesediannya.
"Uhm ... maukah kau menikah denganku, Agatha?" ujar Tagara dengan kaku.
Agatha langsung menyunggingkan senyum semringah, dia mengangguk dengan ekspresi yang tampak terharu. Kemudian Tagara menyematkan cincin di jari manis gadis itu.
"Apa sebelumnya kita sangat dekat?" Tagara mulai ingin menyelidik dari sudut pandang Agatha.
"Tentu saja."
"Sedekat apa?"
"Sangat dekat. Kau juga melupakan hal itu? Lalu apa yang kau ingat tentang aku?" Agatha malah balik bertanya.
__ADS_1
Tagara mengendikkan bahu. Apakah dia juga harus jujur pada Agatha bahwa sebenarnya dia tak tau apapun mengenai masa lalu Andres? Entah kenapa dia ragu untuk mengatakan hal itu pada Agatha, mungkin karena ujaran Qia sebelum dia pergi tadi, yang mengatakan bahwa sebelum ini Andres pernah mencurigai Agatha. Tapi, apakah ucapan Qia juga bisa dipercaya?
Agatha melihat Tagara yang diam, matanya memicing seperti penuh selidik.
"Jangan bilang kalau kau melupakan segalanya tentang kita, Andres."
Tagara memaksakan senyuman. "Tentu saja tidak, aku mengingat banyak hal tentang kita," dustanya.
"Benarkah? Tapi kau bahkan melupakan pernah melamarku di danau ini," ujar Agatha.
"Yah, tapi tidak semuanya ku lupakan. Hanya sebagian saja," jawab Tagara berdalih. Sebenarnya dia takut Agatha menanyakan salah satu hal yang dia ingat mengenai hubungan mereka, tapi syukurnya Agatha tidak bertanya lebih lanjut.
...***...
Sementara disisi lain, Qia menunggu kepulangan Andres dengan harap-harap cemas. Dia takut terjadi sesuatu dengan majikannya itu, terlebih dia merasa jika tubuh tersebut bukan lagi dinaungi oleh Andres yang sebenarnya.
Jangan tanyakan kenapa Qia bisa mengetahuinya. Dia sangat mengenal Andres lebih dari siapapun bahkan Keenan atau Agatha yang mengaku sebagai tunangan dari pria itu.
Qia sudah merasa heran sejak pertama kali bertemu sosok Andres kembali. Pria itu tampak berbeda, dia lebih banyak menggunakan tangan kanannya seperti orang kebanyakan sedangkan Andres lebih dominan menggunakan tangan kirinya alias kidal.
Qia mengetes dengan memasakkan makanan yang paling Andres benci. Andres tidak menyukai kacang merah, tidak menyukai kulit ayam, juga paling membenci mie dengan bumbu pedas.
Merasa penasaran dengan kecurigaannya, Qia memasak semua menu yang tidak disukai Andres dan tidak disangka jika Andres yang hari ini ditemuinya kembali justru melahap makan siang itu sampai tandas.
Sulit dipercaya. Hingga akhirnya Qia memperhatikan diam-diam pergerakan pria itu, yang membuat Qia semakin kaget adalah dia melihat sosok Andres dapat berjalan.
"Dia bukan Andres," batin Qia.
Pantas saja pria itu tidak mengingat apapun, termasuk kecurigaannya pada Agatha. Andres pernah mencurigai Agatha adalah dalang dibalik kecelakaannya 3 tahun lalu hingga membuatnya lumpuh. Qia tau semua itu karena Andres selalu terbuka padanya.
Qia mengenal Andres 5 tahun yang lalu sebelum pria itu lumpuh. Tapi bukan mengenal sebagai majikan dan Asisten Rumah Tangga. Qia memutuskan untuk merawat Andres setelah dia lumpuh, melamar menjadi salah satu pekerja dirumah mewah pria itu. Meski dulunya Andres tidak setuju dengan pilihan Qia yang memutuskan bekerja padanya, tapi Andres juga tak dapat melarang karena dia juga membutuhkan Qia. Boleh dibilang mereka sangat dekat.
Mengenai Agatha yang sempat dicurigai Andres, semua itu bukan tanpa alasan. Andres pernah melihat gerak-gerik Agatha yang mencurigakan. Tapi, entah untuk apa Agatha melakukan itu. Mereka sering bertengkar hebat sejak Andres mencurigai Agatha tapi Agatha selalu menyangkal tuduhan Andres.
Puncaknya adalah 1 tahun yang lalu, Andres kembali mengalami kecelakaan. Disusul dengan perusahaan yang tiba-tiba bangkrut.
__ADS_1
Sebenarnya Qia curiga semua ini berkaitan dengan satu orang yang sama. Tapi untuk menuduh Agatha, dia tak punya bukti, terlebih Andres yang sekarang juga sepertinya tidak mengingat apapun.
"Terserahlah dia mau Andres atau bukan. Yang jelas, tubuhnya adalah milik Andres dan mungkin bisa membantu untuk mengungkap siapa dalang dibalik semua yang menimpa Andres secara bertubi-tubi," batin Qia.
Tak lama setelah memikirkan hal mengenai masa-masa tersulit Andres, suara mobil menyadarkan Qia bahwa ada seseorang yang datang.
Qia berharap itu adalah Andres yang pulang, nyatanya bukan. Itu adalah Keenan yang kembali datang berkunjung.
"Dimana Andres?" tanya Keenan begitu memasuki rumah sederhana tersebut.
"Tuan Andres pergi bersama Nona Agatha, Tuan," jawab Qia sopan.
"Agatha?" ulang Keenan. Dia merasa heran dengan hal ini, sedikit banyak dia tau jika terakhir hubungan Andres dan Agatha merenggang.
"Ya, Tuan."
"Bagaimana bisa? Biasanya Keenan tidak mau bertemu dengan Agatha," gumam Keenan.
"Aku tidak tau, Tuan," jawab Qia.
"Apakah mereka sudah lama pergi?"
"Sekitar 1 jam," jawab Qia jujur.
Keenan tampak mengeraskan rahangnya, dia segera berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi. Entah apa yang dia pikirkan tapi Qia menangkap raut tidak suka diwajah Keenan terkait kepergian Andres dengan Agatha.
"Apa Keenan juga mencurigai Agatha, sehingga dia tidak menyukai Andres pergi bersama wanita itu?" batin Qia bertanya-tanya.
Qia belum bisa menebak situasinya. Sebenarnya dia juga penasaran siapa bilang keladi yang menyebabkan kekacauan ini terjadi. Terutama musibah yang menimpa Andres secara bertubi-tubi.
"Apakah Keenan juga patut dicurigai?' batin Qia. Mulai sekarang dia harus waspada, karena dia tidak tau orang seperti apa yang menaungi raga Andres.
"Apakah seseorang yang ada ditubuh Andres bisa membantu memecahkan masalah ini? Atau justru dia akan menimbulkan masalah baru lagi? Aku tidak tau dia bisa se-sigap Andres dan peka terhadap sesuatu hal atau justru sebaliknya. Aku khawatir dia tidak mampu menyadari siapa musuh yang sebenarnya," gumam Qia.
...TBC......
__ADS_1