49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif

49 Days : Masuk Ke Tubuh Pria Vegetatif
17. Kemunculan


__ADS_3

Lobby perusahaan Andres hari itu tampak ramai. Beberapa pekerja berbisik-bisik sambil berlalu lalang. Ada pula yang mencuri-curi dengar untuk mengetahui siapa sosok asing yang tidak pernah terlihat, namun hari ini tampak sangat mencuri perhatian banyak orang.


Pak Choi yang adalah manager di perusahaan tersebut juga kaget, dia mendapat firasat bahwa ini adalah orang penting yang datang berkunjung ke perusahaan tersebut.


Dengan khusus, Pak Choi menyambut kedatangan pria itu, sebab dia sendiri tidak tau apa maksud dan tujuan pria bersetelan parlente itu mengunjungi perusahaan yang menjadi tempat kerjanya.


Ada desas-desus yang sempat didengar Pak Choi sebelum tadi memasuki ruangannya sendiri, yaitu pria itu adalah salah seorang anggota dari keluarga Lie, yang katanya adalah pemilik baru perusahaan ini.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Pak Choi mendatangi pria yang sejak tadi memilih untuk duduk di ruang tunggu, yang hanya tersekat oleh kaca transparan jika dilihat dari lobby kantor.


"Apakah Anda Pak Choi?" tanya Rein yang adalah pria tersebut.


"Ya, saya Jeremy Choi." Pak Choi mengulas senyum ramah.


"Perkenalkan, saya adalah Reinhard Lie."


"Ah, jadi anda benar-benar Tuan Lie, salah satu pemilik baru perusahaan ini?" ujar Pak Choi.


"Begitulah." Rein menyahut singkat, orang-orang tidak akan pernah merasa mengenalnya meski sebelumnya dia bekerja disana sebagai office boy. Itu hanya jabatan untuk samaran. Sama dengan jabatan itu, penampilan Rein juga disamarkan. Selama ini dia selalu menggunakan kacamata dan rambut palsu. Berbanding terbalik dengan penampilan aslinya yang bisa dibilang good looking.


"Apakah ada yang ingin anda ketahui mengenai perusahaan ini? Setelah hampir 2 tahun perusahaan ini berpindah kepemilikannya menjadi milik keluarga Lie, baru saat ini saya bisa menemui anda secara langsung, Tuan."


Rein menggeleng. "Tidak ada yang perlu ku ketahui, aku tau betul keadaan perusahaan ini sebab aku memantaunya dari jauh. Kedatanganku kesini hanya untuk membuat semua orang percaya bahwa perusahaan ini adalah milik keluargaku sekarang."


"Apa perlu diliput media, kedatangan anda sekarang?"


"Boleh saja. Agar orang lain bisa mengenali pimpinan mereka ya g sebenarnya," jawab Rein.


"Baik, saya akan membuatkan konferensi pers agar tidak ada pihak-pihak yang menyalahgunakan jabatan lagi."


"Maksudmu? Apa ada pihak yang mengaku memiliki jabatan penting disini tapi sebenarnya tidak berpengaruh sama sekali?" tanya Rein berlagak tak tau menahu.


"Ehm itu ..." Pak Choi tampak menggaruk lehernya sendiri, dia terlihat gugup. "Ada, Tuan. Itu berhubungan dengan pemilik perusahaan yang sebelumnya. Tunangan Tuan Wu sering berkunjung kesini dan menggunakan statusnya sebagai orang yang patut disegani. Kedatangan anda kesini pasti bisa menghentikannya dan membuat orang-orang disini tau jika dia bukanlah siapa-siapa lagi, sekaligus menutup mulut orang-orang yang mengatakan bahwa keluarga Lie tidak pernah ada."

__ADS_1


Rein tau jelas yang dimaksud Pak Choi adalah Agatha. Namun dia tidak terlalu menggubrisnya.


"Baiklah, jika dia kesini lagi ku harap ada pihak yang bisa mengurusnya. Jika dia bersikukuh untuk masuk, silahkan usir saja dia. Katakan itu adalah perintah dariku secara langsung. aku tidak mau ada pihak luar yang mencari kesempatan untuk mencari tau kelemahan perusahaan lalu memanfaatkannya," kata Rein tegas.


"Baik, Tuan."


...***...


Tagara sudah mendengar perihal Rein yang muncul di perusahaan Andres, media meliput itu di televisi dan dia langsung menanyakan pada Qia siapa pria yang berdiri disana lalu mengaku sebagai salah satu pemilik perusahaan elektronik yang harusnya masih milik Andres.


