A2 Kekasih Halalku

A2 Kekasih Halalku
~Perjodohan~


__ADS_3

Ammar hanya diam membisu mendengar rencana perjodohan antara dirinya dan Afifah itu.


'Emang Fifah bakal nerima Ammar lagi,apa?' tanya Ammar dalam hati nya,


"Bu Tik, kalau bisa khitbahnya setelah UN aja," ujar Bu Ikha,


"Gimana Mar, kamu setuju?" tanya Bu Tika, meyakinkan putranya itu.


"Terserah ummi abi aja," Ammar sedikit bingung,


"Berarti tinggal nanya ke Fifahnya aja ya," jelas Bu Tika,


Bu Ikha hanya mengangguk,


"Yaudah, kita pamit ya," ujar Bu Tika, seraya bangkit dari kursi diikuti, oleh Ammar dan Pak Utsman.


"Hati-hati, di jalan." Bu Ikha mengingatkan.


'Apa ana akan memiliki Fifah dalam kenyataan?' tanya Ammar dalam hatinya.


"Assalamualaikum." Ucap Pak Lukman,


"Waalaikumsalam." Sahut Pak Dhani.


Ammar hanya duduk diam di dalam mobil, tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.


"Mar, kamu baik-baik aja?" tanya Bu Tika memastikan,


"Gapapa kok mi," Ammar meyakinkan,


"Ok," Bu Tika terlihat tenang.


Ammar menatap keluar,


'Bunga api,' Ammar tersenyum manis,


-FLASH BACK-


Ammar memeluk erat Afifah dari belakang,


"Ammar," Afifah memutarkan sedikit pandangannya,


Ammar tersenyum dengan tatapan tajamnya,


"Kamu tau apa yang lebih indah, dari kamu?" tanya Ammar, sambil mengeluarkan beberapa bunga api yang di pegangnya.


Afifah tersenyum,


"Bunga api," jawab Afifah singkat.


"Owh ya, yaudah kita buktiin," Ammar menghubungkan bagian ujung bunga api tersebut dengan api, dan memberikannya kepada Afifah.


Afifah memainkannya sambil tersenyum lepas,


"Yah, abis," Afifah mengercutkan bibirnya,


"Kamu tau kenapa?," Ammar mendekati wajah Afifah,


"Kenapa emang?" Afifah bertanya dengan wajah polosnya,


"Karna gaada yang lebih indah dari kamu," Ammar tersenyum dengan tatapan tajamnya itu.


"Apaan sih," Afifah tersipu,


"Buktinya, bunga api aja meleleh saat berada di genggaman kamu," Ammar melangkah pergi,


Afifah terpaku di tempatl, sambil tersenyum.

__ADS_1


~♡~


Dua pekan berlalu kini mereka telah kembali ke mahad,


"Tiga bulan lagi ana bakal khitbah Fifah," Dzaky tersenyum entah kenapa,


Sementara itu Ammar hanya diam membisu tak berkutik sedikitpun,


"Udah lah, ini masjid jangan aneh-aneh deh Ky," Fauzan mengingatkan.


Namun Dzaky tak mempedulikan itu, ia tetap saja mengoceh,


Spontan mereka terdiam ketika melihat Kesya, berjalan dengan seorang wanita bercadar.


"Itu siapa?" tanya Dzaky kepada Fauzan,


Namun yang ditanya justru hanya menggidikkan bahunya.


'Seperti Fifah, tapi ga mungkin.' Ammar mengheleng.


"Kesya!" Seru Fauzan,


Kesya menghampiri Fauzan,


"Ya calon imam," jawab Kesya tersipu malu,


"Itu siapa?" tanya Fauzan penasaran,


"Fifah," jawab Afifah sambil menatap Dzaky,


'Masyaallah,' jerit Ammar dalam hati nya,


"Habibati," gumam Dzaky,


"Yaudah kita kedalam dulu ya," Afifah menarik Kesya dengan segera.


