
Kabar mengenai Andres yang telah sadar dari koma, membuat seluruh keluarga besarnya terkejut. Terutama sang kakak yang tidak menduga hal ini sama sekali.
"Andres, sebuah keajaiban akhirnya kau kembali sadar," ujar Keenan, kakak Andres.
Tagara yang kini menaungi tubuh Andres, harus berusaha menyesuaikan diri dengan keluarga barunya. Dulu dia hidup tanpa keluarga, sebatang kara, namun dengan tubuh Andres, dia bisa merasakan memiliki sebuah keluarga. Seorang kakak yang tampan, juga tampak sangat peduli padanya.
"Maafkan aku karena tempo hari meminta pihak rumah sakit mencabut semua alat-alat pendukung kehidupanmu, itu semua karena aku sudah merasa putus asa menunggumu pulih setahun belakangan ini, juga karena perusahaan sedang collapse," jelas Keenan atas semua yang terjadi. Wajahnya terlihat dipenuhi rasa bersalah.
"Y--ya, aku memahaminya," jawab Tagara sebagai Andres. Mungkin suaranya terdengar kaku sekali.
"Apa kau ingin segera pulang setelah ini?" tanya Keenan.
"Tentu saja," jawab Tagara.
"Baiklah, aku akan mengurus semuanya agar kau bisa kembali ke rumah, tapi ..." Wajah Keenan nampak berubah, murung secara tiba-tiba.
"Ada apa? Apa ada masalah?"
"Kita tidak lagi bisa tinggal dirumah yang lama, Andres. Rumah itu sudah disita untuk melunasi berbagai hutang terkait penyelesaian urusan perusahaan."
Tagara diam tak merespon, tapi di menit berikutnya dia menyahut pelan. "Tak masalah, Kak. Yang penting aku harus segera pulang dari Rumah Sakit ini," katanya.
"Baiklah. Aku akan mengurusnya segera."
Keenan pun merealisasikan ucapan nya, siang itu juga dia mengajak Tagara untuk pulang. Tentu yang dia pikir itu adalah Andres, adiknya. Dia tidak tau jika tubuh adiknya sudah dirasuki oleh jiwa yang lain. Begitupun Tagara, dia tidak mengatakan pada Keenan bahwa dia bukan Andres yang sebenarnya. Dia membiarkan keadaan ini, dimana Keenan menganggapnya sebagai Andres, agar kehidupan mereka berjalan sebagaimana mestinya seperti sebelum Andres koma. Lagipula, Jordan sudah menjelaskan padanya mengenai latar belakang keluarga Andres.
Andres memiliki kakak bernama Keenan, mereka dua bersaudara. Ayah dan ibu mereka sudah tiada.
Keenan diberikan warisan berupa sebuah pabrik kertas untuk dikelola, sedangkan Andres dipercaya untuk mengembangkan perusahaan di bidang Elektronik. Semua itu berdasarkan minat mereka berdua, sebab mendiang Ayahnya tau kemampuan dan value dari masing-masing putranya.
"Ini rumah kita yang sekarang, Andres!" kata Keenan
__ADS_1
Tagara cukup terkejut dengan rumah yang harus menjadi hunian Andres saat ini. Meski di kehidupan sebelumnya Tagara juga bukan orang berada, tapi yang dia tau Andres adalah pria kaya raya. Meski kabarnya perusahaan yang dikelola Andres telah bangkrut, apakah hanya bisa menyisakan sebuah rumah kecil yang tampak reyot untuk dihuni sekarang?
Semua ini diluar logika Tagara. Entah apa yang dirasakan Andres jika dia juga masih hidup dan menyaksikan penampilan tempat tinggalnya sekarang?
"Kita tidak punya banyak uang untuk membeli rumah yang lain," kata Keenan seolah bisa membaca ekspresi diam adiknya.
Mendadak, Tagara ingat jika Jordan juga mengatakan bahwa Keenan mengurus pabrik kertas. Apakah usaha itu bangkrut juga sehingga mereka benar-benar harus tinggal disini sekarang?
"Apakah pabrik kertasnya tetap berjalan dan berkembang selama aku koma?" tanya Tagara.
"Yah. Tapi itu tidak menghasilkan begitu banyak keuntungan. Keuntungannya diputar untuk modal selanjutnya, membayar jasa pekerja, juga menyokong biaya kehidupan seperti makanan dan pakaian kita, tidak bisa mengharapkan begitu banyak dari hasil pabrik," kata Keenan.