"Dia Rein. Dia adalah orang kepercayaan Andres." Qia tak menjelaskan pada Tagara bahwa Rein adalah adiknya. "Dia harus muncul untuk mencegah Agatha agar tidak terus mampir ke perusahaan itu," paparnya.


"Ah, aku mengerti sekarang. Lalu, bagaimana dengan OB yang ku temui? ku kira dia adalah kaki tangan Andres disana, ternyata muncul orang lain lagi yang kau bilang sebagai orang kepercayaan Andres."


"Rein dan OB yang kau lihat adalah orang yang sama."


"Benarkah? Ku pikir ada banyak perbedaan diantara mereka."


"Rein menyamar waktu itu. Sudahlah, intinya mereka orang yang sama." Qia malas menjabarkan panjang lebar kalau ujung-ujungnya Tagara akan gagal paham.


"Yah. Selain aku, kau harus mempercayainya," jawab Qia mantap. "Dia akan melindungimu dan dia tau jika kau bukan Andres yang sebenarnya," lanjutnya.


"Aku bilang padanya tentang jati diriku?"


"Ya. Mau bagaimana lagi, dia tau jika kau mencurigakan."


Tagara mencebik, wajahnya terlihat lucu dimata Qia, sebab Qia tak pernah melihat Andres memasang mimik wajah seperti itu. Ah, Andres ... apa kau masih hidup? Begitulah isi kepala Qia setiap harinya.


Sementara disisi lain, Agatha juga mendengar bahwa salah seorang keluarga Lie telah muncul ke perusahaan untuk meng-klaim bahwa perusahaan itu adalah miliknya.


"Kalau begini, aku tidak akan bisa leluasa masuk lagi ke perusahaan," ujar Agatha yang cukup panik akan hal ini.


"Ada apa?" Tiba-tiba Keenan datang dan menghampiri wanita itu, tangannya memeluk pinggang Agatha dengan posesif.

__ADS_1


"Reinhard Lie, dia datang, Sayang."


"Siapa itu Reinhard Lie?"


"Dia mengaku sebagai salah seorang pemilik perusahaan. Kau tau kan jika kabarnya perusahaan itu dijual Andres pada keluarga Lie."


Keenan cukup terkejut dengan hal ini. Jika begini, bagaimana rencananya? Apa sasaran mereka sekarang harus berubah? Jika dulu orang yang harus mereka lenyapkan adalah Andres untuk mendapatkan perusahaan itu lagi, lalu bagaimana jika sekarang yang mengaku sebagai pemiliknya justru adalah orang lain?


"Jadi, Andres benar-benar bangkrut? Padahal kau sendiri yang bilang bahwa kau yakin jika sebenarnya Andres tidak bangkrut!" marah Keenan.


"Mana ku tau. Selama ini aku hanya menduga hal itu karena tidak satupun keluarga Lie terlihat di perusahaan, jadi aku menyimpulkan bahwa perusahaan itu tidak benar-benar dijual."


Keenan mondar-mandir dengan gelisah dikamar Apartmennya. Dia bingung harus menyusun rencana apa sekarang sebab siasat yang dia buat dirancang untuk menjatuhkan Andres.


"Apa target kita ubah saja? Bagaimana kalau aku mulai mendekati pria bernama Rein itu, Sayang?" ujar Agatha memberi usul.


Keenan menggeleng. "Tidak bisa, Agatha. Semua orang tau jika kau adalah tunangan Andres. Apalagi kau juga sudah meminta Andres untuk melamarmu lagi kan?" ujarnya.


"Kau benar," kata Agatha mengakui. "Jadi, selanjutnya bagaimana?" tanyanya.


"Aku takut ini adalah akal-akalan Andres saja, pria itu bisa jadi adalah orang suruhannya untuk melancarkan rencananya."


"Jadi, kau tetap merasa bahwa perusahaan itu masih milik Andres?"


"Entahlah, tapi aku ragu saja karena kemunculan pria bernama Rein ini terlalu tiba-tiba. Bisa saja dia muncul untuk mengecohkan kita."


Agatha manggut-manggut, semua kesimpulan yang dikatakan Keenan ada benarnya.


"Bagaimana kalau aku kembali menemui Andres lagi, semoga kebodohannya yang sekarang, bisa memberiku informasi baru. Aku akan memanfaatkannya," kata Agatha.


"Baiklah. Kau coba saja. Tapi jangan sampai kau yang terjebak dengan rencana mereka."


Agatha mengangguk, dia memeluk Keenan untuk menenangkan pria itu.

__ADS_1


...TBC ......


__ADS_2