
Keenan pulang dari kediaman Andres setelah menghabiskan waktu makan malam bersama pria yang dia ketahui sebagai Adiknya.
Keenan menaiki mobilnya, lalu menuju letak tempat tinggalnya yang sebenarnya. Dia tidak sadar bahwa ada sebuah mobil yang mengikuti perjalanannya.
Mobil Keenan tiba disebuah gedung tinggi yang adalah bangunan Apartemen. Ya, dia tinggal disana bukan didekat pabrik seperti alasan yang sempat dia katakan pada Andres tempo hari. Untuk apa juga dia memantau pabrik siang dan malam kalau pemasukan dari usaha itu tidak terlalu menggiurkan.
Mobil itu masuk ke basement lalu diparkirkan. Keenan melonggarkan dasinya yang terasa menjerat leher.
"Kenapa hidupku tidak seberuntung Andres. Dia bahkan masih hidup setelah berulangkali hampir mati," gumamnya.
Keenan memasuki lift, tapi saat lift hampir tertutup seseorang ikut masuk di lift yang sama dengan Keenan.
Sebuah senyum tipis tersungging disudut bibir Keenan saat melihat seseorang itu.
"Kau baru datang? Kenapa tidak langsung naik ke Apartmenku?"
"Aku baru datang, bukankah bagus kalau kita naik ke atas bersama-sama?" tanya seseorang itu, dia adalah wanita yang dicintai Keenan.
Saling menatap dalam tatapan penuh damba, Keenan tak sabar menunggu sampai di kamarnya. Dia melummat bibir wanita itu untuk dia nikmati didalam lift.
Nafas keduanya terengah-engah, kemudian keluar dari pintu besi saat mereka tiba di lantai tujuannya.
"Aku tidak sabar untuk menghabisimu, Sayang." Keenan merangkul wanitanya, kemudian membawanya berjalan ke arah tempat yang ditinggalinya.
Sementara disisi lain, seseorang yang mengikuti Keenan sejak dari kediaman Tagara, juga menyusul ke lantai yang Keenan tuju. Dia melihat dari tampilan diatas lift mengenai lantai yang dituju oleh Keenan, hingga dia pun sampai sesaat setelah Keenan dan wanita itu tiba disana.
Seseorang itu melihat dari belakang, bahwa Keenan merangkul mesra wanitanya dan mengajak masuk ke dalam sebuah unit Apartmen dengan tergesa-gesa.
Setelah menyaksikan itu, dia sudah bisa mengambil sebuah kesimpulan.
__ADS_1
"Keenan pasti terlibat. Dia adalah kekasih Agatha yang sesungguhnya," lapor orang itu pada Qia menggunakan sambungan seluler.
"Baik. Aku sudah menduganya," jawab Qia tenang.
Qia langsung curiga sesaat setelah dia berpapasan dengan Keenan tadi dan mendapatkan pertanyaan dari pria itu mengenai Andres yang dapat berjalan. Meski Keenan tampak menghindar saat Qia menanyakan dapat berita itu darimana, tapi rasa curiga Qia membuatnya harus segera mengambil tindakan. Diapun meminta Rein untuk menyelidiki ini sesegera mungkin. Hingga akhirnya Rein memilih untuk mengikuti mobil Keenan secara diam-diam.
"Sekarang apa yang harus ku lakukan, Kak?" tanya Rein lagi.
"Pulanglah. Dan sesuai rencana kita, besok tunjukkan dirimu didepan publik sebagai salah satu keluarga Lie yang kini mengelola perusahaan."
"Baik." Rein mundur dan berlalu dari lantai dimana Apartmen Keenan berada.
Awalnya Qia mengira Jordan yang adalah kekasih Agatha, tapi ternyata pemberitahuan Rein malam ini cukup membuatnya terkejut. Dia tidak tau sejak kapan Agatha berhubungan dengan Keenan, yang jelas Qia tau sekarang jika mereka berkomplot untuk menghancurkan Andres.
Malam itu juga, Qia memutuskan kembali ke kediaman Tagara. Dia menemui pria itu untuk mengatakan soal Keenan. Bukan apa-apa, dia mau mulai sekarang Tagara harus lebih berhati-hati terhadap kakak dari Andres tersebut, karena kini mereka sudah tau bahwa Keenan terlibat dengan Agatha.
Sontak saja hal itu membuat Tagara terkejut, bukankah Keenan adalah kakak kandung Andres? Kenapa dia tega menusuk adiknya sendiri?
"Sejak awal, Agatha memang tidak serius menjalin hubungan dengan Andres, itulah yang Andres katakan padaku. Tapi, kami sama-sama tidak mengira jika ternyata Agatha justru memiliki hubungan dengan Keenan." Qia memijat pelipisnya sekarang. Bagaimanapun, yang harus mereka lawan sekarang adalah kakak iparnya sendiri.