'Tampaknya Fifah memang sudah melupakan ana, dan tidak menginginkan ana kembali dalam hidupnya, mungkin Fifah sudah mencintai Dzaky.'Ammar menghembuskan nafas nya.


Detik terus berputar hingga berganti ke menit dan seterusnya, bahkan hari telah berubah menjadi bulan lain, UN selesai, kini masing-masing mereka telah meninggalkan tempat itu, mahad tercinta, Ammar memutuskan untuk melanjutkan studynya ke Mesir, mungkin ia tak ingin mengganggu kehidupan Afifah.


Kini Afifah tengah berada dirumahnya, Dzaky akan mengkhitbahnya hari ini, jantungnya berdegup kencang bahkan lebih dari itu, Afifah tidak mencinta Dzaky sedikitpun namun mengapa ia harus menikah dengan Dzaky? Afifah memejamkan matanya.


"Assalamualaikum..." seseorang mengetuk pintu dari luar,


Afifah membelakakkan kedua bola matanya,


"Dzaky," ujarnya sambil berjalan menuju pintu,


Benar Dzaky sedang berbincang-bincang dengan Pak Dhani,


"Dzaky masuk," Afifah mempersilahkan,


"Maaf Fif, ana kesini bukan buat khitbah kamu," Dzaky tertunduk,


"Maksudnya?" Afifah terlihat bingung,


"Kita akhiri semuanya ana gak bisa menikah dengan ukhty," Dzaky menjelaskan,


"Maksudnya apa?" Fifah merasa kesal dan langsung meninggalkan Dzaky.


"Pak, berikan buku ini kepada Fifah, agar dia mengerti kenapa saya membatalkan ini," Dzaky segera pergi meninggalkan rumah Afifah,


'Fif, percayalah cinta ini tulus, tidak sedikitpun saya bermaksud untuk mengecewakan kamu, semoga kamu bahagia.' Dzaky mempercepat langkahnya.


"Gak Ammar, gak Dzaky ssmuanya sama, hanya bisa mengecewakan," Afifah terisak dalam tangisnya,


seseorang menyodorkan buku kepada Afifah,

__ADS_1


Afifah mendongakkan wajahnya,


"Bun," Afifah menghapus air mata nya,


"Ini ambil, kamu akan tau apa alasan Daky mengakhiri segalanya." Bu Ikha meletakkan note kecil itu dihadapan Afifah dan segera pergi.


Afifah memperhatikannya,


"Apa ini?" Afifah membuka lembar note itu,


Frist day...


Aku bertemu seorang bidadari


Afifah namanya.


Afifah terus membuka lembaran note itu,


Menuju jenjang pernikahan...


Satu minggu lagi, ini semua akan berlalu


Afifah...


Sebentar lagi aku akan menjadi orang paling beruntung di dunia ini.


Afifah terpaku saat melihat lembar akhir note itu,


A&A


Ammar Afifah,


Nama yang bagus,


Aku berpikir bahwa lembar terakhir ini akan berisi dengan dua huruf yang berbeda,


Tapi...


Aku salah Fif, ternyata lembar terakhir ini bertuliskan dengan dua huruf yang sama yang telah menyatu sejak awal,


Fif...


Selamat tinggal, hari ini aku tau semuanya,


Ammar telah menceritakan bagaimana posisi kamu dalam hati nya,


Aku tidak menyesal pernah mencintai kamu


Aku hanya menyesal telah mencintai kekasih sahabatku,


Fif thanks for all,


Tunggu Ammar dia akan kembali untuk mu,


Jangan cari dia,


Karna dia akan kembali dengan sendiri nya,


Percayalah cinta ana dan cinta Ammar itu sama tulusnya, tapi.. Ammar jauh lebih pamtas untuk mu,


Terimakasih.


Afifah hanya terpaku dengan apa yang dilihatnya, jujur saja Afifah memang tak tahu dimana Ammar berada saat ini, namun ia rak percaya jika rasa Ammar masih utuh.


~♡~


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2