Tagara merasa ada kejanggalan. Tapi dia berusaha bersikap biasa saja.
Melihat reaksi Andres yang diam, Keenan akhirnya mengajaknya masuk ke rumah tersebut. Dia mendorong kursi roda yang diduduki oleh tubuh Andres.
"Ini kamarmu, ada seorang asisten rumah tangga yang bisa membantumu disini. Dia akan datang setiap pukul 8 pagi dan pulang di pukul 5 sore."
"Sebelumnya, aku tidak tau jika kau akan kembali pulang ke rumah hari ini, jadi dia tidak ku minta datang kesini hari ini."
"Baiklah." Tagara tidak menanyakan lebih lanjut.
"Oke, kalau begitu aku akan pergi."
Tagara tersentak dengan ujaran Keenan. Apakah kakak dari Andres ini akan meninggalkannya sendirian? Bukankah seharusnya Keenan berada didekat Andres yang baru saja pulang dan dalam keadaan tidak ada seorangpun di rumah, karena kondisi Andres yang lumpuh dan duduk di kursi roda seharusnya Keenan tak membiarkannya sendiri di rumah yang asing.
Rumah ini bukan hanya asing untuk Tagara, tetapi pasti juga asing buat Andres jika dia masih hidup dan berada disini.
"Kau pergi?" Akhirnya Tagara menyuarakan keingintahuannya.
"Ya, aku tidak bisa meninggalkan pabrik terlalu lama. Maafkan aku, Andres."
__ADS_1
"Lalu aku?"
Keenan tampak melihat jam dipergelangan tangannya sekilas. "Sudah terlalu sore untuk menghubungi Qia. Bagaimana kalau aku meminta Jordan untuk menemanimu disini?" ujarnya. Qia adalah Asisten Rumah Tangga yang tadi dia sebutkan, tak mungkin memintanya datang karena situasi sudah menunjukkan waktu diluar jam kerja Qia.
"Baiklah, hubungi Jordan saja untuk datang kesini," putus Tagara. Dia pikir memang ada baiknya dia bertemu Jordan lagi, menanyakan hal-hal yang tak dia ketahui, lagipula hanya Jordan yang tau jika dia bisa berjalan saat ini, sepertinya akan lebih bebas bergerak didepan Jordan, pikirnya.
...****...
Andres Wu, anak bungsu dari Steven Wu dan Veni Tan, memiliki seorang kakak lelaki, Keenan Wu. Keenan sudah pernah menikah, bercerai dari istrinya dan tidak memiliki anak. Sedang Andres belum pernah menikah, tapi saat terakhir sebelum dia kecelakaan dan koma, dia pernah bertunangan dengan seorang gadis bernama Agatha Shu. Kabarnya, Agatha masih sering mengunjunginya saat dia terbaring di Rumah Sakit.
"Jadi, aku sudah bertunangan?" tanya Tagara. Tentu yang dia maksud sebagai 'aku' disini adalah Andres, dia menanyakan tentang Andres lagi pada Jordan yang datang menemaninya setelah dihubungi Keenan beberapa saat lalu.
"Ya. Agatha selalu setia menunggumu pulih," jawab Jordan.
Tagara tidak tau kenapa dia harus mempercayai Jordan sejak awal pertemuannya dengan pria itu. Bukan hanya karena Jordan mengaku sebagai sahabat Andres, tapi sisi hatinya memang mengatakan bahwa dia bisa mempercayai pria itu.
"Lalu, dimana dia sekarang? Apa dia sudah tau jika aku sudah pulih?" tanya Tagara.
"Ku pikir dia sudah tau."
"Kenapa dia tidak mengunjungiku? Apa karena sekarang aku sudah bangkrut?"
Jordan menggeleng. "Bukan, tentu saja Agatha bukan gadis seperti itu. Dia pasti akan menemuimu nanti tapi sekarang dia sedang berada di luar negara, untuk mengurus bisnis keluarganya."
Tagara menganggukkan kepalanya. "Apakah aku bisa mempercayainya?" tanyanya.
"Tentu saja, Agatha sangat menyayangimu." Jordan tampak yakin dengan ucapannya.
Tagara pikir, dia harus bertemu dulu dengan gadis bernama Agatha itu, dia akan melihat sendiri apakah gadis itu dapat dipercaya, atau justru gadis itu patut dia curigai mengenai segala sesuatu yang telah menimpa Andres hingga menyebabkannya koma.
...TBC ......
__ADS_1