"Mungkin mereka berhubungan setelah Agatha dan Andres benar-benar berakhir." Tagara mengungkapkan isi kepalanya.
"Bisa jadi. Tapi mungkin mereka juga sudah menjalin hubungan sebelum Agatha dan Andres bertunangan. Kita tidak pernah tau, bisa saja rencana menghancurkan Andres sudah sejak lama mereka rencanakan. Salah satunya adalah Agatha yang mendekati Andres," kata Qia.
"Lalu? Sekarang bagaimana?" Tagara bingung. Dia tidak pandai mengambil keputusan. Mungkin jika dia tak pernah bertemu Qia dalam dunianya yang sekarang, dia akan langsung mati kembali saat menghadapi musuh-musuh Andres yang menyiapkan siasat untuk melenyapkannya.
"Dengar, Tagara. Besok adalah hari dimana seseorang akan muncul dan mengaku sebagai bagian dari keluarga Lie. Bisa dikatakan dialah salah satu pemilik perusahaan elektronik milik Andres sekarang."
Tagara menggaruk pelipisnya. "Aku tidak paham. Bukankah kau bilang perusahaan itu tidak pernah dijual. Lalu siapa orang yang akan muncul besok? Dan soal keluarga Lie, jadi mereka benar-benar ada dan merupakan pemilik perusahaan juga?" tanyanya bingung.
__ADS_1
Qia merapatkan giginya, sedikit kesal dengan ujaran Tagara yang tidak kunjung paham akan apa yang dia maksudkan.
"Begini, dulu Andres menyerahkan perusahaannya pada orang yang dia percayai. Dan orang itu akan muncul besok, hanya mengaku sebagai pemilik tapi bukan pemilik yang sesungguhnya karena pemilik sebenarnya tetaplah Andres."
"Oh begitu." Tagara manggut-manggut.
"Maka dari itu, aku yakin Keenan dan Agatha tak akan tinggal diam. Mereka juga akan merencanakan hal lain untuk kembali merebut perusahaan itu."
"Untuk apa? Bukankah sudah jelas itu bukan milik mereka?"
Qia menghela nafas sepenuh dada, berusaha sabar menghadapi segala pertanyaan Tagara.
"Tentu saja karena Keenan merasa perusahaan itu adalah hak nya. Jangankan orang lain yang mengaku memiliki perusahaan itu, saat Andres yang memilikinya saja--ingin dia hancurkan. Padahal Andres adalah adiknya sendiri. Ku pikir, Keenan merasa dia lebih berhak mendapatkan perusahaan itu daripada Andres. Apalagi itu perusahaan warisan dari orangtuanya pasti dia akan menghalalkan segala cara."
Tagara paham sekarang apa tujuan Keenan, dia pasti iri pada Andres, pikirnya.
"Aku tidak mengerti jalan pikiran orang serakah. Padahal dia sudah diberikan warisan berupa pabrik yang maju, tapi dia juga menginginkan jatah adiknya," papar Tagara.
"Begitulah. Seperti yang kau bilang, dia serakah, maka apapun akan diambilnya yang dia rasa sebagai milik dan hak nya, padahal orangtua Andres memberikan warisan berdasarkan kapasitas kemampuan anaknya masing-masing, tapi sepertinya Keenan tetap tidak menerima dengan lapang dada."
"Baiklah, kalau begitu kita akan hadapi dia. Beruntung karena tubuh ini aku yang mengendalikan, jadi aku takkan memiliki belas kasih pada Keenan. Coba bayangkan jika tubuh ini masih dengan jiwa Andres yang sebenarnya, dia pasti akan merasa kecewa dengan kakaknya. Dia juga tidak akan sampai hati menyerang Keenan yang dia kasihi, padahal Keenan sudah mengkhianatinya."
Kali ini, Qia setuju dengan ujaran Tagara. Dia tau Andres terlalu mempercayai Keenan dan semua kebaikan kakaknya itu yang ternyata hanyalah kamuflase.
Qia juga tak habis pikir kenapa Keenan tega membiarkan Andres hidup dirumah pinggiran, sedangkan dia sendiri tinggal di Apartmen mewah. Meski Qia tau kemiskinan Andres bukanlah yang sebenarnya, tapi yang Keenan tau adalah Andres yang benar-benar bangkrut, tapi entah kenapa Keenan tetap membiarkan Andres hidup di rumah yang tak layak tersebut, bahkan rumah itu Keenan sendiri yang memilih dan sengaja membelinya untuk Andres dengan alasan dia pun tak memiliki uang lagi untuk membeli yang lebih baik.
Sekarang, barulah Qia tau alasannya, ternyata Keenan sengaja mengasingkan Andres disana. Pantas saja Keenan yang tampak paling berambisi saat ingin melepas semua alat-alat pendukung kehidupan Andres saat raga itu masih terbujur koma di Rumah Sakit. Ternyata, Keenan memang menginginkan kematian Andres.
...TBC ......
__ADS_1